• Pussycat’s Blackman Island 4 – Evelyn, Innocent Gone Wild (Final)

    Pussycat’s Blackman Island 4 – Evelyn, Innocent Gone Wild (Final)


    126 views

    DISCLAIMER

    • Cerita ini hanyalah fiksi belaka,
    • Ada juga beberapa bagian cerita yang nggak masuk di akal (Sangat..^^), tujuannya Just For Fun Only.
    • Say No To RAPE AND DRUG’s in The REAL WORLD.

    ________________________________

    Evelyn Shuang

    Cerita Maya | Evelyn merasakan tubuhnya seolah melayang-layang dibuai oleh kenikmatan, ketika merasakan belaian dan remasan lembut di payudaranya. Isabella Leong telah sukses menjerumuskannya ke dalam bara api kenikmatan yang sangat sulit untuk ditolak, walaupun ia menyadari bahwa mereka berdua sama-sama seorang wanita. Ohhh, Evelyn melenguh ketika merasakan telapak tangan seseorang merayapi payudaranya. Ia yakin Isabellalah yang menggerayangi dan meremasi payudaranya, Evelyn merasa malas untuk membuka matanya karena masih mengantuk, dibiarkannya telapak tangan yang kasar itu mengelusi tubuhnya yang mulus, terkadang ia tertawa kecil kegelian ketika telapak tangan yang kasar itu merayapi wilayahnya yang sensitif.
    ”Ihhhh, Isabella, aduhhh geliiii, ihhhhh, he he he” Evelyn terkekeh kegelian ketika merasakan elusan-elusan di puncak payudaranya
    Evelyn menekuk kedua kakinya kemudian mengangkang ketika merasakan remasan-remasan lembut di selangkangannya, ia melenguh pelan ketika merasakan remasan-remasan itu semakin kasar. Tubuhnya menggeliat-geliat kegelian, tangannya membelai kepala yang sedang menciumi bulatan payudaranya, OHHH??!!! BOTAKKKK…BERAMBUT TAJAMMMM!!!, Evelyn membuka matanya lebar-lebar, ia terperanjat ketika menyadari siapa yang menggerayangi tubuh mulusnya.
    “Ahhhhhhh!!!” Evelyn melompat dari atas ranjang, gadis cantik itu bergidik ngeri ketika dua sosok tubuh yang luar biasa gemuk dan besar itu bangkit dengan santai, wajah mereka tampak beringas, bibir tebal itu tersungging sinis merayapi tubuh mungilnya, Evelyn menolehkan kepalanya ke arah pintu kamar, gadis cantik bermata sipit itu mundur teratur, tiba-tiba ia membalikkan tubuhnya dan berlari ke arah pintu kamar yang tertutup dengan rapat. Cerita Maya

    “Cekklekkk.., ceklekkkkk….. ohh tidakkk….” Evelyn semakin panik, pintu kamar itu terkunci, ia membalikkan tubuhnya ketika mendengarkan suara langkah kaki menghampirinya dari belakang.
    “Ouhhhh…..” Evelyn menghindar ketika si negro bergigi ompong menerkamnya, ia cengengesan sambil kembali menerkam tubuh mungil Evelyn namun gadis itu kembali meloloskan dirinya dengan sukses. Si negro berbibir sumbing ikut-ikutan menerkam-nerkam tubuh Evelyn hingga akhirnya Evelyn tersudut di sudut kamar itu, dengan posisi dikurung oleh dua orang negro bertubuh tinggi besar, bertubuh gemuk luar biasa, mata Evelyn melotot menatap benda besar yang hitam dan panjang mengacung di selangkangan si negro, batang besar yang panjang itu tampak begitu perkasa dikelilingi urat-urat yang bertonjolan, tubuh kedua orang negro itu begitu gemuk, tinggi besar.
    “Aduhhhhh…. Lepaskannnn….!! ” Evelyn marah ketika si negro bergigi ompong bergerak cepat untuk mencekal pergelangan tangan kanannya, ia menggunakan tangan kiri dan kedua kakinya untuk memukul dan menendang-nendang si negro bergigi ompong yang terkekeh-kekeh sambil menyeret tubuhnya ke ranjang.
    “Hiaaatttt…..!!! ” Evelyn menendangkan kakinya menendang bokong si negro bergigi ompong sambil menarik tangan kanannya kuat-kuat hingga cekalannya terlepas, baru juga Evelyn berhasil melepaskan dirinya dari belakang si negro bergigi sumbing memeluk tubuhnya dari belakang. Tubuh Evelyn meronta-ronta ketika si negro berbibir sumbing membopong tubuhnya dan melemparkan gadis cantik bermata sipit itu ke atas ranjang.
    “Awwwwwwww……,, ” Mata evelyn membeliak ketika kedua orang negro itu menerkam tubuhnya, ia berusaha menepiskan tangan-tangan hitam kekar yang merayapi tubuhnya yang mulus.
    Si negro berbibir sumbing tampak tidak sabaran, dijambaknya rambut Evelyn kemudian bibir tebalnya yang sumbing melumat bibir Evelyn, dihisapnya Air liurnya sampai kering, diemut-emutnya bibir mungil Evelyn yang terus meronta-ronta berusaha melepaskan diri, sementara kedua orang negro itu terus merejang tubuh mulus Evelyn sampai akhirnya gadis itu menyerah kecapaian, keringat mengucuri tubuh mulusnya, kedua payudaranya yang berukuran sedang bergerak turun naik dengan cepat ketika Evelyn termegap-megap berusaha mengambil nafas. Kedua orang negro bertubuh gemuk itu tersenyum lebar sambil mengelus puncak payudaranya, sesekali kedua negro itu merejang kuat-kuat tubuh Evelyn yang menangis sambil meronta-ronta dengan putus asa.

    “Ohhhhh… Hmmmm mmmmmmmhhhh…..Ckkk Ckkk Mmmmmmhhh ” Evelyn tampak pasrah, ia memejamkan matanya ketika bibir si negro yang tebal itu mengecupi bibirnya. Si negro bergigi ompong tampak semakin lahap melumat-lumat bibirnya. Si negro menatap mata Evelyn dalam-dalam, mata gadis itu yang sipit tampak begitu sayu, seolah-olah meminta permainan yang lebih panas.
    Si negro tersenyum lebar sambil menundukkan kepalanya mendekati puting Evelyn, disentil-sentilnyanya putting itu dengan ujung lidahnya yang terjulur-julur keluar, digelitikinya puting Evelyn ang semakin meruncing, berkali-kali si negro menghisap-hisap puttingnya.
    “Ennnnhhhh, Akkhhhhhsssshhh, Shhhsssss….. ” Evelyn mendesis-desis dengan keras ketika si negro semakin rakus mengenyot-ngenyot puncak payudaranya, gadis bermata sipit itu mulai membuka pahanya melebar ketika merasakan elusan dan remasan-remasan lembut si negro berbibir sumbing yang mulai mengelusi dan meremas-remas selangkangannya.
    Nafas Evelyn semakin terengah-engah ketika merasakan kecupan-kecupan bibir si negro berbibir sumbing semakin turun mengecupi, perut, pinggul dan kemudian………
    “Ohhhhhhhhhh…. ” Evelyn medesah pelan ketika merasakan si negro mengecupi permukaan vaginanya, sesekali tubuhnya mengejang ketika si negro menggigit-gigit kecil permukaan vaginanya. Si bibir sumbing menggeram gemas, desah nafasnya semakin memburu mengendusi vagina Evelyn yang sudah botak dicukur habis sewaktu gadis itu tertidur dengan pulas.
    “I LOVED SHAVED PUSSY, Nyummmmh, nyummmhh, muahhhh Ckk Ckkk, slllckkk slllccccckkkkkk, srrrppphhhh ” si negro mengecup bibir vagina Evelyn dengan gemas kemudian menjilati belahannya yang masih tertutup rapat, mirip seperti sebuah lereng yang menyimpan sejuta kenikmatan di dalamnya…
    “Auhhhh…, Affffhhhhh, Ahhhhhhhhhhhhh…… ” Evelyn semakin resah , gelisah, ketika kedua orang negro itu semakin rakus melahap payudaranya dan mengunyah-ngunyah bibir vaginanya.
    “ennnnhhhhhh…..,Nnnnggghh Crrrrr Crrrrrrrrrrr…….Awwh” tubuh Evelyn mengejang dengan kuat, bibirnya merintih-rintih dan akhirnya memekik kecil ketika cairan vaginanya menyembur dan berdenyut dengan nikmat.

    “Do you like it babe?” si negro bergigi ompong meremas-remas induk payudara Evelyn sambil sesekali menundukkan kepalanya menjilati dan mengenyot kuat-kuat puncak payudara gadis itu yang masih terengah-engah dan merintih lirih menikmati puncak klimaksnya.
    “Utsssss……. ” Evelyn meronta-ronta ketika merasakan benda keras yang kenyal dan hangat menusuk belahan vaginanya, tubuhnya yang mungil direjang oleh negro bergigi ompong, sementara si bibir sumbing menjejalkan kepala penisnya untuk membelah belahan vaginanya.
    “Tidakkkk…!! Jangannnnn, Akkhhh Owwwwwwww…..!! ” Evelyn melolong ketika merasakan bibir vaginanya dipaksa melar oleh kepala penis si negro yang besarnya mirip bola tennis, kedua orang negro itu malah tertawa senang mendengarkan rintihan dan erangan Evelyn yang kewalahan ketika sebatang penis mulai membelah selangkangannya.
    “Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh….!!! Sakiiiitttt, aduhhhhhhh, aduhhhhhhh ” Evelyn Shuang menjerit keras ketika batang penis itu menyodok dengan kuat, matanya mendelik merasakan rasa pedih yang luar biasa ketika penis si negro menjebol kegadisannya, isak tangis Evelyn terdengar semakin keras diiringi rintihan dan erangannya yang kesakitan setengah mati, tubuhnya menggeliat-geliat menahan rasa sakit dan ngilu luar biasa yang mendera wilayah intimnya, si negro memejamkan matanya untuk meresapi kepala penisnya yang sedang merobek-robek selaput keperawanan evelyn.

    “AAAAAAAAAAA….!!! ” Evelyn kembali menjerit kesakitan ketika si negro menyodokkkan batang penisnya dengan kasar, wajahnya yang cantik dan imut tampak menderita, tubuhnya menggeliat-geliat kesakitan kesana kemari, sementara batang penis si negro berbibir sumbing yang besar, hitam dan panjang menancap di selangkangannya.
    “Essshhhh, Ahhhhh, damn, too tight, I wonder if she can takeeee, THISSS….Alllll…!!” si negro mendesakkan penisnya dengan sekuat tenaga sehingga Evelyn menjerit keras, tubuhnya melenting-lenting kesakitan ketika penis yang besar itu terbenam di vaginanya yang mungil.
    “Awwww, sakitttt, Akssss , “
    “Don’t worry babe, the pain will go, and you will beg for more…, Emmmhhh, Cuppppp,,, Cuppphhhh,…..ha ha ha” si negro bergigi ompong tertawa sambil memeluk tubuh mungil Evelyn dari samping. Bibirnya yang tebal mengecup-ngecup dan mengulum bibir Evelyn yang merintih-rintih kesakitan.
    “Heemmmfffhhh, Emmmmhhhhh…mmmmmm” Evelyn menggeliat tak berdaya ketika bibir si negro mengulum dan melumat-lumat bibirnya. Si negro tampak rakus mengecupi dan melumat-lumat bibir Evelyn sementara tangannya merayapi dan menggerayangi payudara gadis itu, digenggamnya induk payudaranya Evelyn, sambil meremas-remas induk payudara gadis itu si negro menyusu dan mengenyot-ngenyot putting susunya.
    “Ennnhhh, Ennnhhh Nnnnhhhh.. Ahhhhhh ” nafas Evelyn seperti dipaksa berhembusan dengan keras ketika batang penis si negro mulai bergerak maju mundur dengan teratur, tubuhnya mulai terguncang mengikuti irama sodokan-sodokan penis si negro yang tersenyum-senyum menyaksikan ekspresi wajah evelyn yang mengernyit-ngernyit kewalahan ketika batang penis itu mulai memompa liang vaginanya yang peret dan seret.

    Negro bergigi ompong semakin bernafsu menggeluti payudara Evelyn yang semakin membongkah padat dan kenyal, tangannya meremas kuat-kuat gundukan payudara Evelyn yang berukuran sedang , matanya menatap dengan sayu ketika payudara Evelyn terguncang-guncang dengan indah, lidahnya  melingkari putting susunya yang berwarna pink kemerahan kemudian melumati puncak payudara gadis itu.
    “Ahhhhhh, Aduhhhh Awwwwww…..!! ” tangan Evelyn mendorong kepala si negro ketika merasakan gigitan keras di puncak payudaranya, si negro menggeram gemas sambil mencekal dan menekankan tangan Evelyn, kemudian kembali menggigit puncak payudaranya dengan gemas dan mencumbui bulatan dada gadis itu  dengan bernafsu, Evelyn mengerang ketika kembali merasakan gigitan keras di putingnya.
    Si negro berbibir sumbing tersenyum sinis kemudian mempercepat irama kocokannya, ia terkekeh-kekeh ketika mendengarkan rintihan-rintihan dan keluhan Evelyn.
    “Ahhhh, Ahhhhh Ahhhhhh!! Ouhhhhhhh…!!, Uhhhhh…!! ” Tubuh Evelyn tersentak-sentak dengan kuat disodok oleh si negro, ia menatap si negro yang sedang asik menyodokki vaginanya, matanya yang sipit sesekali terpejam-pejam merasakan ada rasa nikmat yang teramat sangat ketika sodokan kuat itu menghantam belahan vaginanya.
    “Errrrhhhh… Crrrrrrr Crrrrrr Kecruuuuttttt…….” tubuh Evelyn melenting dan mengejang ketika cairan vaginanya tumpah, muncrat akibat dipompa oleh batang penis si negro berbibir sumbing.
    Kedua orang negro itu tersenyum kecil menatap tubuh mulus Evelyn yang menggelinjang-gelinjang keenakan, ketika merasakan puncak klimaksnya, sesekali nafas Evelyn terhembus keras ketika si negro mendesak-desakkan batang penisnya sampai mentok, si negro tampak bernafsu mengaduki vagina Evelyn dengan batang penisnya, terkadang ia menggerakkan penis besarnya seperti sedang mendongkrak-dongkrak vagina Evelyn.
    “Auhhhhh….. essshhhhhh, hsssshhhh.. ” tubuh Evelyn kembali tersentak dan terguncang dengan kuat , batang penis itu kembali merojok-rojok vaginanya yang sudah memar kemerahan.
    Si negro semakin senang mendengarkan rintihan dan erangan keras Evelyn yang kewalahan setengah mati ketika penisnya mengocok-ngocok belahan vaginanya yang melesak ke dalam dan melejit keluar ketika penis itu bergerak keluar masuk memompai belahannya.

    “C’mon Babe, try to lick it!” si negro memberikan penisnya yang besar kepada Evelyn, lidah Evelyn terjulur menjilati batang penis yang besar dan bau itu, biarpun bau tapi entah kenapa ia betah untuk menjilat-jilat batang yang hitam dan besar itu. Evelyn menjilat-jilat dan mengendus-ngendus batang penis si negro bergigi ompong, sementara selangkangannya terus dihantami oleh penis si negro berbibir sumbing.
    “Bleeepppp, Blepppppp,Clleeeepppppp” suara penis yang besar itu terdengar keras ketika mengocoki belahan vaginanya, tubuh Evelyn semakin basah oleh butir-butir air keringatnya yang mengucur dengan deras membasahi tubuhnya putih mulus. Si negro mencekal pinggang Evelyn kemudian menghantamkan batang penisnya berkali-kali dengan sentakan-sentakkan kuat hingga Evelyn melolong keras, tubuhnya menggeliat dan kelojotan ketika si negro semakin geram menggenjot-genjot belahan vaginanya yang mungil dan peret.
    “Plopppppppppp…..!! Ahhhhhhhh……… ” Evelyn menghela nafas panjang, gadis itu berusaha mengatur nafasnya, ia merasa lega ketika si negro berbibir sumbing mencabut batang penisnya, kedua orang negro itu berbaring di sisi Evelyn, seakan-akan membiarkannya untuk beristirahat sejenak, tangan-tangan mereka tidak pernah berhenti merayapi tubuh mulusnya yang sudah basah kuyup oleh butiran keringatnya yang meleleh dengan deras, sesekali tubuhnya menggelinjang ketika merasakan kenyotan-kenyotan kuat di kedua puncak payudaranya.
    “Hhhhhhhhhnnnh…” Evelyn mendesah pelan ketika si negro bergigi ompong membalikkan tubuhnya dan kemudian menarik pinggulnya hingga menungging ke atas, sementara si bibir sumbing mengikat kedua tangannya ke belakang, ia membantu memegangi pinggul Evelyn.

    “Let me eat your little ass babe, nyummm, slllccck, sllccckkkk…” si negro menciumi bulatan buah pantat Evelyn yang bulat dan padat, dibelainya dan diremas-remasnya bongkahan pantat gadis cantik bermata sipit itu.
    Evelyn merintih ketika mulut si negro mengecupi anusnya hingga gadis itu merintih kegelian, ia mendesah-desah dan merengek kecil, tubuhnya menggigil merasakan rasa geli ketika lidah si negro mengait dan menggelitiki anusnya.
    “Now let me try your virgin asshole….he he he” si negro menempelkan kepala penisnya pada lubang anus Evelyn, begitu menyadari apa yang akan dilakukan oleh si negro, Evelyn meronta-ronta dan memohon agar si negro membatalkan niatnya, ia berteriak keras ketakutan…….
    “Tolonggggg…..!!! Ahhhhh, Jangannnnn…. Heennnggghhhh, Ennnhhhhh..!!” tubuhnya mengejang dan menggigil hebat ketika merasakan tekanan-tekanan kuat yang sedang berusaha membobol lubang anusnya, wajahnya yang cantik imut tampak menderita.
    “AAAAAAAAAAAAAA……!!” Evelyn berteriak keras kesakitan ketika perlahan-lahan kepala penis si negro mulai memaksa lingkaran anusnya melebar dan JREBBBBBBBB!!! satu sentakan kuat kembali membuat Evelyn  mengerang keras…….
    “Whoaaaaa,, she screaammmm like wild bitch ngehe he he he he”
    “Arrrrrgggggghhhhhhh…Heksssss…Akkkkk, Heengggeeekkkk….. ” berkali-kali Evelyn mengerang kesakitan, berkali-kali pula nafasnya serasa dicabut ketika penis si negro menyentak-nyentak terus menekan semakin dalam, di satu sisi Evelyn merasakan sangat menderita dan kesakitan, sedangkan di sisi lain si negro merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika lubang anus Evelyn yang sempit dan peret menggigit batang penisnya.

    “YEAHHH Baby, OOOOOooo…YESSSSS!” si negro terus mendesakkan batang penisnya yang panjang dan besar itu, semakin dalam dan lebih dalam lagi hingga selangkangannya mendesak buah pantat Evelyn, ia tidak mempedulikan Evelyn yang mengerang keras kesakitan dan kelojotan setengah mati dalam penderitaan akibat lubang anusnya disodok dan dirojok oleh batang penisnya yang hitam, besar dan panjang, belum juga rasa sakit akibat ditembus penis yang besar itu hilang, si negro sudah menggerakkan penisnya memompa liang anus Evelyn yang peret dan kering.
    “Arrrrrhhhhhh, It’s hurrrtttt, Awwwwww….Aduhhh Awwwwww!!” Evelyn mengaduh dan menjerit kesakitan ketika batang besar itu menggergaji lubang anusnya, rasanya begitu perih dan pedih ketika batang itu bergerak kasar menyodomi liang anusnya, ia menangis kesakitan dan menjerit-jerit ketika si negro menyodominya dengan liar.
    “Come on bitchhhh…, screammmm and cry!! ” bibir si negro termonyong – monyong kerena merasa keenakan, wajahnya tampak bengis ketika menyodok-nyodokkan batang penisnya, meerojok-rojok belahan vagina Evelyn yang kecil mungil.
    Si negro yang satunya lagi menjambak rambut Evelyn hingga kepala gadis itu terangkat ke atas, dengan kasar dijejalkkannya batang penis hitam miliknya yang panjang dan bau itu kedalam mulut Evelyn. Mata gadis itu mendelik ketika merasakan batang hitam besar itu bergerak kasar mendeepthroatnya, begitu kasar, sangat kasar sekali.
    “Ennnhhhh… Heeemmmmmfff…..Crrrrrrr…Crrrrrrr ” Evelyn tidak dapat menjerit lagi karena mulutnya tersumpal dan terisi penuh oleh sebatang penis yang besar dan baunya menyengat, tubuhnya mengejang dengan kuat, kemudian gadis itu terkulai lemas ketika merasakan denyutan-denyutan puncak klimaksnya,
    Si negro menarik pinggul Evelyn sambil menjatuhkan dirinya ke belakang, kini Evelyn menduduki penis besar itu dalam posisi memunggungi si negro yang terlentang keenakan, kedua pergelangan kakinya direntangkan mengangkang keatas hingga membentuk sebuah huruf V yang indah, sementara sebatang penis mulai mengendusi belahan vaginanya, kepala penis itu menjilat-jilat belahan kenikmatan di selangkangan Evelyn yang ketakutan.

    “ARRRRRRHHHHHH…JREEBBBB!! BLEEEPPPPP” wajah Evelyn mengenyit, sekali lagi ia menjerit keras ketika si negro mejebloskan seluruh batang penisnya, keningnya sampai berkerut membentuk angka “11″, wajahnya tampak memelas seolah-olah sedang memohon ampun pada si negro yang terkekeh-kekeh keenakan.
    “Hessshhhhhh, Ahhhh, Ennnggghhh Ahhhhhhhh…. ” Evelyn semakin sering mendesah-desah ketika dua batang penis itu mulai bergerak dengan teratur, tubuhnya yang mungil dan mulus kelojotan tanpa daya dihimpit oleh dua sosok tubuh gemuk hitam besar yang sedang melahap kenikmatan dan kehangatan tubuh mulusnya yang sudah basah dibanjiri  keringat.
    “Oaaahhhhh….!! AWWWW…..!! ” wajah Evelyn mengernyit tegang ketika sodokan-sodokan itu semakin lama semakin cepat  memacu lubang anus dan lubang vaginanya, sesekali terdengar suara tawa kedua orang negro itu, mereka mentertawakan dirinya yang merengek-rengek, memohon dengan suara serak.
    “Ampuunnn, ahhhh, aduhhhhh sudahhhhhh, cukuppppp….!!
    Untuk takaran Evelyn mungkin sudah cukup namun tidak bagi kedua orang negro bertubuh gemuk itu, mereka masih belum puas menikmati tubuhnya yang  mulus mungil dengan wajahnya yang cute innocent, mereka masih ingin menikmati kehangatan dan kemulusan tubuh Evelyn. Kedua orang negro itu melampiaskan nafsu liar mereka, tanpa mempedulikan tubuh mungil Evelyn yang sudah tidak sanggup lagi menahan siksaan persetubuhan interacial yang semakin liar dan brutal, berkali-kali ia harus rela memuntahkan cairan puncak klimaksnya, dipaksa muncrat oleh batang penis yang gemuk besar dan panjang, pandangan matanya semakin memudar, setelah melenguh panjang akhirnya Evelyn pingsan tidak sadarkan diri.

    ************************
    Di tempat lain di pulau itu

    “Oiii…Mas Roy!! Ndra!! kemana sih lu orang? Mau diajak threesome kok malah kabur, iihhh…sebel deh!” Ivan Gunawan menyentakkan-nyentakkan kakinya ke tanah dengan gaya bencesnya yang jijay bajaj.
    Setelah clingak-clinguk kiri kanan mencari sesuatu selama beberapa saat tanpa hasil, akhirnya sang bunda Ivan pun melengos pergi sambil mencak-mencak kesal dengan logat bencongnya. Tidak jauh dari situ di sebuah gua yang depannya ditumbuhi semak-semak tinggi, dua pasang mata mengintip dengan gelisah. Keduanya baru lega setelah Ivan Gunawan pergi menjauh.
    “Fuuihh…akhirnya pergi juga tuh makhluk, bayangin deh kalau ketanggap…ngeri ngga!” Roy Suryo, si pakar telematika (setidaknya gitulah menurut pengakuannya) bernafas lega sambil menyeka keringat dingin di dahinya,
    “Iya amit-amit deh kalau ketangkep tuh banci kaleng” kata Indra L. Brugman yang juga ketakutan dikejar-kejar, “tuh orang ga jelas tuh laki-laki atau perempuan”
    “Kalau menurut analisis saya sih…asli laki-laki, cuma ya itu dandannya aja yang kaya gitu jadi aja jadinya makhluk ga jelas” kata Roy Suryo beranalisis seperti biasanya, “Ndra enaknya kabur kemana nih kita sekarang?” tanyanya pada Indra.
    “Lewat sana aja, pasti si banci kaleng itu ga bakal lewat situ” jawab Indra menunjuk ke belokan di dalam gua itu.
    Mereka pun berjalan semakin memasuki gua itu, namun sepertinya jalan di dalam semakin berkelok-kelok membuat keduanya malah bingung karena sudah kehilangan arah.
    “Alamak mana jalan keluarnya nih??! kita kesasar!” Roy mulai panik, badannya basah berkeringat karena keliling-keliling tak tentu arah daritadi, “Dra kok diem aja sih? Ngapain lu kok ngeliatnya kaya gitu?” tanyanya melihat Indra yang menatapinya aneh.
    “Ngga Mas Roy…mas cuma keliatan nafsuin aja kalau keringetan gitu, seksi deh, apalagi kumisnya itu ih gemes!”
    “Iiihh…apa-apaan sih lo Dra, yang serius ah!” Roy menepis tangan Indra yang mau membelai wajahnya, ia mulai merinding dengan gaya Indra yang makin kemayu itu.
    “Serius kok Mas, saya naksir deh sama Mas Roy, lebih seksi dari si Bertrand deh. ayo dong mas kita kan berdua aja disini!” Indra tiba-tiba mendekap tubuh Roy Suryo.
    “Wadow jangan…Dra…wadoh ada hombreng!!” Roy Suryo menjerit ketakutan dan meronta-ronta berusaha lepas dari dekapan Indra yang memang sebenarnya penyuka sesama jenis itu.
    “Ayo dong Mas Roy sama saya aja, dijamin asoy deh!” Indra dengan bernafsu menarik baju Roy Suryo hingga robek.
    “Waaahhh…tuuluuunngg…aadooww…abis dah!!” jeritan Roy Suryo pun membahana di gua itu ketika Indra memegang penisnya dan memasukkannya ke mulut

    *******************
    Kembali ke tempat Evelyn

    “Hemmmmm ?? Wahhhh, dia kelenger Brooo!!” si bibir sumbing cengengesan tanpa menghentikan sodokan batang penisnya yang mendeepthroat Evelyn
    “Biarin aja dehhh, HAJAR TERUS BROO…, Enak nihh….boolnya..!!” si gigi ompong malah semakin kuat menghempaskan dan merojok-rojok liang anus Evelyn yang sudah memar.
    “CROOOOOOTTTTT…KECROOOOTTTT!!”
    Kedua orang negro itu meraung keras sambil memejamkan mata mereka menusukkan penisnya kuat-kuat kedalam mulut dan anus Evelyn, beberapa saat kemudian barulah mereka melepaskan tubuh mungil Evelyn yang sudah terkapar tidak sadarkan diri. Pintu ruangan itu terbuka lebar, wajah-wajah mesum menggusur tubuh Evelyn keluar. Dua orang negro bertubuh gembrot yang baru memperkosa Evelyn habis-habisan berbaring sambil tersenyum ketika menyaksikan tubuhnya dibopong keluar oleh seorang negro bertubuh kurus dengan batang penisnya yang sudah mengacung meminta pelampiasan. Evelyn yang sudah lemas dihajar habis-habisan hanya dapat pasrah ketika si negro itu membopong tubuhnya keluar dari dalam kamar itu.
    “Ihhhhhh?! ” Evelyn tampak was-was ketika menyadari empat orang teman si negro mengekori dari belakang, si negro membawa tubuh bugilnya ke sebuah kolam pemandian air panas.
    Evelyn terdiam ketika si negro membelai wajahnya yang cantik, tinggi air kolam itu hanya setengah meter 70 cm, ia duduk dengan santai di atas selangkangan si negro, tubuh hitam itu duduk sambil bersandar pada dinding kolam dan memeluk tubuh mulusnya, sementara keempat orang negro lainnya mengelilingi tubuhnya.
    “Are you tired baby?? hemmmm?” si negro berbisik ditelinga Evelyn yang lalu mengangguk lemah, Evelyn terpejam merasakan pijatan-pijatan si negro di pundaknya, entah kenapa ia merasakan rileks ketika tangan-tangan hitam itu memijati dan mengelusi bulatan susunya. Jari si negro merayapi dan memijiti bibir vaginanya, tanpa sadar kedua kakinya mengangkang keenakan ketika jari si negro memijiti lingkaran otot vaginanya, lumayan lama Evelyn diservice dan dipijat XXX oleh lima orang negro. Ia menurut ketika seorang negro itu memberinya sebuah racikan ramuan khusus, Evelyn merasakan rasa sakit dan pegal yang mendera tubuhnya seperti lenyap, tenaganya pun berangsur-angsur pulih, bahkan kembali berlipat-lipat ganda.

    Evelyn menyambut seorang negro yang mengecupi bibirnya, dibalasnya lumatan-lumatan bibir tebal si negro yang melumati bibirnya. Ia menghisap-hisap batang lidah si negro, entah kenapa rasa jijik itu hilang, entah kenapa pula dadanya berdebar dengan keras, ada sebuah sensasi yang luar biasa hebat ketika dirinya dikelilingi oleh lima orang negro bertubuh tinggi besar yang mengelus dan menjamahi tubuh mulusnya, bergantian ia melayani ciuman dan cumbuan kelima orang negro itu, entah air liur siapa yang kini membasuh dan membasahi bibirnya.
    “Heemmmmm Mmmmhhhh….” Evelyn melingkarkan kedua tangannya berkalung ke leher seorang negro yang sedang melumat dan mengulum bibirnya yang mungil, pipinya sampai kempot ketika si negro mengenyot-ngenyot bibirnya dengan kuat.
    “Aaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhh…… ” Evelyn membelai pipi si negro, bibirnya tersenyum menggoda seorang negro di sebelahnya agar segera berciuman dengannya, dan happpp, bibir tebal yang lain kembali menyumpal bibir mungilnya.
    Si negro yang sedang memeluk Evelyn dari belakang mengangkat pinggulnya, tubuh Evelyn melayang di dalam air kemudian turun menduduk sebatang penis hitam besar yang sudah menunggu vaginanya di dalam air dan Bleeeesssshshhhhhh…!!
    “Ahhhhhhhhhhhhhhhhh…… ” kepala Evelyn terangkat ke atas sambil mendesah keras, bibirnya tersenyum puas ketika merasakan penis yang besar dan panjang itu menyesaki vaginanya.
    “Byurrr.. Byurrrr.. Byurrrr ” suara ceburan-ceburan air mulai terdengar ketika tubuh Evelyn bergerak turun naik dengan teratur, suara jeritan-jeritan kenikmatannya membuat suasana di kolam itu semakin panas,
    “Ohhhh, fuck me nigger…!! Please fuck meeee…”
    “Like this baby ?? “
    “NOOOOO…., HARDERRRRR, HARDERRRRRRR….” wajah Evelyn yang polos dan imut tampak liar, jeritan-jeritannya terdengar semakin keras, Evelyn merintih keras merasakan remasan-remasan kuat di payudaranya, kelima negro itu berkali-kali meleletkan lidahnya, mereka terkagum-kagum ketika tubuh mulus Evelyn bergerak begitu liar dan erotik. Siapapun yang melihat wajah Evelyn pasti tahu kalau gadis cantik yang imut dan mungil itu tengah dilanda nafsu birahi yang luar biasa.

    “Whoahhhh…!! She moved like a damnnn bitch, come on girl, yeahhhhh, ride my coookkkk…, come on Evelyn, I know you want it baby!” si negro meladeni nafsu liar Evelyn, dihantamkannya batang penis besar itu ke atas menyambut hempasan-hempasan vagina Evelyn.
    “Aaaaaaaaaaaaaaaaa….!! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…..!! Aoohhhhhhh, YEAHHHHHH!! Yesssss , fuck me like that, MOREEEEEE…!!” Evelyn merengek-rengek dengan keras, mulutnya ternganga lebar sambil menjerit-jerit liar,tubuhnya menggeliat dan mengejang.
    “Ahhhhhhhhhhhhhh….!! Crrrrrrrrr Crrrrrrrrrrrrrrr……, YEAHHH, He he he “
    Evelyn mendesah panjang, tubuhnya yang sedang menduduki batang penis yang hitam dan besar itu masih tersentak-sentak dengan liar dihajar oleh si negro.
    “he he he, I always wonder why a negro have a huge penis like this? ” Evelyn membelai sebatang penis yang mendekati wajahnya.
    “To make you satisfied Evelynn!!” Evelyn tertawa kecil ketika mendengar bisikan si negro yang sedang merojokkan penisnya ke atas menghantam-hantam vaginanya yang sedang menduduki penis yang hitam dan besar.
    Si negro meremas-remas kepala Evelyn, batang penisnya tenggelam keluar masuk di dalam rongga mulutnya yang basah dan panas. Evelyn menekankan batang penis si negro masuk kekerongkongannya hingga mentok, ia ingin menelan seluruh batang penis yang besar dan hitam panjang itu, dijilatinya batang panjang itu, lidahnya menari-nari dan membasuh penis itu, diemutnya kepala penis yang besar dan mengeluarkan cairan-cairan yang terasa asin dan gurih. Evelyn tersenyum nakal ditatapnya 4 batang penis yang menunggu diservice oleh mulutnya, tangannya tampak sibuk mengocoki dua batang penis ditangan kiri dan kanannya sementara mulutnya menciumi dua batang penis lainnya secara bergantian, lidahnya mengait-ngait dua batang penis yang teracung di hadapan wajahnya, dhisapinya kepala penis yang mengeluarkan cairan gurih itu,sementara kedua tangannya meremas-remas dua batang penis di sisi kepalanya, sementara sebatang penis yang lain menyentak-nyentakkan tubuhnya turun naik dengan liar, menyodok-nyodok vaginanya dengan kuat.

    “UNNGGGHHHH…!! YEAHHH… Crrruttttt Cruuttttt!! ” Evelyn tersenyum puas, kini tubuh mulusnya mulai digilir. Seorang negro berdiri sambil mencekal pergelangan kakinya dan menarik kaki gadis itu hingga kedua pahanya yang mulus mengangkang ke atas, sementara keempat negro lainnya menjaga agar kepalanya tidak terbenam ke dalam air sambil merayapi payudara Evelyn yang berukuran sedang..
    “Ooooooooooooo…. Nggaaahhhhh…, Ohhh yessshhhhhh…, Ohhh thatttt,,, too HARDDDDDDDDD….AWWWWWWWWW!!” Evelyn menjerit keras ketika si negro menancapkan batang penisnya dengan kasar kemudian memacunya dengan kecepatan penuh.
    “YEAHHH, I do it good and HARD.. baby..,Dammmmnnn, Your hole is soo tightttttt…..!! Shake your pussy babe”
    “AUHHHH…, Yessss , Ohhhhh, Ahhh, Errrrhhhhhh….. ” Evelyn menggeram gemas sambil menggoyang – goyangkan pinggulnya menyambut hantaman batang penis si negro. Negro-negro itu berteriak-teriak liar memberi semangat agar Evelyn lebih liar menggoyangkan pinggulnya.
    “Clokkkkk… Keclokkkkkk… Clokkkkkkkkk….Bleppphhh….” Suara -suara beradunya vagina dan batang penis besar itu terdengar dengan keras, Evelyn menggigit bibirnya, tubuhnya melenting-lenting ke atas, kedua matanya yang sipit terpejam rapat-rapat keenakan ketika batang penis yang besar dan panjang itu memompa-mompa belahan vaginanya yang sempit.
    “Ennnhhhh, Ufffffffhhhh, YEahhhhhh….Uhhhhh” Evelyn mengeluh keenakan ketika penis yang besar itu mengaduk-ngaduk belahan vaginanya, daerah di sekitar lingkaran otot vaginanya memar kemerahan karena terus disodok-sodok dengan kuat oleh penis milik lelaki negro yang tersenyum – senyum senang menikmati vaginanya yang seret dan sempit.

    Terdengar suara gemericik air ketika tubuh telanjang Evelyn dan kelima orang negro itu keluar dari dalam kolam pemandian air panas. Evelyn menungging sambil mengangkat pinggulnya tinggi-tinggi, seorang negro segera mengambil posisi dibelakang tubuh Evelyn, ditekankannya batang penisnya untuk membongkar sisi lain dari sensasi kenikmatan ditubuh gadis cantik itu, sebuah lubang kecil yang sempit. Disodoknya lubang anus Evelyn kuat-kuat, dijejal-jejalkannya kepala penisnya memaksa agar lubang anus Evelyn yang  kecil dan sempit semakin merekah.
    “Ennnnhhhh…. ” Evelyn merengek sambil menggoyangkan pantatnya, ketika penis besar itu terpeleset kebawah, menggesek belahan vaginanya, si negro kembali menempatkan kepala penisnya di anus Evelyn kemudian menekankan penis besarnya dengan kuat.
    “Ohhhhhhhhhhhhhhhhhh….. ” Evelyn mendesah panjang sambil menekankan pinggulnya kebelakang menyambut batang penis si negro, perlahan-lahan lubang anusnya merekah dan batang penis itu masuk semakin dalam.
    “Good girl, goood girlllll….., I know you can do it Evelyn” si negro mengusapi pinggang Evelyn kemudian menarik pinggang gadis itu sambil menyentakkan batang penisnya dengan kuat menusuk-nusuk lubang duburnya.
    “Come on Evelyn, I need you to shake your tight little asshole!” si negro meminta Evelyn bergoyang, tanpa disuruh dua kali Evelyn segera menggoyang-goyangkan pinggulnya ketika si negro menyodomi lubang anusnya, sementara tubuh mulusnya terus menerus digerayangi oleh keempat orang negro yang berlutut di sisi kanan dan kiri tubuhnya yang sedang menungging disodomi oleh sebatang penis hitam yang besar dan panjang.
    “Ehhh..!! Ahhhh, Ohhhh…!! Ohhhh …!!”
    “Plakkkk.., Plakkkk, Plakkkkk…. ” Tubuh evelyn tersungkur-sungkur dengan keras ke depan ketika si negro menyodok-nyodokkkan penisnya, Evelyn mendesah kemudian  menerima sebatang penis yang dijejalkan pemiliknya dengan paksa kedalam rongga mulutnya.
    Seorang negro mengecupi punggung Evelyn sementara yang dua lagi sibuk memeras-meras payudaranya yang terayun-ayun dengan indah, dan dua batang penis bergerak-gerak dengan liar menusuk – nusuk lubang anus dan rongga mulut gadis bermata sipit itu, terkadang ia menjerit – jerit keras untuk melampiaskan nafsu birahi didadanya yang meledak-ledak dengan dashyat, apalagi ketika tangan si negro merayap dan memijiti klitorisnya.

    Benar-benar kontras persetubuhan interacial antara Evelyn dan kelima orang negro itu, tubuhnya yang putih mulus dan mungil digerayangi oleh negro-negro bertubuh hitam besar yang terus memacu nafsu birahinya melayang semakin tinggi
    “Ohhhh YESSSs, Crrrrrr Crrrr Emmmmhhhh” tubuh evelyn yang sedang menungging menggeliat dengan erotis ketika merasakan denyutan – denyutan puncak klimaks yang memaksa cairan vaginanya kembali muncrat berdenyutan.
    “He he he, Meowwww…, Meowwwwww….,,,, ” Evelyn mengeong-ngeong sambil merangkak menaiki sesosok tubuh hitam besar yang terlentang. Si negro langsung memeluk dan mengeluti tubuh mungilnya. Negro itu membalikkan tubuh Evelyn agar berada dibawah tubuhnya, Evelyn tertawa nakal menggoda sambil memeluk kepala si negro yang sedang mengecupi lehernya.
    “You’re so hot babe, so fucking HOT” si negro mengusap wajah Evelyn yang cute dan imut sebelum akhirnya melumat-lumat bibirnny. Ia tampak rakus mengecupi dan mengulum bibir Evelyn, dihisapnya bibir gadis itu dan diemut-emutnya dengan kuat, hingga nafas Evelyn berdengusan dengan keras.
    “Ha ha ha ha…you’re so naughty” Evelyn membelai kepala si negro yang terbenam diantara belahan buah dadanya, ia memejamkan matanya meresapi jilatan-jilatan batang lidah si negro yang basah dan hangat.
    Mata si negro mendelik menatap payudara Evelyn yang putih dan bulat, dibelainya bulatan dada Evelyn yang kiri dan yang kanan hingga ia tertawa kecil kegelian, dicubitnya puttingnya yang meruncing kemudian dipelintir-pelintirnya dengan lembut, sesekali si negro mencubit dan menarik kuat-kuat putting itu dengan gemas, diremas-remasnya dada Evelyn sambil mengecupi puncak payudaranya dan menjilat- jilat putingnya yang runcing dan keras.

    “Ohhhh, Yessshhhsshhhh.., Emmmhhh Ohhhhhh…..” Evelyn mendesah nikmati ketika merasakan cumbuan si negro semakin memanas, rasanya nikmat sekali ketika mulutnya mengenyot-ngenyot kuat puncak payudaranya bergantian dari yang kiri pindah ke yang kanan.
    “C’mon big boyyyy, eat my shaved pussy!” Evelyn menekankan kepala si negro sambil menekuk dan mengangkangkan kedua kakinya melebar, ia mendesah-desah ketika merasakan hembusan nafas hangat si negro yang memburu menerpa permukaan vaginanya, kedua tangannya menarik dua batang penis ke samping kepalanya di sebelah kiri dan kanan, Evelyn menolehkan kepalanya kekiri sambil membuka mulut untuk menghisapi penis di sebelah kiri kepalanya, kemudian menolehkan kepalanya ke kanan untuk mengenyot-ngeenyot kepala penis yang di kanan kepalanya.
    Dua orang negro memeluk tubuh mungilnya dari sampig sambil menyusu di payudaranya, sementara kedua kaki Evelyn melejang-lejang merasakan cumbuan yang semakin panas menggeluti bibir vaginanya. Si negro menarik bibir vagina Evelyn, ditatapnya daging mungil yang masih malu-malu untuk menampakkan dirinya kemudian lidah si negro terjulur keluar menyentuh dan menggelitiki kelentit Evelyn yang semakin mengkilap dengan indah ketika lidah si negro mengulas-ngulas dan  menggelitiki daging klitorisnya. Dihirupnya aroma vagina Evelyn dalam-dalam, dikenyot-kenyotnya cairan kewanitaannya yang lengket dan terasa asin.
    “Ouhhhh, Stoppp itttt… Ha ha ha ha… ha ha ha ha ” Evelyn tertawa kegelian sambil mendorong kepala si negro yang sedang melahap dan mengunyah-ngunyah daging klitorisnya, si negro berdiri sambil menari tubuh mungilnya.
    “Want to try my kungfu style baby?” si nengro memasang kuda-kuda, kedua kakinya menekuk mengangkang, mirip seperti sedang kungfu, Evelyn memeluk tubuh si negro, kedua tangannya merayap ke bawah dan mengocok-ngocok penis si negro, kemudian sambil memeluk leher si negro Evelyn menjepit pinggangnya. Ia mendesah sambil menekankan batang penis si negro untuk membelah belahan vaginanya. .

    Evelyn menghempas-hempaskan pinggulnya hingga penis besar itu keluar masuk membelah jepitan vaginanya yang sempit, diciuminya bibir tebal si negro yang termonyong-monyong keenakan, keempat orang negro lainnya bertepuk tangan menyaksikan teman mereka yang sedang sibuk berlatih kungfu XXX ditemani oleh Evelyn yang begitu liar menghempas-hempaskan vaginanya, kedua kakinya menjepit kuat-kuat pinggang si negro sambil menjerit dengan liar.
    “Oaawwwwwww…I like it, yesssss yesssshhhh…oorrrrhhhhhh, harder…yesssh like thatttt…, fuck me just like thattt…. Arrwwwwhh..!!” dalam posisi kuda-kuda si negro mengayun-ngayunkan penis besarnya hingga tubuh Evelyn tersentak-sentak, dan terayun-ayun keenakan.
    “Ahhhhh…. Crrrr Crrrr……” hampir saja Evelyn terjungkal ke belakang ketika pegangannnya terlepas, untung saja dengan sigap si negro mencekal pinggang gadis itu, Evelyn tersenyum malu menatap si negro yang menatapnya dengan tatapan mata yang mesum, sementara vaginanya berdenyutan dengan nikmat ketika cairan kewanitaannya kembali mengucur dalam kenikmatan yang tiada taranya.
    “Do you like it babe??” si negro bertanya sambil menggaduk-ngaduk vagina Evelyn.
    “Yeahhh, Ohhhh, I like it so much” Evelyn menjawab sambil memejamkan kedua matanya.
    “How about a little help in your tight little asshole, I bet you will like it more” seorang negro menekankan batang penisnya menekan lubang anus Evelyn, dengan beberapa kali sentakan yang kuat batang penis si negro yang hitam besar tertancap di lubang dubur Evelyn yang langsung menjerit-jerit dengan liar ketika penis-penis itu mulai bergerak menggasak vagina dan anusnya.
    “Oooo yeaahhh, I like it a loootttt, Auhhhhh…Ahhhhh, Yessshhh, MOREEEEEE…. Ennnnnhhhhh, Arrrrhhhhhhhhh!” suara Evelyn yang sedikit serak terdengar semakin seksi dan menggairahkan, tubuhnya tersentak-sentak kuat ketika dua orang negro yang sedang berlatih dalam posisi kuda-kuda itu menghantam-hantamkan batang penis mereka menyodok-nyodok belahan vagina dan menyodomi anus Evelyn dari belakang.

    Baca Juga Cerita Seks Pussycat’s Blackman Island 3 – Isabella, Horny Morning

    Jeritan kenikmatan Evelyn berbaur dengan geraman-geraman gemas dua orang negro yang sedang mengayunkan batang penis mereka menyodok-nyodok dan menusuk-nusuk vagina dan anusnya. Tangan kanan Evelyn berpegangan pada bahu si negro sedangkan tangan kirinya menyeka peluh di wajahnya, tubuhnya yang basah bajir keringat itu dihimpit oleh dua orang pria negro bertubuh hitam besar yang termoyong-monyong menikmati lubang anus dan lubang vaginanya.
    “Crrootttt…. Crrroootttt…..” Evelyn mendesah nikmat merasakan semburan sperma panas yang muncrat di dalam vagina dan anusnya, kedua orang negro itu menurunkan tubuhnya. Evelyn tersenyum sambil mengelusi wajah kedua orang negro itu, si hitam bertubuh besar tampaknya puas menikmati tubuh mulusnya, Evelyn mengecupi bibir kedua orang negro itu sambil tertawa kecil, ditarik-tariknya penis hitam yang kini terkulai dengan lemah.
    “Do you like it ??” Evelyn bertanya sambil tersenyum ketika merasakan seorang negro lain memeluk tubuhnya dari belakang, ia memegangi kedua pergelangan tangan si negro yang mengelus-ngelus bulatan payudaranya sebelah bawah.
    “Yeah Shuangshuang, I like it” si negro menjawab sambil meremas-remas payudaranya, ditarik-tariknya putting susu gadis itu hingga merintih-rintih lirih, persetubuhan itu terasa semakin nikmat ketika Evelyn menyerahkan tubuh mulusnya secara total untuk dinikmati oleh para pria negro. Tubuh mungilnya dikurung oleh tubuh tiga orang negro yang merayapkan tangan mereka mengelusi tubuh mulusnya yang menggelinjang nikmat
    “What do you want bigboy ? Ahhhhhhhh!” Evelyn mendesah manja sambil menunggingkan pinggulnya, kedua kakinya meengangkang hingga posisi kedua kakinya nya mirip huruf V yang terbalik, Evelyn mendesah keras ketika merasakan sebatang penis mencoba menusuk vaginanya dari belakang, matanya yang sipit terpejam rapat ketika penis itu bergerak dengan lembut mencoba memasuki jepitan vaginanya dari belakang,
    “I want to fuck you Shuangshuang….Blesssshhhh” penis besar itu tenggelam dengan perlahan-lahan, membelah himpitan vaginanya.

    “Ohhhhhhh…..you’re so naughty nigger…,Uhhhhhh!!” Evelyn mengeluh ketika kedua tangannya ditarik kuat ke belakang, kini dengan bebas dua orang negro yang lain meremas-remas susunya dengan lembut, tampaknya ketiga orang negro itu ingin menikmati dan menyantap kehangatan dan kemulusan Evelyn dengan perlahan-lahan, Evelyn menggoyangkan pinggulnya dengan lembut, tubuhnya menggeliat-geliat dengan erotis sambil mendesis merasakan rasa nikmat ketika batang penis si negro yang besar dan panjang bergerak dengan lembut menusuk-nusuk vaginanya.
    “Arrrhhh, You NASTY BIG MONKEY…..!! Arrrrhhhhh!!” Evelyn menjerit keras kemudian memaki si negro yang tiba-tiba menghantamkan penis besarnya kuat-kuat hingga tubuhnya tiba-tiba tersentak dengan keras, lagi, lagi dan lagi, semakin kuat dan kencang. Evelyn kembali mendesah-desah dengan keras, jeritan dan pekikan liarnya kembali terdengar ketika penis besar itu kini bergerak dengan liar dan kasar, menyodok-nyodok belahan vaginanya dengan kuat.
    “Ha Ha Ha, this monkey will fuck you hard and good until you scream like hell!!” si negro menggerakkan penisnya semakin kuat dan kencang, dengan gemas ia menancap-nancapkan batang penisnya. Disodok-sodoknya vagina Evelyn dengan kekuatan penuh hingga menjerit-jerit dengan liar hingga ia mencapai puncak klimaksnya.
    “Ahhhhhhhh., Yeahhhhhhhhh, Cruuuttt… Cruuuuttttttt….. ” Evelyn tertawa nakal sambil menunggingkan pinggulnya tinggi-tinggi agar si negro lebih leluasa menyodoki belahan vaginanya.
    “Did you ever ride a horse ??” si negro yang sedang mengocok vagina Evelyn membungkukkan tubuhnya dan berbisik di telinganya.
    “Never, Ehhhhmmmm,…. Why??”

    “I will teach you to ride!” si negro mencabut penisnya kemudian menarik pergelangan tangan Evelyn yang menatap dengan keheranan ketika si negro berbaring dengan santai, dua orang negro lainnya menggiring Evelyn untuk menaiki tubuh si negro, posisinya mirip seperti sedang menunggangi seekor kuda yang hitam dan besar.
    “Whawww, now I have big black horse” Evelyn tertawa kecil, ia menuruti perintah si negro, didudukinya batang hitam itu dengan vaginanya dan Creeeebbbbbbbb…Bluuusssshhhhhh…Evelyn mendesah panjang kemudian mulai menggerakkan pinggulnya turun naik di atas penis yang hitam dan besar, dihempas-hempaskannya vaginanya dengan kuat,
    “Damnnn, you have many talent Shuangshuang, come one girl, COME ONNNNNNNN…!! Yeahhhh that’s my girl!” si negro menyambut hempasan-hempasan vagina Evelyn yang liar dengan menyodokkan penisnya kuat-kuat ke atas.
    “Uhhhhh, Oucchhhhh…!! You’re too wild….nigger Eahhhhhhh..Ahhhh” Evelyn mengeluh ketika merasakan sodokan-sodokan kuat menusuki vaginanya, tubuh mulusnya terangkat-angkat ke atas. Si negro terkesiap ketika Evelyn mengibas-ngibaskan rambutnya, sambil menunggangi penis si negro, ia meremas-remas payudaranya sendiri, kepalanya terangkat ke atas, tampak ekspresi kepuasan yang luar biasa ketika Evelyn menunggangi penis yang besar dan panjang itu.
    “Ohhhh, Yessss, Thank you” Evelyn berterimakasih ketika dua orang negro berlutut di sisinya, mereka mencekal pinggang dan pinggulnya membantunya untuk menaik turunkan pinggulnya, sementara seorang negro yang lain menekan-nekankan bokong Evelyn kuat-kuat.
    “Ohhh, yeahhh, yeahhh, Ohhhhh yeahhhhhhh….” Evelyn menjerit-jerit liar keenakan ketika dibantu mengendarai penis yang hitam dan besar itu, sementara yang seorang lagi menyodorkan sebuah mix untuk berkaraoke. Suara Evelyn terdengar memecah keheningan malam di pulau itu, sebuah sound system bergema dengan sangat keras mengumandangkan suara merdunya yang tengah dipacu oleh nafsu birahi.
    “Whoaaaa, you can sing too, cool!!”

    “Hssshhhh, ahhhhh, Yeshhh, Ahhhhhh, Harderrrr, fuck me nigger, please!! FUCKKK ME HARDERRRRR, MOREEEEEEE!!” Evelyn tampak histeris sambil menggoyangkan pinggulnya ketika penis itu menghantam vaginanya dengan dashyat.
    “Cleeebbb, BLEPPP… BLEPPPP… BLEPPPPP…. ” suara vagina Evelyn yang sedang kewalahan menghadapi tusukan-tusukan maut si negro. Ia menjerit keras , tubuhnya menggigil dengan hebat…..
    “AHHHHHHHHHHHHHHH….NIGGGERRRRR…!!! Creeettttt, Crettttt….” Evelyn terengah-engah keenakan,sementara seorang negro membantunya merapikan rambutnya yang acak-acakan, si negro tiba-tiba bangkit sambil memeluk tubuh Evelyn, kini mereka berdua duduk saling berhadap-hadapan, Evelyn menjulurkan lidahnya keluar, si negro tersenyum senang sambil menghisapi batang lidahnya, bibir mereka berciuman dengan mesra.
    “You’re so soft and wet Shuangshuang, Cupppp!!” si negro mencium lembut bibir Evelyn sambil kembali menyentak-nyentakkan penisnya ke atas, Evelyn tidak mau kalah ia juga menghempas-hempaskan pinggulnya dan mulai bergoyang sambil mendesah-desah dan mengusap-ngusap kepala si negro yang botak. Evelyn mengecupi bibir si negro yang tebal, sebuah mix kembali berjasa mengumandangkan rintihan lirih dan desah kenikmatan Evelyn, sementara tubuhnya menggeliat-geliat keenakan ketika sesuatu yang didudukinya keluar masuk dengan sangat cepat, menyodok-nyodok vaginanya hingga ia memekik-mekik dengan keras, terkadang terdengar jeritan kerasnya yang serak-serak basah karena terlalu banyak mengerang dan menjerit.
    “OUGHH SHITTTT… KECROTTTT CROOOTTTTT” si negro memeluk kuat-kuat tubuhnya hingga Evelyn mengeluh merasakan tubuhnya seperti sedang diremukkan hingga hancur. Evelyn mendesah sambil mengecup bibir si negro dengan lembut. Ia menghela nafas panjang sambil tersenyum senang ketika tubuhnya ditarik oleh dua orang negro sekaligus.
    “Badd Boyyyy… Ennhhhhh!!” Evelyn merintih dan mendesah ketika kedua orang negro itu menggerayangi dan meremas payudaranya, kini ia bediri saling berhadap-hadapan dengan dua orang negro yang sedang menggerayangi tubuh mulusnya, perlahan-lahan Evelyn berlutut dan mulai mengocoki penis mereka, dijilatinya batang-batang besar itu bergantian, dihisap-hisapnya dan dikecupinya kepala penis yang mengeluarkan lendir-lendir putih yang gurih, kedua tangannyaa bergerak cepat mengocoki penis besar yang menggantung di selangkangan kedua orang negro itu.

    Evelyn berdiri, kedua kakinya berjingjit-jingjit sambil mengangkang, sementara tangannya membetot penis si negro dan menggesek-gesekkan kepala penis itu menggesek belahan vaginanya, si negro menekuk kedua lututnya sambil mengangkang dan merendahkan penisnya, kemudian dikait dan ditusuknya belahan vagina Evelyn.
    “Crebbbbbb… Ahhhhhhh, Ohhhh Niggerrr…!! Errraaaahhh… ” Evelyn menggeram gemas kemudian merapatkan kedua kakinya, hingga si negro meringis keenakan ketika merasakan lingkaran otot Evelyn menggigit kuat-kuat batang penisnya.
    “YEAH Baby, whoaaaa, YEAHHH, come on Shuangshuang!!” si negro memegangi pinggang Evelyn ketika ia mengerakkan pinggulnya maju mudur dengan liar hingga batang penis yang hitam besar itu keluar dan memasuki vaginanya yang peret.
    “Ohhhh, nigger, Ohhhh, Yeahhh, Yessshh Nigger…Ohhhh ” Evelyn buru-buru menjepitkan kedua kakinya pada pinggang si negro ketika si negro mengangkat tubuh mungilnya, kedua tangan Evelyn berpegangan kuat-kuat pada bahu si negro, tubuh mulusnya terayun-ayun, tersentak-sentak dengan cepat dan kuat. Evelyn menolehkan kepalanya kebelakang ketika merasapan seseorang membantu memegangi pinggangnya dari belakang, tangan kakan Evelyn menarik leher si negro yang sedang memegangi pinggangnya. Bibir mungilnya menyatu dengan bibir si negro yang tebal.
    “Emmmhhh, Ckkkk, Emmm Cpphhhh, Ckkkkk….. “
    “He he he, so you want my asshole Ehhh ?? ” Evelyn menggigit bibir si negro yang berdiri dibelakang tubuhnya, ketika merasakan batang hitam itu menggeliat-geliat dengan bernafsu dan menusuk dengan kuat, Evelyn menggoyangkan pinggulnya hingga sodokan si negro meleset.

    “YEAH, I want it very bad, let me get inside, don’t be naughty….Shuangshuang”
    “Ha Ha HA.., ” Evelyn tertawa ketika si negro mencubit dan meremas gemas buah pantatnya karena merasa kesal pinggul gadis itu terus bergerak-gerak dengan nakalnya.
    Si negro kembali menusukkan penisnya pada anus Evelyn. Kali ini Evelyn tersenyum pasrah ketika batang penis si negro membuka liang sempitnya dan mencoblos lubang anusnya dengan bernafsu.
    “Now we need you to be naughty…come one shake your ass!” Evelyn mulai bekerja keras menghempaskan vaginanya, desahan-desahan panjangnya mulai diselingi oleh jeritan jeritan kenikmatan, ketika dua orang negro itu mulai menggerakkan penis besar mereka, Evelyn merengek-rengek dengan manja, suaranya terdengar begitu merdu dan menggairahkan, tubuhnya terperanjat ketika kedua orang negro itu memacu vagina dan anusnya dengan kekuatan penuh.
    “Ohhhh, fuck me Nigger, fuck me good and harddd, Yeahhhhh, Moreee Niggger!! Ouuuhhhhhhhhhhhhhhhhhh….. Kccrrtttt,, crrrrtttt… Crrrrrtttt…” mata Evelyn terpejam-pejam, kedua orang negro itu mengantarkannya dengan begitu nikmat mendaki puncak klimaksnya, Evelyn mendesah-desah keras karena kedua orang negro itu terus memacu vagina dan anusnya tanpa  memberinya kesempatan untuk melakukan perlawanan sedikitpun, entah berapa kali ia merasakan vaginanya berdenyut-denyut dengan nikmat sampai akhirnya….
    “OAHHHH…., DAMMMMNNN….Croooottttttt”
    “WHAT THE HELLL……Kecroootttt…. Croootttt….”
    “Emmmmhhhh, Ninggeeeerrrrr… Ahhhh..!! Cruuuuuutttttttt……”

    Perlahan-lahan kedua orang negro itu melepaskan tubuh mulus Evelyn karena mereka sudah mendapatkan apa yang mereka inginkan dari tubuhnya yang mungil dan mulus. Evelyn mendekati seorang negro bertubuh gemuk yang sedang duduk dengan batang penisnya yang sudah tegang mengeras, penis itu lebih besar dari kelima orang negro yang sudah puas menggeluti tubuhnya. Mata gadis itu menatap sebuah penis yang telah merampas kesuciannya, penis milik si negro berbibir sumbing.
    “Ennnnhhhh…Ahhhhhh….want to dance nigger??” Evelyn menggeliatkan tubuhnya dan menari dengan erotis sambil mendesah-desah,Evelyn menggoda si negro hingga tubuh besar itu melompat dan menerkam tubuhnya yang sedang menari erotis.
    “Ahhhhh…..!! ” Evelyn terkejut ketika macan hitam besar itu menerkam tubuhnya hingga jatuh bergulingan hingga ke pinggiran kolam dan BYURRRRRRRRR…tubuh Evelyn dan si negro tercebur ke dalam kolam pemandian air panas.
    “Ahhhh, Aaaaa, Emmmhh Ohhh…Niggeerrmmmmmmhhh….Emmmmmh” si negro menyumpal bibirnya, sementara kedua tangannya memeluk kuat-kuat tubuhnya yang mulus, suara riak air turut meramaikan rintihan-rintihan lirih Evelyn dan geraman-geraman gemas si negro. Evelyn berpegangan pada tubuh gemuk itu ketika merasakan kedua kakinya melayang tidak dapat berpijak pada lantai kolam itu. Si negro mengangkat tubuh Evelyn sambil membenamkan kepalanya di antara belahan dadanya yang membuntal pada dan berwarna agak memar kemerahan karena sering diremas-remas dan dicubiti. Evelyn mengangkat kepalanya ke atas sambil menatap langit yang semakin redup, kedua tangannya mengelus-ngelus kepala si negro yang rakus menyusu disusunya, bibir Evelyn tersenyum puas,matanya terpejam meresapi hisapan-hisapan si negro yang begitu rakus mengenyot-ngenyot susunya, mulut si negro berdecakan keras ketika menjilat dan mencumbui payudara Evelyn yang ranum, setelah puas mencumbui dada Evelyn si negro menurunkan tubuh mulus gadis itu sambil mengarahkan penisnya untuk menusuk jepitan Vagina Evelyn.
    “Ohhhhhhhhh……. ” tubuh Evelyn mengejang ketika merasakan batang penis si negro menguakkan lingkarkan otot vaginanya. Penis itu begitu kasar menusuk-nusuk dengan kuat, nafas Evelyn kembali berdesahan dipacu oleh batang hitam yang besar dan panjang.

    “Ahhhh, Owwww, Ahhhh Yeawwwww… Ouuuunnnhhhh…..too BIGGG NGAHAAAAA…!!” wajah evelyn mengernyit sambil mendesah keras dengan nikmat, si negro terus memacu batang penisnya mengocok-ngocok jepitan vagina Evelyn yang mungil dan sempit peret. Evelyn berkali-kali merintih merasakan kenikmatan itu menyiksa dirinya, cairan vaginanya dipaksa muncrat berkali-kali.
    “Auhhhhh…, Kecreeetttt… crettttt…….” Evelyn meronta untuk melepaskan diri setelah dapat mengatasi sesuatu yang kembali muncrat berdenyutan dengan nikmat, gadis itu berenang berusaha menjauhi si negro, kini ia berada di tepian kolam dengan ketinggian air yang hanya mencapai bokongnya, ia lalu berusaha naik ke daratan, namun…
    “He he he…not yet Shuangshuang….BYURRRRR…” si negro buru-buru menarik tubuh mulus yang hendak melarikan diri darinya.
    “Ahhhh, enough, tou are too strong nigger!”
    “But you like it don’t you…, let me get inside again” si negro merayu Evelyn, ditariknya pinggul gadis itu hingga menungging, ditekankannya punggung gadis itu hingga payudaranya menekan di pinggiran kolam.
    “Come on Shuanshuang, say it, you like big strong nigger”
    “Yesss, I like big strong nigger!!” Evelyn mengangkat pinggulnya setinggi yang ia sanggup, ia merintih kecil ketika merasakan sesuatu yang kelewat besar menekan belahan di selangkangannya.
    “Annnhhhhhh….!! ” Evelyn menggigit bibirnya sebelah bawah ketika penis besar itu kembali memaksa masuk, tubuhnya tersentak-sentak dengan kuat, ia menelan ludah ketika sebatang penis milik si negro bergigi ompong teracung mendekati wajahnya, penis itu begitu gemuk sama seperti sosok tubuh si negro yang besar gemuk.

    “Emmmmm… Mmmmmmmffffhhhh…. ” Evelyn benar-benar kewalahan ketika dua orang negro bertubuh gemuk itu menghantam batang penis mereka untuk merojok vagina dan mendeepthroatnya habis-habisan. Evelyn menjerit ketika si negro memindahkan penisnya untuk menyodomi lubang anusnya.
    “ARrrrhhhhhh…, Ohhhhhhhh…., Ahhhhh YOU KILLING ME NIGGERRRRRAAAAAAAHHHWWWWW……!!” Evelyn merengek karena kewalahan disodomi oleh penis yang besar dan gemuk, tubuh mulusnya tersungkur-sungkur dengan keras. Evelyn menghisap kuat-kuat penis dihadapannya untuk melampiaskan rasa sakit yang menyiksa lubang anusnya yang sedang disodomi dengan brutal. Tubuhnya ditarik keluar dari dalam kolam, jantungnya berdebar-debar ketika dirinya disuruh menduduki batangan penis yang kelewat gemuk dan besar panjang.
    “OOAWWWWW,,… HuuuuaaawwwwwwwwwwWWW.. AWWW ” penis yang gemuk dan besar itu mengobrak abrik belahan vaginanya yang mungil, belum juga ia sempat mengambil nafas sebatang penis menghantam lubang anusnya dari belakang.
    “NGAHAKKKKK….. Ohhhhhhhhhhhhh…..!! ” Lengkap sudah penderitaan Evelyn, tubuh mulusnya ambruk dan kemudian terguncang-guncang dengan hebat diantara himpitan dua orang negro bertubuh gemuk yang menjepit dan menghujani Anus dan Vagina Evelyn dengan sodokan-sodokan mereka yang super maut.
    “Ohhhh, Niggerrr, It’s Tooo BIGGGHH, Eraaahhhhhh… Ohhh.., Ohhhh…” jeritan kesakitan Evelyn berbaur dengan rintihan kenikmatannya ketika dua batang penis memacu tubuh mungilnya yang mulus, kedua orang negro bertubuh gemuk itu memaksanya agar dapat menerima dan merasakan kenikmatan sodokan-sodokan mereka yang mematikan dan mereka berdua berhasil dengan sukses. Akhirnya setelah mengalami penderitaan setengah mati kini Evelyn merasakan rasa nikmat setengah mati.

    “YEAHH.. NIGGER..!! YEAHHH…!! OOO YEAHHHH… ” Evelyn mulai menggoyangkan pinggulnya menyambut sodokan-sodokan maut di lubang anus dan vaginanya. Ia menjerit-jernit semakin liar dan binal ketika dua orang negro lainnya kembali bergabung untuk meremasi susunya yang membutuhkan sentuhan kenikmatan,
    “Crroottttt… Croooottttt… Ohhhh Niggerrrrrr………” Evelyn mendesah pasrah dengan tubuh yang masih terguncang hebat, disodok-sodok oleh dua batang penis yang besar dan gemuk.malampun semakin memanas sepanas api birahinya yang membara, hingga cairan vaginanya kembali bermuncratan tanpa daya.
    “Ohhhhh, Niggerrrrr…fuck MEEE, YEahhhh fuck mee, OHHHH PLeaseeee…Moreeeee!!! ” Evelyn merengek-rengek dengan keras sambil menangis keenakan dan menjerit-jerit dengan nikmat, merasakan sodokan-sodokan super maut yang membuatnya melayang tinggi ke atas sebuah negri kenikmatan yang tanpa batas, setelah memaksa Evelyn muncrat berkali-kali mencapai puncak klimaks barulah kedua orang negro bertubuh gemuk itu menyemprotkan sperma mereka.
    “Unnnhhhh…. Niggerrrr…. they’re both too strong and nasty…the fat nigger’s ” Evelyn mengeluh dan mengadu pada seorang negro yang sedang menindih tubuhnya kembali.
    “That’s alright Shuangshuang, they’re sleeping right noww, just me and you… Psssttttt….don’t scream too loud baby!” Evelyn mengangguk sambil mengangkangkan dan menekuk kedua kakinya, terdengar suara helaan-helaan nafas beratnya ketika si negro menggigit-gigit payudaranya dengan gemas. Evelyn melemparkan senyumannya ketika merasakan tusukan kuat membelah vaginanya, dengan lembut si negro memacu batang penisnya,
    “Your pussy hole is soo tight Shuangshuang”  si negro memacu penisnya dengan teratur, tubuh hitam itu menindih tubuh mungil Evelyn dan menghempas-hempaskan batang penisnya.dengan lembut dan teratur, tubuh Evelyn menggeliat-geliat resah dibawah tindihan tubuh si negro yang menggenjotnya dengan lembut..

    “Ahhhhhh… niggerrrrr…. Ohhhhh Crrrrr Crrrrtttttt…. ” mata Evelyn terpejam rapat sementara si negro masih asik menggeluti tubuh mungil mulus yang terkulai lemah tanpa daya, dimiringkannya tubuh Evelyn kemudian tangan si negro mengangkat tungkai kaki kanannya. Evelyn membuka matanya sedikit ia mendesah pelan ketika merasakan penis si negro menyodominya dengan lembut, setelah bosan dengan posisinya si negro merobah posisi permainannya dicekalnya dan dikangkangkannya kedua kaki Evelyn selebar-lebarnya.
    “Unnnnhhhh…..!!” Evelyn melenguh pelan ketika merasakan tubuhnya tersentak akibat disodok oleh penis si negro kemudian tubuhnya mulai terguncang dengan teratur, mata si negro menatap tajam pada sepasang susu Evelyn yang terguncang dengan indah mata si negro melotot ketika Evelyn tersenyum manis sambil merentangkan kedua tangannya keatas..
    “Shuangshuang you’re so cute…….” si negro semakin giat menggenjotkan penis besarnya, ada sebuah sensasi tersendiri bagi si negro ketika menyaksikan senyum kepuasan di wajah Evelyn. Dipercepatnya irama tusukan-tusukannya dan akhirnya “Crrruuutttt….”
    Evelyn memeluk tubuh besar yang menindih tubuh mulusnya yang masih tersentak-sentak dengan kuat dobawah tindihan tubuh besar itu, si negro membenamkan kuku-kuku jarinya pada buah pantat Evelyn, sambil   berdiri diangkatnya tubuh Evelyn, si negro berbisik ditelinga Evelyn. Evelyn menggangguk sambil menjepitkan kedua kakinya pada pinggang si negro, sambil memacu penisnya si negro melangkah menjauhi kolam pemandian air panas itu. Evelyn mendekap tubuh si negro yang besar dan hangat. Bunyi desiran angin terdengar bergemuruh, si negro menurunkan kemudian membalikan tubuh Evelyn, disuruhnya Evelyn merentangkan kedua tangannya ke samping mirip seperti seorang gadis di film Titanic, sementara penis si negro mengait vaginanya dari belakang, kedua tangannya meremas-remas payudara gadis itu.

    “Ohhhh, Nigger…! I’m Flyingggg…. Ohhhhh…. HARDER NIGGERRR…”
    “Plokkk.. plokkkkk.. plokkkkkk……”
    “YEsss nigger YESSSHHHH……”
    Si negro menusuk-nusukkan penisnya hingga Evelyn menjerit-jerit keenakan, sementara rintik-rintik air hujan semakin lebat dan deras, namun tampaknya hujan yang deras dan angin besar  itu tidak sanggup untuk memadamkan, api birahi Evelyn.
    “Ahhhhhhhhhhhhh…. NIGGERRRRRRR…….” Evelyn menjerit gemas keenakan merasakan sodokan-sodokan yang semakin kencang, kedua tangannya masih terentang ke samping seperti di sebuah film layar lebar “Titanic”., payudaranya diremas-remas dan digerayangi oleh si negro dari belakang, Evelyn menangis keenakan ketika si negro bersujud dan menjilati selangkangannya, didekapnya kepala si negro yang sedang melumat-lumat selangkangannya,  mengait dan mencokel-cokel klitorisnya yang mungil, Evelyn memekik keras ketika merasakan bibir si negro mengemut-ngemut bibir caginanya.
    “Ohhhh, Niggggerrrrr……Ahhhhhh.., YAHHHH, Ohhhhhhh….”
    Di tengah hujan angin disertai bunyi geledek yang bersahutan Evelyn menaiki tubuh hitam yang terlentang keenakan ditindih oleh tubuh mulusnya yang ramping dan mungil. Kedua tangan Evelyn bertumpu pada bahu si negro, perlahan-lahan didudukinya penis hitam itu.
    “Ohhhh… YEAHHH, come on girl, my wild EVELYN…, he he he” si negro meremasi susu Evelyn dan menarik-narik puting gadis itu. Tubuh Evelyn tersentak-sentak ke atas dengan kuat, karena sodokan-sodokan si negro yang terus menerus merojoki vaginanya. Ia merengek-rengek sampai menangis keenakan ketika penis besar itu bergerak semakin cepat.
    “Ahhhh….. Niggerrrr, Mmmmmmhhh Crrrrrr Crrrrrrrrrrr.” si negro memeluk tubuh mulus yang ambruk menimpa tubuhnya, disodokkannya penis di selangkangannya kuat-kuat dengan cepat ditusukinya lubang nikmat di selangkangan Evelyn.
    “Urrrhhhh….. Shuanggshuanggggg KECROOOOOOOTTTTTT…..”

    ***********************
    Keesokan harinya

    “TOLOOONGGGG…..Tolonggggg BROOOOO!!” Terdengar suara teriakan meminta tolong, para negro yang liar itu segera berhamburan keluar
    “HAhhhh ?? Lu kenapa broooo?? “
    “Gua diperkosa Brooooo,,,, Aduhhhhh!!”
    “Lohhhh bukannya enakkkk??”
    Si negro yang meminta pertolongan menangis sesegukan, dengan hati sedih diceritakannya nasib para korban pemerkosaan itu yang tidak dapat melarikan diri.
    “Jadi semua saudara-saudara kita? telahhh check-out dari dunia ini ??dan kita adalah negro terakhir di pulau ini???”
    Tiba-tiba terdengar suara tawa cekikikan yang semakin keras, mata para negro itu melotot menatap tiga diva melompat dengan gagahnya.
    “PRETTY…?? Mampus dahhh…!!! “
    “WADOWWWW…..OKI LUKMANN!!”
    “OUHHH…!! OMASSSS…..”
    Seperti dikomando para negro itu buru-buru mencegat sebuah becak yang ternyata dikemudiakan oleh Moreno dan di bangku penumpang ada papanya, Tinton Soeprapto. Ternyata mereka berdua sedang berusaha menyelamatkan dirinya. Mereka melempar tubuh keduanya dengan paksa. Moreno menjerit ketakutan ketika ditangkap oleh Oki Lukman
    ”ANJRITTT, MAMPUS GUAAAA!! PRETTT, AMPUNNN PRETTTT…NGAHAKKKK!!!” Moreno menjerit ketakutan ketika tubuh berlemak itu menindih dan menggeluti tubuhnya.
    “PRATT…! PRETTT…! PRATTT..! PRETTTT…!! NGANGKANG YANG BENER!!” Pretty Asmara memelototinya dengan galak, dibentakknya Moreno yang kembali menjerit ngeri ketika Pretty Asmara membetot batang penisnya, terdengar teriakan-teriakan yang mengerikan mengguncang rimba belantara Black man Island.
    “Wadoh kecil banget sih, masa playboy kaya lu tititnya cuma segede spidol, sini ihhh…ihhh, kok ga kerasa sih!” Oki Lukman merasa kesal karena penis Moreno yang kecil itu tidak terasa memasuki vaginanya.
    “EEeehh…kalian mau apain anak saya? dia itu kan aset bangsa…aset bangsa!” seru Tinton seraya menghampiri mereka untuk menyelamatkan anaknya. Cerita Maya

    dumb expression waktu bilang
    ‘aset bangsa’

    “Aset bangsa…aset bangsa apaan Oom? Pembalap bombomcar aja dibilang aset bangsa, udah sini oom…sama saya aja!” sahut Omas yang menarik kerah baju Tinton dari belakang dan mendorongnya sehingga tersungkur di tanah.
    “Wahh…jangan Omas!!” jerit Tinton Soeprapto ketika Omas yang bibirnya seksi itu menerkamnya dan merobek-robek bajunya.
    “AMPUUNNNNNN…. AWWWWW ADOWWWW NGADUHHH!!”Negro-negro itu bergidik ngeri menatap Moreno dan papanya dari kejauhan yang sidang digarap dengan liar oleh “TIGA DIVA”. Para negro terakhir yang selamat segera pelarikan diri dari “BLACKMAN ISLAND”

    Tamat
    ****************

  • Pussycat’s Blackman Island 3 – Isabella, Horny Morning

    Pussycat’s Blackman Island 3 – Isabella, Horny Morning


    626 views
    •  Cerita ini hanyalah fiksi belaka,
    • Ada juga beberapa bagian cerita yang ngak masuk diakal (Sangat..^^)

          Tujuannya just for fun only.

    • Say No To RAPE AND DRUG’s in the REAL WORLD.

    Cerita Maya | Seorang negro tengah mengintai dua orang gadis cantik bewajah oriental, ia mengendap-ngendap bagaikan seekor macan hitam besar yang tengah mengekori mangsanya, air liurnya menetes dari sudut bibirnya, matanya menatap liar merayapi tubuh kedua gadis cantik itu yang putih mulus, sementara batang penisnya yang hitam besar dan panjang  sudah sedari tadi mengacung-ngacung tidak sabaran ingin segera menikmati kehangatan dan kemulusan mangsa cantik yang diincarnya, sesekali ia merangkak untuk bersembunyi dibalik semak-semak ketika Evelyn Shuang dan Isabella Leong menengokkan kepala mereka ke belakang, kedua gadis cantik itu tampak gelisah dan ketakutan.

    “AOWWWWWWWWWWW.!!!!” Si negro menjerit keras dalam hati, matanya melotot, jarinya telunjuknya bergerak dengan reflek menyentil seekor semut yang tengah menggigit batang zakarnya, bibirnya yang tebal termonyong-monyong sambil meringis, ia manyun sambil menatap tajam sang semut yang jatuh terjengkang di atas rerumputan.
    Sang semut berteriak keras “GILAAA…!!Daging apaan sihh ??!! Koq bau amatttt ??!!! HOEKKKK…!!!. Mampus DAHH..!! Nnnnggghhhhhhhhhhhhh” Semut kecil itu ambruk terjengkang ke belakang dan mati keracunan dengan wajah membiru.
    Tangan si negro mengusap-ngusap benda kesayangannya kemudian melanjutkan mengekori Isabella dan Evelyn Shuang, ia terus mengekori keduanya sampai akhirnya memutuskan untuk menyergap kedua gadis cantik itu.
    “aaaaawwwww……??!! ” hampir bersamaan Isabella dan Evelyn berteriak terkejut ketika seorang negro bertubuh hitam besar seperti seekor gorilla dengan kemaluan besarnya yang mengacung tiba-tiba melompat dari balik semak-semak. Cerita Maya

    Evelyn Shuang

    “He he he… mau lari kemana kalian manisss ?? ” si negro menggeram sambil memperlihatkan gigi-giginya kemudian meraung dan menerkam kedua gadis cantik bermata sipit itu……..
    “PLAKKKK…..!! PLAKKKKK…..!! NGEHEKKK…….!! “kepala si negro terbanting keras ke kiri dan kanan ketika Isabella dan Evelyn bergantian menampar wajahnya, nafasnya tersendat di tenggorokannya, ia memegangi selangkangannya ketika Isabella menendang batang penisnya.
    Matanya melotot, mendelik, sambil memegangi batang penisnya yang kini bengkok seperti huruf “L”, tubuh besar hitam itu rubuh ke belakang, tim paramedis segera memberikan pertolongan baginya dengan segera membawanya ke bengkel KETOK MAGIC terdekat.
    “AGGKHHH…. OUUHHHH…!! WADAWW…….!!NGAHAAK…!!”
    Isabella dan Evelyn saling berpandangan ketika dari dalam bengkel ketok magic itu terdengar raungan dan erangan-erangan keras,dibarengi suara hantaman dan ketokan yang mengerikan,kedua gadis cantik bermata sipit itu bergidik ngeri, tanpa menunggu lebih lama, Evelyn dan Isabella segera berlari menyelamatkan diri. Mereka terus berlari hingga akhirnya mereka berdua berhenti kecapaian. Sinar mentari perlahan-lahan pergi meninggalkan pulau itu digantikan oleh bayangan malam yang gelap. Akhirnya mereka tiba di sebuah lumbung padi yang tidak terpakai,  Evelyn membaringkan tubuhnya yang kecapaian di sebuah lumbung padi, di atas tumpukan jerami, sementara di luar hujan gerimis mulai turun, Isabella merangkak mendekati Evelyn yang sedang beristirahat, kedua matanya terpejam rapat, Isabella memperhatikan wajah Evelyn yang cantik dan imut, perlahan-lahan Isabella mengelus pipi Evelyn, ia buru-buru menarik tangannya yang merayap di dada Evelyn, setelah berhasil meredakan gejolak dihatinya Isabella membaringkan diri disisi Evelyn, keesokan harinya mereka kembali melanjutkan perjalanan memasuki daerah pedalaman di pulau itu, mereka terus berjalan untuk menghindari kejaran pria-pria negro yang mengerikan………..

    “Isabella……itu…. “
    Evelyn mengacungkan jari telunjuk kanannya ke suatu arah, Isabella menengokkan kepalanya mengikuti arah jari telunjuk Evelyn, kedua gadis cantik itu saling berpandangan kemudian tersenyum penuh harap. Sebuah villa tua di tengah hutan. Dengan berhati-hati Isabella dan Evelyn mengintai villa tua itu, setelah yakin kalau keadaan aman barulah mereka berani mendekati dan membuka pintu villa tua itu.
    “Haahhhh…..??!! ” mereka berseru kaget, dinding villa tua itu dipenuhi oleh gambar-gambar mesum, persetubuhan antara pria dan wanita-wanita cantik dalam berbagai macam gaya
    Wajah Isabella dan Evelyn bersemu merah karena merasa jengah, rasa lapar membuat mereka melangkahkan kaki mereka untuk menyisir setiap ruangan yang ada di villa tua itu berusaha mencari makanan yang dapat dimakan untuk mengisi perut mereka yang kelaparan. Wajah kedua gadis cantik itu tertunduk lesu, tidak ada sedikitpun makanan di sini, walaupun villa tua ini sangat terjaga kebersihannya. Isabella terduduk di atas kursi sambil menghela nafas panjang, sedangkan Evelyn meraih selembar handuk yang ada di ruangan itu kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar mandi terdekat. Evelyn melepaskan pakaiannya yang basah dan kotor, tidak berapa lama terdengar suara kucuran air shower dari dalam kamar mandi. Isabella menolehkan kepalanya ketika mendengar suara pintu kamar mandi itu terbuka, nafasnya tertahan. Evelyn keluar dari dalam kamar mandi itu dengan hanya mengenakan selembar handuk yang menutupi tubuhnya, wajahnya yang mungil dan cantik, tubuhnya yang ramping, sepasang tonjolan mungil di dada gadis itu membuat imajinasi liar Isabella berkobar dengan dashyat, Isabella berusaha setengah mati untuk mengendalikan imajinasi liarnya.
    “Evelynnn… pinjam handuknya dongg….” Isabella bangkit dari kursi dan menghampiri Evelyn
    “Ehhhhh, nanti aku pakai apa ?? ” Evelyn tampak keberatan untuk melepaskan selembar handuk yang melilit ditubuhnya.

    “Yaaaaa, sementara kamu terpaksa telanjang dulu sampai aku selesai mandi.” Isabella melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi kemudian dari sela-sela pintu Isabella mengulurkan tangannya, dengan terpaksa Evelyn melepaskan selembar handuk yang melilit di tubuhnya. Udara malam itu semakin dingin sehingga tubuh Evelyn menggigil kedinginan, akhirnya setelah agak lama pintu kamar mandi itu terbuka, tanpa merasa malu Isabella keluar dalam keadaan bugil.
    “Ehhhh ? Isabella ?? ……kamu… kamu ngapainn ?! ” Evelyn tampak risih ketika Isabella menggeliat-geliatkan tubuhnya dengan erotis, desah nafas dan rintihan lirih Isabella terdengar semakin keras.
    “Eiiiittttt……!! ” Evelyn melompat, meloloskan dirinya dari terkaman Isabella yang terus menerkam, lagi, lagi dan lagiii….. sampai akhirnya Evelyn terpojok dan……..
    “Ahhhh…, Heiiiii…, Isabella….!! Lepaskan…..!! ” Evelyn berusaha mati-matian melepaskan diri dari pelukan Isabella, sementara sebaliknya Isabella berusaha mati-matian menaklukkan Evelyn, semakin lama ia semakin beringas, diterkamnya tubuh Evelyn hingga keduanya jatuh bergulingan di atas lantai beralaskan kain permadani tebal.
    “Auhhh… Cupppp Hmmmmmm Affffhhhhh…kamu gila Isabell, gilaaahhhhhhmmm…..” bibir Isabella mengecupi kemudian melumat-lumat bibir Evelyn. Rontaan-rontaan kuat Evelyn berubah menjadi geliatan-geliatan yang indah, sesekali Isabella mengimbangi tenaga Evelyn yang meronta berusaha melepaskan diri
    “Ahhhhhhhhhhhhh……….. ” Entah kenapa Evelyn semakin merasa nyaman ketika Isabella menindih tubuhnya, rasa hangat yang terasa semakin nikmat mulai menjalari tubuhnya. Evelyn mulai berani membalas lumatan bibir Isabella, desahan-desahan panjang dan rintihan-rintihan lirih terdengar silih berganti dari bibir mereka.

    Evelyn membuka mulutnya, dibiarkannya lidah Isabella menggeliat masuk dan menggelitiki rongga mulutnya, ia kini mulai berani membalas menjilatkan lidahnya, kedua gadis cantik itu saling menjilat lidah, sesekali bibir mereka menyatu dan saling melumat, suara erangan lembut dan rintihan-rintihan lirih semakin sering terdengar.
    “Isabell , Ahhhhhhhh…….. ” Evelyn mendesah keras ketika Isabella mulai mencumbui batang lehernya, cumbuan Isabella semakin liar, ciuman, hisapan dan jilatan-jilatannya mendarat dengan semakin kasar dileher Evelyn yang jenjang.
    “Cupppk…, Cepphhh, Emmmhh  Sllccckk Cepppppphhhh…. ” suara berdecakan kembali terdengar ketika bibir Isabella dan Evelyn saling melumat, lidah mereka terjulur bersamaan saling menjilat dan mengait dengan lembut, Evelyn menjulurkan lidahnya lebih panjang ketika mulut Isabella menghisapi lidahnya, demikian juga sebaliknya lidah Isabella terbenam semakin dalam kedalam mulut Evelyn ketika Evelyn melumat dan  menghisapi lidah Isabella dengan lahap.
    Nafas Evelyn semakin tidak teratur ketika kepala Isabella makin turun ke arah dadanya, tubuh Evelyn menggelinjang kegelian ketika tangan Isabella mengusap-ngusap bulatan buah dadanya, Isabella tertawa kecil ketika Evelyn menggelinjang kegelian. Mulut Isabella terbuka lebar kemudian mencucup puncak payudara Evelyn, sambil menghisap-hisap putting gadis itu tangan Isabella meremas-remas induk payudara Evelyn dengan lembut.
    “Ennnhhh, Ahhh… Isabelllaaaaa…….hhhhhhhhh… ” Evelyn memeluk tubuh Isabella ketika merasakan rasa nikmat yang menggelitik di puncak payudaranya, kedua kaki Evelyn membelit pinggang Isabella. Rintihan-rintihan lirih dan rengekan kecil membuat suasana diruangan itu semakin memanas, gairah liar dimalan itu seakan-akan mengusir rasa haus dan lapar yang dirasakan oleh Isabella dan Evelyn, keduanya semakin terlarut kedalam sebuah pesona kenikmatan yang sangat sulit untuk dilukiskan di atas sebuah kanvas.

    “Ihhhhhhhhhhh……, ” Evelyn menarik pinggulnya ke atas ketika merasakan hembusan-hembusan nafas hangat Isabella menerpa permukaan vaginanya,
    Evelyn tersentak dan bangkit duduk sambil mencekal pergelangan tangan Isabella yang mengelus bibir vaginanya. Isabella tertawa kecil kemudian membenamkan wajahnya pada vagina Evelyn. Evelyn terperangah matanya membeliak sementara mulutnya ternganga, wajahnya tertekuk mamandangi kepala Isabella yang terbenam di antara selangkangannya, matanya yang sipit mengerjap-ngerjap, sementara nafasnya tertahan-tahan ketika merasakan batang lidah Isabella mengelus lembut bibir vaginanya.
    “Essshhhh, Ahhhhhh…!! Ohhhhhh isabelll…..!! ” Evelyn merintih pelan ketika Isabella mengecupi selangkangannya, tubuhnya menggeliat resah dalam posisi duduk, kedua tangan Evelyn bertumpu ke belakang, sementara kedua kakinya tertekuk mengangkang, sesekali kepalanya terangkat ke atas sambil mendesah lirih.
    “Ohhhh, Evelynnnnnn, indah sekali……. ” Isabella menatap kagum pada belahan tipis di selangkangan Evelyn, jari telunjuk Isabella bergerak teratur mengulas-ngulas dan menelusuri belahan tipis di selangkangan Evelyn, berkali-kali ia tertawa kecil sambil mengangkangkan kedua paha Eveyln yang merapat karena kegelian.
    “AUHHHHH……..!! Hssshhhhhhhh……” Evelyn mengeluh keras kemudian mendesis ketika mulut Isabella mencaplok selangkangannya, nafasnya tertahan-tahan, perlahan-lahan ia merebahkan punggungnya, kedua kakinya yang tertekuk mengangkang sesekali menjepit kepala Isabella, kemudian kembali  mengangkang lebar keenakan ketika merasakan lumatan-lumatan Isabella di selangkangannya, berkali-kali tubuhnya menggelinjang ketika lidah Isabella yang basah dan hangat menjilati belahan vaginanya yang semakin basah karena cairan kewanitaannya yang semakin banyak meleleh

    “Ahhhhhhhhhhhhhhhhhh……!! “kedua kaki Evelyn yang tertekuk dalam posisi mengangkang berkali-kali mengejang, sementara tubuhnya menggeliat resah ketika ujung lidah Isabella menusuki daging mungil yang selama ini belum pernah disentuh
    Mata Isabella berbinar-binar menatap klitoris Evelyn yang semakin mengkilap dengan indah ketika lidahnya membasuh dan menggelitiki daging mungil yang menggemaskan itu, Evelyn semakin kelojotan ketika jari telunjuk Isabella mengurut-ngurut dan memijiti klitorisnya, ia membalikkan pinggulnya mengangkangi wajah Evelyn.
    “Ahhhhhhhhhhhhh…..! ” Isabella menarik pinggulnya keatas ketika lidah Evelyn menjilat belahan vaginanya, dengan sigap tangan Evelyn menekan bokong Isabella ke bawah, diendus-endusnya belahan tipis di selangkangan Isabella, dihirupnya aroma vagina itu dalam-dalam, lidah Evelyn kembali terjulur untuk menjilati belahan bibir vagina Isabella sambil menjilati belahan vagina Isabella, tangan Evelyn meremas-remas buah pantat Isabella dengan lembut, desahan dan rintihan lirih terdengar bergantian dari bibir Isabella dan Evelyn, tubuh mereka tampak basah dilelehi cucuran air keringat, terkadang terdengar pekikan-pekikan kecil akibat tekanan hawa nafsu yang semakin liar, Evelyn semakin bernafsu melumat-lumat vagina Isabella, demikian juga Isabella semakin rakus mengenyot dan menghisap-hisap belahan vagina Evelyn hingga akhirnya….
    “Ooow…!!.Crrrrrrrrrrrrr….Crrrrrrrrrrrrrrrrrttt….Isabell..laaaa….”
    “Ahhhhhhhhhhhh… Evelyyyynnnnnn…..”

    Deru nafas Evelyn dan Isabella memburu dengan kencang,  kemudian hampir bersamaan mereka mendesah keras ketika merasakan denyut-denyut kenikmatan, rasa nikmat itu meledak bersamaan dengan cairan kewanitaan mereka yang menyemprot-nyemprot dalam denyutan kenikmatan, mulut Isabella melumat dan menghisap kuat vagina Evelyn, disedot-sedot dan dikenyotinya cairan kewanitaan Evelyn sampai kering…., Evelyn juga tidak kalah rakus menghisapi cairan vagina Isabella, tubuh – tubuh indah itu tampak basah dicucuri lelehan air keringat, beberapa saat kemudian tubuh Isabella meneduhi tubuh Evelyn, kedua gadis itu saling berpelukan dan memandang dengan mesra, bibir mereka menyatu dan saling melumat. Kedua dara berwajah oriental itu tertawa kecil sebelum akhirnya mata kedua gadis cantik itu terpejam rapat, Evelyn dan Isabella terbuai dalam pelukan dunia mimpi yang indah. Sementara sosok-sosok hitam tinggi besar mulai mengelilingi rumah itu. Dua orang dari para negro itu maju ke depan, tampaknya ia cukup disegani diantara negro-negro lainnya, tubuh mereka besar dan gemuk. Wajah kedua orang negro itu tampak beringas dan kejam

    ************************
    Pagi hari…

    Isabella menggeliatkan tubuhnya ketika merasakan rasa geli yang merayapi buah dadanya, wajahnya tampak begitu renyah ketika menikmati remasan-remasan lembut yang meremas-remas payudaranya, bibirnya tersenyum dan mendesah-desah pelan. Seseorang mencekal pergelangan tangannya dan menekankan tangan gadis itu terentang diatas kepalanya. Mata Isabella tertutup oleh sehelai kain yang melilit dikepalanya.
    “Evelyn….. jangan nakal ah…geliiiii…. ” Isabella berusaha menggeser-geserkan buah dadanya menghindari tangan seseorang yang sesekali mencubit dan memilin-milin putingnya, mengerayangi bulatan susunya dan juga membelai-belai puncak payudaranya…………………..
    “Ufffhhhhhhhhhhh…,! ” Isabella meringis ketika tiba-tiba merasakan kenyotan kuat di puncak payudaranya, tubuhnya sampai melenting – lenting keatas ketika sedotan-sedotan itu semakin kuat mengenyot puncak payudaranya.
    “HE… HE… Heee…..”
    “Evelynnnn…..??!! ” Isabella memanggil nama Evelyn, ia mulai resah ketika mendengarkan suara terkekeh yang serak dan berat,yang pasti itu bukan tawa suara Evelyn, lagi pula? Ohh sepertinya ini sebuah ranjang yang empuk, berbegai macam pertanyaan berkecamuk dibenak Isabella, ia mengerjap-ngerjapkan matanya ketika penutup matanya dibuka oleh seseorang.
    “Ahhhhhhhhhhh……!! “Isabella berseru terkejut setengah mati, sosok-sosok hitam besar mengelilingi dirinya, yang dua mencekal dan merentangkan tangannya, sedangkan yang satu tengah menindih tubuhnya, tiga orang negro berwajah beringas terkekeh-kekeh mesum, ketika ia berontak berusaha untuk melepaskan dirinya. Benar-benar gila tenaga ketiga orang negro itu, akhirnya malah dirinya sendiri yang terengah-engah kehabisan nafas,

    “JANGANNN…..!! Awwwww……………. ” Isabella menjerit ketika si negro yang tengah menindih tubuhnya kembali mengenyot dan menjilati putting susunya, lidah si negro begitu ahli menggelitiki pentil susu Isabella yang semakin meruncing karena dirangsang olehnya dengan jilatan, kecupan dan juga hisapan-hisapan yang kuat di pucak buah dadanya yang semakin  membusung dan membuntal padat.
    “Nge He He He, do you like it babe?”  si negro bertanya sambil menjepit putting Isabella kemudian memelintir-melintirnya, sesekali si negro menarik-narik pentil sang gadis yang merintih pelan. Isabella menggelinjang kegelian ketika bibir kedua orang negro lainnya ikut mengecupi dan menjilati ketiaknya, sesekali ia memekik kegelian ketika merasakan gigitan-gigitan lembut di ketiaknya yang putih bersih.
    “Krrryuuuuukkkkk…..!! ” ketiga orang negro itu tersenyum mendengarkan suara perut Isabella yang kelaparan, salah seorang dari mereka keluar dari dalam kamar dan kembali dengan membawa kantung plastik yang terisi penuh oleh potongan-potongan daging ayam bakar.
    “Are you hungry baby…..?? “
    Isabella mengangguk, ketiga orang negro itu mendudukkan Isabella di tepian ranjang, dua negro duduk di sisi kanan dan sisi kirinya sementara negro yang membawa makanan berdiri sambil menyodorkan batang penisnya kehadapannya.
    “Make me cum first…..And I will give you some food to eat… “
    Tangan Isabella bergetar hebat ketika berusaha menyentuh batang penis si negro, akhirnya dengan menekan harga dirinya, kedua tangannya menggenggam batang itu.
    “Hmmmmm…good girl…., I think I give you thisss.” si negro mengeluarkan sepotong kecil daging ayam bakar kemudian menyodorkannya ke depan mulut Isabella yang terbuka, dengan lahap ia mengunyah potongan daging ayam itu, tangan kedua orang negro yang duduk di sisi kiri dan kanan mengusapi buah dada Isabella dan terkadang dengan kurang ajar tangan mereka mengusapi paha dan vaginanya yang botak. Jembutnya kini sudah tercukur habis, sepertinya negro-negro itu mencukur habis jembut Isabella pada saat gadis itu tertidur dengan pulas.

    Isabella Leong

    Wajah Isabella semakin merona merah karena jengah ketika si negro menyuruhnya untuk mulai melakukan kocokan-kocokan pada batang hitam yang panjang itu. Kulit yang menutupi kepala penis si negro yang kulup tertarik ke bawah, sebuah benda berbentuk helm tersembul-sembut ketika kulit penis yang menutupi benda mesum itu tertarik-tarik ke bawah.
    “Ennnhhh, Ahhhhhh.., Owwwwwssshhhhhhhh” sambil mengocok-ngocok batang penis yang hitam dan besar itu, bibir Isabella merintih-rintih dan mendesah kecil karena kedua orang negro yang duduk di sisi tubuhnya berkali-kali menundukkan kepala mereka yang botak ke arah payudaranya, bibir-bibir tebal kedua orang itu mengecupi bulatan dada Isabella, mulut mereka berkali-kali mampir untuk menghisap-hisap puncak payudaranya, tangan-tangan mereka yang duduk di sisi tubuh gadis itu berkali-kali menggerayangi bulatan buah susunya yang semakin membuntal padat.
    “OPEN YOUR MOUTH “
    “Nowwww…, Try thisss he he he……. ” setelah Isabella membuka mulutnya, si negro menjejalkan kepala penisnya kedalam rongga mulutnya, kedua orang negro yang duduk disampingnya menarik kedua tangan gadis itu ke belakang, sementara kedua tangan si negro yang berdiri di hadapannya menekan kepala Isabella bagian belakang sambil menggerakkan batang penisnya maju mundur dengan teratur.
    “Emmmhhh… Emmmmmmmmm….??! ” Wajah Isabella mengernyit ketika batang penis si negro menekan semakin dalam hingga menusuk kerongkongannya, rongga mulutnya terisi penuh oleh batang penis yang besar dan hitam, nafasnya semakin lama semakin tidak beraturan ketika si negro berkali-kali merojokkan penisnya yang besar dan hitam itu dalam-dalam.

    “Uhukkkk… Uhukkkk… jangannn.., tolong jangan…Uuhkk ” Isabella memohon sambil terbatuk-batuk, untuk sesaat membiarkan Isabella sampai gadis itu agak tenang, Isabella terus memohon agar si negro tidak mendeepthroatnya dengan penis yang hitam dan bau itu, namun batang penis yang besar itu kembali dijejalkan oleh si negro untuk menyumpal mulutnya.
    “OUFHHH…..!! ” Isabella memuntahkan penis si negro, dijilatinya batang penis itu dan kemudian diemut-emutnya kepalanya yang besar dan mengeluarkan lendir lengket yang menjijikkan dari mulut penisnya, mulut si negro termonyong-monyong ketika merasakan hisapan-hisapan kuat di kepala kemaluannya.
    Isabella tampak gelisah ketika tubuhnya digusur dan ditelentangkan di atas ranjang empuk itu, si negro mengganjal bokong Isabella dengan sebuah bantal, lalu mengangkangkan kedua kakinya dengan paksa, kemudian kepala si negro terbenam di selangkangan Isabella. Lidahnya menari-nari di atas permukaan vagina Isabella, sebuah tarian lidah yang membuat tubuh Isabella tersentak dan menggelinjang keenakan, kedua orang negro lainnya yang berbaring di sisi kanan dan kiri gadis itu juga tidak mau kalah, lidah mereka menari-nari mengulasi bulatan dada Isabella yang membuntal padat, rintihan-rintihan lirih Isabella terdengar diiringi suara terkekeh-kekeh mesum ketiga orang negro yang tengah menjulurkan lidah mereka mengulas-ngulas vagina dan kedua puncak payudaranya.
    “Awhhhhhhhhhhh…..???? ” Isabella menjerit keras ketika tangan si negro menekan kasar pinggiran bibir vaginanya, mata si negro melotot menatap belahan vaginanya yang mulai merekah dengan indah, diendus-endusnya belahan vagina yang tampak basah oleh cairan kewanitaan gadis itu.
    “Hemmm, Snifhhh, Snifffhhhh, smell so gooddd He he he “mulut si negro terbuka lebar kemudian mencaplok belahan tipis yang merekah di selangkangan Isabella.

    “Ahhhhhhhhhhhhhhhh….!! Ahhhhhhhhhhhhhhhhhhh……!! ” tubuh Isabella melenting-lenting ketika mulut si negro menghisap-hisap selangkangannya, jeritannya bertambah keras ketika puncak payudaranya dilumat kuat-kuat oleh bibir-bibir tebal yang semakin keasikan mencaplok dan melahap buah dadanya.
    Mata Isabella menatap ngeri ketika kepala penis si negro menempel di pintu vaginanya, tubuhnya mengejang ketika kepala penis yang besar itu menggeliat berusaha memasuki belahan vaginanya. Batang penis yang hitam, besar dan panjang itu terkadang tertekuk ketika menggeliat berusaha membelah belahan tipis di selangkangannya.
    “Mampus aku, ohhhhh….!!Ohh!!! aduhhhh….ARGGGHHHH…!!” Isabella mengaduh kemudian mengerang keras ketika batang hitam besar itu berhasil menyusup dengan gerakan kasar, bibir Isabella membentuk huruf “O” kemudian melolong keras ketika penis si negro menusuk keras belahan vaginanya
    “OWWWW……!!Krrttttttttt… Brrrttttttttttt….. Brrrrrrrrrrrrttt…..” selaput kegadisan Isabella hancur berantakan dihantam batang penis si negro yang besar dan panjang. Isabella merintih pelan kemudian terisak-isak menagis, pria hitam besar seperti kingkong itu merengut kegadisannya.
    “Ha Haaaa Haaaa…..” ketika negro itu malah tertawa lepas ketika tubuh Isabella kelojotan menahan rasa sakit yang luar biasa ketika si negro kembali menghentakkan batang penisnya dalam-dalam, ketiga orang negro itu tampak senang mendengarkan jeritan dan lolongan keras Isabella yang kesakitan setengah mati ketika vaginanya berkali-kali dihantam oleh batang penis yang hitam besar dan panjang.
    “Dammmm….!! O YEAH BABYYY…. UHHHHHHH….. YESSSS….. ” mulut si negro semakin monyong sambil memaksa menjejalkan batang penisnya yang hitam besar semakin dalam merojok-rojok belahan vagina Isabella.
    “Ahhhh….!! Aduhhhh sakitttt….!! Owwwwwwww….. !!” tubuh Isabella mengejang hebat ketika penis itu bergerak kasar masuk lebih dalam menusuk belahan vaginanya, batang penis yang hitam itu tampak terbasuh oleh cairan berwarna kemerahan ketika si negro menarik benda hitam itu keluar,

    Isabella menjerit keras ketika batang besar itu kembali ditekankan pemiliknya dengan kasar membelah belahan vaginanya. Payudaranya menjadi mainan yang mengasikkan bagi kedua negro yang berbaring disisi kanan dan sisi kiri tubuhnya, induk payudaranya diremas-remas dengan kasar oleh tangan-tangan kekar hitam, putingnya dihisap dan dilumat habis-habisan oleh bibir-bibir tebal yang menyusu dengan rakus.
    “Ennnhhh…, Annnhhhh.., Owwww, Ehhhhhhhhhssshhh, Akkhhhhh ” Isabella tampak tersiksa ketika batang penis si negro yang hitam dan besar itu mulai bergerak dengan teratur menyodoki belahan vaginanya, sesekali tubuh Isabella melenting ketika si negro menghentakkan batang penisnya dengan gemas.
    “Ouhhhh….!! Ahhhhhhh… Ahhhhhhhhhh…. Ennnnnggghhhhh….. ” Isabella melotot ketika merasakan sodokan-sodokan kasar yang menyakitkan menusuki selangkangannya, erangan Isabella terdengar semakin keras ketika si negro semakin liar menghujamkan batang penisnya merojok-rojok vagina gadis itu, tubuh Isabella semakin basah, butiran keringatnya mengucur dengan deras melelehi tubuhnya yang terguncang dengan hebat tanpa daya, lumayan lama Isabella tersiksa oleh sodokan-sodokan liar si negro, sampai akhirnya siksaan itu berubah menjadi kenikmatan yang tiada tara.
    “Uhhhhhh……, Hsssshhhhhh ” Isabella mengeluh sambil menggelinjang keenakan, ia merasakan sodokan-sodokan yang semula begitu menyakitkan baginya kini terasa semakin mengasikkan dan nikmat, Isabella semakin membusung payudaranya keatas sambil memeluk kepala kedua orang negro yang sedang menjilati puttingnya

    Baca Juga Cerita Seks Pussycat’s Blackman Island 2 – White Teen Three Black Guys

    “mmmmhhhh… Ohhhhhhh………, Crrrrrrrr Crrrrrrrrrrrrr ” Isabella mendesah panjang ketika penis si negro memaksa vaginanya memuntahkan cairan kenikmatannya. Batang penis yang hitam dan panjang itu bergerak dengan lebih lembut disaat Isabella mencapai puncak kenikmatannya. Si negro menghentikan sodokannnya, matanya menatap dan merayapi tubuh Isabella, bibirnya yang tebal tersenyum menyaksikan Isabella meringis sambil mendekap dua buah kepala yang sedang asik melumat-lumat buah dadanya.

    “H…..Hhhhhh… Nnnnnhhhhh….  ” nafas Isabella sesekali terhembus dengan kuat ketika si negro menarik penisnya sampai sebatas leher penis dan kemudian menjebloskannya dengan kuat hingga batang yang hitam besar dan panjang itu kembali amblas sedalam-dalamnya membelah belahan vaginanya yang peret dan seret.
    Si negro yang sedang menggenjot Isabella tiba-tiba mengganti posisi, ia duduk di pinggiran ranjang, kemudian Isabella disuruh untuk menduduki penisnya dengan belahan vaginanya. Isabella mendesah pelan ketika lidah si negro menggelitik, menjilat-jilat daun telinganya. Isabella menolehkan kepalanya ke belakang ketika pinggulnya ditarik turun oleh sepasang lengan yang hitam dan kekar. Kepala penis si negro yang hampir masuk tiba-tiba tergelincir karena licinnnya belahan Isabella, si negro tampak kecewa kali ini dengan hati-hati tangan kiri si negro mengarahkan kepala penisnya pada belahan vagina Isabella, sementara tangan kanannya yang membelit pinggang gadis itu menarik tubuhnya turun. Perlahan-lahan kepala penis si negro mengeliat-geliat memasuki belahan bibir vagina Isabella yang kecil mungil.
    “Hemmmmpppphhhh……… ” wajah Isabella terangkat ke atas menatap langit-langit ketika merasakan penis besar itu kembali menusuk masuk dengan susah payah, gerakan penis itu tersendat-sendat karena lubang vagina Isabella yang sempit kesulitan menerima batang kemaluan si negro yang besar dan panjang, mata Isabella mendelik sementara mulutnya  membentuk huruf “O” , ketika si negro terkekeh-kekeh  sambil menarik pinggangnya untuk terus turun. Darah keperawanan Isabella meleleh bercampur dengan cairan kewanitaannya membasuh batang hitam besar yang tertancap dengan kokoh di belahan bibir vaginanya yang memar kemerahan, seluruh tubuhnya mengejang kuat ketika penis besar itu menyentak-nyentak dengan kasar. Jeritan-jeritannya malah disambut dengan jeritan-jeritan liar kedua negro lainnya yang menyemangati seorang teman mereka agar lebih liar menyetubuhinya.

    “Come on Bro, fuck herrr…. YEAHH……! “
    “HARDER BROOO…, HARDERRRR……!!!! “
    “Ahhhh…., Ahhhhhh… Awwwwhhhh…!!” tubuh Isabella tersentak-sentak ke atas dihantam penis si negro yang besar, berkali-kali ia terperangah dalam sodokan-sodokan kasar yang terasa semakin nikmat. Tubuh si negro dan tubuhnya semakin basah, keringat Isabella yang mengucur dengan deras seakan-akan menjadi penambah semangat bagi si negro. Wajah si negro yang  buruk dan hitam itu berseri-seri ketika mendengar pekikan-pekikan kecil Isabella saat penis yang hitam dan besar itu berkali-kali menyodok belahan bibir vagina Isabella dengan kuat. Entah berapa kali si negro memaksanya untuk berkubang di dalam lumpur kenikmatan sampai akhirnya si negro memacu batang penisnya semakin cepat dan KECROTTTT….. KECROTTTTTT……! Isabella mengerang pelan ketika penis yang hitam dan besar itu dicabut oleh pemiliknya, Isabella sempat melirik kearah sebatang penis besar yang kini telah layu di selangkangannya si negro yang baru saja menyetubuhinya dengan liar. Isabella mencoba untuk meronta ketika dirinya dipaksa menungging. Seorang negro dengan rambut keriting tersenyum sambil menepuk-nepuk dan meremas buah pantatnya, sebatang penis yang masih segar mulai menggesek – gesek belahan pantatnya, Isabella buru-buru menarik pantatnya ketika kepala penis si negro mencolek nakal lubang anusnya.
    “Jangannn…, tolongg jangan ….. Ennhhhh..!!” Isabella memohon belas kasihan ketika merasakan benda tumpul yang keras mulai menekan-nekan lubang anusnya sementara tubuhnya direjang dengan kedua tangannya dipiting ke belakang.
    “Ennnhhh!! Jangann…!! Akhhhhh….!! OWWW! !HEKKKSH…!! “Isabella hampir saja kehilangan kesadaran ketika penis si negro menyobek lubang anusnya. Kepala penis itu tenggelam disertai erangan kesakitan Isabella, si negro tersenyum menatap lubang anus Isabella yang akhirnya bersedia menerima kepala penisnya, lubang kecil yang sempit itu menggigit kepala kemaluan si negro. Diremas-remasnya buah pantat Isabella sebelum akhirnya ia memutuskan untuk merojokkan batang kemaluannya lebih dalam.

    “Arrrhhhh, Ennnnnnrrrhhhhh, Nnnnnnnggghhhakkksss….!!!! ” batang besar itu bergerak masuk semakin dalam ketika si negro menjejal-jejalkannya dalam gerakan menyentak-nyentak yang kasar dan kuat. Tubuh Isabella terdorong – dorong dengan kuat, suara erangannya terdengar semakin keras ketika batang penis yang besar dan panjang itu menusuk semakin dalam. Si negro menarik pinggang Isabella sambil mendesakkan benda besar di selangkangannya. Mata si negro semakin sayu ketika selangkangannya mendesah bongkahan buah pantat Isabella yang halus dan lembut.
    “EAWWWWHHHHHHHH………!!!Ampunnn Owhhhhhhhh…..!!” Isabella menjerit keras ketika si negro mulai melakukan gerakan memompa, menggenjot- genjot lubang anusnya, rasa panas dan perih mengiringi ketika batang penis si negro yang besar dan kering bergesekan dengan dinding anusnya. Si negro merasakan rasa nikmat yang luar biasa sedangkan sebaliknya Isabella merasakan rasa sakit yang tiada taranya.
    “Nnnnnhhhhh….. Arrrgggggghhhhhh……!!sakiiiitttt Aduhhhhh Oawwww ” Isabella mengerang keras ketika penis besar itu amblas dengan sempurna kemudian mengaduk-ngaduk lubang anusnya. Berkali-kali Isabela melenguh kemudian merintih dan meringis ketika batang penis yang hitam besar itu mengaduki duburnya.
    “AUHHHH….! AHHHHH….!! AWWWWWWHmmpppphhhh..!” Jeritan Isabella mendadak lenyap ketika sebatang penis menyumpal mulutnya, air matanya meleleh dari sudut matanya yang sipit. Tubuhnya terasa lemas tidak bertenaga ketika batang penis itu menghantami lubang anusnya, rasanya begitu ngilu dan menyakitkan, nafasnya tersenggal-senggal ketika sebatang penis yang hitam dan panjang itu berulang kali mendeepthroatnya hingga kehabisan nafas.

    “Plokkkk… Plokkkkk Plokkkkkk……!! ” terdengar suara benturan-benturan buah pantat Isabella yang sedang dihajar oleh benda besar di selangkangan si negro, dengan teratur si negro menjaga irama sodokannya, ia berulang kali menggeram gemas sambil merojok-rojokkan penisnya kuat-kuat menyodomi Isabella, ia tambah gemas dan bernafsu menyodokkan penisnya ketika mendengarkan jeritan-jeritan Isabella yang kesakitan setengah mati
    “Jangannn……!! Ahhhh……,Sllccckkkk… Ckkkkk… Ckkkkk  ” Tangan Isabella menahan batang penis yang hendak menyumpal mulutnya, lidah Isabella melingkari kepala penis si negro dan mencoba memberikan service terbaiknya, dijilatinya batang hitam besar di selangkangan si negro, dikecupinya penis hitam yang bau sangat menyengat itu, digelitikinya lubang di kepalanya, mulut Isabella berdecakan ketika menjilati, mengecupi dan mengulum-ngulum penis si negro, sementara tubuhnya terus terdorong-dorong dengan kuat disodomi oleh si negro berambut keriting yang terkekeh mesum sambil terus menghujam-hujamkan batang penisnya.
    “Ennnhhh Ahhhhhh…..!! Owwww…..!! ” tubuh Isabella menggeliat pelan ketika, lubang anusnya terasa semakin gatal walaupun terasa sedikit ngilu ia berusaha menikmati batang penis si negro yang sedang menggaruk-garuk lubang anusnya.
    “Blepppp…. Blooofffff….. Blepppppp, Plokk… Plokkkk ” suara batang penis yang sedang asik mengebor lubang anus Isabella, sesekali si negro menarik penisnya keluar dari lubang anus Isabella untuk mengintip isi anus Isabella sebelum lubang anus itu mengkerut si negro buru-buru membenamkan batang penisnya kembali  dengan satu sentakan yang kuat dan kasar.
    “Auhhhhhh………………….!! ” Isabella mengeluh ketika si keriting mencabut batang penisnya, tangan kekar itu membalikkan tubuhnya, si keriting menggeram dan menerkam tubuh Isabella yang sudah pasrah tanpa daya, mata dua negro lainnya berbinar-binar menyaksikan pergumulan yang liar.

    “Essshhhh, Emmmhhhh… Mmmmhhhhh…. ” bibir si negro yang tebal melumat bibir Isabella, kemudian lidahnya terjulur keluar menjilati pipi, bibir dagu dan rahang Isabella.
    “Uhh…… ” Isabella melenguh pelan ketika merasakan jilatan dan hisapan kasar di lehernya, kecupan-kecupan si negro yang semakin liar kini turun ke arah dada.
    “AHHHHHHH……………………!!” Isabella menjerit keras ketika mulut si negro mencaploki dan menghisap kuat payudaranya, tubuh Isabella yang basah dan halus mulus menggelinjang -gelinjang dibawah tindihan si negro, keringatnya bercampur dengan keringat si negro.
    “Nnnnhhhh…., Ahhhhhhhhhh….. ” Isabella merintih ketika gigi si negro menggigit-gigit putingnya yang semakin meruncing dan menghisap puncak payudaranya yang membuntal padat.
    “Emmmmmmffffffffffffff……..,, Aaaaaaaaaaaaa……!!! ” seluruh tubuh Isabella mengejang ketika merasakan sesuatu yang besar kembali memaksa berusaha memasuki belahan mungil di selangkangannya. Diiringi satu jeritan yang keras tubuh Isabella melenting ketika benda besar itu menekan dengan kasar, memasuki belahan bibir vaginanya.
    “Ohhhhhhhhhhhhhh, besar sekaliiii…., Ekkkhhhhh….,, Ouuuwww….!! ” Tubuh Isabella kembali terhentak-hentak dengan kuat ketika si negro mendesakkan selangkangannya, tanpa ampun benda besar itu menusuk-nusuk vagina Isabella
    “Uccchhhhh…, Crrrr Crrrrrrrrrr Crrrrrrrrrrrrrrr…….. ” Isabella memeluk kuat-kuat tubuh besar yang sedang memompanya untuk melampiaskan siksaan puncak klimaks yang terasa begitu nikmat, si negro membalas pelukan Isabella dengan menghempas-hempaskan batang kemaluannya dengan lebih cepat dan kuat hingga Isabella terengah-engah kehabisan nafas, untuk beberapa saat lamanya Isabella terguncang dengan kuat dibawah tindihan si negro sebelum akhirnya memekik dalam kenikmatan, Isabella merengek-rengek bahkan hampir  menangis ketika si negro semakin kuat memacu penis yang hitam besar dan panjang itu untuk merojok-rojok vaginanya.

    “H….hhhhhh… Hhhhh…… Hhhhhhhhhhh ” nafas Isabella terengah-engah ketika akhirnya batang hitam itu terlepas dari vaginanya. Tangan-tangan ketiga orang negro itu merayapi tubuhnya, sesekali tubuh mulus Isabella menggelinjang kegelian ketika telapak-telapak tangan itu mengelusi bagian tubuhnya yang sensitif. Dua negro membimbing Isabella menduduki batang penis si negro berwajah vodet. Isabella merintih dan memekik keras ketika batang hitam itu kembali mengoyak belahan tipis di selangkangannya yang sudah memar kemerahan. Ia menegokkan kepalanya ke belakang ketika seorang negro menghimpit tubuhnya dari belakang…………
    “TIDAKKKKKK……….!! AKHHHHHH….. ” Isabella terperanjat ketika sebuah sodokan keras menghantam lubang anusnya, tubuhnya menggeliat-geliat ketika dua batang penis yang hitam dan besar itu mulai bergerak liar, menyodok – nyodok vagina dan merojok-rojok lubang anusnya.
    “Ohhhhh..?? “Isabella menatap ngeri pada sebatang penis yang mendekati wajahnya, sebelum sempat untuk menolak penis yang bau itu sudah menyumpal rongga mulutnya
    Mata Isabella  mendelik ketika merasakan rambutnya dijambak ke belakang oleh si negro yang sedang menyodominya. Wajahnya mengernyit ketika merasakan batang hitam yang besar itu menyodok dan menyesaki kerongkongannnya, nafasnya tersenggal-senggal ketika batang besar itu bergerak mendeepthroatnya. Ketiga negro Itu terus asik memacu batang penis mereka tanpa mempedulikan Isabella yang kewalahan setengah mati menghadapi serangan-serangan dari ketiga batang penis yang meyodomi, merojok vaginanya dan mendeepthroatnya dengan kasar.

    “CROOTTTT…..!! “
    “CROOTTTTTTTTTTTTTTTTTT….. “
    “KECROOTTTT….. Crrrrrrrrr “
    Tubuh Isabella menggigil ketika ketiga batang penis itu masuk dalam-dalam, meyesaki vagina, anus dan kerongkongannya. Tubuh Isabella bergetar dengan hebat dan Cretttttttttttttt…. Srrrrrrrrrrrrrrrr Crrruuutttt vagina Isabella berdenyut-denyut dengan nikmat, ia berusaha membuka matanya. Sinar matahari pagi yang hangat membelai tubuhnya, Isabella kembali mendesah ketika sebatang penis kembali menyesaki belahan vaginanya, beberapa saat kemudian tubuhnya kembali terguncang-guncang dengan semakin kuat…………….
    ”AHHHHHHHHHHHHH…!!! ” Evelyn Shuang melompat dari atas ranjang, gadis cantik itu bergidik ngeri ketika dua sosok tubuh yang luar biasa gemuk dan besar itu bangkit dengan santai. Wajah mereka tampak beringas, bibir tebal itu tersungging sinis merayapi tubuh mungil Evelyn. Evelyn menolehkan kepalanya ke arah pintu kamar, gadis cantik bermata sipit itu mundur teratur, tiba-tiba ia membalikkan tubuhnya dan berlari ke arah pintu kamar yang tertutup dengan rapat….

    ***********************
    Sementara di tempat lain di pulau tersebut…

    “Hosh…hosh…hosh!!” Ananda Mikola berlari ngos-ngosan sambil sesekali menengok ke belakang.
    Sampai di sebuah pohon besar ia buru-buru bersembunyi di baliknya dan mengatur kembali nafasnya yang hampir putus itu. Bibirnya yang sudah dari sananya monyong itu jadi terlihat tambah monyong seperti cumi-cumi karena ngos-ngosan. Setelah merasa aman, ia memberanikan diri mengintip sekeliling,
    “Huh…di mana tuh makhluk?? Amit-amit kalo sampe ketangkep” Ananda celingak-celinguk memeriksa sekitarnya, sepi…tidak ada apa-apa selain suara angin berdesir membelai dedaunan di pohon.
    “Yes…akhirnya aman, sekarang bisa keluar deh gua!” katanya dalam hati dengan girang.
    Ananda melangkah pelan keluar dari persembunyiannya di balik pohon besar itu, tapi baru beberapa langkah berjalan ia merasakan lehernya tersengat.
    “Bah…serangga sialan, mana gede-gede lagi!” gerutunya sambil memegang lehernya yang terasa disengat.
    Hei ternyata ada sesuatu menempel di lehernya itu, setelah dilihatnya, ternyata bukan nyamuk…bukan tawon…tapi sebuah jarum dart yang biasa ditembakkan dengan semprit, seketika itu pun ia merasakan syaraf-syaraf motorik di tubuhnya berhenti bekerja.
    “Wadoh…ngehek!” tubuh Ananda langsung ambruk ke tanah.
    “Wahahaha….akhirnya kena juga lo…gimana sih sama gua kok malah kabur gitu?” sahut Dorce Gamalama yang tiba-tiba keluar dari balik semak-semak, tubuhnya mengenakan pakaian kulit binatang ala Flinstone.
    “Waaa…jangan bunda…ampun…!!” Ananda memohon-mohon tanpa bisa menggerakkan tubuhnya yang mati rasa melihat Dorce yang mendekatinya dengan senyum penuh kemenangan.
    “Yee…jangan apaan? dari awal lu nongol di acara gua, gua udah kesengsem sama lu tau…ayo dong sini Nanda sayang!” kata Dorce dengan gayanya yang jijay bajaj, “biar lu balapannya cupu, gua tetep naksir lu loh!”

    “Jangan bunda…nggak mau….waahh!” Ananda hanya bisa menjerit-jerit ketakutan ketika Dorce mulai menarik lepas celananya.
    “Alahh…lo sama si Bella kan dah putus…sama gue aja napa? Gua kan juga seksi lagi” sahut Dorce seraya menarik celana dalam Ananda sehingga burung di baliknya pun terlihat.
    “Idih…kok imut banget sih burunglu Nda, kutilan lagi!” Dorce tersenyum-senyum memegangi penis Ananda yang ukurannya tidak sampai sekelingking orang dewasa itu dan ada kutil di permukaannya, “pantes si Bella ninggalin lu, ga puas tuh dia…duh kasian deh lu, ya dah sama Bunda aja, dijamin o…yeee!”
    Dorce bangkit berdiri dan melepaskan baju Flinstone-nya memperlihatkan tubuh telanjangnya yang….udah ah, silakan bayangkan sendiri saja ya, soalnya ntar kalau dideskripsikan secara detil, Yohana takut dituntut para mupengers yang muntah darah atau mungkin pingsan di depan komputernya (^_^;). Cerita Maya
    “Ooekk…beuuhh!” wajah Ananda memucat seperti mayat dan mual-mual melihat tubuh telanjang Bunda Dorce yang….bipp…bipp (sensor).
    Dorce lalu membalikkan tubuh Ananda yang mati rasa itu hingga telungkup dan menaikkan pantatnya hingga nungging.
    “Jangan Bunda!! Bunda mau apa!?” Ananda makin pucat melihat Dorce yang tersenyum lebar sambil memegang terong di tangannya.
    “Wuehehe…emangnya cuma lu doang yang bisa pake sendok…gue juga bisa nih pake terong, oke deh sekarang saatnya…Dorce show…show…show!” seru Dorce sambil menghujamkan terong itu ke pantat Nanda.
    “Waaahhh…ampun dahh!!” jerit Nanda
    ———
    Ho Ho Ho……..dah dulu ahh ceritanya….,
    Dilanjut lain kali….,
    ALIAS…, BERSAMBUNGGGGG…!!!!!
    ****************

  • Pussycat’s Blackman Island 2 – White Teen Three Black Guys

    Pussycat’s Blackman Island 2 – White Teen Three Black Guys


    215 views
      •  Cerita ini fiksi belaka,
      •  Ada juga beberapa bagian cerita yang ngak masuk di akal.(Sangat..^^).  Tujuannya just for fun only.
    Kelly
    •  Say No To RAPE AND DRUG’s in The REAL WORLD.

    Cerita Maya | Seorang negro dan kedua orang temannya tengah menyelidiki jejak kaki di atas tanah berlumpur. Bibirnya yang tebal termanyun-manyun, kemudian ia menolehkan kepalanya kepala salah seorang temannya.
    “Gue yakin ini cewe bule…!!”
    “Wuahhhh, hebat banget !! benar-benar pencari jejak yang ulung, dari jejak kakinya saja loe bisa tahu cewe bule….”
    “Bukan gitu!!, nihhhhh….!!., gue nemuin selembar rambut berwarna pirang.”
    Sementara itu tidak berapa jauh dari tempat ketiga orang negro, seorang gadis tengah mengendap-ngendap sambil melirik ke kiri dan kanan dengan hati was-was, setelah merasa aman barulah gadis cantik berambut pirang itu melanjutkan langkahnya, sesekali gadis itu menolehkan kepalanya kebelakang. Kelly Seorang gadis cantik dari LA yang diculik dari Amerika oleh sindikat penjualan gadis-gadis cantik, ia menatap kebelakang dengan hati was-was,  usianya Baru menginjak Usia 17 Tahun, rambutnya pirang indah seperti emas yang berkilauan tertimpa sinar matahari, tubuhnya seksi dengan buah dada berukuran sedang, membongkah padat, kulitnya halus, putih mulus tanpa cela. Cerita Maya
    “Heiiiii…..!! “
    “Whoaaa, white chick!! “
    “Hai baby….. he he he”
    “Awww…., ” gadis cantik itu berseru terkejut ketika tiba-tiba muncul tiga orang negro bertubuh tinggi besar menghadang jalannya, ia mundur dengan teratur kemudian tiba-tiba membalikkan tubuhnya dan melarikan diri.

    “HELP…!! Somebody HELLPPPPP….MEEE!!” Kelly berteriak ketakutan sambil berusaha melarikan dirinya dari kejaran ketiga orang negro yang begitu bernafsu untuk menangkap dirinya. Jarak ketiga orang negro itu semakin mendekat dan…..
    “Ahhh!!…., Noooo”
    Kelly meronta – ronta ketika pinggangnya kena disambar dari belakang oleh tangan si negro keriting, Kelly semakin kuat meronta-ronta ketika dua orang teman si negro tersenyum mesum sambil mengelilinginya.
    “Don’t hurt me pleasee, Please Sir. “
    Kelly memohon ketakutan ketika ketiga orang negro itu menyeretnya dengan kasar, berkali-kali tangan ia menepiskan tangan-tangan nakal yang meremas-remas buah pantatnya.
    “Tell me your name babe…. ” si negro berambut keriting bertanya sambil memandangi Kelly, matanya berbinar-binar menatap wajahnya yang cantik, tangan si negro membelai rambut Kelly yang berwarna pirang.
    “My name Kelly…, Please let me go, I beg you…., Auhhh!!Blukkkk!!”
    Kelly memohon agar mereka bersedia melepaskan dirinya, namun dengan kasar si negro mendorong Kelly sampai terjatuh di atas sebuah kursi sofa panjang, Kelly tambah ketakutan ketika ketiga orang negro itu mulai melepaskan pakaian mereka masing-masing. Ia melotot menatap tiga batang penis yang hitam dan besar teracung – acung bagaikan sebatang tombak yang siap untuk menghujam dirinya.

    “Please Sir, I’m only 17 years old “
    “YEAH, so what ??, You’re 17 and ready to fuck”
    “Now, suck my dick or I will break you like thiss HEAHHH KRAKKK…” (WAduhh! Sakittttt….Broo!! si negro membatin dalam hati sambil menyembunyikan tangannya ke belakang)
    Si negro mematahkan sebatang kayu seukuran paha orang dewasa. Kelly tampak ketakutan ketika si negro dengan mudahnya mematahkan batangan kayu itu di hadapan wajahnya, sangking takutnya Kelly tidak berani melawan ketika dua orang negro yang duduk di sisi kanan dan kirinya mulai menggerayangi dan menelanjanginya. Tangan si negro menarik lepas baju kaos putih di tubuh gadis itu dan kemudian dibukanya celana jeans berwarna biru sampai yang terakhir dibetotnya celana dalam gadis itu.
    ”I love white chick, specially young one like you Kelly he he he”
    “Suck it bitch….!!!! “
    Si negro berambut keriting menyodorkan batang kemaluannya ke hadapan wajah Kelly, kemudian ia berteriak keras sambil mengancam akan menyakiti Kelly jika ia tidak  menuruti kemauannya. Tangan Kelly bergetar ketika dibimbing untuk menjamah batang kemaluan si negro, seumur – umur baru pertama kali ini Kelly memegang batang kemaluan pria, sama sekali belum pernah terpikirkan dirinya akan mengalami hal mengerikan seperti ini, Kelly menahan nafasnya ketika telapak tangannya menyentuh penis si negro.

    “C’mon babe, lick it.. “
    Si negro berambut keriting menyodor-nyodorkan batang penisnya ke hadapan wajah Kelly sehingga dengan terpaksa gadis itu membuka mulut dan menjulurkan lidahnya. Sambil menekan rasa jijik ia menempelkan lidahnya pada batang penis si negro, dijilatinya penis negro yang terasa kesat itu, baunya yang menyengat membuat kepala Kelly terasa pening, sementara kedua teman si negro meremas-remas buah dada Kelly.
    “Aaaaaaaaaaa… Hoooffhhhhh… Ummmmmhh”
    Si negro menjambak rambut Kelly dan pada saat ia berteriak kesakitan si negro menjejalkan batang penisnya, kejadian itu begitu cepat, kepala penis yang besar kini memenuhi rongga mulut Kelly.
    “Suck it Bitch, YEAHHH!! Damn!! Feel so good..”tangan si negro semakin kuat menjambak rambut Kelly, si negro memejamkan matanya merasakan hisapan-hisapan Kelly, sambil menekan belakang kepala gadis itu berulang kali ditekankannya dalam-dalam batang kemaluannya yang besar dan panjang itu..
    “Emmmhhh, Emmmmmm…..”
    Kelly mendelik-delikkan matanya ketika merasakan batang kemaluan si negro yang hitam besar dan panjang itu berulang kali menyesaki kerongkongannya, nafasnya terasa sesak, sementara ketiga orang negro itu malah terkekeh-kekeh mendengarkan erangan-erangan lirih gadis berambut pirang itu.
    “Ouhhhh, Ahhhhhhhhhh…!!” Kelly mendesah panjang ketika bahunya ditekankan kebelakang agar bersandar di atas kursi sofa panjang itu, kedua kakinya merapat, tertekuk dengan posisi agak dimiringkan berusaha menutupi wilayah vaginanya.

    Kelly nampak gelisah ketika si negro berambut keriting bersujud, telapak tangan si negro merayapi permukaan pahanya yang halus dan lembut. Sambil tersenyum si negro mencekal pergelangan kaki gadis itu kemudian dengan paksa merenggangkan kedua pahanya melebar ke samping. Mata ketiga orang negro itu melotot menyaksikan belahan vagina tipis di selangkangan Kelly,  bibir tebal si negro berambut keriting mengecupi paha Kelly sebelah dalam. Nafas Kelly semakin berat ketika kecupan-kecupan dan jilatan si negro semakin naik kearah selangkangannya dan…..
    “Ahhh, Ahhhhhh….Uhhhhh.!”
    Wajah Kelly semakin merona merah, ia merasa jengah sekaligus merasa enak, ketika merasakan lidah si negro berambut keriting menjilati belahan vaginanya, berkali-kali tubuhnya melenting-lenting ketika merasakan kenyotan-kenyotan mulut si negro yang mengenyot lubang vaginanya kuat-kuat. Si negro menekan pinggiran bibir vagina Kelly agar belahan tipis di selangkangannya semakin merekah, mata si negro berbinar-binar menatap isi vagina yang berwarna merah muda itu. Setelah puas mengendus-ngendus dan menciumi wilayah vagina gadis itu, lidah si negro mulai mengulas-ngulas belahannya, sungguh taktis lidah si negro ketika menjilati belahan vagina gadis itu. Kelly merintih lirih ketika bibir si negro melumat bibir vaginanya, sesekali tubuhnya tersentak ketika lidah si negro menggeliat-geliat memijit-mijit klitorisnya kemudian dengan lahap mulut berbibir tebal itu menyedot-nyedot isi vaginanya yang berwarna merah muda.

    “Slllcckkkk…, Slllccckkkk, Srrrrrrpppphhh….”
    “Ahhhh.!, Ahhhhh..!, Ahhhhhhh….!!.”
    Sungguh malang nasib Kelly, ia hanya dapat mendesah-desah tanpa berani melawan ketika vaginanya disantap dan dinikmati si negro berambut keriting, sementara payudaranya diremasi, dijilat-jilat dan diemut-emut oleh dua negro sekaligus, sesekali tubuhnya melenting ketika merasakan sedotan-sedotan kuat di puting susunya,.
    “HA Ha HA, do you like it babe ?? You must try this one”  negro berambut keriting menggesek-gesekkan kepala penisnya pada belahan vaginanya yang sudah basah karena cairan kewanitaanya yang membanjir,
    Kelly terperanjat kegelian ketika si negro berambut keriting mulai menggesekkan kepala penisnya pada belahan vaginanya. Penis itu terlihat kekar dengan urat-urat yang menghiasi batangnya yang hitam besar  itu. Setelah beberapa kali menggesek sambil menekan belahan vagina Kelly, dengan kuat batang penis si negro mulai membelah vagina gadis itu. Si negro memaksakan penisnya masuk merojok lubang vagina Kelly.
    “Its hurt….!! ARRRRRRHH..!! OWWWWWW….!!”
    Kelly melotot, ia mengerang keras merasakan rasa sakit yang mencekam di selangkangannya, sangat ngilu dan pedih, sakit, ketika penis si negro merengut kegadisannya dengan paksa, dua teman si negro yang duduk di sisi kanan dan kiri Kelly malah asik memilin-milin dan menarik-narik putting susu gadis itu sambil terkekeh mesum.
    “Whewww…YEAH!! YEAHHH….., tight little vagina…”
    Si negro semakin bersemangat mendengarkan pekikan kesakitan Kelly, dengan kuat ia memompakan batang kemaluannya, digenjot-genjotnya vagina Kelly yang memekik-mekik kewalahan menahan sodokan batang kemaluan si negro yang  hitam dan panjang, dalam waktu sekejap lingkar vagina Kelly terlihat memar kemerahan karena disodok-sodok dengan kasar dan liar oleh si negro.

    “Ohhh stop it..!!, Its hurttt , Ahhhhhhhhhhh!! Ahhhh..!! Hurt..!!!”
    Jeritan kesakitan Kelly malah jadi bahan tertawaan, si negro berambut keriting semakin bernafsu menyodok-nyodok belahan vagina Kelly. Penisnya semakin dalam menyodok kuat-kuat vagina gadis berambut pirang itu sampai ia melolong keras. Tubuh Kelly menggeliat-geliat kesakitan, keringat mengucur dengan deras meleleh membasahi tubuhnya yang putih mulus.
    “Feel it Bitch! Feel my strike…”
    Tubuh Kelly terguncang-guncang dengan keras, butir-butir keringat yang mengucur dengan deras membuat tubuhnya semakin basah, sedikit demi sedikit rasa sakit mulai terbasuh oleh kenikmatan yang tiada taranya ketika batang kemaluan si negro yang hitam, besar dan panjang menyodok-nyodok belahan vaginanya, setiap sodokan-sodokan liar si negro membuat Kelly mendesis dan mendesah kenikmatan. Tubuhnya tiba-tiba menegang, vaginanya terasa berdenyut-denyut dengan nikmat.
    “Ohhh, Ohhhh, Ohhhh, Yess, Ahhhhhhh……Crrrttt Crrrrttttt”
    Si negro mencabut batang kemaluannya, cairan putih kental meleleh bercampur dengan cairan berwarna kemerahan, darah keperawanan Kelly. Si negro berkumis tipis mengambil alih tubuh gadis berambut pirang itu yang masih terengah-engah mengambil nafas kemudian setelah meremas-remas buah dada gadis itu ia membalikkan tubuh Kelly. Si negro tersenyum nakal sambil mengelus dan meremas-remas buah pantat Kelly yang bulat padat. Si negro menempelkan dan menggesek-gesekkan batang penisnya pada sela-sela pantat Kelly.
    “Hold her, this chick is going to screammmm… he he he.” Si negro dengan kumis tipis mengambil posisi siap tempur, di belakang tubuh Kelly yang menungging.

    “NOOOOOO…!! NOT THERE….! ARHHHHHHHHH ! “
    Kelly direjang oleh si negro berambut keriting dan si gigi tongos. Kelly memohon-mohon ketika merasakan sesuatu yang hangat dan keras mulai mendesak kuat lubang anusnya.
    “HEggghhhh…..! Owhhhhhhhhhhhhhhh…….”
    Nafas Kelly tiba-tiba tertahan, matanya membeliak, mulutnya ternganga lebar kemudian mengeluh panjang, tubuhnya mengejang ketika sesuatu yang panjang dan besar terus merojok dengan paksa masuk ke dalam lubang anusnya, tubuhnya bergetar hebat menahan rasa sakit, lubang anusnya terasa panas perih dan sesak bukan main. Kelly mengerang keras-keras ketika si negro berkumis tipis mendesak-mendesakkan penisnya dalam-dalam, sampai selangkangannya bergesekan dengan buah pantatnya yang lembut dan halus. Si negro mulai memompa lubang anus Kelly dengan penisnya yang besar hitam dan panjang.
    “OWWWWW, WWWWWAHaaNGHHHH……”
    Tubuh Kelly terdorong maju mundur, tangan si negro mendekap kuat-kuat pinggul gadis itu kemudian dihantamnya kuat-kuat lubang anus Kelly sambil menarik-narik pinggulnya.
    “Oahhhh, Ahhhh, Arrrhhhh, Aaaaaaaaaaaaaaaaa…….”
    “Pull it ouuuutttttt, Its too hurttttt, Annnnnnnnnnnhhhhhhhhhhhhh……”
    “I’m dyingggg…… Errrhhhhhhhhhhhhh…..”
    “Just relax and enjoy it he he he….” Si negro mengayunkan batang kemaluannya dengan lebih liar dan brutal, si negro berkumis tipis tambah buas menyodomi lubang anus Kelly ketika mendengarkan erangan-erangan kerasnya. Ekspresi wajah Kelly tampak sangat menderita ketika batang kemaluan si negro menyodoki lubang anusnya.

    “Damn, your asshole is so tighhhtt, HEyaarrhhhhh “
    Si negro berseru keenakan sambil mengayun-ngayunkan batang kemaluannya kuat-kuat menyodok lubang anus Kelly. Diaduk-aduknya lubang anus gadis itu, dihujamkannya batang hitam yang besar dan panjang itu berkali-kali menyodomi lubang anus Kelly. Batang kemaluan yang hitam dan panjang itu bergerak keluar masuk semakin cepat, mirip seperti menumbuk padi hanya bedanya penis si negro sedang menumbuk lubang anus si gadis, tiba-tiba si negro menghujamkan batang kemaluannya sampai Kelly menjerit kecil.
    “Plokkkk…, Plokkkkk, Plokkkkk… Plokkkkkk”
    Sambil mendekap pinggul gadis itu si negro menjatuhkan dirinya ke belakang, kini Kelly berada di atas tubuh si negro, atau lebih tepatnya menduduki batang kemaluan si negro dengan lubang anusnya.
    “Ahhhh., Ahhhhhh, “
    Wajah Kelly terangkat keatas ketika merasakan batang kemaluan itu semakin dalam merojok lubang anusnya. Kelly menatap kebingungan ketika si negro bergigi tongos memposisikan dirinya mejepit tubuhnya sambil mencekal pergelangan kakinya dalam posisi mengangkang.
    “NOoooooooooo, AHHHHH…!!”
    Kelly baru mengerti ketika si gigi tongos menjejalkan batang kemaluannya dengan paksa pada belahan vaginanya. Dua batang penis yang hitam dan panjang kini menancap di lubang vagina dan lubang anusnya. Kelly menggeliat lemah, dua batang penis yang tertancap di lubang vagina dan anusnya seakan – akan sedang meyedot habis tenaganya.

    “Ahhhh., Ahhh, Ahhhhh, Ahhhh, “
    Mata Kelly mendelik-delik ketika dua batang kemaluan yang besar dan panjang itu bergerak liar menyodok-nyodok lubang vagina dan anusnya, ada rasa nikmat yang luar biasa di antara rasa sakit yang semakin lama semakin menghilang lenyap entah kemana bagaikan asap yang tertiup oleh hembusan angin kenikmatan. Tidak membutuhkan waktu lama bagi kedua negro itu untuk membenamkan Kelly ke dalam dunia yang penuh dengan kenikmatan, Wajah Kelly tampak semakin renyah ketika ia menengadahkan kepalanya keatas sambil mendesah-desah. Keringat membanjiri tubuh mulusnya, gadis pirang itu bagaikan sedang dipanggang diantara dua batang kayu yang hitam dan panas yang terus menjepit tubuhnya yang putih mulus. Jeritan-jeritan kenikmatan terdengar dari bibir gadis itu.
    “AHHHH, OAAAHHHH…. AHHHHHH….Yes, Ohhhhhh…!!Fuck Me, Fuck Meeee… Ahhhhh Yesss….!!”terdengar suara-suara menggairahkan dari bibir Kelly ketika kedua orang negro itu semakin kuat memacu penis mereka. Butiran keringat yang membanjiri tubuh Kelly mengucur dengan deras ketika kedua negro itu berebutan, semakin brutal, menyodok-nyodok lubang anus dan lubang vagina gadis cantik berambut pirang itu.
    “Cleppp.., Cleeppp…., Cleeepppp…”
    “Plepppp, Plepppp, Pleppppp……”
    Suara penis kedua orang negro itu terdengar keras ketika batang penis kedua orang negro itu bergerak menyentak-nyentak dengan kuat, menghempas menyodok kedua lubang Kelly yang semakin memar kemerahan, rintihan-rintihan lirih semakin sering berkumandang dari bibir seorang gadis pirang yang tengah diamuk nafsu birahi.

    Baca Juga Cerita Seks Pussycat’s Blackman Island 1 – Leah Dizon, Cute Slave

    “Heemmfffhhh Ahhhh..! Crrr Crrrrrrrr Crrrrr…..” tubuh Kelly terkulai lemas setelah berkali-kali kedua orang negro itu memaksanya untuk memanjat ke puncak klimaks, ia hanya dapat meringis-ringis ketika tiba-tiba kedua orang negro itu mempercepat sodokan-sodokannya
    “CROOOOTTTT……CROOOT”
    “KECROOTTTTTTTTT CRRRROOOOTTT”
    Belum juga Kelly sempat menarik nafas, si negro berambut keriting menyeret tubuh Kelly yang sudah mengap-mengap. Si negro duduk mengangkang diatas kursi sementara Kelly dipaksa bersujud di antara kedua kakinya yang mengangkang,.
    “What are you waiting for? Suck it!!” Si negro membentak Kelly dengan kasar kemudian menjejalkan batang penisnya kedalam mulutnya, sambil memegangi batang kemaluan si negro Kelly mengemut-ngemut penis itu, kepalanya bergerak naik turun berusaha mengoral penis si negro, lidahnya terjulur keluar membelit leher penis itu, dicuminya kepala penis itu dengan nafsu yang semakin lama semakin bergolak liar, entah kenapa ada sensasi tersendiri yang menggelitiki hati Kelly ketika ia mengocok-ngocok batang penis si negro yang besar dan panjang, menjilati dan menjelajahi batang hitam itu dengan lidahnya, mengecup-ngecup biji pelir si negro. Batang penis dan kepalanya yang besar hitam dan panjang. Dengan tidak sabaran si negro menarik tubuh Kelly kemudian memangku tubuh gadis pirang itu, dengan posisi duduk saling berhadapan, tentu saja bukan sembarangan memangku karena penis si negro kembali menyeruduk kemudian mulai membelah vagina Kelly yang peret dan seret.
    “Unnnhhhh, Ahhhhhhhhhhh…. ” wajah Kelly terangkat keatas sambil mendesah keras ketika tangan si negro menekan bokongnya untuk terus turun ke bawah.

    “OAHHH, Ouhhhhhhhh…. Ennnnhh Akkkkhhhh….” mulut Kelly kembali menceracau panjang, sesekali tubuhnya terperanjat seperti terkena sambaran halilintar ketika batang penis si negro yang besar menyodok-nyodok ke atas, tubuh Kelly tersentak-sentak ke atas dengan kuat, ketika sodokan demi sodokan penis si negro merojok-rojok belahan vaginanya.Tubuh Kelly yang kecil mungil tampak kontras ketika sedang terlompat-lompat ke atas di atas  tubuh si negro yang hitam dan besar.
    “YEAH Kelly, I know you can do it, C’mon Babe, ride my cock as wild As you can, That’s right babe, O YEAH KELLLYYYYYY…., C’mon girl YESSSHH” si negro sibuk memberi semangat, kedua tangannya memegangi pinggang Kelly kemudian membantu mengangkat-dan menarik tubuh gadis itu, sementara Kelly menghempas-hempaskan pinggulnya sambil merintih dan mendesah-desah.
    ”Ennnhhh, Ahhhhh Crrrr Crrrr Crrr, Owwwww. Hssshhhh” tiba-tiba Kelly menjerit kecil kemudian mendesis keras, gerakan-gerakan tubuhnya berhenti total, nafasnya tersendat-sendat ketika cairan kenikmatan itu kembali berdenyutan menenggelamkannya ke dalam lautan kenikmatan, tangan kiri si negro menekan punggung Kelly sementara kepalanya dibenamkan di antara belahan buah dada Kelly yang basah dan lembab.
    “Ohhhhhhhhhhhhhhh……” Kelly mendesah panjang ketika merasakan bibir tebal si negro mengecup-ngecup belahan dadanya, dan melumat-lumat lembut puncak payudaranya, untuk beberapa saat si negro menghentikan sodokan-sodokan kontolnya, diusap-usapnya bulatan buah dada gadis itu yang sudah basah karena lelehan-lelehan keringatnya yang mengucur deras, dengan gemas mulut si negro mencaplok puncak payudara gadis itu.

    “Enough girl….,,” si negro meremas-remas bongkahan buah pantat Kelly sambil sesekali menepuk-nepuknya agar ia melanjutkan gerakan-gerakannya, kali ini si negro lebih lembut, dibelainya rambut pirangnya yang indah kemudian dirayunya agar gadis itu kembali bersetubuh dengannya..
    “No more please….” Kelly meratap memohon
    “No more?? But I want more Babe, you are too sexy and hot…” si negro berbisik di telinga Kelly, kemudian mengangkat kedua tangan gadis itu ke atas, tangannya lalu terjulur mengusap-ngusap puncak payudara Kelly, menggerayangi dan meremas bongkahan susu si pirang yang bulat dan semakin kenyal. Kelly memejamkan matanya ketika si negro menjulurkan lidahnya untuk menjilati putting susunya, mulut si negro mencaplok kemudian mengemut putting susu yang berwarna pink kemerahan itu.
    “Ohhh, Essshhh, Ahhhh, Ahhhhhhh”
    Kelly semakin keras mendesah-desah, tubuh mungilnya yang putih mulus mulai ditindih oleh tubuh si negro yang besar dan hitam, kemudian dengan liar si negro menggeluti tubuh mungil Kelly yang putih mulus. Bibir tebal si negro mengecupi bibir gadis itu kemudian dikulumnya dengan ganas. Bibir Kelly tampak basah, air liurnya bercampur dengan air liur si negro, berkali-kali lidah si negro menjilati bibir Kelly yang sedikit merekah, mulut si negro semakin rakus mengenyot-ngenyot bibir Kelly, dihisap dan dilumat-lumat. Kelly menatap si negro dengan tatapan matanya yang sayu ketika telapak tangan si negro membelai rambut di kepalanya, tangan kiri Kelly menekan belakang kepala si negro sementara bibirnya mengejar bibir tebal si negro. Rayuan-rayuan dan bisikan-bisikan mesum sinegro kembali membangkitkan gairah gadis cantik itu.
    “Heeemm Ckkkk, Ckkk, Ckkkk. Ckhhh Emmmm” bibir si negro kembali melumat bibir Kelly.
    Kecupan – kecupan liarnya semakin turun ke leher, terus berhenti di belahan dada Kelly. Telapak tangannya perlahan-lahan meremas puncak payudara Kelly sampai ia mengeluh pelan, berkali-kali tangan si negro mencubiti putting susu gadis itu bergantian dari yang kiri ke kanan.

    “Annnhhh, Ahhhhh, Ahhhh, Ahhhh….”
    Sambil meremas-remas induk payudara Kelly, mulut si negro mengenyot-ngenyot puncak payudaranya, mulut si negro tampak kempot ketika menghisap kuat-kuat puncak payudara gadis itu. Tubuh Kelly menggelinjang ketika merasakan tekanan-tekanan kuat diwilayah intimnya, si negro kembali menjejalkan batang kemaluannya yang hitam besar dan panjang.
    “Arrrhhhh… Errrrhhhhh…ARHHHHH…..!!.”
    Si negro tampak senang mendengarkan erangan Kelly, ia tampak semakin bernafsu mendesak-desakkan selangkangannya, secara otomatis penis yang besar dan panjang itu merojok semakin dalam. Kelly semakin kuat mengerang ketika batang kemaluan si negro semakin dalam dan kuat mengocok-ngocok lubang vaginanya..
    “Oaaaahhhh, Akhhhhhhhh, Ahhhhhhhhh…. “
    Tubuh Kelly terguncang dengan kuat ketika si negro mulai membetot dan menyodokkan penisnya. Kelly mendesah sambil mengalungkan kedua tangannya ke leher si negro, kedua kakinya mengangkang pasrah menerima sodokan-sodokan si negro yang semakin liar, bahkan kini sesekali Kelly berusaha mengangkat-angkat pinggulnya menyongsong sodokan penis si negro, mulutnya ternganga lebar, OHHHHHHHHHHHH….!! Hanya kata-kata itu yang berkali-kali sempat meluncur dari bibirnya.
    “C’mon girl stand up “
    Si negro menarik tubuh Kelly kemudian berbaring di atas tanah berumput, Kelly mendesis ketika dirinya kembali menduduki penis yang besar dan panjang itu, tubuh gadis itu tersentak-sentak ke atas dengan kuat ketika si negro menyodokkan penisnya.
    “Unnnhh, Unngghhh, Ahhhh, Ahhhhhhh” desahan dan lenguhan Kelly mengundang dua orang negro lainnya untuk segera mendekat, si negro bergigi tongos mengambil posisi di belakang tubuhnya kemudian membenamkan kembali penisnya dengan kasar membongkar lubang anus Kelly, sementara yang satunya lagi menjejalkan batang kemaluannya ke dalam mulutnya.
    “Heemmmff, Emmmmh Emmmmh Emmmm”
    Tubuh Kelly menggigil hebat ketika dua batang penis itu kembali menyodoki lubang vagina dan anusnya, sementara mulutnya terisi penuh oleh penis si negro berkumis tipis yang terkadang menyesaki kerongkongannya, desahan dan rintihan lirih Kelly diselingi oleh geraman gemas ketiga orang negro yang sedang menggarapnya.
    “EMMMHHH, EMMMMMM…. MMMMMHHH….”ketiga orang negro itu semakin liar dan brutal menyetubuhi gadis cantik berambut pirang yang menggairahkan itu.

    *************************************
    Sementara itu di tempat lain,

    Seorang negro tengah mengintai mangsanya, dengan cekatan ia menerjang dan mencekal pergelangan tangan gadis berambut pirang itu,
    “Bukkk, Bukkkk, Bukkkkk…..”
    Si negro terjengkang terkena pukulan di ulu hati, tonjokan di pipi kanan, hantaman di hidungnya dan pukulan uppercut di dagunya, sebuah giginya terlempar jauh ke udara. Dengan cekatan gadis berambut pirang itu mengikat tangan si negro ke belakang dan menyeretnya ke balik semak-semak.
    ”Tulungggg, euyyy!!! Tulunggggg…..!! ” si negro berteriak-teriak keras.
    “Lhaaa…?? Bang Haji?!” seru Omas terheran-heran melihat negro itu ternyata Rhoma Irama yang sedang menyamar dengan memakai krim penghitam kulit dan bawahnya hanya memakai koteka saja.
    “Ehhhh, Omas…..??!! ” Rhoma yang kini giginya sudah ompong satu itu berseru terkejut, hidungnya mimisan karena ditonjok oleh Omas, the Boxing Lady. Omas cengengesan sambil melepaskan rambut pirangnya.
    “Mo ngapain Abang kesini, ?? Pake nyamar segala…” Omas menatap Rhoma dengan genit.
    “Yaa, kali aja gua kebagian…., Eh!?, Omas ?? itu dosa!!, dosaa.!! ” Rhoma berteriak kaget sambil meronta-ronta sekuat tenaga ketika tangan Omas menarik lepas koteka yang dikenakannya.
    “Dosa??? Istri abang-kan segudang, tambah istri satu lagi yang cantik dan bibirnya seksi kaya aye emang napa? Mumpung Abang di sini, sekalian aye mo liat king sizenya..” dengan kasar tangan Omas membetot king size yang selama ini selalu dibangga-banggakan pemiliknya, mulut Omas terbuka lebar dan Happppppppp……!!!
    “Ngahaaakkkk!,ADOWW!!!”
    “Waaa…aye juga mau dong punyanya Bang Haji!” tiba-tiba dari balik semak-semak muncul Mpok Atiek yang hanya memakai bikini.
    Tubuhnya yang sudah peot keriputan sana-sini membuat Rhoma semakin bergidik, apalagi setelah ia melucuti bikininya dan mendekatinya yang sedang ditindih Omas. Melihat wajah wanita itu saja sudah seram, apalagi kalau bugil begitu dengan payudaranya yang sudah kendor.
    “Jangan itu doossaa…wahhh… ABIS DAHHHH !! OAHH!” teriak Rhoma begitu Mpok Atiek menerkamnya dan mulai dikerubuti kedua wanita seram itu. Cerita Maya

    Sesuai dengan kata Bang Rhoma “ABIS DAHHH!!”
    Maka dengan terpaksa aku akhiri juga eps ke 2 ini ^^
    See next episode
    Thank’s for reading ^^
    To be continued.
    (PS : He He He., coba dikasih bumbunya kaya gini pas ngak  ^^)

    ———–
    Evelyn membaringkan tubuhnya yang kecapaian di sebuah lumbung padi, sementara di luar hujan gerimis mulai turun, Isabella Leong merangkak mendekati Evelyn yang sedang beristirahat, kedua matanya terpejam rapat, Isabella memperhatikan wajah Evelyn yang cantik dan imut, perlahan-lahan Isabella mengelus pipi Evelyn….
    ****************

  • Pussycat’s Blackman Island 1 – Leah Dizon, Cute Slave

    Pussycat’s Blackman Island 1 – Leah Dizon, Cute Slave


    169 views
    • Cerita ini hanyalah fiksi belaka
    • Intinya sich mencoba meracik, antara garam, gula, bawang putih, dan ½ sendok makan cuka, daging ikan tenggiri (Hmmm ? koq kaya resep masak ) & dikit actionnya John Rambo….
    • Bisa dibilang cerita ini sangat nggak masuk diakal (pisan & banget ^^), jadi jangan dipikirin terlalu keras yak, ya sejenis parodi yang bisa dibilang Scary Movie nya Kisahbb lah kira-kira.
    • Mungkin juga bakalan ada artis luar mau pun lokal yang ikut keculik.
    • Say no to rape & drug’s & crime in the real world !!! & tindakan – tindakan anarkis lainnya.

    Cerita Maya | Sebuah kapal terombang-ambing diamuk badai dasyat ditengah lautan, banyak gadis-gadis muda didalam kapal besar itu dalam keadaan terbius tidak sadarkan diri, sebuah kelompok organisasi penjualan wanita-wanita cantik dari Jepang dan China Mainland (pinjem vocabularynya Bos Shu), Western Country, dll,dsb, sedang menuju markasnya,
    “Dhuarrrr….!! Dhuarrrrr….!!! ” kilat menyambar bersahutan, sang nahkoda terlihat panik, Byurrrr… Byurrrrrr, Byurrrr Byurrrr suara ombak mengamuk membentur badan kapal.
    Di belakang kapal besar itu tampak seorang wanita tengah berenang, berjuang mengejar kapal sambil berteriak keras
    “Woiii, Gua juga ikutan diculik donggggg!!! terus digangbang!!! ” Omas berusaha mati-matian mengejar kapal besar itu.
    “Hahhhh ?? what is that ?? “
    “Dammmm, that thing is alive…!!”
    “Runnnnn….!! Hurrryyyyyyy……!!”
    Sang nahkoda langsung tancap ke gigi empat, trus “Brrrmmm… Brrmmmm” ,
    Whussssshhhhhh!!!, kapal besar itu langsung mengangkat roknya keatas dan melarikan diri, ternyata lumayan hebat juga jurus meringankan tubuh kapal besar itu.
    “Yahhh…!! dasar monyet luh semua!!! Gua ditinggal!! Coba kalo yang ngejarnya Asmirandah, Sandra Dewi ama Nikita Willy pasti ditungguin, ya udahlah !!! balik ke Indonesia aja!!!, Coba mana petanya…!!” Omas membuka peta kemudian menginjakkan kakinya ke Indonesia, nyampe deh di rumahnya. (Hahhhh ??!! semudah itu ? ) Cerita Maya

    “Brakkkkk…..!! ” terdengar suara benturan badan kapal, sang kapal yang berlari ketakutan karena dikejar Omas kini nyungsep, miring, kemungkinan sih akan tenggelam, entah nabrak apa tu kapal sangking takutnya “Kreketttt…., Kreketttttt”

    “Shitt,,,!! The ship is going to sink….”
    “We must leave the ship ,!!! “
    “How about the cargo ??? “
    “We can’t bring them all, “
    “Just safe yourself…!!! “
    “Bos , I can’t see !! “
    “Are you blind ???? “
    “No Bos, It’s the fog…”
    “I see,…. Ehmmm…, Of course,,,,” (keliatan pisan bodonya!!)
    Beberapa sekoci segera diturunkan dari pinggiran badan kapal, sekoci-sekoci kecil itu berjuang menjauhi kapal besar yang nungging, mirip seperti posisi doggy style. Setelah semalaman diguyur hujan lebat akhirnya setelah gelap terbitlah terang, perlahan-lahan para gadis muda yang cantik dan seksi mulai terbangun, dengan saling membantu mereka menuruni kapal yang masih tersungkur berlutut dengan hidung mencium pasir. Para gadis cantik itu berkumpul bergerombol ditepi pantai.
    Okey mulai menghitung, satu, dua, tiga, empatttt… limaaaaa….!!dll… dst…!! Hemmmm, banyak juga yakkk…., suit-Suit.

    Tiba-tiba terdengar teriakan dasyat memecah suara deburan ombak…
    “Ahhhhh…..!!, Girl!!!, sexy cute little girl’s ” Seorang Pria Negro tiba-tiba muncul dari balik pepohonan sambil  berteriak – teriak keras, batang kemaluannya yang besar dan panjang terayun-ayun kemudian mengeras, tangannya mengacung-ngacungkan kamus tebal Dictionary Inggris – Jepang, dan Inggris – Mandarin, dan buku tebal yang dibaca EeYeDe (Ejaan Yang Diragukan) dari Negara Antah Berantah yang selalu menindas rakyat-rakyatnya dengan pajak yang berjibun, negara selalu berteriak – teriak mengencangkan ikat pinggang, prihatin, dll , padahal rakyat sudah lebih hemat mengikat leher mereka sampai tercekik, entah negara mana itu ??? Para gadis cantik yang sedang berkumpul di pesisir pantai berteriak terkejut kemudian berlari berhamburan, apalagi ketika melihat semakin banyak tubuh-tubuh hitam besar yang bersembulan dari balik pepohonan. Sebuah pulau yang dihuni oleh para pria negro dengan tubuh khas mereka yang seperti raksasa, tinggi, besar, hitam, dengan benda berukuran waw !! diselangkangan mereka, Celaka!!!!, tampaknya kapal itu terdampar di Blackman Island. Para gadis yang cantik dan sexy harus menghindari kejaran-kejaran para pria negro yang hendak menangkap mereka dengan memakai berbagai macam alat, mulai dari jaring, lasso, sumpit berhulu ledak obat bius, dll..
    ”Damn, Unnhhh… who shoot me…!!.” seorang negro berteriak, kemudian jatuh tidak sadarkan diri ketika temannya gugup melihat seorang gadis cantik berlari di depan wajahnya dan terbatuk-batuk ketika akan meniupkan sumpitnya kenapa yak? Pantesan, ternyata rok si gadis cantik itu tersibak ke atas tertiup angin pantai dan menampakkan sesuatu yang membuatnya terbatuk-batuk.

    Hiruk pikuk berhenti setelah beberapa saat yang rada – rada lama, Hmmm, kening para negro mengernyit, nggak ada satupun sumpitan obat bius mereka yang kena sasaran, semuanya meleset, malahan beberapa teman mereka menjadi korban…, tertangkap jaring, terjerat tali lasso, bahkan pingsan terkena sumpit berhulu ledak obat bius yang salah sasaran. Hhhhhhhhhh, kebanyakan mereka menghela nafas panjang, (nggak mungkin jeruk harus makan jeruk, walaupun banyak jeruk pingsan dalam berbagai posisi), akhirnya dibentuklah grup-grup negro beranggotakan 2-5/lebih orang, untuk melakukan pengejaran terhadap gadis-gadis cantik yang sudah tersebar entah kemana.
    “So, where…. ” seorang negro bertanya pada temannya…
    “Pssstttt…..shut up!! I see something,…..” Temannya berbisik, sambil melirikkan matanya kesuatu tempat…sebuah tong tempat menampung air hujan,
    “Is she cute ?”
    “Yeahh,,, “
    Kedua orang negro itu mundur dengan teratur mendekati tong besar itu,
    “Haaa…” terdengar suara nafas tertahan dari dalam tong besar, seorang gadis tampak ketakutan bersembunyi di dalamnya, ia menengadahkan kepalanya keatas menatap dua orang negro yang tersenyum ke arahnya, hanya terlihat giginya saja yang putih, senyum Pepsodent.
    Si gadis menghela nafas panjang ketika kedua pria negro itu menutupkan handuk besar di atas tong itu sehingga dirinya dapat bersembunyi dengan lebih aman. Pesisir pantai itu mendadak menjadi sepi, THE HUNT IS BEGIN.

    “Cegluk…,”cegluk” dua orang negro itu saling berpandangan, kemudian berjalan melangkahkan kaki mereka untuk membuka parsel lezat yang berada di dalam tong, Nyum, Nyummm….,!!
    “Arigato…., ” seorang gadis cantik berterimakasih pada kedua tuan penyelamat dirinya.
    “Ha…ha…., Arigato too….,Arigato toooo” si gadis terkejut ketika dirinya langsung ditarik keluar dari dalam tong besar itu.
    Si negro cengar-cengir dan cengengesan, wajah mereka membuat si gadis takut, semakin takut, aduh, bilang apa yak, kayaknya pake bahasa Jepang deh, trus si negro pake bahasa Inggris dan yang satunya lagi pake bahasa Aborigin, Hmmm, sulit….!! Ting Tong, tiba-tiba ada ide muncul di kepala penulis yang sedang menggaruk-garuk kepalanya berusaha mencari ide….,^^
    “Penerjemahhhhhhhh….!!! Panggil penerjemahnya ke sini…..!!! Nggak ngerti gueeeee…..!! Ini cewe bilang apa sihh!! ” si negro berteriak-teriak stress.
    “Iya…, bilangnya Iee !! Ieeee!!!, begitu disamperin malah nolakkkk !!!” Si negro yang satunya lagi uring-uringan (Red : beda banget antara Iee, sama Iaa)
    “Lha ?? koq…, bisa ??” Tiba-tiba si negro bengong, sang penerjemah sudah hadir sambil memegang setumpukan dictionary, dan langsung membagikan scenario cerita dalam bahasa EYeeDee yang kemudian disebar ke seluruh penjuru pulau.
    “Jangan, Jangannnn….” gadis cantik itu memohon-mohon.
    Kedua orang negro itu cengar-cengir, nah kalo gini baru ngerti
    “Ntar’ lagi , langsung diterjemahkan , udah ah nggak pake lama , terusin dulu nehhhh….!! Inget diterjemahkannya dalam bahasa Inggrisnya dikit aja yakkk, terus EeYeDe dibanyakin, paya kagak susah, kudu buka-buka kamus segala…., kasihan kan mupenger’s yang baca kalo kebanyakan bahasa asing…, bukannya mupeng, ntar pada sibuk cari artinya di kamus !!! ” si negro ngomel panjang lebar.
    (Red : Lebih kasihan lagi nasib yang nulis cerita, kebayangkan kalo ce-nya dari Korea, terus Jepang, terus Taiwan, terus Rusia, Perancis, Belanda, Moscow, Cuba, Thailand , dll WAKKKSSS, T_T)

    Leah Dizon

    Si gadis terus bersurut mundur, kedua orang negro itu mengurungnya dari depan dan belakang, kemudian mereka sama-sama menerkam si gadis yang ketakutan.
    “AWWWWW….. !!” gadis cantik itu menghindari terkaman si negro dan hasilnya sangat hebat kedua orang negro itu saling memeluk secara tidak segaja dan bagaikan besi magnet yang ditolakkan keduanya melompat ke belakang, sambil menutupi selangkangan mereka yang tidak sengaja sempat berperang dan saling menusuk, mirip banget seperti orang sedang main anggar (itulah akibatnya kalau Zorro perang dengan Zorro).
    “Heyyyy!!! Catch herrrr….!! ” si negro buru buru mengejar gadis cantik itu. Si cantik melompat, menghindari terkaman-terkaman macan buas yang mengejarnya, hitam dan besar.
    “Lepaskan keparattt….!! “gadis itu meronta ketika salah seorang dari kedua orang negro itu berhasil menerkam tubuhnya.
    “Bajingan….!! Awww, Lepaskannnnn….!! “
    Boris dan Nico, kedua negro itu, terkekeh – kekeh tangan mereka menggerayangi tubuh gadis itu yang ternyata adalah Leah Dizon, si model sexy blasteran yang ternama itu. Leah berusaha mati-matian mempertahankan pakaiannya sedangkan kedua orang negro itu berusaha melucuti pakaiannya.
    “Aduhhhh….”
    Leah mengaduh ketika Boris memiting tangannya ke belakang, berkali-kali kedua orang negro itu melucuti pakaiannya sampai akhirnya tubuh Leah yang mulus terekspose dengan bebas tanpa selembar benangpun menutupi tubuhnya, Nico tersenyum sambil meraba tonjolan buah dada gadis itu, tubuh Leah terperanjat ketika merasakan telapak tangan Nico meremas buah dadaya.

    Leah berusaha melawan ketika dirinya ditelentangkan diatas magic air bed dibawah pohon kelapa, kedua tangannya dipaksa terentang keatas, Nico dan Boris menangis sesegukan sambil menatap gundukan payudaranya. Bergantian mereka menundukkan wajah mereka mengecupi payudara gadis itu yang semakin membuntal padat. Boris dan Nico tampaknya tidak menggubris cacian dan makian kasar Leah.
    “AHHHH……”tubuh Leah Dizon menggigil hebat ketika merasakan mulut Boris mengenyot puncak payudaranya sebelah kanan, gadis itu kembali memekik ketika merasakan mulut Nico menyusul mengenyoti puncak payudaranya sebelah kiri. Perlawanan Leah semakin melemah, sedikit demi sedikit dirinya mulai terangsang.
    “Hassshhhh, Hssshhhhh, Ahhhh……..”
    Leah hanya dapat mendesah dan mendesis pelan ketika tubuhnya digeluti dengan liar oleh Boris dan Nico. Kedua orang negro itu bagaikan dua ekor binatang buas yang kelaparan. Boris menjulurkan lidahnya kemudian menjilat-jilat memutari bulatan payudara Leah, diciuminya putting Leah sebelum akhirnya mulutnya mencaplok dan melumat payudara itu. Boris menangis sesegukan sambil menciumi bulatan payudara Leah, tangannya menggengam induk payudara Leah kemudian meremasnya dengan lembut.
    “Lha, koq loe nangis sich….??” Nico bertanya keheranan
    “Gua terharu, seumur – umur baru kali ini gua nyentuh susu yang asli “
    Nico jadi ikut menangis, berkali-kali tangannya memilin-milin putting susu Leah yang menjerit, mencaci dan memaki kedua orang negro itu.

    Nico memaksa merenggangkan kedua kaki Leah Dizon lebar-lebar., kecupan-kecupan Nico semakin naik keatas kearah selangkangan Leah yang terkangkang lebar.
    “Ja. Jangannn..!!, Aahhhhhh…..!!”
    Tubuh Leah menggelepar merasakan lidah Nico mengulas bibir vaginanya, gadis itu mencoba untuk berontak namun Boris menindih tubuhnya dari samping sambil mengulum bibirnya.
    “Hmmmffff…., Emmhhhh, Mmmmhhhh…, Afffhhh Tidakkkkkhhhm…..”
    Berkali-kali bibir tebal Boris menyumpal bibir mungil Leah, ia tidak mempedulikan penolakan gadis itu, dihisapnya bibir gadis itu dan diemut-emutnya sampai air liur Leah nyaris mengering. Tangan Boris menjambak rambut Leah untuk membatasi gerakan kepala gadis itu. Lidah Nico mencolek belahan bibir vaginanya,
    “Aduh…., memeknya wangi amat sich…”mulut Nico berdecakan mengecap cairan vagina Leah, Nico menekan pinggiran bibir vagina Leah sampai belahan vaginanya sedikit merekah, menampakkan isinya yang berwarna kemerahan.
    Mata Nico berbinar-binar menatap daging kelentit gadis itu, lidahnya terjulur meruncing keluar kemudian tiba-tiba menusuk klitoris Leah.
    “AUHHHHHHHHHHHHH……!! ” Leah Dizon terperangah merasakan lidah Nico menusuki daging klitorisnya, tubuh gadis itu mengejang ketika merasakan mulut Nico mencaplok dan melumati cairan vaginanya yang semakin membanjir. Nico membenamkan hidungnya di selangkangan Leah, dihirupnya aroma harum yang membuat gairahnya semakin meledak-ledak, diemutinya bibir vagina Leah kemudian disedotnya kuat-kuat vagina gadis itu sampai tubuhnya berkelojotan dan
    “Uhhhhh….?? Crrr Crrrr Crrrr….”nafas Leah tertahan sesaat ketika merasakan lubang vaginanya berdenyut-denyut dengan kuat menyemprotkan cairan klimaksnya.

    “Ehhh, dari mana loe tau namanya Leah??” tiba-tiba Boris melepaskan kuluman bibirnya dari bibir gadis itu, Leah buru-buru menarik nafas sebanyak-banyaknya.
    “Yaaa, kan judul cerita ini Pussycat’s, Blackman Island Eps 1 – Leah Dizon, nah pasti cewe cantik ini yang namanya Leah Dizon” Nico tersenyum lebar, sedangkan Boris menatap wajah Leah sebelum kembali mengecupi bibir Leah, berkali-kali lidah Boris terjulur keluar menjilati bibir gadis itu, kemudian mengulum dan melumatinya.
    “Tidakkkkkkk…..!! ” Leah tiba-tiba berontak ketika merasakan sesuatu hendak memaksa memasuki jepitan lubang vaginanya, Boris menekan kedua bahu gadis itu, sedangkan Nico berusaha keras menjejal-jejalkan kepala kemaluannya, Kepala penis Nico tampak kesulitan menyusup ke dalam jepitan belahan vagina Leah, lumayan lama Nico.berkutat berusaha meloloskan kepala kemaluannya, akhirnya perjuangan beratnya membuahkan hasil yang menggembirakan, dengan sekali sodokan yang kuat kepala penis Nico akhirnya berhasil membenamkan dirinya.
    “UNHNNNGGGHHHH….!! ” Leah mengeluh merasakan lubang vaginanya dipaksa melar, kepala kemaluan Nico menyesaki lubang vaginanya, Leah Dizon memohon agar Nico mencabut batang kemaluannya.
    “Enak aja minta dicabut….!! Mau masuk kepalanya doang aja, setengah mampus…!!Aduhhhh, sempit amat sich “Nico membentak ketus, si negro tidak menyadari kalau batang kemaluannya-lah yang terlalu besar.
    “AHHHHHHHHHHH…..!! ” Leah Dizon terperanjat ketika si negro menekankan batang kemaluannya,

    Baca Juga Cerita Seks Arabian Madness 5: Rescue Team XXX

    Gadis itu menjerit-jerit keras merasakan batang kemaluan si negro merobek – robek kegadisannya, Nico menyentak-nyentakkan batang kemaluannya, setiap tusukannya begitu bertenaga dan liar “AWWWWW…., AWWWWW, SAKITTTTT, ADUHHHHH, OWWWWW…!! “
    Nafas Leah terengah-engah, nafasnya memburu, sebatang penis yang besar dan panjang kini tertancap di lubang vaginanya yang mungil, Nico tersenyum ia mulai membetot kasar batang kemaluannya kemudian dijebloskannya sekaligus sedalam-dalamnya, berulang-kali Leah Dizon melolong keras “OWWWWHHHHHH…..!!OWWWW,,, AWWWHHHHHHH Ampunn, Ampunnnn, OHHHHHHHHHHHHH…”
    “YEAHHH!!, Feel so good,…!! ” Nico semakin keranjingan membetot dan menyodokkan batang kemaluannya, tubuh Leah tersentak-sentak ketika Nico menyodokkkan batang kemaluannya dengan kasar.
    Leah menatap batang kemaluan Boris yang terjulur mendekati mulutnya, Leah mengerti apa yang diinginkan oleh Boris, perlahan-lahan Leah membuka mulutnya melebar, lidahnya terjulur keluar menjilati batang kemaluan si negro yang hitam, besar dan panjang.
    “Good Girllll….YEAHHH, lick it babe, Ooooo Yeahhhh!! ” Boris mengelusi kepala Leah, ia tertawa ngakak sambil mengangkangi kepala gadis itu.
    “Hekkksss,,, Emmmrrrrhhhhhh…..” Leah mengerang keras ketika merasakan batang kemaluan Boris mendesak kerongkongannya, gerakan lidah Leah yang berusaha mati-matian menahan laju batang kemaluan si negro justru membuahkan rasa nikmat tersendiri bagi Boris, sementara batang kemaluan Nico terus menyodoki lubang vaginanya dengan gencar sampai tubuh gadis itu terguncang-guncang dengan hebat.
    “Henhhh, Enngghhh Huuhhh….” Leah langsung mengambil nafas sebanyak-banyaknya ketika Boris memberi kesempatan padanya untuk mengambil nafas, kedua tangan Leah langsung menyambar batang kemaluan Boris kemudian mengocok-ngocoknya, dengan begitu barulah leah dapat mencegah keinginan Boris untuk kembali membenamkan batang kemaluannya ke dalam mulutnya.

    Bibir Leah mengecupi kepala kemaluan Boris, kemudian memangut dan melumat kepala kemaluan si negro yang semakin  basah kuyup terbasuh air liurnya. Leah menjulurkan lidahnya keluar menjilat-jilat bulatan kepala penis Boris yang besar, dimasukkannya kepala penis yang besar itu ke dalam mulutnya, sambil mengocok-ngocok batangnya, mulut Leah mengemut-ngemut kepala penis Boris yang terkekeh-kekeh keenakan.
    “Yaaa, ampunnn, Leahhhhh, sepongan kamu emang yahud dehhhh, C’mon babe, suck it harderrr, Yeahhhhh, Just like that…, Oooo yeahhh….” Boris berkacak pinggang sambil menyodorkan kemaluannya pada Leah Dizon yang sibuk melakukan service terbaiknya.
    “Yahhhh, Leahhh, loe bucat lagiii…!!., Cepet amat ??!!.Enak ya gua entot ?? ,HE HE HE “Nico mengejek Leah Dizon yang berulang-ulang ditaklukkan-nya dengan mudah.
    “Minggir Bro, gentian, gua juga pengen ngentotin Si Leah…” Boris mulai nggak sabar menanti giliran.
    “Waduhhh, sabar dongggg, !! Gua belon keluar nihhhh…!!.” Nico protes karena belum mencetak gol sama sekali, si negro semakin kuat menghentak-hentakkan batang kemaluannya.
    “Harderr, HARDERRRRRR !!! ” Boris berteriak memberi semangat
    “WHOAA SPONTAN MEMANG HUHUI !, KECROOOOOTTTT , Crooottttt…” Nico membenamkan batang kemaluannya dalam-dalam, air maninya muncrat menyemprot berkali-kali dalam kedutan-kedutan yang teras nikmat.

    Boris membasuh vagina Leah yang becek dengan air kelapa sampai bersih, dibasuhnya tubuh Leah dengan kucuran air tersebut, gadis itu menatap Boris yang terkekeh-kekeh memandikan tubuhnya dengan air kelapa muda. Tubuh Leah terlalu lemas untuk melawan ketika Boris membalikkan tubuhnya dan menarik pinggulnya agar menungging. Boris tersenyum sambil menempelkan kepala kemaluannya pada lubang anusnya yang mengkerut, ketika kepala penis si negro menekan berusaha menyodominya.
    “Ohhhh…, Enghekkkk…” mata Leah melotot, ketika lubang anusnya dijebol oleh kepala penis Boris, pedih, panas dan ngilu rasanya.
    Tubuh gadis itu menggigil hebat ketika Boris semakin dalam membenamkan batang kemaluannya yang besar dan panjang.
    “Anjrittt…..!! YEAHHH, tight little asshole, HA HA HA ” Boris menyentak-nyentakan batang kemaluannya, diaduk-aduknya lubang anus Leah dan digenjot-genjotnya kuat-kuat sehingga Leah mengerang kesakitan ketika si negro menggenjoti lubang duburnya.
    “Unnnnhh, Unnnggghhh….Akkhhhhh!!”
    “Plokkkk… Plokkkk… Plokkkkkk…. Plokkkkkk…….” Suara benturan buah pantat terdengar semakin keras, tusukan-tusukan batang kemaluan Boris membuat tubuh Leah tersungkur-sungkur ke depan.
    “Ahhhhh, Ahhhhh,, Ahhhhhhhhhhhh…,,,” Leah mendesah-desah panjang ketika merasakan lubang anusnya disodoki oleh Boris, berulang kali gadis itu mengerang keras ketika Boris semakin cepat memacu batang kemaluannya menyodominya.
    “Do you like it babe? ” Boris bertanya sambil meremas pinggul Leah, tangannya mencekal pergelangan tangan Leah kemudian setelah menarik kedua tangan gadis itu ke belakang, si negro mempercepat sodokan-sodokan batang kemaluannya yang hitam, besar dan panjang itu. Nico terenyum lebar, batang kemaluannya kembali memberikan respon positif, terangguk-angguk kemudian perlahan-lahan kembali mengeras,

    “Hoommmmfffhhhh…!” mulut Leah disumpal oleh penis Nico.
    Pada saat Boris menghujamkan batang kemaluannya, Nico juga menyentakkan penisnya ke depan, berkali-kali mata Leah mendelik merasakan batang kemaluan Nico berselancar di kerongkongannya.
    “Jangan,, tolongggg….,,,uhuk.. uhukkkk ” Leah memohon memelas ketika Nico mencabut penis besar itu dari mulutnya, ia terbatuk-batuk, nafasnya terasa berat dan sesak.
    Nico terkekeh sambil kembali menjejalkan batang kemaluannya kembali, si negro mendeepthoatnya habis-habisan, sampai Leah menangis tanpa daya. Boris mencekal pinggang Leah, kemudian menarik tubuh gadis itu agar berdiri, sementara Nico mencekal pergelangan kaki Leah dan mengangkangkannya lebar-lebar.
    “Jrebbbb…. !! Auhhhhh…! ” Leah berpegangan kuat-kuat pada bahu Nico ketika merasakan Nico menancapkan batang kemaluannya dengan kasar. Nico memegangi pinggang Leah sedangkan Boris kini memegangi tungkai lututnya sebelah bawah.
    “AWWWWW…… ! ” Leah menjerit kecil ketika tiba-tiba merasakan dua batang penis itu mulai bergerak menyodok-nyodok lubang vagina dan lubang anusnya
    Tubuh Leah terjepit diantara tubuh Boris dan tubuh Nico yang hitam besar, kedua orang negro itu terkekeh sambil terus mendesak-desakkan batang kemaluan mereka menyodoki lubang anus dan lubang vagina gadis itu.
    “AHHH… AHHHHH……! ” Leah Dizon menjerit keenakan ketika Boris dan Nico berlomba mengocoki kedua lubangnya, ia mendesah, wajahnya menyinarkan ekspresi kepuasan yang luar biasa.

    “Ennnhhh,, Borissss,,, Ennnhhhhh Nicooo…!! Owwww.” telapak tangan Leah mengusap keringat yang membasahi kepala si negro yang botak.
    “Hungghh… Cruuuutttt……” tubuh Leah mengejang, kemudian perlahan-lahan terkulai lemas, Nico dan Boris masih sibuk menyodok-nyodokkan batang kemaluan mereka, sementara Leah berusaha mengumpulkan tenaganya kembali, persetubuhan sex interracial bersama kedua orang negro itu terasa semakin mengasikkan.
    Nico dan Boris melepaskan tubuh Leah ketika gadis itu menggeliat berusaha melepaskan diri, Leah bersujud di hadapan Nico dan Boris, kedua tangannya menggenggam batang penis kedua orang negro itu.
    “Damnnn….!! O YEAHHH, Leahhhh…” Nico berseru keenakan, ia menyodorkan kemaluannya kedepan ketika merasakan mulut Leah mencaplok kemaluannya, sambil mengoral batang kemaluan Nico tangan Leah mengocok-ngocok batang kemaluan Boris.
    Boris menarik batang kemaluannya dari tangan Leah, kemudian ia berlutut di belakang tubuhnya, diangkatnya pinggul Leah agar sedikit menungging dan “JREBBBBBBBBBBB……..”
    “OAHHHHH…, Owwwww, Yessss…!! Hshhssh” Leah mendesis keenakan, kemudian kembali  melumati dan menjilati batang kemaluan Nico.
    Boris menyodoki lubang vagina Leah dari belakang sedangkan Leah berkali-kali menghempaskan  pinggulnya kebelakang menyambut sodokan-sodokan Boris yang semakin liar. Tangan Boris merayap kedepan menggerayangi buah dada Leah, diremas-remasnya sambil sesekali mencubit puttingnya, dipilin-pilinnya putting sehingga semakin mengeras dan meruncing.

    “Ohh, Fuck me Boris..!! Fuck me” Leah menjerit liar
    “Of course Leah.., !! Like this Babe ??” Tangan Boris mendekap pinggul Leah kemudian ia mengocokkan batang kemaluannya mengocoki jepitan lubang vagina Leah yang seret..
    “Plokkk!! Plokkkk,…!! Plokkkkk,,!! Plokkkkk..!!”
    Gerakan Boris semakin liar, cepat dan kuat, jeritan-jeritan liar Leah memecah keheningan pantai, Boris menggeram gemas sambil menyodok-nyodokkan batang kemaluannya dengan semakin kasar, batang kemaluannya yang hitam, besar dan panjang itu terkadang tertekuk ketika menyodoki lubang vagina Leah yang sempit dan peret.  Nico mengatur posisi Leah, kini Leah mengangkangi Boris yang tertidur terlentang
    “Ohhhhhhhhhhhhh ” kepala Leah terangkat ke atas ketika batang kemaluan Boris kembali membelah lubang vaginanya, ia menengok ke belakang ketika merasakan sesuatu menggesek-gesek belahan pantatnya.
    “Unnnggghhhh….. ” Leah mengeluh panjang kemudian memekik kecil ketika Nico menghentakkan batang kemaluannya kuat-kuat, dua batang penis yang hitam dan panjang kembali tertancap dengan kokoh mengait lubang vagina dan lubang anusnya.
    “Ahhhh, Ahhhhh, Ahhhhh…,, Errrhhh, Arrrrhhhhhhh” Leah kembali mendesah, dan mengerang, rintihan dan erangannya malah membuat kedua orang negro itu semakin bernafsu menyodoki kedua lubangnya yang mulai memar kemerahan akibat digasak dengan kasar dan brutal. Cerita Maya

    “Awwwh… Eshhhhtt,, Esssshhhh, Crrr Crrrr…”
    Dua batang kemaluan yang hitam panjang itu terus merojoki vagina dan anus Leah, semakin kuat dan kencang.
    “ARrrrhhhh… Kecrotttt….”
    “Hungggh Crrroooootttt…..”
    Suasana pantai yang tadinya terusik kini kembali tenang, Boris dan Nico membaringkan tubuh mereka disamping tubuh Leah, Boris disebelah kanan sedangkan Nico disebelah kiri. Leah Dizon berbaring kecapaian sehabis digempur oleh kedua orang negro itu. Tangan Nico dan Boris menggerayangi tubuh Leah yang terlentang dengan kedua kakinya yang sedikit tertekuk mengangkang. Sesekali Nico dan Boris menundukkan kepala mereka untuk mengenyot puncak payudara Leah dan memainkan puttingnya dengan lidah mereka. Berkali-kali tangan Boris dan Nico mengusapi dan meremas selangkangan gadis itu.

    Next on Pussycat’s
    ————————————————
    Seorang pria negro tengah mengintai mangsanya,
    Dengan mengendap-ngendap si negro mendekati korbannya, tangannya menyambar pergelangan tangan gadis cantik berambut pirang itu namun.
    “Bukkk.., Bukkkk, Bukkkk ”
    Tubuh besar itu terjengkang terkena tonjokan keras di ulu hatinya, tonjokan keras dimulutnya dan pukulan uppercut di dagunya, sebuah giginya terlempar jauh ke udara.

  • Arabian Madness 5: Rescue Team XXX

    Arabian Madness 5: Rescue Team XXX


    177 views
    • Cerita ini hanyalah fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama/ kejadian/ peristiwa maka itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
    • Warning…!! BACAAN KHUSUS DEWASA!!, (bukan untuk anak dibawah umur,) alias Adult Only…!! ^_^, Read for your own risk’s & isi cerita yang berisi adengan kekerasan dan pemerkosaan samasekali bukan untuk dipraktekkan didunia nyata.(samasekali tidak patut & tidak terpuji untuk ditiru…!!)
    • Mkasih buat Bos Shu yang sudah meluangkan waktu selama ini buat mengedit, menelaah, menimbang dan memutuskan untuk memposting cerita-ceritaku.
    • Mkasih buat seseorang yang sudah membantu mengedit cerita-ceritaku ^_^, ( Y^_^Y)
    • Nggak lupa, makasih juga buat mupenger’s yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca & memberi masukan-masukan yang membangun, selama ini, Thank;s u All ^_^
    • Say NO To RAPE ,DRUG’S & Crime’s & Terorism in The Real World.
    • Satu lagi juga ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain di KBB, Telur Rebus n Arsip Gue.

    ####################

    Keiko Kitagawa

    Cerita Maya | Hutan lebat itu menyembunyikan apa yang tengah terjadi di dalamnya, seorang gadis berwajah cantik jelita berlari ketakutan dikejar sekelompok prajurit berpakaian loreng-loreng. Ia terus berlari hingga mendengar suara air terjun dari kejauhan. Keiko terus berusaha berlari sekencang mungkin hingga suatu saat tubuhnya tersentak ke belakang, pergelangan tangannya terasa nyeri disambar oleh tangan kekar seorang prajurit berambut pirang. Keiko berontak dan terus berontak. tiba-tiba Keiko menggigit lengan si pirang bergigi ompong.

    “Plakkk.!!, You BITCH…”

    James menampar sambil memaki Keiko Kitagawa.

    “Soldier, we’ve job to do…”

    Seorang berwajah seram berkulit hitam mencegah penganiayaan lebih lanjut, rambut si negro memutih dimakan usia, wajahnya yang keriput tampak dingin tanpa ekspresi.

    “Sorry Sir, I lost my temper…”

    “Wo-ho-HOO, she is hot, prepare your dick!”

    Tom menceracau sambil mendelikkan matanya, ia terpana oleh kecantikan dan kemulusan tubuh Keiko. Sesuatu milik si negro menggembung di bagian selangkangan.

    “Sirr…??”

    “I mean prepare her to fuck, errr, plane…,you know what I mean!! Back to the plane…!! ASAP…!!” si negro berteriak nyaring ngak karuan mirip orang pikun keinjek onta.

    “Yes Sirr…!! But, errr, the plane is over there!“ jari telunjuk Steve menunjuk ke atas langit, Tom menegadahkan wajahnya ke atas, dengan tegas Tom mendelik, ia membentak Steve.

    “You don’t have to tell MEE..!! Understoodddd..SOLDIERRR…!!”

    Bibir Tom yang tebal manyun, matanya beringas memandangi para prajurit yang ketakutan. Tom The Killer, begitulah anak buahnya menjuluki Tom seorang negro tua bertubuh kekar, berambut cepak, tegas, tidak pandang bulu, kecuali bulu jembut milik Keiko, mata Tom yang beringas tiba-tiba mengerling mesum ke arah gadis itu.

    Cegluk-cegluk, ahem-ahemm, Tom naksir berat sedangkan Keiko eneg berat, dengan tegas Tom memerintahkan Para prajuritnya untuk mengintai dengan mengikuti jejak kaki Keiko sedangkan ia sendiri yang akan menginterogasi gadis itu. Keiko merinding ketika wajah bercodet itu mendekat, dengan teliti Tom mulai menginterogasi Keiko, ia mencegat langkah Keiko yang hendak menghindar kemudian mendesakkan tubuh Keiko pada sebuah dahan pohon. Cerita Maya

    “Katakan siapa namamu..!!”

    “Keiko…”

    “Keiko siapaaaa ?? Tukang sayur ??, Tukang pijit ??ato Tukang Jamu ?? Jawab yang jelas….!! ”

    Tom mulai meradang akibat nafsu yang meledak-ledak.

    “Keiko Kitagawa…”

    “Ohh, Keiko Kitagawa toh, profesi?”

    “Actress…”

    “Hemm begitu ya, ukuran bra??”

    “Hhhhhhhhhh…!! “

    Keiko mendengus kesal ia tidak menjawab pertanyaan Tom yang mulai melecehkannya. Tom juga ikut mendengus keras menahan nafsu yang menggelegak, diborgolnya tangan gadis cantik itu ke belakang dan didudukkannya Keiko di atas sebuah batu besar.

    “Come here baby…, just sit here…. He he he”

    “Brekkk.. Brettttt… Brekkkk”

    Dengan kasar tangan si negro merobek-robek baju dan merengut bra Keiko

    “Heiii,!! HENTIKAN, BRETTT BRETTT…!HENTIKAN!!Awwww…!!”

    “Wo-Ho Ho, I love nipples…!!” si negro mencubit puting Keiko kemudian menampar-nampar buah dadanya.

    “auhhh…,n-noo, ahhhhh”

    Keiko meronta, jemari si negro semakin lincah mencubit-cubit putting susunya. Tom the killer tampak ahli saat ia memilin dan melinting-linting putting susu Keiko yang berwarna coklat kemerahan, ia menyeringai saat jari tengah dan jempolnya mencepit kemudian menarik-narik puting susu Keiko yang mengeras karena terangsang.

    “I see, your nipples getting hard , slckk ckkk slckkkk….Hummmm, Umh”

    Ujung lidah si negro menari melingkari ujung putting susu Keiko yang mengeras, mulutnya terbuka lebar kemudian mencaplok puncak payudara gadis itu, NYOTTTTT….!! Dengan kuat si negro mengenyoti puncak payudara Keiko sebelah kanan.

    “Noo, please.., s-stop it..akkhh”

    Keiko menarik-narik punggungnya ke belakang agar hisapan mulut si negro terlepas dari puncak payudaranya, kedua tangan Tom menjepit pinggang Keiko yang ramping, posisi tubuh keiko agak menjengking ke belakang dengan mulut Tom yang menempel kuat di puncak payudaranya.

    “Haummm, Mummhhh, Ummmhhh, NYOTTTT.. NYOTTTHHH..!!!“

    “Ohhhh, jangannn, emmm, akhhsss awwww…!!”

    “Your body odore smell so good, I know you can’t resist me Keiko, nobody in this world can resist big black bone temptation” sambil berusaha mensugesti Keiko. Si negro mulai melepaskan pakaiannya sambil menari striptease, lidahnya terjulur-julur keluar mirip seperti seekor komodo.

    “Tatap mata saya….!! Hiiiissssshshhhhhh“ Tom mendesis keras, ia mencoba untuk mensugesti Keiko Kitagawa.

    (Red : Gubrakkk….!! Tom Rafael @[email protected] )

    “Tuinngggg….”

    Sesuatu mengacung di selangkangan Tom, benda itu terlihat begitu perkasa dan kuat dengan kulit zakarnya yang hitam dan dikelilingi oleh urat-urat besar yang bertonjolan.

    Tom tersenyum mesum, dicumbuinya leher jenjang gadis cantik itu dengan penuh nafsu, geraman Tom bercampur dengan suara desahan Keiko. Tom melepaskan borgol di tangan Keiko karena merasa sugestinya telah berhasil 100 %, bibir Tom manyun dan maju ke depan hendak mencium bibir Keiko.

    “Plakkkk…..” sebuah tamparan keras mendarat di wajah Tom.

    “Sialan….!! Gue gagal….!!” Si negro mengumpat kesal.

    “Plakkk awwww…” Sebuah tamparan balasan mendarat di wajah Keiko.

    “Auhhh, Owww, Owww , Akhhhhh…”

    Disertai suara geraman keras Tom the killer menubruk gadis cantik itu, ia membelit pinggang Keiko. Belitan Tom semakin kuat hingga tubuh Keiko menggeliat menahan rasa sakit, pinggangnya serasa remuk, semakin kuat Keiko meronta, semakin kuat pula Tom membelit pinggang gadis cantik itu. Tom melonggarkan belitannya saat rontaan Keiko semakin lemah dan berhenti melakukan perlawanan. Tubuh mulus Keiko merosot dalam dekapan Tom the killer. Tinggi tubuh Keiko hanya sebatas dada Tom. Tangan kiri di negro mencengkram bahu Keiko, sementara tangan kanannya mengangkat dagu gadis cantik itu. Bibirnya yang tebal meraup bibir Keiko. Gadis itu mendorong dada si negro kemudian…

    “Srettttt……..” Keiko mencakar bahu Tom hingga berdarah.

    “Youu bitchhhh… hmmm, but I won’t hurt you, you’re too legit..kaya ketan…..he he he he “

    Dengan kasar Tom membalikkan tubuh gadis itu dan kembali memborgol tangannya ke belakang. Tangan Si negro menampar-nampar bokong gadis cantik itu kemudian mengelus buntalan buah pantatnya. Kehalusan dan keempukan buah pantat Keiko membuat jakun di tenggorokannya bergerak turun naik akibat menahan nafsu bejat diubun-ubunnya. Tubuh Tom melorot turun, ia bersujud di atas kedua lututnya. Tangannya menarik penutup tubuh bagian bawah hingga tubuh Keiko polos tanpa selembar benangpun menutupi tubuhnya yang seksi mulus. Bola mata Tom membeliak, bibirnya yang tebal berkali-kali mengecupi bokong Keiko, Krepppp…!! Gigi si negro menggigit buntalan buah pantat Keiko yang bulat padat.

    “Uhhh, jangan, akhh, lepaskannn aku keparattt…!!”

    “Cupp.. cupphhh cupphhh….ssslllppphhh.. ckk Cuppphh,, slllccckkk”

    Tanpa mempedulikan penolakan dan cacian dari gadis itu, bibir Tom semakin gencar menciumi buah pantat Keiko, dijilat dan digelitikinya belahan vagina Keiko dari arah belakang sambil sesekali batang lidah Tom menggelitiki anusnya yang mengkerut kegelian, tanpa sadar Keiko merintih lirih menikmati cumbuan-cumbuan si negro yang merambat naik kepinggul, pinggang, dan ke punggungnya.

    “Do you like it baby ??sniff sniff ahhhhh, your hair smell so good”

    Tom mengelus-ngelus rambut Keiko, ia membenamkan hidungnya yang pesek ke rambut Keiko di bagian belakang leher. Endusan-endusan Tom merambat ke belakang telinga Keiko. Gigi depannya menggigit lembut daun telinga Keiko kemudian gigitan-gigitan lembutnya mengikuti rahangnya hingga ke arah dagu

    “ennnn–hhh, ahhh, nnnnnnhhhhhh…Mmmmmhhh, emmhh emmhh..!.”

    Dengan cepat bibir Tom menyergap bibir Keiko sebelah bawah, ujung lidahnya menyusuri sepanjang bibir gadis cantik itu, dari sudut bibir sebelah kiri ke sudut bibir sebelah kanan, 1 kali, 2 kali, 3 kali dan pada jilatan yang keempat lidah Tom mendesak masuk ke dalam mulut Keiko, ia menjulurkan batang lidahnya lebih panjang lagi saat Keiko menghisap-hisap batang lidahnya. Saling menghisap lidah masing-masing merupakan kenikmatan tersendiri bagi dua insan yang sedang berciuman. Ditambah dengan gigitan-gigitan ringan pada bibir bagian atas dan bawah, membuat suasana berciuman makin panas saja. Kehangatan air liur turut menciptakan gairah seks yang meninggi di kepala Tom dan Keiko. Pengaruh gairah seks ternyata lebih ampuh daripada sugesti Dedy Corbuzier. Keiko berdiri pasrah, ia mendesah-desah saat si negro mencumbui tengkuknya, tangan Tom merayap ke bawah untuk membuka borgol yang membelengu tangan Keiko. Ia membalikkan tubuh Keiko menghadap kepadanya.

    “emmmhh Ckk Mmmmhh Mmhhhhh…!!”

    Keiko semakin antusias membalas ciuman-ciuman Tom, bibirnya menyambut bibir tom yang tebal, kedua tangannya bergelung pada leher Tom yang kekar dan tangan nakal Tom mengusapi pinggang rampingnya. Jemari Tom menjengkingkan pinggang gadis itu kemudian mencumbui sela-sela lehernya yang jenjang. Keiko mengangkat wajahnya keatas memberi ruang agar si negro lebih leluasa untuk mencumbui batang lehernya.

    “Anhh-ahhh-, hmmhhhh….ahhhhhh”

    Dengan mesra Tom the killer mencumbui dan menjilati batang leher Keiko Kitagawa. Cumbuan dan jilatan-jilatan batang lidahnya merayap turun ke pundak, bahu kemudian merambat kembali menaiki lehenya. Tangan Tom menggenggam induk payudara Keiko yang mengenyal sambil meremas-remas payudaranya. Tom berbisik mesum kemudian melumat daun telinga Keiko sebelah kiri, Tom menyelipkan batang kemaluannya di antara pahanya. Paha gadis itu merapat menjepit batang kemaluan si negro. Tom menggeram lirih merasakan himpitan paha itu, begitu halus hangat, menjepit benda kebanggaannya. Si negro membelai-belai rambut Keiko, ia memaju mundurkan batangnya pada himpitan kedua paha gadis itu yang halus mulus.

    “Tell me babe, do you want me to go inside??”

    “Nn-Noo-, “

    “Really ?? Your lips say no, but your body say yes, something flood down here, soo warm and moist”

    Jemari Tom mengelus belahan bibir vagina Keiko yang basah oleh lendir-lendir kewanitaannya. Lidah keiko sedikit terjulur dari bibirnya yang merekah, wajahnya tampak renyah menikmati jemari si negro yang mengelus dan meremas-remas selangkangannya.

    “ohhhhhhhhhhhhhh….. “ Keiko mendesah panjang saat Tom kembali bersujud di belakang tubuhnya

    Dengan mesra Tom merekahkan buah pantat Keiko, lidahnya terjulur keluar sepanjang mungkin kemudian membelai belahan buah pantat itu.

    Pinggul Keiko bergoyang menghindari jilatan-jilatan batang lidah si negro yang asik menggelitiki belahan pantatnya, terkadang ia menarik pinggulnya ketika lidah Tom menusuk nakal lingkaran otot anusnya yang berkerut-kerut antara takut dan horny, si negro menarik batang lidahnya dari anusnya.

    “Please…, errhh, Pleaseeee…Don’t”

    “Don’t what baby?? “

    “Please don’t stop, Nigger..”

    “Sure babe, I’ll change your asshole into sperm tank, I bet you’ll like it”

    Tom memberikan perintah agar Keiko berdiri sambil bertumpu pada sebatang pohon besar yang roboh melintang, mungkin akibat badai dua hari yang lalu. Pinggulnya ditarik oleh si negro menungging ke atas, sepasang kakinya yang mulus berdiri merenggang lebar mirip seperti sebuah huruf V yang terbalik, telapak tangan si negro mengelus-ngelus buah pantatnya. Si negro mulai menggesek-gesekkan batang kemaluannya yang hitam, besar dan panjang, pada anus gadis itu.

    “Scrattcchhhh….. uhhhhhhh..”

    Keiko membenamkan kesepuluh kukunya pada batang pohon di hadapan wajahnya saat batang penis Tom mendorong liang anusnya. Semakin lama bibirnya semakin meruncing, wajahnya mengernyit menahan desakan kuat yang amat menyakitkan. Kepala penis Tom terus menggali dan menggali kerutan otot anusnya. Tom membasuh ujung penisnya dengan lelehan cairan vaginanya kemudian kembali berusaha membongkar kerutan otot anus tersebut.

    “BLOSHHHH….!!AWWWWWW….!!its..H-Hurrtttsshh.., Arrrhh..”

    “Damn it..!! My dick is stuck, ohh YEAhhh”

    “AWWWWW…!! NGEHHKKKKHHH…??!!” suara jeritan Keiko yang melengking mengaketkan seekor anak rusa yang sedang mengintip dari balik semak saat ujung penis Tom merobeki liang anusnya yang kecil mungil,

    Seiring dengan masuknya batang besar itu selangkangan Tom semakin merapat hingga akhirnya selangkangannya mendesak buah pantat Keiko yang empuk-lembut. Tom menarik batang penisnya hingga sebatas leher penis saja yang tersangkut digigit otot anus Keiko. Mata Keiko mendelik saat si negro menjejalkan batang penisnya semakin dalam, batang besar si negro mulai bergerak maju mundur.

    “Befffpphh, PLAKK BHEPPPHHH…PLAK PLAKK… PLAKKKK….!!”

    “POFFFHH…..”

    Tiba-tiba saja si negro mencabut dan menggunakan batang penisnya untuk memukuli buntalan buah pantat Keiko. Setelah puas memukuli buah pantat gadis itu, si negro memerintahkan Keiko agar menunggingkan buah pantatnya sebelum ia kembali menusukkan batang penisnya yang besar pada liang anusnya yang memar kemerahan akibat dihajar oleh batang yang hitam, besar dan panjang milik si negro.

    “Akhhhh. Ahhhh AHHH..!! Too Bigggghhhh ARHHHH…!!”

    “Urrhhhh, it’s so tight baby, You’ve got such a nice warm ass Keiko..!”

    “Pokkk Pokk Pokkk Pokkk Pokkk….!!”

    “Noo, ! I’m losing myself to pleasure Noo..!!Ohh Whyy ??”

    Sebagian dari diri Keiko masih berusaha menolak kenikmatan yang diberikan oleh batang penis Tom. Setelah puas menyodomi gadis itu, si negro membalikkan tubuh Keiko, telapak tangannya mengusap mengusap peluh dileher gadis cantik itu, jemari Tom merayap perlahan kebawah meraba permukaan vagina gadis itu.

    “Hmmm, soo this is Keiko’s pussy , feel soo warm”

    “Ohh please stare it, stare at my naughty pussy”

    Keiko menyodorkan vaginanya saat si negro berjongkok dihadapannya.

    “Emmmh,, Ooooooooohhh THomppphhh…”

    “Do you like it baby??”

    “Yessshhhh emmhhh Moreee… Moreeee … Uhhhh Yessshh…”

    Wajah Keiko terangkat-angkat keatas, kedua matanya terpejam-pejam keenakan. Keiko menundukkan wajahnya, ia memperhatikan Tom yang tengah asik menjilati belahan vaginanya sementara telapak tangan Tom tidak pernah bosan untuk merayapi kemulusan paha Keiko, batang lidah Tom mengejar vagina Keiko yang mundur karena kegelian.

    “Do you want to taste my bone?” Tom bertanya sambil membalas tatapan Keiko.

    “Yessh, Pleaseeee….”

    Keiko berlutut dihadapan selangkangan Tom, kini posisipun berganti, si negro berdiri sambil berkacak pinggang, ia menyodorkan batang kemaluannya ke hadapan wajah Keiko yang berlutut diselangkangannya, telapak tangan Keiko mengelusi batang kemaluan Tom the killer, lidah Keiko terjulur menjilati batang kemaluan si negro, mulai dari biji kemaluan, merambat naik keatas ke arah kepala penis.

    “Wow..!! You’re realy proactive, a young girl today, really is something else”

    “Emmh, I can’t help it, it’s just soo delicious…, So bigg, huummmmhh”

    “So let me teach you the art of deepthroat, open your mouth Keiko and eat my dick…” si negro mencelupkan kepala kemaluannya kedalam rongga mulut Keiko Kitagawa.

    “Houff.., hummmmffhhh”

    “If you rub your tounge against it, your saliva will spreading all over, yes, like that baby…, rub my dick, don’t fight it just eat it.., .”

    Tom mendesakkan batang kemaluannya secara bertahap. Centi demi centi, batang kemaluannya yang besar dan panjang semakin dalam tertancap kedalam kerongkongan Keiko. Gadis itu menggerakkan kepalanya maju mundur, dengan senang hati ia menelan batang penis si negro. Tom membiarkannya bermain sepuas-puasnya, menjilat, mencumbu ,dan mengulum-ngulum kepala zakarnya

    “Now, just lay down and relax, he he he”

    Si negro membentangkan kain parasut, Tom memerintahkan Keiko agar berbaring di atasnya yang ternyata selain untuk terjun payung. Kain perasut berwarna putih itu kini memiliki kegunaan tambahan, menjadi alas untuk bercinta. Tom the killer merangkak, ia mendekati selangkangan Keiko. Kaki Keiko yang tertekuk mengangkang pasrah ketika disibakkan olehnya, usapan dan kecupan lembut bibir tebal Tom semakin naik dan terus naik mulai dari betis, lutut kemudian merayapi paha bagian dalam. Sebuah suara desahan keras terdengar dari bibir Keiko Kitagawa ketika mulut Tom hinggap di bibir vaginanya dengan liar bibir Tom yang tebal menciumi belahan bibir vagina Keiko.

    “Your nectar is so delicious, so sweet slllrrpp slllppppphh..”

    “nnnhhhh.. nnhhhhhh… ohhhhhhhhhh hhssshhh shhhhhhh Nigger”

    Keiko mendesah dan mendesis saat belahan vaginanya dinikmati oleh seorang negro yang usianya jauh lebih tua dari dirinya. Sepasang kakinya mengangkang pasrah, merasa diberi angin Tom semakin menggila mencumbui vagina gadis cantik itu.

    “Crrrr Crrrrrr… Crrrutttttt…Ahhhhhhhhhhhhhh”

    Tubuh Keiko tersentak kemudian mengejang-ngejang bagaikan tersengat aliran listrik ribuan volt, nafasnya berdengusan keras mirip seperti orang yang hendak dicabut nyawa. Bibirnya membentuk huruf “A”, seiring suara desahan panjangnya yang terhembus, pinggang Keiko terangkat keatas menahan rasa nikmat yang berlebih.

    “ohhhhhhhhhh……Tommmm”

    “Srrrpphhhh.. Srrrrupppphhhhh… Cupphhh Srrrupppphhh”

    Setelah mengenyot cairan vagina Keiko hingga kering, bibir si negro mengecupi permukaan vaginanya, ciuman-ciuman panasnya merayap naik keperut dan terus naik keatas ke arah dada Keiko.

    “Ahhhhh, scratccchhhh….”

    Kedua tangan Keiko terentang kesamping kemudian mencakar kain parasut berwarna putih saat wajah Tom terbenam diantara belahan buah dadanya. Keiko menggeser payudaranya menghindari jilatan dan hisapan mulut si negro yang menggelitiki gundukan payudaranya yang padat bergantian mulai dari payudara sebelah kanan kemudian pindah kepayudara sebelah kiri, disertai dengusan keras bagaikan seekor banteng yang terluka Tom mulai memasang posisi, ia meletakkan batang penisnya di permukaan vagina Keiko, ia seolah sedang mengukur sampai sejauh mana batang penisnya dapat menyodok liang kenikmatan vagina itu.

    “Sweet little pussy, HERE I COME….!! ”

    Tom mulai menjejalkan kepala penisnya, si negro menggeram saat ia berkutat untuk membongkar lingkaran otot vagina Keiko yang kecil mungil. Lelehan peluh mengucur deras melelehi tubuh Keiko yang seksi mulus saat ia mengejang menahan desakan-desakan batang penis Tom yang begitu gencar dan giat berusaha membongkar belahan liang vaginanya.

    “Damn your pussy hole is too small for my bone…”

    Tom mencoleki cairan vagina yang meleleh dan melumasi batang penisnya yang hitam dengan cairan vagina Keiko, dengan bernafsu si negro kembali menjejalkan batang besarnya berusaha mendobrak keangkuhan liang vagina Keiko. Berkali-kali Tom menggeram gemas, liang vagina Keiko terlalu mungil bagi batang penisnya, dengan paksa si negro menekankan kepala penisnya pada belahan liang vagina gadis itu.

    Baca Juga Cerita Seks Arabian Madness 4 – Keiko Kitagawa’s Great Escape

    “AWWWWW…..!!NGe-hakkksshhh…..!!!” Keiko menjerit keras saat liang mungil di selangkangannya dikuakkan dengan paksa

    Secara otomatis lingkaran otot vagina Keiko mengkerut menghalangi masuknya benda asing yang menyesaki liang vaginanya. Mata Tom membeliak saat otot vagina Keiko mengkerut menggigit leher penisnya,

    Berkali-kali Tom menelan ludah, kedua mata Tom tampak sayu seperti orang yang sedang mengantuk saat ia menekankan batang besarnya merojok liang vagina Keiko. Sementara kedua mata Keiko membeliak-beliak saat benda besar itu terbenam semakin dalam pada rekahan liang vaginanya.

    “nnnhhh. Nnhhhh nnnnnnn-ahhhhhhh…”

    Tubuh Keiko menggeliat resah saat gerakan batang penis Tom tertahan oleh sesuatu. Si negro tersenyum lebar, ia tahu persis apa yang menghalangi laju batang penisnya, tom mengambil ancang-ancang kemudian menghentakkan batang besarnya berkali-kali, direngutnya keperawanan Keiko dengan kasar dan liar.

    “Brrrttt. Drrttt brrrtttttttt…..”

    “Arrhhh..!! It’s hurtt., HURTTTT, you are killing MEEE.. ARRRRHHHH!!”

    Keiko menjerit kesakitan saat penis besar milik Tom merengut paksa kegadisannya. Ia menangis dengan sebatang penis besar tertancap di belahan vaginanya. Wajahnya mengernyit menahan rasa sakit dan pedih luar biasa yang mendera vaginanya, rasa sakit dan pedih semakin menggigit saat Tom menggenjot-genjotkankan batang penisnya.

    “cleppphhh.. bleppphhh.. blepppphhh…!!BLEPHHHHH…!!”

    Si negro menyodoki vagina Keiko hingga batang penisnya mentok di dalam himpitan liang vagina peret itu. Tom menggoyangkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan kemudian berkali-kali mendesak-desakkan selangkangannya pada selangkangan Keiko, ia tidak mempedulikan Keiko yang menggeliat kesakitan setengah mati.

    “Ohhh, I’m dying..” tanpa sadar Keiko mengeluh menghadapi gaya bercinta Tom yang liar, tangisannya berselingan dengan suara ringisan dan erangan keras saat penis besar itu mengaduk – ngaduk liang vaginanya.

    “HA ha ha, don’t worry Keiko, you’ll get used to it..”

    Posisi Tom mirip seekor katak besar yang sedang kawin, kedua kaki Tom mengangkang membentuk huruf “Y” meneduhi tubuh bagian bawah gadis cantik itu sementara kedua tangannya bertumpu disisi bahu Keiko sebelah kiri dan kanan, penis besarnya mengisi liang vagina Keiko. Batang besar itu ikut terangkat keatas saat Tom mengangkat selangkangannya ke atas dan amblas disertai suara tumbukan keras saat si negro menghempaskan batang penisnya ke bawah sekaligus.

    “Bleppppp.. Blepppphhh.. Blepppphhh.. BlepppphHH..” terdengar suara celupan keras saat Tom mencelup-celupkan batang besarnya ke dalam cepitan liang vagina Keiko.Keiko mengernyit sambil merintih saat benda besar di selangkangan Tom memompai belahan vaginanya dengan gerakan yang teratur.

    “ohh, yessss, ahhh,..!! aa-ahhhhhhh nigger…“ Keiko semakin rajin mendesah saat rasa sakit yang mendera vaginanya mulai terkubur oleh rasa nikmat,

    Gairah Keiko meledak dengan dahsyat, ia mengangkat – angkat vaginanya ke atas menyambut sodokan-sodokan batang penis si Negro, mulutnya ternganga-nganga saat batang penis Tom menggenjot-genjot vaginanya. Lelehan peluh yang membanjiri tubuh mereka berdua membuat persetubuhan interracial di atas kain parasut berwarna putih itu semakin memanas, suara rintihan lirih disambung oleh suara rengekan-rengekan kecil Keiko saat tubuhnya yang mulus terguncang hebat dihantam oleh batang penis Tom yang besar panjang

    “Akhhhhh…, Crrrr Crrrrr rrrrtttt…Hssssshhhhh.”

    Tubuh Keiko mengejang-ngejang di bawah tindihan tubuh si negro, telapak tangan Tom membelai pipi gadis itu. Berkali-kali bibir tebal si negro mampir mengecupi bibir mungil Keiko yang merintih menahan denyut-denyut kenikmatan, dengus nafas Keiko terengah seperti orang yang habis berlari, denyutan kuat itu perlahan-lahan melemah meninggalkan jejak-jejak kenikmatan. Keiko mendesis keras saat penis besar itu ditarik oleh pemiliknya hingga terlepas dari cepitan liang vaginanya. Tanpa membuang waktu si negro membalikkan posisi tubuh Keiko Kitagawa. Selangkangan Tom menaiki buah pantat Keiko, ia menarik pinggul Keiko agar buah pantat gadis itu menungging. Sesuatu mengincar belahan vagina Keiko dari arah belakang dan…sleppphhh, benda besar itu melesat menusuk bibir vagina Keiko.

    “Ge-JROSSSSHHHH…! AWWWWWW….!!”

    Kedua mata Keiko membeliak, ia menjerit keras saat tubuhnya tersungkur kedepan, gadis cantik itu meringis saat merasakan sodokan-sodokan susulan dari batang besar milik si negro yang membuat tubuhnya tersungkur-sungkur ke depan. Batang penis Tom merayap masuk ke dalam belahan vaginanya centi demi centi, batang penis milik Tom yang besar panjang tidak dapat bersembunyi dengan sempurna di dalam himpitan belahan vagina mungil itu, rupanya batang besar itu terlalu panjang bagi liang kenikmatan Keiko.

    “pefffhhh Peffffhhhhh…!! Plakkkk Plakkk Plakkkkk…!!”

    “Uhhh, unnhhhh…., Akhh akhhh ahhhhh”

    Tubuh Keiko terayun maju-mundur dengan kuat saat penis besar seorang negro menghantami belahan vaginanya dalam posisi doggy style. Tom begitu bersemangat memacu batang penisnya yang besar panjang, nafasnya memburu keras di sela suara pekikan-pekikan dan rengekan gadis cantik itu, belum begitu lama batang besar itu menggasaki belahan vagina Keiko tubuh gadis itu sudah gemetar menahan sesuatu,

    “PLAKKKK…!! PLAKKKKK…!! PLAKKKKKK…!!!!”

    Tom tahu dengan pasti apa yang sedang dipertahankan oleh Keiko, ia menghentak-hentakkan batang penisnya dengan lebih liar, dihentakkan dan disodokkannya dengan sekuat tenaga merojoki liang vagina Keiko, gadis itu semakin goyah dan rapuh saat rekahan vaginanya yang mungil ditumbuk berkali-kali oleh sebatang penis yang besar. Penis si negro bergerak begitu kasar dan liar,maju-mundur menghentaki vaginanya.

    “HEARhhh…!! Take this, thisss, and tHISS…!!”

    “Dhubbbb.. Bhubbbbb.. Brussshhhh…!! Jrebbbbbb…!!”

    “OWWWWWW…. Crrrr Cruttttt cruttttt….” mulut Keiko ternganga lebar membentuk huruf “O” ketika batang penis Tom meluluh lantakkan benteng pertahanannya. Batang penis si negro menggarap vagina Keiko hingga gadis itu mengalami beberapa kali kenikmatan puncak klimaks. Telapak tangan Tom mengusapi punggung Keiko yang basah oleh butiran keringat, pofffhhh, terdengar suara letupan batang besar itu ketika dicabut oleh pemiliknya dari himpitan liang vagina Keiko. Si negro berdiri sambil berkacak pinggang.

    “STAND UP GIRL…!! NO TIME To WASTE..!!”

    Dengan gaya militer Tom berteriak keras memerintahkan Keiko untuk berdiri, perlahan Keiko bangkit menghampiri si negro. Tangan Tom mencengkram buah pinggul Keiko kemudian dengan mudah ia mengangkat vagina gadis cantik itu dan menariknya ke arah batang penis hitamnya yang mengacung keras.

    “I’ll make you scream Keiko.. he he he”

    “P-Please, no more.., “

    Keiko merintih memohon pada si negro

    “WHATTTT..!! No more ??!! I want more..!! Blesssshhh”

    “OWWWWWWWWWWW..!! annnnhhhh…!! NIG-NIGGERRR..!!”

    Keiko menjerit saat batang besar itu membelah belahan vaginanya, tanpa ampun Tom mengamblaskan batang besarnya ke dalam belahan sempit di selangkangan Keiko. Kedua tangan Tom menyangga buah pantat Keiko, batang penisnya yang besar panjang terayun mengocok-ngocok belahan vagina Keiko yang memar kemerahan akibat disodok – sodok dengan kasar olehnya.

    ###########################

    Di tempat lain – Ahmed’s castle

    Seorang prajurit mengendap-ngendap mengintai, sementara ketiga orang temannya yang lain membius kemudian menculik Mihiro dan Ayaka. Sementara yang lain berjaga-jaga jika ada keadaan yang tidak diduga. James, Buddy, Don, dan Steve tersenyum, mereka mundur teratur sambil membawa oleh-oleh yang membuat selangkangan mereka terasa sesak.

    “I hate Tom..!!”

    “Yeah me too.., that old bastard…!!”

    Tiba-tiba James mengutarakan pikiran jahatnya, ia berencana melenyapkan Tom. Para prajurit itu kembali ke tempat Tom dengan berbekal rencana jahat.

    ##########################

    “Peffffhhh pofffhhh fleppphhhh…bllepppphhh…!!”

    Tom semakin terlena mengayunkan batang besarnya. Keiko hampir menangis karena kelelahan melayani nafsu seorang negro tua bertenaga banteng dengan batang besarnya yang hitam panjang. Benda besar itu seakan tidak pernah puas mereguk kenikmatan dari tubuh mungilnya yang kelelahan, ia mendesah saat batang penis si negro mengocoki pelan vaginanya dan kembali memekik-mekik keras saat batang penis Tom menyentak dan menghentaki belahan vaginanya dengan brutal. Sambil menikmati belahan vagina gadis itu Tom berjalan ke sana kemari, ia menyanyikan sebuah lagu yang tidak jelas judulnya. Tom bersandar pada batang pohon besar, tangan kanannya mendekap buah pantat Keiko sementara tangan kirinya menggerayangi lekuk liku kemolekan tubuh gadis itu, ia mengayunkan batangnya dengan lembut seolah-olah ingin menikmati himpitan vagina Keiko yang peret, detik demi detik tusukan-tusukan Tom semakin cepat, menumbuki rekahan liang vagina gadis itu.

    “Clepp Cleppp Bleppphhh Bleebbbbhhhh”

    “ARGGGGGHHH… CROOOOOOTTTT…. CRROTTT…”

    Kedua tangan Tom membelit tubuh Keiko seakan sedang berusaha meremukkan tubuh mungil gadis itu, spermanya menyembur mengisi vagina Keiko. Tubuhnya merosot kemudian kebawah kaki si negro saat Tom melepaskan dekapannya, gadis cantik itu mengerang lemah kemudian terkulai seperti benang basah. Batang besar Tom menggantung puas di selangkangannya. Tom tersenyum ia merasa bangga berhasil mempecundangi gadis itu. Si negro melangkahi tubuh Keiko.

    “Dorrrr…. “

    “AKHHHHHHH……” tubuhnya ambruk dengan sebutir peluru terbenam di punggungnya. Tom berusaha menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang sudah membokongnya.

    “Yoooouu..!! Ngossshh Ngosssshhhh…, Urhhhhhh.”

    James, Buddy, Steve dan Don tersenyum sinis saat Tom menghembuskan nafas terakhirnya. Setelah melemparkan tubuh Tom ke jurang, para prajurit asal Amrik itu membaringkan Ayaka, Miriho dan Keiko di atas hamparan kain parasut.

    “Poor little girl he he he…”

    Dengan sabar James dan kawan-kawan menunggu ketiga gadis itu siuman. hari menjelang siang ketika ketiga gadis cantik itu mulai sadarkan diri, beberapa orang segera mengepung Ayaka dan Mihiro kemudian menerkam tubuh kedua gadis cantik itu.

    “NOOOO…!!l-let me gooo…, NOOOO…!! “

    Keiko meronta saat James memanggulnya di bahu kanan. Jeff dan Dave mengekori James yang melangkah tergesa ke arah suara air terjun kecil. James menegadahkan kepalanya ke atas, memperhatikan aliran air yang tercurah dari atas ke bawah, mengikis batu terjal berwarna hitam hingga membentuk tonjolan-tonjolan yang alami, hijaunya lumut menjadi penyedap yang membuat James dan kedua temannya menjadi lebih horny, dengan lembut James menurunkan Keiko, Dave dan Jeff menyeretnya ke bawah curahan air terjun.

    “Let me gooo….nooo…”

    Tubuh Keiko menggigil kedinginan saat curahan air terjun mengguyur tubuhnya, kedua prajurit itu memandikan tubuh mulusnya hingga bersih. Dave dan Jeff mendorong tubuh Keiko ke arah James yang berusaha menenangkan Keiko yang terus meronta, membujuk gadis cantik itu. Rontaan Keiko baru berhenti saat James berjanji akan memulangkan gadis itu ke Jepang, tentunya dengan sebuah syarat yang sangat mahal, Keiko harus melayani nafsu binatang ketiga orang prajurit bule itu.

    James tersenyum saat Keiko terdiam, telapak tangannya mengusap wajah Keiko Kitagawa, Keiko sedikit berjingjit sambil mengalungkan kedua tangannya keleher James, janji dan juga dekapan hangat James mebuat Keiko Kitagawa menyerah, kehangatan itu semakin terasa saat Dave dan Jeff ikut memeluk tubuhnya dari samping kanan dan kiri.

    “Hummhhh.., emmhh CuphhhEmmmm, Slllcckk Ckk Mmmmmhhh”

    Keiko bersujud menyembah tiga batang penis milik ketiga orang pria itu, lidahnya terjulur menjilati batang milik Dave di sebelah kiri kemudian pindah ke tengah menjilati batang penis James, kemudian mulutnya pindah lagi ke kanan untuk mengulum batang penis Jeff. James duduk di bawah ia menarik bokong Keiko dan meletakkan belahan vaginanya di atas kepala penisnya. Wajah Keiko terangkat ke atas saat gadis cantik itu berusaha mendesakkan vaginanya ke bawah. Batang penis James yang besar menyelinap memasuki celah vaginanya. Keiko mendesah keras sambil menaik turunkan vaginanya, James mencengkram pinggang Keiko kemudian membantu gadis itu menaik turunkan tubuhnya, punggung Keiko bersandar ke belakang pada dada James saat dua kepala meluruk mengejar payudaranya yang bergerak indah, tangan Dave dan Jeff mengelus-ngelus permukaan paha Keiko bagian dalam.

    “Slllccckkk ckkk ckkkkk….”

    “Ohhhhhhh…”

    Keiko mendesah saat Jeff dan Dave bekerja sama menjilati puting susunya,. “Nyotttt.. Nyoootttttt… Nyootttttttt….” berkali-kali mulut mereka menghisap dan mencumbui payudara Keiko. Keiko merasakan dirinya seolah sedang disantap perlahan oleh James, Dave dan Jeff. Kedua matanya terpejam-pejam menikmati kemesuman yang sedang diperbuat oleh ketiga orang prajurit bule itu terhadap dirinya, sementara ia menggerakkan vaginanya turun naik dengan teratur pada batang penis James. James menusukkan batang penisnya ke atas dengan lembut, kedua tangan Keiko mengocok-ngocok batang penis milik Jeff dan Dave. Lidahnya terjulur menjilat ke kiri dan kanan memainkan dua batang penis panjang besar yang semakin mengeras dalam lilitan-lilitan batang lidah gadis itu, sesekali Jeff dan Dave bergantian mencelupkan kepala penis mereka ke dalam mulut gadis itu.

    “Harder.. Jamesss, harderrrr…”

    “Are you sure ??”

    “Yesss, fuck me harder…!!Ahhhhh, ahhh!!” Keiko menjerit keras.

    James segera menusuk-nusukkan batang penisnya ke atas dengan kuat, disodoknya hingga Keiko mendesah keras, tubuh mungil Keiko terlompat ke atas saat batang besar milik James menghajar belahan vaginanya. Jeff dan Dave meremasi buntalan payudara Keiko yang padat kencang kemudian bersama-sama mengenyoti puncak payudara gadis itu.

    “Auhhhh.. Crruutt cruuttttt….”

    Tidak membutuhkan waktu lama bagi James untuk menundukkan Keiko kitagawa, James tersenyum saat dinding vagina gadis cantik itu berkontraksi dengan kuat, cairan vagina Keiko membasuh penis James yang terselip didalam vaginanya, James terus menghentakkan batang penisnya menghajar cepitan vagina Keiko yang nikmat tiada taranya, berkali-kali keiko merintih dan mendesah ketika dirinya mencapai puncak klimaks, Keiko menggigit bibir bawahnya , matanya terpejam menikmati semburan lahar panas milik James yang menyembur dahsyat didalam jepitan liang vaginanya.

    “Croottthhhh Croottttt….!!”

    “Ohhhhhhhhhhh, Dave…”

    Gadis cantik itu mendesah saat menggendongnya dalam posisi berdiri berhadapan, keiko mengalungkan kaki mulusnya untuk menjepit pinggang Dave, ia menjerit kecil saat dave menghentakkan batang besarnya dengan kasar, belum juga keiko sempat menguasai diri, satu tusukan kuat dilubang anus membuat kedua mata Keiko mendelik, liang vagina dan liang anusnya terasa sesak diisi dua batang penis yang besar panjang milik dua orang pria bule.

    “Ahh-ahh ahhhhh, Uhhhhh-hhssshh akkhhhh” wajah Keiko terangkat keatas sambil menjerit keras kemudian tertunduk kebawah saat dua batang penis itu bergerak sekaligus mengocok-ngocok liang vagina dan liang anusnya, terkadang bibir keiko meruncing saat dua penis itu bergerak kasar dan liar, bibir Dave memanguti bibir Keiko, terkadang Keiko menolehkan wajahnya ke kanan belakang untuk berciuman dengan Jeff.

    “URHHH, YEAHH, “ Dave berteriak keras sambil menyodomi Keiko

    “YEARRHH…” Jeff menggeram sambil membelah vagina gadis itu

    “Aww. Ahh ahh ahh ah h ahhhh” Keiko menjerit dan memekik keras kewalahan, sesekali batang lidahnya terjulur keluar saat batang-batang besar itu menusuk terlalu dalam

    Mata Keiko sampai terbalik keatas hingga terlihat bagian putihnya saja saat cairan klimaksnya meledak dengan dahsyat Cruttt.. cruttttt…., KECRUTTTT…!!

    Jeff dan Dave menggarap tubuh mulus Keiko dengan berbagai aksi double penetration, kini Keiko dibimbing menaiki tubuh Jeff. Belahan vagina Keiko dibelah oleh penis besar milik Jeff, kemudian liang anusnya dirojok oleh batang besar milik Dave, tubuh mungilnya meringkuk terjepit di antara tubuh dua orang prajurit bule, sodokan demi sodokan menghantarkan Keiko menuju puncak klimaks, lendirnya membanjir hingga meluap keluar dari sela vaginanya saat penis milik Jeff menghentak kasar membelahi belahan vaginanya.

    “Hummmmppphhh….mmmemmmmmmpphh”

    Mulut Keiko yang menganggur disumpal oleh batang penis milik James yang kembali bergabung menyerang dan menikmati kehangatan tubuh gadis itu, dua batang penis milik Dave dan James menyembur dahsyat di dalam mulut, dan anus Keiko. Ia terbatuk-batuk sambil memuntahkan sperma James.

    “ah-haaaaaaahh….” gadis cantik itu mendesah saat tubuhnya dibaringkan dalam posisi terlentang

    Jeff menaiki tubuh Keiko, beberapa kali mulutnya melumat dan menghisapi putting susunya yang mengeras. Keiko memekik saat Jeff menjebloskan batang penisnya sekaligus, tangan Jeff mencekal pegelangan kakiny kemudian mengangkangkan sepasang kaki gadis itu selebar mungkin mirip sebuah huruf V, sebuah serigai mendahului serangan dahsyat batang penisnya, tubuh Keiko terguncang hebat, rintihan demi rintihan diselingi suara desahan dan erangan lirih.

    Keiko bergidik saat matanya bertatapan dengan mata Jeff, sorot mata seorang prajurit yang liar dan garang, matanya menatap buntalan susunya yang bergerak seirama dengan sodokan-sodokan batang penisnya. Jika ia menyodok dengan lembut payudara Keiko terguncang perlahan, jika menyodok dengan kasar maka payudara Keiko terguncang dengan kuat, dan Jeff sangat menyukai gerakan payudara yang terguncang hebat saat ia menyodok nyodokkan batang penisnya dengan brutal. Batang besar Jeff mengenjoti vagina gadis itu ditumbukinya liang vagina Keiko sekuat mungkin..

    “Clepp Clepp Clepp Cleppppphhh”

    “Ahhh, !! Ahhhh..AAA..!!P-PLEASE STOPP…”

    “Stop ?? Huhh..!! No Wayyy… ”

    Birahi Jeff semakin memuncak kala Keiko merengek kewalahan menerima. Sodokan-sodokan maut Jeff yang melesat dengan prima menyodoki belahan vagina gadis itu, dengan mengandalkan genjotan-genjotan supernya Jeff memenangkan pertarungan yang panas dan liar itu dengan gemilang.

    “Cruuttt. Crutttt… ohhhhhhhhh”

    Jeff meraih tubuh Keiko, dengan langkah gontai akibat kelelahan Keiko berusaha melangkah, Jeff menggiringnya masuk ke dalam air. Dengan bersemangat Jeff mencuci vagina Keiko kemudian membasuh membersihkan payudaranya. Setelah bersih Jeff mendudukkan Keiko di atas lempengan batu besar. Kedua kaki Keiko mengangkang, ia tahu apa yang akan dilakukan oleh Jeff saat kepala si bule meneduhi vaginanya, dengan berdebar-debar Keiko menunggu aksi berikutnya.

    “Ohhhhhh. Ahhhhhhhhhh, ahhhhhhh”

    Keiko mendesah saat jari Jeff mengurut-ngurut tonjolan clitorisnya, jari telunjuk dan jari tengah Jeff merapat kemudian mencoblos belahan vagina gadis itu,

    “crossssshhhhh…awwww”, Keiko memekik kecil, wajahnya tampak semakin sensual , kedua matanya nampak sayu memperhatikan jari Jeff yang tertancap di belahan liang vaginanya.

    “sleppp.. sleeeepppp. Sleppppppp…..”

    Sambil menusuki liang vagina gadis itu dengan menggunakan kedua jarinya, Jeff menjilat-jilat belahan vagina Keiko dan mencokel-cokel clitorisnya, James berbaring di sisi kanan Keiko, tangannya meremas-remas payudara Keiko bagian kanan, sementara Dave berbaring di sisi kiri, ia ikut meremas payudara Keiko bagian kiri, sesekali lidah James dan Dave mengejar putting susu Keiko yang runcing mengeras kemudian mengemut puncak payudaranya yang padat. Tangan Keiko mengusap batang penis James dan Dave, kemudian mengocok-ngocok batang penis kedua pria bule itu yang berdecak menikmati kocokan-kocokan tangan gadis itu. James dan Dave menggeram saat kocokan-kocokan Keiko semakin kuat, Keiko memekik kecil saat batang penis Jeff yang besar kembali merojok belahan vaginanya, sementara James dan Dave berlomba menggeluti dan mengenyoti payudaranya yang terguncang hebat saat Jeff memacu batang penisnya merojok-rojok belahan vagina Keiko.

    “Jrebbb.. JrebbbbBluessshh Gejrotttt..!! Blephhhh sephhssshhh..!!”

    “Owww Akkhh nnnggghhhaaaaaaaaakkhhh…”

    Suara Keiko terdengar semakin parau akibat terlalu sering menjerit melampiaskan rasa nikmat, tubuh Keiko yang seksi mulus digilir oleh tiga orang pria bule, terkadang Keiko dikeroyok bersama-sama hingga gadis cantik itu termegap kehabisan nafas, suara rintihan lirih dan denyutan puncak klimaks vagina Keiko seolah menjadi pemicu meledaknya semburan sperma tiga batang penis milik James, Jeff dan Dave didalam liang vagina, anus dan di dalam mulutnya. Ketiga pria itu mengerubuti dan berebutan menjilati lelehan keringat gadis itu.

    “ssslccckkk….!! ckkkk.. slllccckkkkkk!!”

    James dave dan Jeff memanjakan sekujur tubuh Keiko dengan jilatan-jilatan batang lidah mereka, tubuh Keiko menggelinjang lemah saat jilatan jilatan batang lidah ketiga pria bule itu menggelitiki wilayah-wilayah tubuhnya yang sensitive.

    ######################

    Pagi hari

    “errrrhhhhhh…” Ahmed mengerjap-ngerjapkan matanya

    “Tuan sudah sadar…”

    “WADOWWW…, Ohhhhhh…tobattttt…..jangan pegang-pegang..!! GOBLOK SEMUA…!! Gubrakkk…!! HADOWWW, Koq nggak dijagain sihh, ?? !! Kan jadi jatoh nihhhhhh…., Ngehakkkkk…ancur dah pantat GUA…”

    “Emmm anu ehh anu itu, jadinya dipegangin ato jangan tuan ?? “ hampir bersamaan Hasan dan Halim bertanya pada Ahmed

    “ya dipegangin atuh, tapi bukan sama kalian, Emangnya gua cowo apaan dipegang-pegang sama cowo lagi..!! panggil Ayaka n Mihiro kemari “

    “Cepat panggil Nona Ayaka dan Nona Mihiro kemari…!!”

    Hasan berteriak keras memberikan perintah kepada salah seorang prajurit agar segera memanggil Ayaka dan Mihiro, tidak berapa lama prajurit itu kembali sambil berteriak-teriak.

    “Tuannn…, !! Tuannnnn…Hasan!! Mereka hilang..!! saya menemukan ini dikamar mereka….., sepertinya mereka berdua telah diculik…”

    Hasan menyambar dua lembar sapu tangan dari tangan si prajurit dan memberikannya kepada Ahmed. Si gila berteriak keras seperti seekor macan yang terluka, dengan geram ia menurunkan perintahnya.

    “Hubungi semua pasukan kita, termasuk-pos-pos jaga di pinggir pantai, cepat kejar mereka…, ingat jangan sampai Ayaka dan Mihiro terluka”

    Rasa khawatir membuat Ahmed melupakan rasa sakit yang dideritanya, dengan gagah Ahmed memimpin pasukan berkuda, terdengar suara bergemuruh saat pasukan berkuda mengejar kearah utara, +/- 15 menit kemudian…, seseorang menghubungi Ahmed…

    “Tuann…!! Mereka terlihat di selatan….”

    “Goblok…!! Hehh…!! kalian semua jawabbb yang benar…!! Siapa yang menyuruh kalian mengejar keUtara… HAH ?? Mereka itu ada di selatannnn… NYAHO !! bego semua. Ayo jawab sapa yang NYURUH…!!“

    “emmm, T-Tuan yang nyuruh…”

    “Tuan ndasmu…!! Semuanya…!! cepat ke SELATANNN….!!Hiaa Ctarr..!!”

    Ahmed semakin cepat memacu kudanya saat mendengar suara tembakan yang saling berbalas , Huppp, Ahmed mendarat dikedua kakinya,dengan berbekal sebuah senapan AK-47 Ahmed dan pasukannya menerjang maju ke medan pertempuran.

    “dorrrr..!! Dorrrr…!!”

    “Dhuarrr.. Dorrrr.., dorrrrrr…!! Broootttt….?? Booommm!!”

    (Red : Huhh ?? suara apaan tuhh…!!)

    Missile anti serangan udara super canggih melesat menghajar pesawat jenis Stealth milik Amrik dan pesawat –pesawat jet milik para sekutu yang mati kutu, kapal-kapal selam saling menyerang dengan terpedo untuk menjatuhkan lawannya,butir-butir peluru menyalak merengut nyawa yang diincarnya, keadaan mirip seperti perang teluk tapi dengan situasi yang berbalik pasukan Arab yang menang dari kesewenang-wenangan pasukan berambut pirang. Cerita Maya

    “Tuannn… Tolooongggg….”

    “Istrikuuuu…..!! Oiiiiii..!! lepaskan mereka keparat…”

    Ahmed menyingsingkan pakaiannya yang bentuknya mirip seperti baju daster kemudian mengejar James dkk. Jatuh bangun Ahmed mengejar kedua istri dan seorang calon istri barunya, butir-butir peluru menyalak merengut nyawa gerombolan James hingga akhirnya hanya James dan Steve sajalah yang tersisa, mereka memanggul tubuh Ayaka, Keiko dan Mihiro di pundak mereka, kedua prajurit itu melompat keatas sebuah perahu karet yang menunggu di pinggiran pantai. Ahmed menghentakkan kaki kanannya dengan kesal, ia gagal menyelamatkan Ayaka dan Mihiro termasuk gagal mempersunting Keiko, dengan gagah berani pasukan Arab memukul mundur pasukan sekutu dari pulau mereka, sorak-sorai kemenangan dan suara tembakan diudara mengiringi kemunduran pasukan Sekutu.

    hancur hancur hatiku
    hancur hancur hatiku
    hancur hancur hancur hancur hatiku
    hancur hancur hancur hancur hatiku
    Reff :
    hancur hancur hancur hatiku
    hancur hancur hancur hatiku
    hancur hancur hancur hatiku
    hatiku hancur
    hancur hancur hancur hatimu
    hancur hancur hancur hatimu
    hancur hancur hancur hatimu
    kasian de lo….

    Ahmed menyanyikan sebuah lagu yang didapatnya dari situs Youtube.com dengan nada sumbang. Ia menari di tepian pantai, si Arab memang berhasil mempertahankan kerajaannya namun dengan pengorbanan yang sangat besar, Ahmed kehilangan cintanya…

    The End….

    Pesan Editor (my secret editor ^_^):

    Hallo para pembaca setia karya Yohana, saya selaku editor cerita mengucapkan banyak terimakasih atas dukungan dan segala masukan pada cerita karya Yohana. Saya selaku editor mengaku banyak sekali kesulitan dalam pengeditan karya Yohana dikarenakan banyak penulisan yang salah dan waktu yang saya miliki sangat sedikit untuk mengedit cerita. Mengapa saya menawarkan untuk mengedit karya Yohana? Karena saya sangat kagum dengan karyanya dan kreatifitasnya. Semoga para pembaca tetap mengikuti cerita cerita Yohana. Salam dari Editor. Jika ada penulisan kata yang masih salah, saya memohon maaf yang sebesar besarnya.

    Regards,

    ***z a.k.a Editor

    Yohana :

    • Me Too, I’m sorry too,jika many time jari-jariku kepeleset ^_^
    • ***z , moga sukses testnya ya n bisnisnya juga & thank’s u ya.
  • Arabian Madness 4 – Keiko Kitagawa’s Great Escape

    Arabian Madness 4 – Keiko Kitagawa’s Great Escape


    149 views
    • Cerita ini hanyalah fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama/ kejadian/ peristiwa maka itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
    • Warning…!! BACAAN KHUSUS DEWASA!!, (bukan untuk anak dibawah umur,) alias Adult Only…!! ^_^, Read for your own risk’s & isi cerita yang berisi adengan kekerasan dan pemerkosaan samasekali bukan untuk dipraktekkan didunia nyata.(samasekali tidak patut & tidak terpuji untuk ditiru…!!)
    • Mkasih  buat Bos Shu yang sudah meluangkan waktu selama ini buat mengedit, menelaah, menimbang dan memutuskan  untuk memposting cerita-ceritaku.
    • ngak lupa, makasih juga buat mupenger’s yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca & memberi masukan-masukan yang membangun, selama ini, Thank;s u  All ^_^
    • Mkasih buat Someone yang sudah membantuku untuk merapikan cerita (he he he Y^_^Y)
    • Say NO To RAPE ,DRUG’S & Crime’s & Terorism in The Real World.
    • Satu lagi juga ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain di KBB, Telur Rebus n Arsip Gue.

    —————————————————–

    Mihiro

    Cerita Maya | “Doorrr…. Dooorrrr….!! Dorrrrr….!!” suara tembakan membangunkan dua orang gadis cantik yang tengah tertidur pulas di atas sebuah ranjang yang empuk.
    Mihiro dan Ayaka tersenyum lembut, sinar matahari pagi yang merambas dari balik kaca jendela menyinari tubuh molek yang tengah merangkak turun dari atas ranjang.
    “Selamat pagi Tuan Ahmed….” Ayaka Komatsu dan Mihiro Taniguchi tersenyum manis sambil menyapa Ahmed
    Mereka berdua melepaskan pakaian yang betuknya mirip seperti kimono tipis, kemudian berdiri tanpa busana di hadapan si Arab. Ahmed tersenyum, kini ia memiliki dua orang budak seks yang cantik dan penurut, berkulit putih mulus tanpa cela.
    “Selamat pagi Mihiro, selamat pagi Ayaka.., eh iya Ayaka…bagaimana dengan tugas yang aku berikan?? sukses??”
    “Sukses Tuan.., ”
    Kedua gadis cantik itu bergelayutan dengan manja ditangan kanan dan tangan kiri si Arab yang terkekeh – kekeh senang ketika Ayaka dan Mihiro menciuminya sambil menggerayangi sesuatu yang menggembung di selangkangannya.
    “Bagus…bagussss…Hemm?? tapi di mana dia sekarang, aku tidak melihatnya….”
    “Tuan sudah sarapan pagi… ?? “ Mihiro bertanya pada Ahmed.
    “Belum…, “
    “Nahhhhh, kami sudah menyiapkan sarapan pagi special untuk Tuan” Ayaka melepaskan pakaian Ahmed, Mihiro membantu Ayaka, kedua gadis cantik itu melepaskan pakaian Ahmed hingga si Arab kini polos tanpa selembar benangpun menutupi tubuhnya yang rusak menjijikkan.

    Ayaka Komatsu

    “Tuan…hari ini kita sarapan pagi di kebun…saya dan Mihiro sudah menyiapkan sarapan pagi special untuk tuan, tapi sebelumnya tuan harus tutup mata dulu yachhh” dengan genit Ayaka membalut mata Ahmed, sementara Mihiro mengelus selangkangan Ahmed, tawa merdu Ayaka dan Mihiro diselingi oleh suara tawa Ahmed yang serak dan berat, dengan hati-hati Ayaka dan Mihiro memapah si Arab menuju ke sebuah kebun yang tertata dengan rapi. Ada sebuah meja besar panjang di kebun itu, beberapa orang koki Arab tengah sibuk menghias sesuatu yang indah. Cerita Maya
    “Prokk.. Prokkkk…”
    Ayaka bertepuk tangan sebanyak dua kali, tidak lama kemudian para koki Arab itu mengundurkan diri sambil melirikkan mata mereka dengan nakal merayapi tubuh Ayaka dan Mihiro yang molek tanpa busana, tanpa mempedulikan tatapan-tatapan nakal para koki Arab, Mihiro melepaskan secarik kain sutra yang membalut mata Ahmed, mata Ahmed membelak seperti hendak melompat keluar, bibirnya yang sumbing ternganga sementara sebatang benda di selangkangannya terangguk-angguk mengeras.
    “WHUAAAHHHHH….!!!” Ahmed berseru keras, kedua matanya melotot, Ayaka dan Mihiro segera mengocok-ngocok batang penisnya, sementara mata Ahmed menatap keindahan di atas sebuah meja besar. Sinar mentari pagi mengelus sesuatu yang tergolek indah di atas meja besar itu.

    ********************************
    Beberapa hari sebelumnya….

    Seorang gadis meraih telepon genggamnya yang berbunyi, kedua matanya yang terpejam membeliak ketika mendengar suara sapaan dari seberang sana.
    “Hallo… Keiko….”
    “Astaga Ayaka…!! Kamu berada di mana ?? semua orang sibuk mencarimu,” Keiko terkejut setengah mati, serentetan pertanyaan disuguhkan olehnya kepada Ayaka Komatsu.
    “Keiko… Tolong jemput aku donggg, sepertinya aku kemalaman nihh”
    “Bukan kemalaman lagi…!! Ini sudah jam 02.00 dini hari, kamu berada di mana? emmhhh….” Keiko duduk di atas ranjang, tubuhnya menggeliat berusaha mengusir rasa kantuk dan rasa malas. Keiko mengangguk – angguk, kemudian beranjak dari atas ranjang empuknya untuk menjemput Ayaka, tidak berapa lama sebuah mobil meluncur dari halaman rumahnya.
    “Mmmmmmhhh…Hasan, Halim, Keiko kini sedang  menuju ke…*****, kalian tahu apa yang harus kalian lakukan bukan??” Ayaka menggeliat kemudian mendorong kepala Hasan dan Halim yang tengah berebutan menyusu di payudaranya.
    “K-kami tahu Nona Ayaka, kami tahu…uhh, saya telah menghubungi agen kita di Jepang“ Hasan berusaha mengendalikan dirinya
    “Nona, lain kali kami boleh menyentuh Nona lagi kan??” Halim seakan enggan melepaskan tubuh Ayaka yang tersenyum sambil menggeliat indah berusaha melepaskan diri dari pelukan Halim. Setelah mengerlingkan matanya dengan nakal, Ayaka melenggok meninggalkan Hasan dan Halim yang berkali-kali menelan ludah menyaksikan kemolekan tubuhnya yang melangkah menjauh.

    ********************************
    Back to Ahmed

    Keiko Kitagawa

    “Walahh, kalau ada yang ini mah nggak usah sarapan dulu, pelayann!! Bereskan semua hidangan di atas meja!!!”
    beberapa orang pelayan langsung datang melaksanakan titah Ahmed sementara mata si Arab merayapi kemolekan dan kemulusan tubuh seorang gadis cantik berambut panjang, ia terbaring tak sadarkan diri di sebuah meja panjang besar nan mewah, kedua kakinya terikat mengangkang lebar, sementara kedua tangannya menyatu terikat ke atas. Posisi gadis itu mirip seperti huruf “Y”, suara gelak tawa Ahmed dan tawa merdu Ayaka dan Mihiro, mengusik kesadaran Keiko Kitagawa ketika si Arab mengejar sosok Ayaka dan Mihiro yang berlari menghindar. Keiko memincingkan matanya berusaha mengenali sesosok tubuh yang berlari mengitari meja, suara itu?? Oh, tubuh itu ?? ahhhhh….?? itu Ayaka….Komatsu!!
    “Ehhhh ??? Aa.-Ayaka toloongg…Ahhhh!!!”
    Keiko berseru terkejut menyadari dirinya terikat tanpa daya, ia meminta tolong pada Ayaka yang tengah berlari mengelilingi meja, ia terkejut ketika sesosok tubuh lewat di samping tubuhnya yang terikat, OHHH..!!APA ITU?? MANUSIAKAH itu ??, tubuh Keiko merinding dingin.
    “Awwwwwwwww……!!” Keiko menjerit ketakutan sambil menutup mata dan memalingkan wajahnya kearah lain ketika Ahmed menolehkan wajahnya ke arah gadis itu, ia terkejut setengah mati, seraut wajah rusak mengerikan tersenyum menatap dirinya, sementara Mihiro menangkap dan memeluk tubuh Ahmed dari arah belakang.
    “Ehhh Keiko, dah sadar ya…”
    Ayaka membalikkan tubuhnya, kemudian menghampiri Keiko yang tengah meronta-ronta, Ayaka bertumpu menungging di sisi meja, sementara Ahmed menyelipkan penisnya kebelahan pantat Ayaka. Si Arab sibuk mengulek-ngulekkan batang penisnya pada belahan pantat Ayaka.

    “Ayaka…?? Di mana ini ?? Ohh makhluk apa itu??“
    “MAKHLUKKKKK ?? GRRRRRHHHH…..!!” Ahmed menggeram sambil menyerigai, ia mendekatkan wajahnya pada wajah Keiko, lidahnya terjulur keluar menjilat rahang gadis itu.
    “Ii-ihhh….”
    Keiko merasa jijik ketika lidah Ahmed yang basah menjilat rahangnya kemudian dengan rakus Ahmed menciumi wajahnya. Jilatan Ahmed meluncur turun ke arah leher Keiko kemudian kembali merayap naik dengan perlahan kearah rahang kanan lalu tiba-tiba menggigit leher kanan gadis cantik itu dengan agak kuat hingga meninggalkan bekas gigitan,
    “Ha HA HA HA HA…” Ahmed tertawa menyaksikan mimik wajah Keiko Kitagawa yang kesakitan bercampur , jijik dan marah.
    “LEPASKAN AKU KEPARATT….!!!!”
    “Tenang saja Keiko, Tuan Ahmed akan memperlakukanmu dengan baik…hmmmm, wajah yang cantik , ditunjang dengan tubuh yang  seksi, hi hi hi…, Tuan Ahmed pasti akan melayanimu dengan baik” Mihiro tersenyum nakal sambil mengelus puncak payudara gadis itu,
    Ahmed mengelus rambut Mihiro kemudian ia menggeluti tubuhnya dari belakang. Ayaka memeluk Ahmed sambil menggesek-gesekkan buah susunya pada punggung pria itu. Keiko tertegun menatap Ayaka dan Mihiro, ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, kelakuan Ayaka dan Mihiro berubah drastis, mereka berdua dengan sukarela menjadi mainan Ahmed dan menyebut makhluk mengerikan itu sebagai TUAN ??
    “Ayakaa…!! Kau gilaaa…, gila….!!SADAR AYAKA..!!!Heiii…!! Jangan sentuh aku…!!dasar sinting….!!!ahhhh, HEIII….!!“ Keiko menjerit berusaha menyadarkan Ayaka, ia berteriak marah ketika jemari Mihiro mengusap selangkangannya, dengan genit Mihiro kembali mencolek selangkangannya dan mengusap bulu-bulu halus yang tubuh di sekitar vaginanya, kemudian dengan bernafsu ia mengendus-ngendus vagina Keiko.

    “Aduh, Keiko marah ya?? habis Mihiro nakal sihhhh main colek sembarangan, sini Mihiro sayang…, colek punyaku saja he he he“ Ayaka memeluk Mihiro dari belakang
    Dengan gerakan yang indah Mihiro membalikkan tubuhnya menghadap Ayaka Komatsu, kedua gadis cantik itu saling berpelukan dan berciuman dengan mesra. Tangan Mihiro merayap ke bawah mengusap dan mencolek-colek selangkangan Ayaka yang berdiri sambil mengangkangkan kedua kakinya.  Keiko merinding mendengar suara desah Ayaka dan Mihiro yang semakin menggebu, bahkan kedua gadis cantik itu bergantian menundukkan kepala, saling melumat payudara lawannya.
    “Astaga..!!Ayaka….??!!,Ohhhh… Apa yang telah terjadi denganmu…..” Keiko membatin dalam hati.
    “Keparat…!! JANGAN KURANG AJAR KAU MONSTERR!! Dasar Makhluk CACATTT!!” kembali terdengar jerit marah Keiko ketika si Arab mengusap induk payudaranya sebelah atas kemudian dengan santai jemari Ahmed merayapi belahan payudaranya.
    Wajah Ahmed membesi, bibirnya yang sumbing tersenyum sinis, diremasnya kuat-kuat payudara Keiko hingga gadis itu mengaduh kesakitan, dasar otak setengah miring, Ahmed tertawa terbahak-bahak, jari telunjuknya merayap turun kemudian mengetuk-ngetuk bibir vagina Keiko. Si Arab tertawa sambil memperhatikan mimik wajah Keiko saat jari telunjuk terayun-ayun perlahan, mengelusi belahan vaginanya kemudian mematuk, mengetuki belahan vagina Keiko.
    “Helloooo, Tok… Tokkk Tokkk, anybody home..??wuihhh…!! Wheiiittt, memeknya banjir….Enak yaaaaa, dielusssssss…., dijilatttttt…..?? , DIJILATTT…?? Mau ya memeknya kujilatttt…!!HA HA HA HA HA” Ahmed tertawa dengan suara yang serak dan keras kemudian kepalanya menungkik cepat ke arah selangkangan Keiko,
    Lidah Ahmed terjulur keluar, terayun-ayun menjilati selangkangan Keiko yang terkangkang terikat tanpa daya, gadis cantik itu berteriak marah mendapat perlakuan mesum Ahmed yang semena-mena. Mata Si Arab mendelik, mulutnya berdecak-decak, mengecap lelehan-lelehan lendir vagina Keiko. Tangan Ahmed gemetar meraba kehalusan paha gadis itu yang jenjang.

    “BLAHH, BLLA.HHhhh B.LA.LAA BLAAAAA…..BB!!Muachhh…!! Muachhhhh…!! rrrhhh, Muachhh, Cupphhh, Muachhh…!!BUfffhhh.. Blabbbhh…, Blaaabbhhhhh….!!” sambil menceracau tidak karuan dengan liar dan ganas Ahmed mengecupi selangkangan Keiko
    Gadis cantik itu menggigit bibirnya untuk menahan desahan yang hampir keluar, kecupan dan jilatan-jilatan lidah Ahmed yang begitu taktis di wilayah tubuhnya yang terintim ternyata tidak mampu untuk meredam kemarahan Keiko yang memaki dengan kasar.
    “Nah, bagaimana Nona Keiko ?? enak bukan ?? kebetulan saya lagi cari jodoh nich, saya masih single, belum pernah melahirkan, baik hati, penyayang,  maukah Nona menjadi pendamping hidup saya??“
    “Keparat!! Siapa yang sudi!! Lepaskan akuu…!!LEPASKANN…!!”
    “Bolehh, tapi setelah dilepaskan, Nona janji menjadi kekasih saya, bagaimana??” dengan muka temboknya yang khas, Ahmed mengajukan tawarannya, Keiko berpikir dengan cepat, ia mendapatkan sebuah ide untuk meloloskan diri, sambil berusaha tersenyum semanis mungkin ia mengangguk.
    “Ha Ha Ha, aku mendapatkan seorang kekasih lagi, sebentar ya sayang, duh kasihan, pegal yahhh??“ sambil menggerayangi lekuk liku tubuh Keiko , Ahmed melepaskan ikatan di tangan dan kaki gadis itu kemudian si Arab meraih tubuh  Keiko yang bergidik jijik ketika Ahmed memeluk dirinya., Keiko menahan kepala Ahmed yang hendak mencaplok puncak payudaranya., mulut Ahmed ternganga lebar siap mengenyot buah susu gadis cantik itu yang ranum.
    “Jangan Tuan,,,Jangannn,,  Maluuu….”
    “Eh ?? malu ?? Malu sama siapa ?? “
    “Emmmm, Malu sama.”

    Keiko mengerlingkan ekor matanya kearah Ayaka dan Mihiro juga pada para serdadu Arab yang tengah berjaga sambil menonton pertunjukan panas yang aduhai, sesuatu menggembung di bagian selangkangan para serdadu yang rata-rata berwajah beringas.
    “Ohhh, begitu, Ayaka  Mihiro….aku mempersilahkan kalian bedua untuk berjalan-jalan di kota dengan ditemani oleh para serdaduku,”
    Mihiro tertawa kecil, sementara para serdadu berwajah beringas merayapi kemolekan tubuh Ayaka dan Mihiro sambil harap-harap cemas, berharap menjadi pelampiasan nafsu mereka. Ahmed tersenyum sambil kembali memeluk tubuh Keiko. Gadis itu berusaha menyembunyikan rasa jijik ketika bibir sumbing ahmed melumati bibirnya dengan rakus, sementara Ayaka dan Mihiro menjauh sambil bergandengan tangan, kedua gadis cantik itu diiringi para serdadu Arab berwajah beringas yang semakin horny mencium aroma tubuh keduanya di udara.
    “Awhh…sebentar Tuann…, sebehhmmm… mmhhhh, Tunggu., hemmm mmhhhphhhh….!! Ah-ahh.. Tuannn,, sebentarrrrrhhhmmmhh…!!”
    Tubuh Keiko meronta dalam belitan si Arab, bibir Ahmed yang sumbing memangut dan melumat bibirnya. Gadis cantik itu semakin resah ketika cumbuan si Arab mulai menggeluti batang lehernya, cumbuan liar Ahmed merambat turun hingga Keiko kelabakan menahan nafsu Ahmed yang menggebu-gebu, Keiko buru-buru menepiskan tangan Ahmed yang menggerayangi payudaranya..
    “Jangan disini tuan, panasss, “ Keiko menuntun Ahmed ke arah pohon rindang di dekat benteng tembok yang mengelilingi istana si Arab, tembok kokoh itu tidak terlalu tinggi, mungkin sekitar 2 meteran.

    “Tuan jangan nakal donggg…” Keiko menahan wajah si Arab yang menungkik hendak melahap kembali payudaranya.
    “Waduhhh, Keiko…manissss, abang dah pengen nihhh, mau dong ah..” Ahmed merajuk dengan manja sambil berusaha memeluk Keiko yang berkelit hingga terlolos dari pelukannya. (Red : Huhhh ?? ABANGGGG ?!! wah , harus diadakan tes DNA nih, arab ato “ARAB” )
    “Sini Tuannnn, sini …..ayo sini…”
    “He he he he he.., ayo dooonnnggg…manis , ci-attttttt….!!”
    Ahmed mendekati Keiko yang tengah bersandar pada dinding tembok yang kokoh itu,setelah memasang kuda-kuda, Ahmed menggeram keras kemudian melompat menerkam tubuh Keiko dengan nafsu yang membara.
    “Hiiiihh….!!!”tiba-tiba Keiko bergerak dengan cerdik.
    “EKHH…!!!JEDUGGGGG…………!!!NGUA-HAAH..!!.JEDUKK DUKKK… DUKKKK…  JEDUKKKK”
    Rupanya Keiko meloloskan diri ke samping kemudian di saat yang besamaan tangannya menjambak rambut Ahmed dan menghantamkan kepalanya ke arah tembok berkali-kali hingga akhirnya Ahmed terkapar tanpa daya, mata Ahmed masih berkedip-kedip seakan-akan tidak percaya dengan kenyataan pahit yang dialaminya, dengan gemas Keiko menendang wajah Ahmed yang tengah mengerang, ditariknya pinggul Ahmed agar menungging, dengan sebuah ketimun disodoknya liang anus si Arab.
    “JROSSHHHHHHH…..!!!”
    “NGUUUHHHHH……!! “ Ahmed melenguh keras seperti seekor sapi yang tengah beranak kemudian kelojotan tak sadarkan diri dengan sebatang ketimun menancap dianusnya.
    “Dasar, kunyuk cacat!! Hihh…, Bukk…bukk”
    Berkali-kali Keiko menendangi tubuh Ahmed. Setelah puas ia mengendap-ngendap Keiko mendekati sebuah pos,hmm, hanya ada seorang prajurit Arab yang tengah berjaga, akhirnya setelah menguatkan diri dengan menahan rasa malu Keiko mendekati prajurit Arab bertubuh tegap itu. Gadis cantik itu memberanikan dirinya untuk menarik perhatian sang prajurit.

    “Haiii….,Psstttt…Pssstttthh”
    Keiko memberikan isyarat kepada prajurit yang tengah berjaga itu. Jari telunjuknya menempel di ujung bibirnya yang meruncing, tubuhnya menggeliat indah berusaha untuk memancing mangsa di hadapannya..
    “HAHHH….?? Ceglukkk….!! BOOOMM!!”
    Nafsu sang prajurit meledak sampai ke ubun-ubun. Ketika seorang gadis berwajah jelita menghampirinya dalam keadaan telanjang bulat, penis sang prajurit langsung mengeras siap untuk membantai lawannya. Bola matanya berputar-putar dengan liar, lelaki mana yang tak tergiur oleh kecantikan dan kemolekan tubuh Keiko Kitagawa.
    “Uh-oh, Gilaa…!!Auhhhhh…”
    Bagaikan seekor harimau lapar, tiba-tiba sang prajurit menggeram sambil menerkam tubuh molek gadis itu. Keiko membatin sambil menahan jeritannya ketika tiba-tiba sang prajurit menerkamnya, mau tak mau Keiko termegap  ketika prajurit itu menggeluti dirinya, berkali-kali wajah sang prajurit menyelip di sela-sela lehernya yang  jenjang..
    “Calm down, tiger..,  what is your name ??”
    “Ali…!!”
    “Fuck me…,Aliii……, just fuck me..!!”
    “Noo…!!”
    Sang prajurit menjawab dengan tegas setelah hilaf untuk sesaat sang prajurit mencoba untuk bertahan antara tugas dan kesenangan, gairah dan ketegaran, nafsu dan prinsip hidup, namun sesuatu divselangkangannya berontak dengan liar, hanya membutuhkan sedikit sentuhan saja untuk menjatuhkan prinsip sang prajurit yang sudah miring 90 derajat.

    —–
    “No…”
    “Yes…”
    “NOOOO….!!!”Suara No berteriak keras
    “YESSSSSS…..!!!”Suara yes berteriak lebih keras lagi.
    “NOOOO OR YESSSSS….???”
    “YESSSSSS OR NOOOOOO ???”
    “NOO And YESSS…..AJA DEHH….”
    “Kalau Noo ya NOOOOO, Kalau Yes Ya YESSSSS….”
    Begitulah prinsip vs nafsu yang bercampur baur, berperang dengan sengit di benak sang prajurit yang semakin horny.
    —–

    Keiko tersenyum sambil mengalungkan kedua tangannya, bergelung keleher sang prajurit kemudian sambil berjingjit ia menarik leher sang prajurit, bibirnya merekah meraih bibir Ali, bibir sang prajurit yang balas melumat bibir gadis cantik itu, begitu rakus dan beringas, sementara kedua tangannya bergerak liar menggerayangi kemolekan tubuh gadis cantik itu, tubuh Keiko yang molek mungil tampak serasi dengan tubuh sang prajurit yang  tinggi kekar.
    “Hsh-hshhhhh.., ah-aahh…., ohh mmmm-ahh”
    Keiko kegelian ketika wajah sang prajurit terbenam di dadanya. Setelah menghisap-hisap payudara Keiko, dengan nafsu sang prajurit membuka pakaiannya, “cegluk” , kini giliran Keiko yang menelan ludah ketika sang prajurit meloloskan pakaian terakhirnya, sebatang penis yang besar panjang mengacung bagaikan sebuah meriam yang siap untuk meluluh-lantakkan tubuh Keiko yang molek, mulus tanpa cela. Dengan cepat keiko menyusun sebuah siasat, ia mencoba untuk menekan bahu sang prajurit agar mau berlutut di hadapannya.
    “No-nooo, He he he, “
    Sang prajurit menolak keinginan Keiko.
    “Uh, But? Waa-it, Whoaa ?? !! “
    Keiko terpaksa berlutut ketika tangan sang prajurit menekan bahunya agar berlutut dihadapan meriam besar itu. Mata Keiko Kitagawa melotot menatap sebatang penis besar dihadapan wajahnya, ia terpaksa memegang meriam besar di selangkangan sang prajurit yang menyodorkan batang besarnya  ke wajahnya. Mau tak mau Keiko gemetaran panas dingin ketika ia menggengam batang kemaluan sang prajurit yang besar.

    “Wait, Wait… I…”
    “SUCK IT….!!”Ali membentak dengan wajah beringas.
    Dengan terpaksa Keiko membuka mulutnya, sang prajurit terkekeh senang sambil menjejalkan batang kemaluannya ke dalam mulut Keiko, tangan sang prajurit menjambak rambut Keiko kemudian mengayunkan meriam di selangkangannya, Duffhh Dufffhh, Duffhhh. Penis besar itu terayun-ayun dengan kasar.
    “H-moughh, Hh-mufhhhh…!! HMMPHHHHH….!!!”
    Keiko mencakar paha sang prajurit ketika penis besar itu semakin dalam mendeepthroatnya, siapa sangka cakaran Keiko justru membuat prajurit Arab itu semakin garang. Penis besarnya semakin dalam lagi mendeepthroat Keiko hingga ia termegap-megap kehabisan nafas, sesekali sang prajurit mencabut penisnya agar Keiko dapat bernafas kemudian kembali membenamkan batang penisnya mendeepthoat Keiko. Tangan kanan. Ali menekan belakang kepala Keiko sementara tangan kirinya menjambak rambut gadis cantik itu.
    “Auhh, uhukkk, Cukup…, cuk-pppfhh… fffhhhh… Mmmhh”
    “Good girllll…., Good Girllllll….!! Eat My Dick…YEAH…!!”
    Ali semakin terlena mengayunkan batang penisnya sementara Keiko mengernyitkan keningnya ketika penis ali bergerak kasar menodai kesucian mulutnya. Lelehan lendir-lendir nafsu yang keluar dari mulut penis Ali berbaur dengan air liur Keiko, sesekali terdengar suara lenguhan  keras Keiko ketika Ali membenamkan batang penisnya dalam-dalam ke dalam mulut gadis itu hingga menusuk kerongkongannya. Setelah puas mendeepthroat gadis cantik itu, sang prajurit mendudukkan Keiko di pinggiran jendela tepat di samping sebuah senjata Ak-47 yang tergantung. Keiko yang masih terbatuk menyambut ciuman sang prajurit, lidah Ali bermain-main didalam rongga mulut gadis cantik itu, mengelus dan memijati lidah Keiko, sementara sepasang tangannya merayapi tubuh moleknya, meremas payudara Keiko  dengan kasar

    Tubuh Ali bersujud sambil menyibakkan paha Keiko agar mengangkang, tangan Ali yang berbulu menahan paha mulus Keiko Kitagawa. Bola mata Ali mendelik menyaksikan kemolekan selangkangan si gadis Jepang yang cantik jelita itu.
    “Ohhhhhhhh…. Tt-tunggu..A..li…,!!Ahhhhhhhh”
    Keiko Kitagawa semakin merasa risih ketika dengan bernafsu sang prajurit menciumi pahanya hingga gadis cantik itu mendesah panjang tak kuasa menahan gejolak birahi  ketika tangan Ali merayap naik mengelusi pangkal pahanya sebelah dalam, ia terperanjat ketika jemari Ali mengelusi bulu-bulu jembut yang tumbuh tipis menghiasi permukaan Vaginanya, Ali tersenyum mesum sambil kembali menciumi paha Keiko sebelah dalam yang sensitif, ciumannya terus merambat naik, berkali-kali tangan Keiko berusaha menghalangi kepala Ali namun dengan kasar sang prajurit menepiskan tangan gadis itu,  mulut Ali berusaha mengejar selangkangan Keiko Kitagawa, sementara Keiko berusaha menahan kepala Ali yang mengejar sesuatu diselangkangannya, tangan Ali mencekal pergelangan tangan keiko dan mulutnya menungkik mencaplok belahan Vagina gadis cantik itu.
    “Ahh-ahh, .AUHHH…!! Hssh.. Sssshhhh”
    Tubuh Keiko tersentak bagaikan tersengat listrik tegangan tinggi  ketika mulut Ali berhasil menerkam selangkangannya, tanpa sadar Keiko mendesis-desis menahan rasa nikmat. Permainan bibir dan lidah Ali membuat keiko melayang terombang-ambing dalam pacuan birahi, sesekali lidah Ali mengorek belahan vagina gadis itu hingga nafas keiko terasa sesak, kemudian terpaksa merintih lirih ketika mulut Ali mengunyahi vaginanya dengan rakus.

    Tangan Keiko melayang berusaha meraih senapan Ak-47 yang tergantung di samping jendela, sesekali gerakan tanganya tertahan di udara karena rasa geli serta nikmat yang begitu menyengat ketika mulut sang prajurit mengemuti bibir vaginanya sementara sepasang tangan Ali yang kasar merayap mengelusi kemulusan pahanya. Tiba-tiba saja mulut Keiko membentuk huruf O besar, matanya membeliak, tangannya yang hendak meraih senapan itu  jatuh di atas kepala Ali yang tengah menghisap-hisap belahan vaginanya, kuku Keiko terbenam dikepala sang serdadu.
    “Uu-uhh,Ahhhhhhhhhh.. Crrrr Crrrr Crrrrr……”
    Seluruh bagian tubuh Keiko tersengat oleh rasa nikmat yang menghujam ketika vaginanya berdesir hebat berdenyutan. Tubuh mulusnya mengejang sesaat kemudian gemetar hebat ketika cairan kenikmatannya diseruput oleh sang prajurit, suara rintihan kenikmatan berbaur dengan suara seruputan penuh nafsu, di saat sang prajurit terlena menyeruput cairan gurih itulah tangan kanannya kembali berusaha menggapai senapan Ak-47 yang tergantung. Keiko sengaja menjepit kepala sang prajurit dengan sepasang pahanya yang halus mulus sementara tangan kirinya membenamkan wajah Ali dalam-dalam  pada selangkangannya, sesuatu terayun di udara.
    .“JEDAKKKK…!!”
    Terdengar suara hantaman keras ketika dengan sekuat tenaga Keiko menghantam kepala sang prajurit dengan senapan Ak-47 ditangannya, dengan tumit, Keiko menendang dada sang prajurit hingga tubuh besar itu terjengkang ke belakang..
    “HOAHHHH……!!URhhhhh…!!.“
    Ali melotot sambil memegangi kepala dan dadanya, matanya berkedip beberapa kali menatap wajah gadis itu kemudian tertutup disertai lenguhan panjang, berkali-kali Keiko menarik nafas panjang berusaha mengisi rongga dadanya yang terasa sesak. Setelah berhasil menguasai diri, dengan terburu-buru Keiko segera memunguti dan memakai pakaian sang prajurit, setelah itu ia mengendap-ngendap kembali menuju tempat di mana Ahmed terkapar pingsan, ditariknya pinggul Ahmed hingga menungging kemudian dengan menggunakan bokong Ahmed sebagai pijakan Keiko menggapai tembok bagian atas, dan hiahhhh…!! gadis cantik itu berjuang mengangkat tubuh moleknya, untuk beberapa detik Keiko memperhatikan ke bawah, HMMMM, landscape berumput yang agak miring, setelah menimbang-nimbang sejenak akhirnya ia melompat turun kemudian berlari ke arah hutan….

    *******************************
    Sementara itu di tempat lain…

    Sebuah mobil berhenti di depan taman pribadi milik Ahmed yang terletak di tengah kota, dua sosok tubuh molek melenggang menggairahkan memasuki taman pribadi yang tertata dengan apik, empat orang prajurit menghela nafas kesal ketika Hasan dan Halim menyuruh mereka untuk berjaga di depan gerbang taman itu sementara mereka berlari kecil mengejar Ayaka Komatsu dan Mihiro Taniguchi. Mihiro berbisik sambil memeluk tubuh Ayaka dari sebelah belakang, entah apa yang dibisikkan oleh Mihiro, Ayaka menatap dua orang pria Arab di hadapannya sambil tersenyum dikulum.
    “OUHHH….!! TOINKK….!!”
    “Wwa-UHH….!! TOink..!!”
    Dua buah benda di selangkangan Hasan dan Halim berkelojotan kemudian mengejang ketika Mihiro menciumi batang leher Ayaka dari arah belakang. Ciuman-ciuman Mihiro yang menggebu disambut rintihan-rintihan lirih Ayaka yang membuat nafsu Hasan dan Halim semakin memuncak, wajah kedua pria itu memerah menahan desakan nafsu birahi. Nafsu Hasan dan Halim berkobar  dashyat ketika Ayaka mengerlingkan ekor matanya dengan nakal menggoda kedua orang pria Arab yang tengah melotot menyaksikan pertunjukan panas itu, mata mereka mendelik menyaksikan tangan kiri Mihiro menyusup masuk ke dalam kimono yang dikenakan oleh Ayaka, kemudian bergantian Mihiro meremas-remas sesuatu di bagian dadanya,sedikit demi sedikit Mihiro menyibakkan kimono Ayaka. Kedua gadis cantik itu tertawa nakal menyaksikan Hasan dan Halim yang  salah tingkah, berdiri tersiksa di atas bara nafsu birahi di taman itu, Hasan dan Halim berseru kagum ketika dengan gerakan yang gemulai Ayaka dan Mihiro saling melepaskan pakaian yang melekat menutupi tubuh molek lawannya.
    “Hasan, Halim….kemarilah!!”
    “Iya Nona, Iyaaa!” dengan semangat tinggi Hasan dan Halim menyahut, mereka segera menghampiri Ayaka dan Mihiro, mata kedua orang pria Arab itu tak pernah lepas merayapi tubuh molek yang kini sudah telanjang bulat tanpa selembar benangpun menutupi tubuh mereka.

    Baca Juga Cerita Seks Arabian Madness 3: City of Sperm

    “Sekarang mari kita bermain!!”
    “Kalian berlari dari ujung sini ke sana lalu kembali lagi ke sini jika sudah sampai di hadapan kami….”
    “Segera lepaskan pakaian kalian…siapa yang lebih dahulu melepaskan pakaiannya akan mendapatkan hadiah istimewa dari kami!!”
    Ayaka dan Mihiro saling bersahutan memberikan instruksi kemudian duduk berdampingan di atas kursi panjang berwarna gading sambil menyaksikan Hasan dan Halim yang bersiap untuk saling berlomba.
    “Satu.., Dua…, TIGAA…!! MULAI..!!”
    Mihiro berteriak keras memberikan aba-aba kepada Hasan dan Halim kemudian kedua pria itu langsung berlari saling mendahului sementara Ayaka dan Mihiro berteriak menyemangati mereka.
    “Ayooo Hasannnn… Ayooo…..”
    “Halimmmmm, jangan mau kalah  Halimmmmm….!!”
    Terdengar suara merdu Ayaka dan Mihiro yang tengah mengompori perlombaan antara hasan dan Halim, saat tiba dihadapan Ayaka dan Mihiro kedua orang pria Arab itu berlomba melepaskan pakaian yang mereka kenakan. Hasan lebih cerdik dengan sekuat tenaga Hasan menjambret celana dalamnya sendiri, terdengar suara keras BREEEETTTTT….!!!
    “HOREEEEE…..!! saya menanggggg…saya yang menang nonaa!!” Hasan berteriak sambil mengacungkan celana dalam robeknya yang sudah dekil berwarna kekuningan, sementara Halim mengelus dadanya sendiri kemudian menundukkan kepala ketika Ayaka dan Mihiro menghardiknya keluar dari dalam taman pribadi yang terletak di tengah kota.
    “Wahhh, penis kamu besar sekali Hasan”
    “Wawww??…keras amat sihh??”

    Mihiro dan Ayaka mengapit Hasan. Tangan Ayaka mengelusi batang penis Hasan sementara Mihiro mengusapi dadanya yang berbulu lebat, tanpa membantah Hasan segera menuruti perintah Ayaka dan Mihiro yang menyuruhnya duduk di sebuah kursi panjang berwarna gading, kedua kaki Hasan mengangkang lebar. Ayaka dan Mihiro duduk mengangkang masing-masing di paha kanan dan kiri Hasan yang berbulu kemudian menggesekkan selangkangan mereka seolah sedang memijati paha Hasan dengan selangkangan mereka sementara tangan kedua gadis cantik itu memainkan batang penis Hasan yang besar panjang.
    “Ouugghhhh….!!”
    Hasan mengeluh keenakan, jika Ayaka mengocoki batang penisnya maka jemari Mihiro mengelusi buah zakarnya demikian juga sebaliknya, combo kedua gadis itu membuat hasan mengerang nikmat, erangan Hasan disambut oleh desahan-desahan Ayaka dan Mihiro yang menggairahkan. Aroma semerbak tubuh mereka membuat Hasan semakin mabuk oleh birahinya yang memanas.
    “Bagaimana Hasan, kamu suka??” Mihiro tersenyum sambil terus menggerakkan selangkangannya mengeseki paha Hasan, sementara tangan Hasan berkeliaran, menggerayangi tubuh Ayaka dan Mihiro.
    “Suka..!! saya suka sekali Nona Mihiro…”
    “Kalau suka harus bilang Apaaaa ??”Ayaka mencubit kecil hidung HAsan.
    “Terima kasih Nona Ayaka, Terimakasih Nona Mihiro…!! terimakasih…!!ARHHHHHH…. !!TERIMAHK KASIHHH….!!AUHH” Hasan berteriak keras ketika tiba-tiba ayaka  yang duduk dipaha kiri Hasan meremas buah zakarnya dengan kuat, dengan bernafsu hasan merengkuh pinggang Ayaka.

    “Wha-awwww…, he he he,Hasannn, oughhhh…” Ayaka terkekeh kegelian ketika Hasan membenamkan wajahnya yang brewokan di antara belahan payudara gadis cantik itu, dengan rakus Hasan mencumbui belahan payudaranya kemudian melumat-lumat sepasang gunung semakin mengenyal, membusung indah, Ayaka membusungkan dadanya menyambut cumbuan Hasan yang menggeluti payudaranya.
    “Adu-du-duhhh..! Owwww….!!ahhhhhh Hasannnnn, nikmatnyaaaa, Auhhhhh…!!“ mulut Ayaka ternganga membentuk huruf A ketika Hasan mengenyot puting susunya yang mengeras,
    Sesekali Hasan membenamkan wajahnya pada belahan payudara Ayaka sambil menjilat dan mencumbui belahan payudara gadis itu hingga Ayaka mendesah dan merintih panjang. Dengan gerakan yang indah Mihiro turun dari paha hasan, bintang JAV cantik itu berlutut di antara selangkangan pria Arab itu. Mata Mihiro menatap tajam pada pasak besar di selangkangan pria Arab itu perlahan kepalanya turun mengejar sesuatu di selangkangan Hasan, tiba-tiba mulutnya menyergap benda itu, dicaploknya benda yang sudah menegang maksimal itu.dengan kasar.
    “WHOAAHHHHH..!! Nona MIHIROOOO…..!!HUNGGH..URHHH..!”
    Mata Hasan mendelik ke bawah, ia mengeluh sambil menjambak rambut Mihiro yang tengah asik menggeluti batang penisnya. Sungguh malang batang penis Hasan menjadi korban pelampiasan nafsu Mihiro, dicapluk, diemut, diciumi dengan bernafsu hingga mata Hasan mendelik – delik nikmat, apalagi ketika Ayaka ikut bergabung dengan Mihiro menyiksa batang penisnya yang besar panjang. Berkali-kali pria Arab itu mengeluh nikmat ketika mereka bergantian mengulum-ngulum kepala penisnya, bahkan dengan nakal kedua gadis itu mengigit-gigit kecil batang penis itu hingga Hasan mengerang dalam nafsu yang menggelegak. Hasan menyandarkan punggungnya ke belakang, wajahnya terangkat ke atas menatap indahnya langit biru di atas sana, kedua kaki hasan yang berbulu mengangkang lebar memberi kebebasan pada Ayaka dan Mihiro untuk menyantap dan mencumbui batang penisnya yang besar panjang. Dengan modal sebatang penisnya yang besar dan panjang itulah Hasan bagaikan seorang raja yang tengah diservice oleh kedua orang wanita cantik itu, tangan Hasan mengelusi rambut kedua gadis cantik itu, ia membiarkan Ayaka dan Mihiro memainkan batang penisnya sepuas yang mereka mau…hingga akhirnya Hasan memutuskan untuk menjadi tokoh yang lebih dominan dalam permainan yang semakin memanas.

    “Sini..Nona, ikut saya, saya jamin pasti nikmat…!!.”
    Kini giliran Hasan yang memberikan perintah, Mihiro dan Ayaka menurut , mereka ditarik ke dekat kolam air mancur ditengah taman itu, suara gemericik air terdengar semakin indah diiringi suara tawa mereka.
    “OWWWWW…..!!hi hi hi, achh, Hasannn” tiba-tiba Mihiro menjerit keras, bagaikan seekor hewan yang kelaparan
    Hasan menerkam tubuh Mihiro, mereka berdua bergulingan di atas rumput hijau, gulingan liar itu berhenti dalam keadaan Hasan menindih tubuh Mihiro. Desahan Mihiro membuat Hasan semakin bernafsu menggeluti tubuh mulus gadis itu. Erangan dan rintihan kenikmatan Mihiro terdengar saling menyambung ditengah deru nafas hasan, bibir Hasan semakin ganas mengecup, memanguti bibir Mihiro dengan rakus kemudian menjilat dan menghisapi leher Mihiro hingga meninggalkan bekas-bekas hisapan. Pangutan-pangutan Hasan yang panas semakin turun ke arah dada, untuk beberapa saat lamanya hasan menatap keindahan sepasang bukit kembar putih di dada Mihiro. Tangannya merayap mengelusi puncak payudara gadis itu bergantian yang kiri dan yang kanan setelah meremas-remas payudara Mihiro. Hap Hap Hap…mulut Hasan melumat-lumat payudara Mihiro, setelah puas memanguti dan menghisap-hisapnya, Hasan segera mengambil posisi bertempur, digeseknya belahan vagina Mihiro dengan kepala penisnya, mirip seperti sedang menggesek kartu kredit, digeseknya berulang-ulang hingga overlimit dan vagina Mihiro becek oleh cairan kewanitaannya.
    “Hsssshhhhh… sssshhhhh….. ssssshhhhh” berulang kali Mihiro mendesis kuat  ketika kepala penis Hasan menekan kuat belahan vaginanya, Hasan terus berusaha  mendesakkan batang penisnya dengan paksa  menguakkan liang vagina Mihiro yang mungil, dengan kasar dihantam dan dibelahnya liang vagina bintang JAV cantik itu hingga Mihiro menjerit kuat.

    “AWWWWWW….!! AHHHHHHHHHHHHHH…..!!”
    “Hihhhh….!!!Jrebbbbb- Blusssshhhhh..!!”
    Dengan gemas Hasan menjejalkan batang penisnya kuat-kuat, tubuh mungil Mihiro mengejang kemudian melenting hebat ketika benda di selangkangan Hasan semakin dalam membelah vaginanya, BRESSSSHHHH…!! BRESSSSHHHH…!! benda besar itu menyentak-nyentak dengan kasar..
    “Ow-ow, Hasss…, Hasannnn pelan-pelann Aufffhhh…..!!OWAHHHH..!!” bola mata Mihiro sampai terbalik hingga kelihatan putihnya saja ketika batang besar itu menyodok dan memaku belahan liang vaginanya dalam-dalam..
    “CROSSSHHH…. !! CROSSSSHHH…!! CROSSHHHH…!!“
    “Ooo-waaaahhhh, Ahhh-Arrhhhh…, Amphunn AHHHHHH…!!”
    Dengan bernafsu berkali-kali Hasan memakukan batang penisnya hingga Mihiro memekik keras. Tubuh mihiro menggeliat dibawah tindihan tubuh Hasan yang tengah berkutat mendesakkan batang penisnya pada cepitan vagina Mihiro. Gadis cantik itu menjerit keras ketika penis Hasan yang panjang terus membelah vaginanya hingga batang besar itu mentok tertancap di dalam vagina si gadis cantik itu.
    “Wowww ??!! gimana rasanya ?? “
    Ayaka menatap selangkangan Mihiro, ada benda besar panjang yang tertancap dengan sempurna di selangkangan bintang JAV cantik itu, ia bertanya penasaran pada Mihiro yang kewalahan ketika batang besar itu mulai bergerak mengocok-ngocok belahan vaginanya. Ayaka terpana menyaksikan tubuh Mihiro yang terguncang dengan hebat disodoki oleh batang penis Hasan.
    “Auuhhh…!! Arrhhhh…., Mampus Aku, AHHHHHHHHHH….!!!oh-ohh OWWWWWW…..!!”
    Ayaka tertawa kecil sambil meremas-remas payudara Mihiro yang terguncang hebat ketika Hasan meyodoki belahan vaginanya hingga belahan vagina Mihiro berteriak nyaring ketika ditumbuk oleh penis Hasan yang besar panjang.

    “BLUPHH…!! BLUPHHH..!! JREB-BLUPPPH….!!!”
    “Ahhhhh….!! Awwwww……!! Nnnnnnnggghh…!! Auhhhh…..!!”
    “Unn-nnhhhh.., creeeetttt… crrr… rrrttttt…..”
    Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi Hasan untuk merobohkan Mihiro. Tubuh mulus Mihiro menggeliat hebat kemudian terkulai dengan nafas yang berdengusan. Hasan mempergencar serangannya menghajar tubuh mulus Mihiro terkapar tanpa daya dengan full power Hasan menghentak-hentakkan batang penis besarnya menumbuk-numbuk liang vagina gadis cantik itu, bibir vagina Mihiro termonyong-monyong ketika Hasan menarik penisnya dan terlipat-lipat kedalam ketika Hasan menjejalkan penis besarnya dengan paksa, sesekali Mihiro berusaha menggoyang pinggulnya menyambut hentakan-hentakan batang penis Hasan. Ayaka mengecupi bibir Mihiro yang tak henti-hentinya mendesah dan merintih lirih. Butiran keringat melelehi tubuh Mihiro, nafas gadis itu berdengusan liar, matanya membeliak menahan nikmat sementara mulutnya kembali membentuk huruf O besar ketika penis besar hasan melesat meyodok-nyodok liang vaginanya. Dengan gemas Hasan menangkap kaki mulus Mihiro yang melejang-lejang kemudian mengangkangkan kedua kaki gadis itu mengangkang ke atas hingga pinggulnya sedikit terangkat, terdengar deru nafas Hasan yang kembali mengayunkan batang penisnya mencecar vagina Mihiro yang memar kemerahan. Hasan terus memacu Mihiro, mencekoki gadis itu dengan kenikmatan bertubi-tubi, memeras tenaga Mihiro habis-habisan.
    “UNNGHHHHH… Crrrrr rrrttttttt…. Crrrrrrttttt”
    Tubuh mulus Mihiro hanya sanggup menggelinjang lemah ketika cairan vaginanya kembali diperas oleh penis Hasan yang masih menembaki celah sempit itu dengan brutal, tiba-tiba saja dengan kasar Hasan mencabut batang besarnya dari cepitan liang vagina Mihiro. Tangan hasan  mengusap lelehan lendir kenikmatan Mihiro yang berwarna putih kental meluap dari celah vaginanya yang memar akibat disodok-sodok dengan kasar, diremasinya selangkangan gadis cantik itu dengan lembut hingga  Mihiro mendesah-desah panjang, ia merasa tubuhnya serasa remuk disetubuhi oleh pria kasar itu,  kedua matanya terpejam, nafasnya terengah kecapaian, buah dadanya bergerak turun naik seiring dengan desah nafasnya yang tak beraturan, tubuh moleknya mengkilap indah dilelehi butiran keringat..

    “Eee, Auhh…, Huuhhh Aaaaaaaaaa…..hh”
    Ayaka tergagap ketika Hasan menggeram sambil menubruk tubuhnya, nafas pria Arab itu berdengusan bagaikan seekor banteng yang kuat dan ganas, tangan mungil Ayaka berusaha menahan tubuh besar itu, namun apalah daya gadis cantik mungil seperti dirinya di tengah raungan birahi Hasan yang yang dahsyat, tangan Hasan membelit tubuh Ayaka hingga Ayaka kesulitan bernafas.
    “Eshhhhhh-ah, ssshhh-ahh, Owwwww… Aduhhhh….!!” Tubuh mungil Ayaka berontak ketika Hasan menggigit-gigit gemas puncak payudaranya, pria Arab itu tidak peduli ketika Ayaka menjambak rambutnya, digelutinya payudara Ayaka sebelah kiri sebelum berpindah menggeluti payudara Ayaka sebelah kanan.
    “Nona, Ohhh, Nona Ayakaaaa…..”
    “HASANNN, Ouhhhh, Hasannnnnn….!!!”
    Cumbuan liar Hasan semakin membuat Ayaka bergairah, Ayaka balas memeluk hasan kemudian berguling ke samping untuk merubah posisi, kini Ayakalah yang menindih tubuh Hasan. Vagina Ayaka bergeser ke atas meneduhi wajah Hasan yang langsung melumat-lumat selangkangan Ayaka dengan bernafsu, jeritan liar Ayaka disusul oleh geraman gemas Hasan yang tengah asik mengemuti belahan bibir vagina gadis itu.
    “Akhhhh, Gilaaaa…!! Ohhhh Enakkk.. Oh-Oh-Owwww….!!terusss… terusssshhhhh..!!”
    Ayaka mendesak-desakkan vaginanya pada mulut Hasan yang tengah melahap vaginanya. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya karena tidak sanggup menahan derita kenikmatan. Jerit dan erangan panjangnya yang menggairahkan terdengar saling sambung menyambung menjadi satu, berbaur bagaikan opera mesum yang menggairahkan. Di tengah raungan kenikmatan Hasan mendorong tubuh Ayaka hingga jatuh ke belakang.
    “Blukkk… UHHHHH….!!AWWWW…..!!”
    Ayaka mengeluh ketika punggungnya terbanting di atas rerumputan yang mengelilingi kolam air mancur itu, sepasang kakinya yang mulus tertekuk mengangkang dengan pasrah,terdengar pekikan keras Ayaka ketika mulut Hasan menerkam vaginanya yang tengah mengangkang, Ayaka menggeser-geser pinggulnya berusaha menghindari rasa geli yang menyiksa di selangkangannya. Mulut Hasan seperti seekor lintah terus menempel di vagina Ayaka, sulit untuk dilepaskan.

    “Emmmmmhhh, Hmmmmm…, Awwww, nnnhhhhh… Mmmmhhhh, Akssssshhhhhh, Ennnnnnnnnhhh!!!! crrrrrrr..  crreeetttt….. Srruccchhhh”
    Sepasang kaki mulus Ayaka menjepit kepala Hasan kuat-kuat, gadis cantik itu mengejang hebat sebelum akhirnya tergolek disertai rintihan kecil, senyuman manis menghiasi wajah cantiknya, matanya menatap Hasan yang mulai menempelkan kepala penisnya, mengulek-ngulek belahan vaginanya.
    “Aufffhhhh.. Ennnhhh, Afffhhhhhh…. OWAWWWWW….!!” jeritan keras Ayaka mengiringi keberhasilan kepala penis besar Hasan yang membelah vagina gadis itu yang peret.
    “TAHANHASANNN….!! TAHAAkkhhhhhhh…. annnhhh.. ennnh”
    mendengar jeritan Ayaka, Hasan malah melakukan sebaliknya, dijebroskannya batang besar itu hingga tubuh Ayaka tersentak mengejang hebat disertai erangan panjang gadis itu yang memilukan ketika dengan gerakan liar penis Hasan membor jepitan vaginanya.
    “BLUSSSHHHHHH…..!!”
    Penis hasan bergerak kasar mendesak dan membelah paksa liang Ayaka agar vagina mungil Ayaka bersedia menerima batang penisnya yang besar panjang. Mata Ayaka melotot ketika benda di selangkangan Hasan membongkar vaginanya dengan gerakan-gerakan yang liar penuh nafsu..
    “NGGGGEEE-HEEEEHHH….!!MATI AKhuuu..,OWWW…!!”
    Ayaka memekik, bersamaan dengan itu  tubuhnya kelojotan tak menentu ketika benda besar itu terbenam semakin dalam. Tanpa melepaskan kaitan penisnya dari vagina Ayaka, Hasan mengambil posisi berlutut mengangkang di atas kedua lututnya, diraihnya dan ditopangnya buah pantat Ayaka, kini Ayaka dalam posisi digendong dari sebelah depan oleh Hasan, sepasang kaki Ayaka bergelung membelit pinggang Hasan

    Hasan tersenyum sambil  membelai wajah Ayaka yang jelita, diciuminya bibir Ayaka yang mendesah-desah sedari tadi, desahan Ayaka terdengar semakin keras dan sering ketika Hasan memacu lembut liang vaginanya, sesekali rintihan keras mengiringi tersentaknya tubuh molek gadis itu ketika Hasan berkali-kali meluncurkan roket besar di selangkangannya.
    “Enak…, enakkk Ohh Hasannnn, enak sekaliiiii…. Utsshh, Crrrr Crrrrr…..”
    Pria Arab itu mengecup kening Ayaka yang tengah dihantam rasa nikmat. Kini dengan gerakan yang lembut hasan memacu penis besarnya sambil mengumpulkan kembali tenaga untuk melakukan penyerangan lebih lanjut, kedua tangannya meremas-remas bongkahan buah pantat Ayaka, didesakkannya batang besar itu hingga Ayaka mendesah panjang sambil mendongkakkan kepalanya ke atas. Terkadang terdengar suara jeritan kecilnya. Ketika batang Hasan mengaduk-ngaduk lembut belahan vaginanya.
    “Ugghh…!! Ugghhh..!! Ah-ah-ahh..!!! OW-AWWWWWWW….!!!”
    Tiba-tiba saja tubuh Ayaka tersentak-sentak keatas dengan kuat dan semakin kuat, jeritannya melengking, pentungan besar di selangkangan pria Arab itu bergerak semakin cepat dan lebih cepat lagi mengocoki belahan vaginanya. Tangan Ayaka berkalung pada leher Hasan, ia berusaha mencari pegangan untuk menjaga keseimbangan tubuhnya yang terlompat–lompat hebat di atas batang penis Hasan yang besar panjang.

    “Clep-clepp-clep-clepp…!!Blossshhhhhh…. Blllppppphhhh”
    Dengan kekuatan penuh penis Hasan melesat menyerang vagina Ayaka yang mungil, dihajarnya celah sempit itu hingga Ayaka merengek  nikmat menahan sodokan-sodokan batang penis Arab  yang besar panjang, disodokinya celah vagina Ayaka hingga gadis itu menjerit setinggi langit.
    “OWWWWW…!! Crrrr.. Crrrrttthhhhh Srrrrruchhhhh….”
    “Dhubbb.. Dhubbbb.. Dhubbbbbb….!!”
    Suara batang penis Hasan yang tengah menyodok belahan vagina. Keluhan Ayaka semakin sering terdengar, mengaduh, mengerang dan merengek-rengek kecil ditengah gerakan batang penis Hasan yang melesat prima terus membelahi liang vaginanya. Lidah Hasan terayun-ayun menjilati lelehan keringat di leher Ayaka, dengan gerakan yang lemah Ayaka mencoba menghempas-hempaskan vaginanya berusaha melakukan perlawanan. Gerakan persetubuhan antara Hasan dan Ayaka terlihat begitu indah, seorang pria berwajah beringas dengan seorang gadis cantik bertubuh mungil yang kewalahan menghadapi persetubuhan yang begitu liar dan ganas..
    “Plefffhh.. Pleefffhhh… Plefffhhhh….”
    Cukup lama ‘meriam’ besar di selangkangan Hasan terus membombardir liang vagina gadis cantik itu, memaksa Ayaka berkali-kali menjerit menikmati puncak klimaks sebelum akhirnya berdentum keras di dalam cepitan vaginanya. Ayaka merintih, Hasan mendekap tubuhnya dengan kuat bagaikan seekor pyton yang hendak meremukkan tubuh mangsanya. Sodokan batang penisnya semakin cepat dan cepat, dalam ketidak berdayaannya Ayaka mendesah panjang, vaginanya kembali berdenyutan dengan nikmat. Cerita Maya

    “Ahhhhhhhhhhhhhh Crrr Crrrrr…..”
    “Kecrotttt… Croootttt…Cruooooottthhhh..!!!.”
    Bersamaan dengan meledaknya cairan vagina Ayaka, batang penis Hasan juga menyemburkan lendir-lendir kenikmatan. Hasan tersenyum puas sambil melumati bibir Ayaka, dengan santai Hasan mencabut batang penisnya dari jepitan celah vagina Ayaka. Pria itu membaringkan tubuh Ayaka di atas rerumputan, ia sendiri berbaring dalam posisi mengangkang di samping tubuh gadis cantik itu yang tergolek lemas. Perlahan-lahan Miriho merangkak menghampiri Ayaka, ia tertawa sambil menundukkan kepalanya menghisapi  puncak payudara Ayaka yang bergerak turun naik seirama dengan desah nafasnya, kedua gadis cantik itu kembali bergelut dengan liar, saling mendesak-desakkan selangkangan mereka pada selangkangan lawannya, lumayan lama Ayaka dan Mihiro saling bergelut hingga butiran keringat semakin membanjir melelehi tubuh molek mereka yang tengah mengumbar nafsu birahi.
    “Ah-ah, Ayakaa…Emmmhhh…!!.Crrrr…crrrrr…..”
    “Mm-Mihirooo.. Mmmhhh…!! Serrrrrrrr.. Crrrtttttt…..”
    Kedua gadis cantik itu mengejan kuat sambil mendesah panjang ketika puncak klimaks berdenyutan memeras cairan madu Ayaka dan Mihiro, desah nafas mereka memburu kencang saling bersahutan di tengah suara gemercik air mancur. Ayaka dan Mihiro merangkak, mereka mengepung selangkangan Hasan yang mendesah nikmat ketika keduanya berlomba mengulum dan menjilati batang penisnya yang kini terkulai keenakan dipermainkan oleh kedua gadis itu.

    ***************************
    Di tengah hutan…

    Sesosok tubuh molek berlari berusaha menyelamatkan diri, ia terus berlari hingga kelelahan, dengus nafasnya berhembusan tak teratur, tiba-tiba saja ia menengok ke arah samping kanan belakang.
    “AHHHHHHHHHHHHH…..!!” Keiko Kitagawa berseru keras karena terkejut, detak jantungnya berpacu dengan deru nafasnya.
    Berbarengan dengan seruan  Keiko…Yohana ikut berteriak keras…HUAAAAWWWW!!
    Apakah yang membuat Keiko dan Yohana berbarengan berteriak kaget??

    Yohana =è Kaget karena melihat jam dinding yang sudah di atas jam 12, ia langsung melompat keatas tempat tidur… ZZZ ZZZ ZZZZ….

    Keiko =è Kagetnya disambung lain waktu…!!

    He he he he he….
    See u next time… ^_^
    By : Yohana
    ****************

  • Arabian Madness 3: City of Sperm

    Arabian Madness 3: City of Sperm


    1430 views
    • Cerita ini hanyalah fiksi belaka……
    • Bacaan khusus dewasa, bukan untuk anak di bawah umur, alias Adult Only…!! ^_^
    • Say NO To Rape and DRUG’S in The Real World.
    • Satu lagi ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain DiKBB , Telur Rebus n Arsipgue.

    —————————————————————————
    Cerita Maya |

    Beberapa orang tentara Arab tengah berjaga-jaga di sebuah pulau terpencil, sesekali mereka tersenyum sinis ketika menyaksikan salah seorang dari para bule dan para negro itu terjatuh ketika mengangkat beban berat di pundak mereka. Gedebukk…tiba-tiba seorang bule tejatuh dan meringis kesakitan di atas tanah yang berlumpur itu, salah seorang mandor langsung menghampiri seorang bule dan memecutnya dengan keras
    “CTARRRRR…..!! aaaaaaaaaaaaaaa…….CTARRR…!!“ Si bule menjerit kesakitan kemudian berusaha untuk bangkit berdiri dan melanjutkan pekerjaannya, beberapa lecutan keras mampir di punggungnya, si bulepun melangkah terseok-seok sambil menahan rasa sakit yang menderanya. Dengan wajah dinginnya si mandor Arab kembali berteriak-teriak menyuruh agar para tawanan bule dan negro itu bekerja dengan lebih giat. Lapar, haus, kecapaian, kepanasan, kehujanan adalah bumbu dari segudang penderitaan yang harus dijalani oleh para budak negro dan bule yang diperbudak di sebuah tambang emas di pulau terpencil itu.
    ************************
    Sementara itu di sebuah rumah mewah….
    Ayaka Komatsu
    Seorang gadis cantik tertunduk lesu, sesekali ia menghela nafas panjang untuk meredakan gejolak di hatinya, tiba-tiba Ayaka tampak was-was, gelisah ketika mendengar sebuah suara tawa yang sudah sangat dikenalnya, suara tawa yang berat dan serak, suara tawa Ahmed. Ayaka mundur hingga punggungnya tertahan di sudut ruangan mewah itu ketika pintu kamarnya dibuka oleh seseorang. Sesosok tubuh tambun masuk ke dalam kamar. Si Arab tersenyum menyaksikan Ayaka yang terpojok ketakutan di pojok kamar itu, ia menghampiri Ayaka yang ketakutan, gadis itu memejamkan matanya ketika wajah si Arab menunduk mengejar wajahnya, ia bergidik jijik ketika batang lidah Ahmed menjilat rahangnya.
    “Hari ini kita akan berjalan-jalan di luar, he he he, aku menyiapkan sesuatu untukmu.“ Ahmed terkekeh-kekeh, sambil berusaha menelanjanginya.

    Cerita Maya

    “TIDAK….!! Cuihhh…dasar Cacattttt….Cacatttttt.!!! Si PENIS KECIL!!“
    Dengan tegas Ayaka menolak keinginan Ahmed, ditepiskannya tangan Ahmed kemudian diludahinya wajah si Arab yang semakin hari semakin menyebalkan, PLAKKKKKK….satu tamparan keras mendarat di pipi Ayaka. Ia menjerit-jerit ketakutan ketika Hasan dan Halim merejang dan menelanjanginya dengan paksa. Ayaka dipaksa untuk berganti pakaian, kemudian dengan mudahnya Hasan memanggul tubuh Ayaka dan memasukkan tubuh mulus gadis itu ke dalam mobil.
    “Hallo, apakah semuanya sudah siap??“ Ahmed menelepon seorang bawahannya.
    “Sudah tuan…saya sudah mempersiapkan segalanya….tentu Tuan…, saya sudah mendapatkan pengganti Mr Fuji…” Ali menjawab semua pertanyaan tuannya.
    “Baiklah kalau begitu…sudah saatnya Mr Fuji disingkirkan, ia sudah tahu terlalu banyak“ dan hubungan–pun terputus, Ahmed melemparkan telepon genggam itu ke atas meja kemudian ia melangkah keluar menyusul Ayaka masuk ke dalam mobil yang langsung melaju menuju ke sebuah lapangan golf. Mobil Limo itu berhenti tepat di sebelah sebuah mobil lain yang sudah sampai terlebih dahulu ditempat itu.
    Ahmed tersenyum sambil turun dari dalam mobil mewahnya dan menghampiri seorang gadis cantik yang tengah bersitegang dengan seorang pria Jepang. Si pria Jepang tersenyum sambil menghisap sebatang rokok.
    “Apa-apaan ini?? semula perjanjian skenarionya bukan seperti ini.., aku tidak sudi bekerja sama denganmu lagi Mr Fuji, antarkan aku pulang SEKARANGGG!!” gadis cantik itu tampak sewot,
    “Ahhh… apa susahnya Nona Mihiro? Anda kan tinggal mengangkang saja, kan sudah biasa seperti itu” Mr Fuji meledek Mihiro
    “PLAKKKKK……!!! “
    Satu tamparan keras mendarat di wajah Mr Fuji, Mihiro menatap pria Jepang yang sudah menipunya mentah-mentah itu. Semula Mr Fuji mengontrak Mihiro untuk bermain film category dewasa tanpa disensor dengan beberapa orang kakek-kakek Jepang. Ahmed menepuk pundak gadis cantik itu dari belakang, kemudian Ahmed menari sambil bernyanyi mengelilingi tubuh mungil Mihiro Taniguchi.
    “Ahhhhh…??!! “ Mihiro berteriak kaget ketika menatap wajah Ahmed yang tercabik, tubuh Mihiro merinding ngeri menatap wajah si Arab, tidak ada satu sudutpun diwajah si Arab yang menunjukkan sisi kewarasannya sebagai manusia.
    “Selamat datang…Nona Mihiroooo, sudah lama aku mengagumimu“ tiba-tiba kelakuan Ahmed berubah 1000%, dengan sopan dijabatnya lengan Mihiro yang masih terbengong-bengong, terpaku keheranan.
    “Ohhhh hhampir saya lupa, perkenalkan nama saya adalah Ahmed, penguasa di pulau ini…dan anda adalah Mihiro, bintang tamu disini, saya ingin anda  berbagi pengalaman bersama kami di sini he he he.., ohhh tadi saya dengar Mihiro tidak sudi bekerja sama dengan Mr Fuji lagi ya ?? kalau begitu saya juga sama…..tidak ingin bekerja sama dengan Mr Fuji lagi!“ tiba-tiba Ahmed mengarahkan sebuah pistol genggam dan menembak si pria Jepang, yang berdiri tepat di belakang kanan Mihiro.
    “DORRRRR!!! ARRRGGGH“ satu tembakan mampir di kaki kanan Mr Fuji yang meraung kesakitan.
    “awwwwwww!!“ Mihiro menjerit sambil menutup kedua kupingnya, wajah cantiknya menoleh ke bawah kanan, nafas si pria Jepang tertahan-tahan karena kesakitan.
    “Tunng.. tunggu Tuan Ahmed, apa salah saya…ampuni saya tuan…, JANGANNNN…….Dorrrrrrr…..Doorrrrr…Dorrrr!!“ beberapa tembakan menyalak dari pistol genggam di tangan Ahmed, tembakan terakhir mengenai kepala Mr Fuji.
    “aaaaaaww!!!“ Mihiro menjerit histeris, tubuhnya limbung dan jatuh duduk di atas lapangan rumput
    Ahmed hanya tersenyum-senyum kemudian tertawa terbahak-bahak., tawa Ahmed yang serak dan berat membuat bintang JAV imut itu ketakutan, wajahnya yang cantik mendadak pucat, Mihiro melompat kecil sambil mendorong tubuh si Arab yang tengah mendekatinya kemudian bintang JAV yang cantik jelita itu melarikan diri, berusaha menjauhi Ahmed dan para serdadunya.
    “HA HA HA HA.. HA HA…..kejar dan seret dia kembali ke sini, aku ingin menyaksikan live show Mihiro dan Ayaka di pagi hari yang indah ini he he he he he“
    Dengan mudahnya seorang tentara Arab mengejar  dan  membekuk Mihiro, kemudian diseretnya tubuh Mihiro yang berteriak-teriak ketakutan sambil memukuli punggung si serdadu Arab. Ahmed menarik Ayaka Komatsu turun dari mobil, kemudian menarik tubuh bugilnya menghampiri Mihiro. Hasan yang setia menggelar sebuah kasur busa empuk di bawah rindangnya pepohonan, si Arab mendorong Ayaka hingga tersungkur kesamping Mihiro yang sudah terlebih dahulu jatuh terlentang akibat didorong oleh seorang tentara yang bengis.
    Mihiro Taniguchi
    “Begini Nona Mihiro…, tolong ajari Ayaka agar ia lebih pandai dalam bercinta…, he he he, jika tidak saya akan memerintahkan para prajurit saya untuk memperkosa Nona, saya tahu Nona tidak ingin diperkosa bukan ??? “ Ahmed  mulai berceloteh panjang lebar.
    “Kauuu…. Huhhhh!!” Mihiro tampak kesal, ia ketakutan ketika lima orang tentara Arab tersenyum mesum, tampaknya ia tidak mempunyai pilihan lain.
    “Baiklah tapi jangan disini…”
    “sebenarnya saya ingin di tempat ini tapi kalau nona menolak, bagaimana kalau di alun-alun kota sajaaaa…..he he he he” Ahmed terkekeh – kekeh., otak liarnya langsung bekerja secara efektif.
    “tidakkk.. jangannn…, aku mohonnnn…., baiklahh…..disini saja…hhhhh” Mihiro berusaha menenangkan diri, biasanya ia berakting di depan kamera namun kini dirinya benar-benar takut, batang penis seorang pria Arab tidak dapat dianggap enteng.
    “Ehhhh ??!! Ummmmm…..(wahhhh… kecil ya) “ Mihiro menahan rasa geli ketika ahmed memamerkan batang penisnya yang berukuran 16 cm, ada rasa lega ketika menatap penis Ahmed yang ukurannya tidak jauh berbeda dengan ukuran penis para pria pemeran film dewasa di Jepang.
    “Okkk…. Nahhh ini satuuuu… buat Mihiro… satu buat Ayaka… hi hi hi… ooo iya saya request, tolong dibuka bajunya…tidak baik bagi seorang gadis secantik anda untuk mengenakan pakaian yang terlalu tertutup” Ahmed memberikan sebatang dildo, masing-masing satu, untuk kedua orang gadis cantik itu.
    “Boleh tapi tolong…suruh mereka untuk pergi” Mihiro merasa risih ketika si Arab meminta untuk membuka pakaiannya, ia mengajukan sebuah syarat yang ternyata berakibat fatal, bibir Ahmed meruncing, matanya berputar-putar dengan liar.
    “APAAAAAA…[email protected]#$%@ ?? PERGI KEMANA ?? KE-CLUB….?? MASA PARA SSERDADU-KU DISURUH PERGI Ke Club, MAU DISURUH APA ?? NARI STRIPTEASE…! LHA NTAR SAPA YANG MAU NONTONNN??? SERET MEREKA…, KITA KE CLUB SEKARANGGGG!! ”
    “Lepaskan aku BAJINGANN!!“ Mihiro memaki seorang serdadu Arab yang memanggul tubuh mungilnya.
    “Ja Jangann tuannn…Jangannnnn!!“ Ayaka melangkah terseok-seok ketika si Arab menyeratnya. Ahmed dan para serdadunya menggiring Ayaka dan Mihiro ke sebuah club di kota itu, Ahmed menggaruh-garuk kepalanya, keningnya berkerut membentuk Angka “11”
    “Hemmmm…, ke mana mereka semua kenapa club ini sepiii… Trus kalau sepi begini bagaimana pendapatan ane?? sepiiiii…NO FULUS…., FULUSSS… OH FULUSSSSSSSS!!”
    “Ini masih siang tuan Ahmed…jika malam tempat ini sangat ramai, dikunjungi, para perampok, pemerkosa dan juga bajak laut yang mampir dan singgah untuk mengisi perbekalan.” Halim menjelaskan situasi dan kondisi club Ahmed.di malam hari.
    “Sianggg ?? nggak mungkin.!!! Ini malammmngaga!! Kamu tidak lihat…bulan purnama bersinar dengan cerah, lebih cerah dari biasanya…” Ahmed menunjukkan jari telunjuknya ke atas, matanya menatap matahari.
    “Yeowwww…. Mataku ?? silauuuu….!! Uhhhhh…. Gimana kalau kita ke alun-alun kota, kita adakan upacara…vagina.”
    “Upacara vagina ??”
    “Apa itu Tuan ? “
    “Yu will si, yu will si” Si Arab komat-kamit kemudian menyerigai
    Rombongan itupun mulai bergerak menuju alun-alun kota, sepanjang perjalanan Hasan berteriak-teriak melalui sebuah pengeras suara. Ia berusaha mengumpulkan penduduk kota itu yang langsung keluar dari rumah-rumah di sisi jalan dan mengikuti kendaraan Ahmed dari belakang, semakin lama, semakin banyak massa yang mengikuti kendaraan si Arab yang berhenti di alun-alun kota, terdengar suara decak kagum dan helaan nafas-nafas berat ketika Hasan dan Halim memanggul dua orang gadis cantik di pundak mereka yang berteriak memaki-maki Hasan dan Halim.
    “TUANNN…tolong lepaskan aku Tuannnn.” Ayaka memohon dengan suara memelas kepada si Arab ketika Hasan menekan bahunya agar ia berlutut di hadapan Ahmed.
    “Tuannn ??!! HAHHHH…!!! Tadi pagi kau masih juga melawanku Ayaka, kau tidak mau menurut kepadaku, sekarang rasakan akibatnya, tapi aku masih baik….loh, Aku memilih seorang teman untukmu, seorang teman yang cantik dan profesional….dan kalian berdua harus belajar untuk hidup sebagai SEORANG BUDAKKKK!! BRAKKK!!!”Ahmed menggebrak sebuah meja di sampingnya, sebuah kursi empuk menyangga tubuhnya yang tambun, sementara kerumunan massa mulai bergerak membentuk lingkaran besar, Ayaka dan Mihiro terkurung bersujud di tengah-tengah diantara mahluk-mahluk buas yang menatap kedua orang gadis cantik itu dengan tatapan-tatapan mata mereka yang liar dan penuh dengan nafsu birahi.
    “MIHIROOO….!! “ Ahmed berteriak keras
    “Yy Yaaaa…..” gadis cantik itu mengangkat wajahnya menatap Ahmed, si Arab tersenyum lebar menyaksikan sinar mata Mihiro yang ketakutan.
    “BERDIRIIIII……” Ahmed kembali membentaknya.
    “Ohhhh… mati aku, apa yang akan dilakukan oleh mahluk sinting ini?” Mihiro mengeluh dalam hati, ia melirik-kan ekor matanya ke kiri dan kanan, tubuhnya terasa dingin ketakutan menatap sinar-sinar mata yang liar dari kerumunan massa disekitarnya.
    “Kepada seluruh warga kota-ku yang tercinta, saya tetapkan hari ini sebagai hari telanjang sedunia….., BUKA SEMUA PAKAIAN KALIANNNNNNN!!” teriakan Ahmed disambut dengan suara riuh rendah yang mengelu-ngelukanhnya.
    “HIDUPPP TUAN AHMED…HIDUPPPP…HIDUP TUANN AHMED….PANJANG UMUR…PANJANG UMURR…HIDUP!“ massa berteriak riuh rendah sambil melempar-lemparkan pakaian mereka, bahkan mulai melemparkan pakaian mereka yang bentuknya lebih mirip dengan jubah ke arah Ayaka dan Mihiro. Ahmed melompat berdiri sambil ikut berteriak liar sambil melempar-lemparkan pakaiannya sendiri.
    “Uhh – Ohhhhh ?? “
    “Aaaaaaaaaaaaaaa ?? !!”
    Ayaka dan Mihiro tergagap terkejut sambil saling bertatapan satu sama lain, kedua gadis itu semakin ketakutan dikelilingi ribuan batang penis besar dan panjang yang mengelilingi mereka di tengah-tengah.
    “Nahhh, untuk pemanasan sekarang juga kuperintahkan agar Nona Mihiro segera membuka pakaian Ayaka, demikian juga Ayaka silahkan  membuka pakaian Mihiro….. CEPATTTTT… BUKAAAAAA…! Atau Saya perintahkan agar kalian diperkosa ramai-ramai.”
    “Yyaaa Yaa, Tuannn…segera…..”
    “Bb baikk.. Baikkk….”
    Terdengar suara gederang ketika Ayaka dan Mihiro mulai saling melepaskan pakaian mereka, suara-suara teriakan liar mengiringi jatuhnya pakaian yang melekat di tubuh kedua orang gadis cantik itu, hingga akhirnya tersisa sebuah Cd dan sebuah Bra saja-lah yang menutupi tubuh keduanya..
    “Tt Tuannn. Jangan seperti ini Tuannn….”
    “Iy-ya Tuan.. Jangannnnn…..Tolonggg” Mihiro mulai memohon memelas mengikuti Ayaka, menyebut Ahmed sebagai tuannya, kedua gadis cantik itu terus berusaha memohon agar Si Arab menghentikan kegilaannya.

    Baca Juga Cerita Seks Rina, the Office Girl

    “Buka bh dan celana dalam kalian, cepat!!” Ahmed bertambah murka ketika Ayaka dan Mihiro menggeleng-gelengkan kepala mereka menolak perintahnya. Hasan dan Halim segera turun tangan untuk menjambret celana dalam dan Bh kedua gadis itu yang berteriak-teriak ketakutan
    “Bretttt… Breeettt.. Jangannn Awwww!”
    “Ohhhh Owwww… Breettt… Breeeetttt…..”
    “HIDUPPPP HIDUPPPPPP TUAN AHMEDDDDD… HIDUPPPP…! “ Kerumunan massa kembali mengelu-ngelukan Ahmed yang tersenyum kemudian berteriak liar sambil mengangkat tangannya ke udara, suara riuh rendah yang mengelu-ngelukan dirinya mendadak berhenti.
    “Nona Mihiro, saya mohon dengan sangat tolong tinggal disini…dan temani Ayaka…kasihan dia…. He he, nahhhh jangan lupa untuk mengajarinya untuk bercinta he he he…sekarang tolong ajari dia untuk melakukan hubungan sesama jenis… alias lesbian….., cepat!! Yeee MALAH BENGONG…Hasan, Ali kalau Mihiro terus MEMBANDEL PERKOSA DIA RAMAI-RAMAI!!”
    “ohhhhhh………. Brukkkkk!!!“ sangking takutnya Mihiro segera menerkam tubuh Ayaka yang menjerit kecil karena terkejut, mereka berdiri sambil berpelukan di atas serakan-serakan pakaian para lelaki Arab. Jantung Ahmed dan para penonton mendadak berhenti ketika Mihiro mulai mengecup pipi Ayaka, Cuphhhh…..
    “Ehh.., Mm mau apa??“ Ayaka menepiskan tangan Mihiro yang hendak menjamah payudaranya.
    “Rileks Ayaka…, aku akan mengajarimu sesuatu yang lain dan aku yakin kau pasti akan menyukainya percayalah padaku…. Hemmmm “Mihiro membelai kepala Ayaka kemudian memeluk Ayaka bagaikan sedang memeluk kekasihnya.
    “Ihhh.. Mmmm… Cepphh.. Jangannhhhmmmm… Emmmmhh “ Ayaka berusaha menolak ciuman-ciuman lembut Mihiro dan tangannya mengangkat dagunya dan mengarahkan wajah cantik gadis itu ke arahnya, matanya menatap dalam-dalam matanya. Mihiro mengecup bibir Ayaka yang sedikit merekah, dilumatnya dengan lembut bibir Ayaka sebelah bawah kemudian diemut-emutnya yang bagian atas, suara teriakan-teriakan liar di sekeliling mereka seakan mengompori nafsu birahi kedua gadis cantik itu.
    “Emmhh Cpkkk Ckkkk.. Mihirooo…. Emmmhhhh…”
    “Ayakaaaaa…., kamu cantik sekali sayangggg…..”
    Ayaka dan Mihiro saling melumat dan terus melumat, kedua tangan Ayaka mulai membalas memeluk membelit pinggang Mihiro yang langsing, Ahmed menghampiri Ayaka dan Mihiro dari samping, sebuah serigai srigala buas yang kelaparan mengembang dibibirnya yang sumbing. Tangan Ahmed menempel di bokong Ayaka dan Mihiro kemudian ia menggerayangi bokong kedua gadis cantik itu yang masih asik saling berpelukan dan berciuman, bahkan kini mereka mulai berbagi ciuman dengan si Arab yang mulai mengejar bibir-bibir mungil mereka.
    “Tuannn… Ohhh Tuan Mmmmh!“ Ahmed mencicipi bibir Mihiro yang mendesah dan merintih lirih, sementara tangan Ahmed meremas–remas buah pantat kedua gadis cantik itu yang berdiri dalam pelukannya. Ahmed menekan bahu Mihiro dan Ayaka agar bersujud di hadapan batang kemaluannya, matanya hampir melompat keluar ketika kedua orang gadis itu mulai menyapu batang penisnya. Bibir sumbing Ahmed tersenyum lebar merasakan service batang lidah Ayaka dan Mihiro yang basah dan hangat, sesekali ia meringis keenakan ketika lidah mereka bergantian melingkari kepala penisnya.
    “Slllccckkkk.. ckkkk Sllllccckkkk Ckkkk…Cuppphhh Slllccckkk… Clllllcccckkkkkk”
    “Nona Mihiro, saya ingin dioral he he he, saya ingin sekali mencoba dioral oleh bintang JAV secantik anda…..heiiii ??!! koq diammm…!! “
    “Iya, baik tuan baikkk, apapun yang tuan inginkan, apapun….” Mihiro segera membuka mulutnya lebar-lebar sambil menjulurkan lidahnya keluar. Ahmed tersenyum sambil membaringkan kepala penisnya pada batang lidah Mihiro yang basah dan hangat. Lidah Miriho mengait kepala penis Ahmed bagian bawah dan membawa kepala penis itu masuk ke dalam rongga mulutnya.
    “BWAHAAAAaaaa….he he he“ Ahmed menekankan batang penisnya semakin dalam kedalam rongga mulut Mihiro, sambil melakukan hisapan-hisapan kuat batang lidah artis JAV yang cantik jelita itu menggelitiki lubang penis si Arab.
    Ayaka berlutut di belakang tubuh Mihiro, kedua tangannya memeluk tubuhnya dari belakang, sedikit demi sedikit Ayaka merayapkan tangannya ke atas berusaha menggapai payudara Mihiro, entah kenapa Ayaka ingin sekali meremas dada Mihiro.
    “Ahhhh….Hssshhh Ayakaaaa!“ Mihiro tersenyum sambil menengokkan wajahnya ke samping belakang, kedua gadis cantik itu kembali berciuman dengan mesra sementara Ahmed menepuk-nepuk kepala Ayaka dan Mihiro bagaikan sedang menepuk-nepuk kepala hewan peliharaan-nya.
    Mihiro membaringkan tubuh Ayaka di atas serakan pakaian para lelaki Arab, bintang JAV cantik itu menindih tubuh Ayaka Komatsu dari samping, payudara Mihiro berhimpitan dengan payudara Ayaka yang mendesah dan merintih merasakan nikmatnya cumbuan seorang bintang kelas atas film-film porno Jepang.
    “Ohhhhh Mihirooo…Mihiroo…. Ennnhhh” Ayaka memeluk kepala Mihiro yang tenggelam di antara belahan dadanya, lidah Mihiro membasuh belahan dada Ayaka, kemudian kecupan-kecupan panas Mihiro menggeluti kedua bulatan susu Ayaka, tubuh Ayaka menggelepar ketika Mihiro menggelitiki pentil susunya, kemudian NYOTTTTTTT!! Sebuah kenyotan kuat yang nikmat membuat Ayaka memekik kecil.
    “Utsssss…….. “ Ayaka  terkejut ketika sesuatu menempel dan berusaha menusuk membelah selangkangannya.
    “TUSUKKK…!! TUSUKKK..!!! TUSUKKKK…!!! TUSUKKKK!!” suara riuh rendah kembali terdengar semakin keras diiringi suara genderang yang seakan menggetarkan tubuh Ayaka dan Mihiro.
    “Ohhhhhhhhhhhhhhh…Tuannnnn, Tuannnn Ahmedd Akkhhh!“ Ayaka mendesah ketika penis si Arab menekan dan terus menekan hingga selangkangan Ahmed mendesak selangkangan Ayaka.
    “HIDUPPP…HIDUPPP TUAN AHMEDDD, SETUBUHI AYAKA… SETUBUHIII…. PERKOSAAAAAA…. PERKOSAAAAAA!!”
    “Ttu Tuann… Tuannnn.. Ahhhh Tuan Ahmeddd Ahhhh, ohhh enakk tuannnn, enakk“ suara teriakan-teriakan liar kerumunan massa membuat nafsu Ayaka semakin tinggi bahkan lebih tinggi dari biasanya, ke manapun ia menolehkan wajahnya, entah itu ke kiri, kanan, atau ke belakang punggung Ahmed yang terlihat hanyalah sorot-sorot mata liar para pria Arab yang memelototi tubuh mulusnya yang tengah terguncang digenjot oleh si Arab berbibir sumbing, mata para lelaki Arab itu melotot menyaksikan payudara Ayaka yang terombang ambing dengan kuat sekuat sodokan-sodokan Ahmed yang menggeram-geram dengan gemas berusaha meluluhlantakkan tubuh mulusnya.
    “Arrrrrhhhhhh…!! Cruutttt…Cruuttttt!” sebuah senyuman mengembang di bibir si Arab merasakan semburan cairan kewanitaan Ayaka meledak, menggugur batang penisnya yang tengah asik menyodok-nyodok vagina si artis cantik pemeran Sailor Venus, di sebuah serial terkenal di Jepang, Sailormoon.
    “Plofffhhhh, MIHIROO…duduk sambil ngangkang, cepatttt!!!!“ tiba-tiba Ahmed membentak Mihiro sambil mencabut penisnya dari vagina Ayaka, Mihiro buru-buru menuruti perintah si Arab, benar-benar malang nasib bintang JAV berwajah imut itu. Mihiro duduk di atas sebuah jubah berwarna coklat, kedua kakinya tertekuk mengangkang ke samping, sementara kedua tangannya bertumpu ke belakang. Ahmed melotot menyaksikan pemandangan indah, selangkangan seorang artis cantik papan atas.
    “AWWWWW!!“ Mihiro berteriak keras ketika kepala si Arab menyeruduk selangkangannya
    Bintang cantik itu terperangah ketika merasakan cumbuan liar menggeluti permukaan vaginanya, sesekali ia meringis ketika si Arab menggenggam dan menarik-narik bulu jembutnya yang tipis merangsang.
    “Ahhhh…pelannn- pelannn.hhh!“ Mihiro menepiskan tangan Ahmed yang sedang meremas-remas selangkangannya dengan kasar
    Si Arab mendelikkan matanya marah, Mihiro segera berpikir dengan cerdik dan cepat ia membaringkan tubuhnya ke belakang sementara kedua tangannya menarik bibir vaginanya hingga mata si Arab melotot menatap keindahan vagina Mihiro yang sebelumnya selalu disensor oleh JAV production.
    “Duhhhhhh ??!! Indahnyaaaaa…mengapa lubang seindah dan semolek ini harus selalu di-blur dan ditutup-tutupi“ jari telunjuk Ahmed menari-nari merayapi isi vagina Mihiro.
    Suara riuh dan tepuk tangan kembali terdengar dan membuat suasana semakin memanas ketika Ahmed menundukkan kepala untuk mencium vagina Mihiro. Lidah Ahmed memoles–moles klitoris Mihiro serta bergerak cepat terayun ke atas bawah kemudian bergoyang ke kiri dan kanan menampari daging klitoris itu sehingga daging mungil yang bentuknya mirip seperti kacang tanah itu semakin menonjol dan mengkilap dengan indah.
    “Unnnnhhhhh… aaaaaaaa…..mmmmppphhhh!!” tubuh Mihiro tidak dapat menyembunyikan kenikmatan akibat perlakuan si Arab yang mencokeli kelentitnya, tubuh bintang JAV yang cantik jelita itu menggeliat-geliat, melenting-lenting menahan serangan lidah si Arab yang menjilati klitorisnya.
    “Owwww!!“ Mihiro menjerit sambil menarik pinggulnya ketika merasakan gigitan – gigitan Ahmed yang menggigiti selangkangannya dengan gemas, ia mendorong kepala Ahmed dan menahannya, Ahmed menggeram kemudian menggonggong.
    “GRRRRRRHHHHH…. GUKKK… GUKKKK GUKKKKK….” lidah Ahmed menjilati sela-sela jari tangan Mihiro,
    Si Arab menundukkan kepalanya menjilat dan terus menjilati betis Mihiro, jilatannnya mulai naik menjilati dan menciumi sepasang paha mulus Mihiro yang terbuka mengangkang ke samping kiri dan kanan. Mihiro tampak semakin seksi, cantik merangsang. Artis cantik itu menggeser tubuhnya dan menyandarkan punggungnya pada tiang bendera, tangan kirinya membelai-belai belakang kepala si Arab, berkali-kali wajahnya terangkat ke atas sambil mendesis keras HSSSHH…SSHHH… HSSSSS. suara desisan-desisan keras yang keluar dari bibir mungil bintang JAV yang berwajah cantik dan bertubuh mulus merangsang itu, desisan-desisan Mihiro semakin keras ketika jilatan-jilatan si Arab memolesi lingkaran bibir vaginanya. Ahmed menarik bibir vagina Mihiro kemudian melumat habis seluruh cairan gurih asin yang dikeluarkan dari liang itu. Sementara kerumunan massa Arab berteriak-teriak liar meminta aksi yang lebih panas lagi daripada sekedar menjilat alat kelamin bintang JAV cantik itu. Ahmed lalu menempelkan batang penisnya pada belahan vagina Mihiro.
    “AYO TUANNNN, SETUBUHI MIHIRO TUANNNN…!! TUSUK GADIS JEPANG ITU…JANGAN DIBERI AMPUNNNNN!!”
    “JREBBBBB…. Aowwwww………!!” pekikan kecil Mihiro disambut oleh teriakan-teriakan liar penonton Arab yang asik bercoli ria sambil membayangkan sedang bersetubuh dengan gadis cantik itu.
    “Nnnnnhhhhhh…. “ Mihiro menatap wajah Ahmed yang tercabik-cabik, ia melenguh merasakan batang penis si Arab membelah dan tenggelam semakin dalam, lebih dalam dan lebih dalam lagi. Ahmed tersenyum mesum mendengar suara desahan panjang Mihiro ketika ia mulai mengaduki liang vagina bintang cantik itu.
    “Ohhh…. Aduhhh duhhh ahhhhhh!!“ tusukan-tusukan kasar si Arab membuat Mihiro semakin keras mendesah dan terus mendesah, tubuh tambun Ahmed menindih tubuh mungilnya. Si Arab semakin brutal menghempas-hempaskan batang kemaluannya, menghantam,  menumbuki belahan vagina Mihiro yang berdecak becek kewalahan menghadapi nafsu liar seorang pria Arab tambun dengan wajahnya yang sangat menjijikkan. Mihiro memejamkan matanya, ia berusaha untuk mengusir bayangan wajah Ahmed yang menjijikkan.
    “Clepppp… Clepppp… Cleppppp… Cleppppp!” suara vagina Mihiro yang sedang disodok dan ditumbuk oleh si Arab. Tubuh mungil Mihiro  menggelepar tanpa daya di bawah tindihan tubuh tambun yang dipenuhi bekas luka cabikan cakar binatang buas.
    “Oooooo…hhsssshhhhhh…Emmpphhh crrrrrtttt…ccrrtttt!” tubuh mungil itu mengejang di bawah hempasan-hempasan tubuh tambun si Arab, Ahmed menghentikan gerakan-gerakan liarnya, matanya tampak sayu menyaksikan ekspresi kenikmatan yang tergambar dengan jelas di wajah Mihiro.
    Tiba-tiba Ahmed mengingat Ayaka.
    “Ayaka… mana Ayaka……OHHH DIMANA DIAAAA..!! DIMANA AYAKA-KU…..”
    “Saya.. ss saya disini tuan…., saya di sini” Ahmed menolehkan wajahnya ke samping kanan belakang, bibirnya tersenyum menyaksikan Ayaka tengah menjilati penis milik Hasan dan Halim.
    “BAGUS… BAGUSS… HASAN… HALIMMM, tolong kalian bantu aku untuk  menjaga dan menghangatkan tubuhnya, tapi ingattt….jangan sekali-kali kalian berani menyetubuhinya, mengerti??“
    “Baikkk Tuann… baikkk!! “
    “Terimakasih Tuannn!!”
    “Ohhhhh…. Hssshhhh.. Hssshshhh Hasannnn…, HALIMMM” Ayaka mendesah ketika Hasan dan Halim membaringkan tubuh mungilnya di atas tumpukan jubah berbagai warna, sementara Hasan dan halim memeluk tubuh molek Ayaka ditengah-tengah mereka.
    “Ohhhh…NONA AYAKAA!!”
    “NONA CANTIK SEKALI!!”
    Hasan dan Halim berbisik di telinga Ayaka, bergantian Hasan dan Halim mengecupi bibir Ayaka, sementara kedua tangan Ayaka menggenggam batang penis Hasan dan Halim yang besar dan panjangnya jauh dari kemaluan Ahmed yang berukuran 16 cm, kedua pengawal setia itu tersenyum mesum ketika merasakan kocokan-kocokan lembut pada batang kemaluan mereka.
    “Emmmppphhh ceeppph…Ckkk Mmmmmmmmm nnnnhhh Emmm“ suara decakan mengiringi suara rintihan bibir Ayaka yang sedang diemut, dilumat dan dikecupi oleh Hasan dan Halim.
    “Kalian, kemari!! Berdiri disini..nah“ Hasan menunjuk tiga orang Arab yang beruntung, tanpa dipanggil duakali ketiga orang Arab itu maju sambil mendelikkan mata mereka, menatap tubuh mulus Ayaka. Dengan penuh kasih sayang Hasan menyandarkan punggung Ayaka pada kedua paha seorang penduduk Arab yang bediri sambil mengocok-ngocokkkan penis besarnya, sementara dia orang penduduk lain segera mengurung Ayaka dari sisi kanan dan sisi kirinya.
    Ayaka menengadahkan kepalanya ke atas, bergantian ketiga batang penis itu dijilati oleh Ayaka. Hasan menggeluti payudara Ayaka dengan penuh nafsu, mencumbu dan mengemut-ngemut pentilnya yang meruncing, sementara Halim menggeser kepalanya ke bawah untuk melumati vagina gadis cantik itu. Ahmed manyun menyaksikan skenario panas yang begitu menggairahkan, ia tidak mau kalah. Ahmed berteriak menanggil dua orang serdadunya, disuruhnya mereka untuk duduk berlutut saling berhadapan, si Arab meletakkan kepala Mihiro di antara dua batang penis yang mengacung itu, jika Mihiro menolehkan kepalanya ke kanan maka bersyukurkan si serdadu Arab di sebelah kanannya karena bintang cantik mungil itu menjilati dan mengemut kemaluannya, jika Mihiro menolehkan wajahnya kekiri maka si serdadu disebelah kiri berseru gembira karena Mihiro “menservice” kemaluannya. Ahmed meletakkan kedua kaki mulus Mihiro mengangkang di dadanya, sementara batang penisnya kembali diselipkan di antara cepitan belahan bibir vagina gadis cantik itu yang sedikit merekah, BLESSSHHHH… JREBBBBBB!!
    “Ahhhhhh!! Unnnnhhhhh….. Ennnnhhh Nnnnhh Ennnhh!!” kali ini Mihiro benar–benar asli merengek tanpa perlu berakting, nafsu gadis cantik itu meledak-ledak di dadanya sambil mengenyoti kedua batang penis milik dua orang serdadu Arab itu yang mulai menyerang dengan mengelusi payudara Mihiro yang semakin membuntal padat. Mihiro merintih merasakan putingnya dipilin dan dipelintir-pelintir dengan liar. Payudaranya diremas dan diperas oleh lengan-lengan yang berbulu lebat mirip lengan seekor monyet.
    “Ahhhhh…aahhh enak Tuannnn, Enakkkkkkk…Hssshhhh” Mihiro menjerit keenakan ketika penis Ahmed mulai menggenjot vaginanya, rasa nikmat dan enak itu sering sekali  membuat tubuh mungil Mihiro menggelepar dan terperanjat, menyiksa dan menghajar tubuh mulusnya hingga menggeliat kelojotan.
    “Ha Ha ha Haaa…gimana rasanya penis orang Arab Nona Mihiro ??, lebih gurih  ketimbang penis orang Jepang bukan??” Ahmed menyindir Mihiro yang tengah asik mengemut dan menjilati dua batang penis itu sekaligus,
    Bibir Mihiro belepotan dengan lendir-lendir yang lengket dan menjijikkan. Ia tidak menjawab sindiran si Arab berwajah buruk, malah semakin bernafsu menggeluti dua batang penis milik dua orang serdadu Arab yang beruntung itu. Tanpa mempedulikan tubuh mungil mulusnya yang terguncang dengan kuat disodok-sodok oleh Ahmed si Arab berotak miring.
    “Ohhhhh… Oaahhhhhennppppph, Nikmatttnya…aaaaaaahhhh!” bintang cantik itu seperti menahan sesuatu, tubuhnya mengejang-ngejang, dan tersentak kuat ketika Ahmed mempercepat tusukan-tusukan batang penisnya menyodoki belahan vaginanya.
    “Uhhhhh !! Crrtttt…. Crrrrrrrrrr… Srrrrrrr…“ desiran kenikmatan mengiris vagina Mihiro hingga gadis itu meringis–ringis merasakan irisan kenikmatan batang penis si Arab yang kembali membuatnya mencapai puncak klimaks.
    “Ahhhhhhh…Aaaaaaaa!!“ saat yang hampir bersamaan terdengar jeritan keras Ayaka ketika Hasan berhasil mengoral vagina gadis cantik itu dengan sukses, tubuh mulus Ayaka menggeliat-geliat di antara tubuh kelima orang lelaki Arab yang sedang asik menyantap kemulusan dan kehangatan tubuhnya yang mungil.
    “Nahhhh Nona Mihiro yang cantikkkk, tolonggg Anda menungging… Ayo nungginggggg!!” setelah mencabut batang penisnya dari cepitan vagina Mihiro Ahmed membalikkan tubuh mungil artis cantik itu, ditariknya pinggulnya hingga terangkat ke atas.
    “Oooooooohhhhmmm!!“ sebatang penis menyumpal mulut bintang cantik itu sementara sepasang lengan berbulu lebat menggerayangi payudaranya yang menggantung dengan indah di dada gadis itu.
    “Clupppphhh…Cluppppp…“ Ahmed mencelup-celupkan batang penisnya pada vagina Mihiro, kemudian ditekankannya kepala penisnya yang sudah terbasuh oleh lendir kewanitaan bintang JAV cantik itu yang meringkik keras.
    “OAAWWWW!! AAAAAAA HEUMMMPPHH…OOOHHHHHH“ Mihiro mendelikkan matanya menahan sebatang penis yang berusaha membongkar liang anusnya, mulutnya yang ternganga lebar kembali dimanfaatkan oleh sang serdadu dengan menenggelamkan kembali batang penisnya yang besar panjang ke dalam mulut bintang cantik itu yang tengah disodomi dengan liar dan brutal oleh Ahmed si gila.
    “JREBB POKKKK>> JREBBB>>>> POKKKKK…“ suara – suara benturan terdengar keras menggairahkan ketika selangkangan Ahmed beradu dengan buah pantat Mihiro, tubuh mungil Mihiro terayun maju-mundur dengan kuat dan kencang, butiran keringat melelehi tubuh mungilnya yang halus mulus, sungguh sayang sekali tubuh mungilnya tengah dinikmati oleh tiga orang Arab bertubuh besar dan berbulu lebat.
    “KAUUU.. AMBIL DILDO ITU!!“ AHMED menunjuk seorang warga yang tengah menonton yang melompat sambil menyambar sebatang dildo berduri karet.
    “Tusukk.. tsuuukkkkkkk…kemaluan Mihiro“Ahmed terbata-bata memberikan perintahnya, JREBBBBBB…. dengan kasar seorang warga berwajah bengis itu mengayunkan dan merojokkan dildo itu membelah vagina Mihiro yang kontan melolong hebat.
    “OWWWWWWWW!!! Mmmmm hhkkk MMMM hhhhhsssh!” Mihiro hampir menangis ketika penis milik Ahmed bergerak semakin cepat, demikian juga sebatang dildo berduri karet yang bergerak kasar menggasak vaginanya.
    “Berikan dua buah dildo untuk Ayaka!!“ Ahmed berteriak – teriak liar ke arah Hasan dan Halim yang segera menyambar dua buah dildo berwarna bening seperti kaca.
    “Ehhhh.. Ohhhhh jangannn…jangann…ARRRHHHH!” Ayaka dipaksa untuk berjongkok mengangkang menduduki sebatang dildo dengan liang anusnya, belum juga habis erangannya, Halim menusukkan dildo besar itu pada belahan vaginanya hingga ia terperanjat, mulut Ayaka ternganga lebar, matanya yang indah membeliak ketika Halim memompakan Dildo besar itu dengan liar. Ayaka membuka mulutnya menerima kehadiran dua batang penis besar yang bergantian meminta dioral olehnya di sisi kanan dan kiri wajahnya. Hasan mengusapi punggung Ayaka, ia tengah berada di belakang punggung gadis cantik itu, tangannya memegangi dan menyodok-nyodokkkan sebatang dildo yang tertancap diduduki oleh Ayaka, berkali-kali jilatan dan ciuman gemas Hasan mendarat di tengkuk, punggung dan pundaknya. Jeritan-jeritan dan rintihan kenikmatan kedua gadis itu terdengar semakin merangsang dan menggairahkan, entah berapa kali Ayaka dan Mihiro meledakkan cairan kenikmatannya, cairan kewanitaan kedua artis cantik itu sedang diperah di tengah kerumunan massa Arab, tubuh dan rambut mereka yang indah tampak basah semakin kuyup di tengah panasnya sinar mentari siang hari itu.
    “Ennnhhhh… Crrrrr Crrrrrrrrrrrrrrrrrr…… crrrrrrr..ohhhhh”
    “WHA HAAAAAAAA… KECROOOTTTT… CROOTTTT….” tubuh si Arab melengkung sambil menghentakkan batang penisnya dalam-dalam, kedua tangannya menekan bertumpu pada punggung Mihiro yang basah.
    “Oohhhh Ohhh OWWWWWW…….” Ayaka terjatuh menduduki dildo yang tertancap diliang anusnya, kedua kakinya yang tengah berlutut terasa lemas, ia sungguh tidak sanggup menahan tubuh mungilnya sendiri, bersamaan dengan itu cairan kewanitaannya kembali meledak hebat.
    “Arrrhhhhh Crrrtttttttt… Crroooooottt Crooottttt… Seeerrrrrr….”
    Ahmed kembali duduk diatas sebuah kursi yang mirip kursi singgasana yang mewah dan empuk, tubuh si Arab bersimbah keringat, tangannya yang berbulu menyambar corong pengeras suara.
    “Hhhhhh.. Hhhhhhh  Haaaahhh…kepada wargaku yang tercinta, silahkan kalian memandikan Ayaka dan Mihiro dengan sperma kalian…ingat jangan berebuttt….maju lima-lima…dan MANDIKAN MEREKA, AGAR MEREKA TAHU KEKUATAN SPERMA KITA, BANGSA ARABBBBBB!!! KALIAN BOLEH MEMINTA DIORAL, NAMUN TIDAK UNTUK MENYETUBUHI AYAKA DAN MIHIRO, HAAA HAAA HAA HAAA “
    “HIDUPPPP…. TUANNN AHMED HIDUPPPPPPPPP!!”
    Suara sorak sorai menggelegar menyambut keputusan dan ide gila si Arab, lima orang demi lima orang bercoli ria di sekeliling Ayaka dan Mihiro. Mereka direjang dan dideepthroat oleh batang–batang penis para pria Arab yang besar dan panjang, kedua gadis itu dipaksa mengoral batang-batang penis yang mengurung mereka bedua. Disertai lenguhan panjang Ayaka dan Mihiro jatuh tak sadarkan diri ditengah kerumunan massa itu, yang terus berkerumun untuk berbagi kenikmatan dan kehangatan tubuh mungil keduanya. Entah berapa batang penis menyirami tubuh mulus Ayaka dan Mihiro yang mengerang terbangun dari pingsannya.ketika cairan lengket itu menyemprot wajah mereka. Entah sudah berapa buah kepala pria Arab yang sudah terbenam di antara selangkangan Ayaka dan Mihiro untuk menikmati rasa cairan kewanitaan kedua gadis itu yang asin gurih. Kedua gadis cantik bertubuh mungil mulus itu mengerang, merintih dan melenguh-lenguh keras, entah berapa kali mereka berdua jatuh bangun tak sadarkan diri,

    Cerita Maya

    Mereka merintih,  mengeluh-ngeluh kecapaian ketika kerumunan lelaki Arab itu memeras cairan kewanitaan Ayaka dan Mihiro hingga tubuh mulus mungil kedua gadis cantik itu terkulai lemas ketika cairan kewanitaan mereka meledak berkali-kali dan meleleh dari sela-sela belahan vagina mereka yang terus diemut bergantian oleh beberapa orang lelaki Arab.
    “HENTIKAN CUKUPPPP!!!!!“ si Arab berwajah menjijikkan terkekeh-kekeh di atas singasana empuknya.
    Matanya berputar-putar liar menyaksikan tubuh mulus kedua artis cantik itu yang tengah digumuli tanpa daya. Seluruh tubuh mulus mereka dari wajah, ujung rambut, hingga ujung kaki penuh dengan lendir putih pekat yang beraroma tajam. Hasan dan Halim membopong tubuh mulus Ayaka dan Mihiro yang kuyup oleh sperma dan keringat. Ahmed pun ikut merangkak dan naik kedalam mobil limonya. Kerumunan massa Arab perlahan-lahan mulai membubarkan diri, ada yang pulang dengan wajah tersenyum-senyum gembira, namun ada juga yang menghela nafas panjang karena menyesal, tidak sempat untuk ikut mendeepthroat dan mencicipi lezatnya belahan vagina Ayaka Komatsu dan Mihiro Taniguchi.
    “Ha Ha Ha. Ha!!“ terdengar suara si gila Ahmed yang berat dan serak, dari dalam mobil limonya, Ayaka dan Mihiro berusaha membuka matanya yang terasa berat, nafas kedua gadis cantik itu masih terengah-engah. Mereka merintih kemudian melenguh panjang tak sadarkan diri.
    “Tidurlah Sayangggg……, Ha Ha HA HA HA, Ohhh cantik nian kedua budak-ku,  HUA HA HA HA HA HA HA HA HA…..!!!!“ perut buncit Si Arab terguncang ketika tertawa terbahak-bahak, sebuah nyanyian yang tak jelas terdengar berkumandang dari bibir sumbingnya.
    Mobil Limo mewah itu meluncur menuju istananya.
    See U Next Episode ^_^
    Thank’s For Reading.
    Nah, Berhubung aku sedang berusaha untuk,
    mempelajari seni peralur-an
    bagaimanakah alur dari ceritaku kali ini ??
    Mohon Bimbingan-nya……..
    Thang kyu… Y ^_^ Y

    ****************

  • Rina, the Office Girl

    Rina, the Office Girl


    610 views
    Rina

    Cerita Maya | Seorang gadis tampak masih sibuk didepan meja kantornya sementara teman-temannya sudah pulang meninggalkannya terlebih dahulu. Wajahnya yang cantik tampak kelelahan, ia menghela nafas panjang kemudian mulai membereskan kertas-kertas yang berserakan diatas meja, tubuhnya menggeliat-geliat kesana kemari untuk menghilangkan rasa pegal dan penat akibat bekerja seharian. Rina nama gadis itu, seorang gadis yang cantik jelita dengan tubuh yang seksi, umurnya baru berusia 24 tahun, buah dadanya tidak terlalu besar namun tampak keras tercetak dari balik pakaian kerjanya, tubuhnya ramping berlekuk, kulitnya halus , putih dan mulus.
    “Sudah selesai Non…” Pak Amin satpam di kantornya bertanya ketika Rina bangkit dari kursinya
    “Ehhhh…. !! ” Rina terperanjat sambil menoleh kebelakang
    “Sudah Pakk…., mari……” tanpa banyak basa basi Rina mohon diri.
    Pak Amin tersenyum ramah, matanya memandangi goyangan pinggul Rina dari belakang, goyangan indah yang menggoda mata laki-laki normal.
    “Ckk Ckk Ck… udah cantik,,, rajin,,, “
    “he he he,jangan-jangan rajin juga diatas ranjang ” senyum nakal menghiasai wajah Pak Amin, kemudian tangannya mematikan lampu diruangan itu dan kemudian melangkah menyusul langkah Rina, mata Pak Amin memandangi Rina dengan tatapan matanya yang tajam, sesuatu diselangkangannya berontak dan membuat permukaan celana satpamnya menggembung.
    Pak Amin bekerja sebagai Satpam disebuah perusahaan swasta, wajahnya garang , tubuhnya tinggi besar , dengan kepalanya yang botak pelontos mirip banget kayak telur dinosaurus… ia selalu setia menjaga asset perusahaan dari incaran para maling di malam hari. Cerita Maya

    “Dukkkkkkkk…., Whuaduuhhhhh…….” Pak Amin menabrak kaca, rupanya tanpa sadar Pak Amin melangkahkan kakinya terus-maju dan maju tergoda oleh goyangan pinggul Rina.
    “Sialannnn….!! ” Pak Amin mengusap-ngusap jidatnya kemudian setelah menghela nafas panjang Pak Amin kembali ke pos jaganya, sesekali telapak tangannya mengelus dan meremas sesuatu yang menggebung dipermukaan celananya sebelah selangkangan sambil membayangkan perbuatan-perbuatan terlarang bersama Rina yang semakin lama semakin liar dan sulit untuk dibendung. Semakin sering Rina bekerja lembur semakin sering pula Pak Amin memperoleh kesempatan untuk mencuri-curi pandang , menatap tubuh Rina dari belakang, mengintip pangkal paha Rina yang kadang-kadang tersibak dari balik rok mini ketat yang dikenakannya. “Tungggggg…” batang kemaluan Pak Amin kembali tegang ketika mengintip pangkal paha Rina dari balik kaca jendela ketika gadis itu sedang bekerja lembur. Pada suatu hari ketika gadis itu lembur diruangannya…
    “Toloooonnnnngggg…!!! ” tiba – tiba terdengar teriakan Rina, dengan terburu-buru Pak Amin berlari kearah ruangan kantor Rina, “Brakkkkk……” Pak Amin membuka pintu ruangan itu dengan kasar, matanya melotot melihat Rina naik k eatas meja, tapi yang membuat Pak Amin lebih melotot adalah posisi kedua kaki Rina yang sedikit terbuka menampakkan selangkangan gadis itu yang masih terlindungi oleh kain berbentuk segitiga.
    “Ada apa…?!! Ada apa…?!! “Pak Amir memasang kuda-kuda siap untuk bertempur bahkan melawan 10 orang penjahat sekaligus demi membela Rina yang cantik dan putih mulus.
    “Iii… ituuu Pakkkk….” Rina menunjuk kearah tumit Pak Amin

    Secara reflek Pak Amin menekuk kepalanya dan berteriak keras
    “MAMPUSSSSS…DAHHHH!!!! Ihhhhhhhhhh” Pak Amin terkejut dan ikut melompat naik keatas meja, sementara seekor tikus besar berlari ketakutan ketika mendengar teriakan pak Amin yang keras , bahkan lebih keras dari bunyi geledek sekalipun. Nafas Pak Amin tiba-tiba tertahan ketika kesadarannya mulai pulih akibat terkejut tadi, kedua tangannya berpegangan pada sesuatu yang kenyal dan hangat, perlahan-lahan Pak Amin menolehkan kepalanya , mata Pak Amin melotot ketika menyadari kedua tangannya berpegangan pada gundukan buah dada Rina, Wajah Rina bersemu kemerahan sementara mulutnya terbuka lebar tanpa dapat mengucapkan sebuah katapun. (Red : Please Don’t Try This At Office….^^, ) Rina menarik tubuhnya mundur sehingga ia hampir terpelanting dari atas meja, “Ehhhhhhhhhhhhhhhhhh…… Awwwwwwwwwww…..!! “
    “Awassss…..!! … Heuppp…!!” Pak Amin buru-buru merengkuh pinggang Rina, kini posisi mereka berdua bertambah parah, wajah Pak Amin menempel didepan payudara Rina, sementara Rina mengalungkan kedua lengannya pada leher pak Amin karena takut terjatuh dari atas meja.
    “Ehhhh…, jangan pakkk…, jangannnn…”
    Rina berusaha berontak dengan sekuat tenaga namun tangan Pak Amin malah semakin erat membelit pinggang Rina yang ramping.,
    “Lepaskan…!! ” kedua tangan Rina yang mungil berusaha mendorong bahu Pak Amin, ketika laki-laki itu berusaha menindih tubuhnya, Rina mendorongkan tangannya sekuat tenaga.
    “Weittttt……Gubrakkkkk!!! “Pak Amin berteriak kaget, Siapa sangka tenaga Rina cukup besar untuk mendorong tubuh Pak Amin sehingga pak Amin terpelanting dari atas meja , dalam keadaan terlungkup,

    “Nga Hakk…!! ” Pak Amin melotot ketika batang kemaluannya menyetubuhi Lantai kantor yang keras. “Wadawwwww…..!! ” Pak Amin kembali berteriak keras karena Rina menjadikan bokongnya sebagai pijakan sehingga batang kemaluannya semakin dalam melesak menyetubuhi lantai kantor..
    Sambil mengaduh-ngaduh Pak Amin perlahan-lahan merangkak dan kemudian berusaha berdiri, Pak Amin gagal memerawani lantai kantor ang terlalu keras untuk ditembus oleh batang kemaluannya. (Red : WAhhh…!!) Pak Amin melangkahkan kakinya keluar, matanya mencari-cari si cantik Rina, Eh itu dia, koq jalannya tertatih-tatih, dengan semangat Pak Amin berlari kecil menghampiri gadis itu, Rina tampak ketakutan ketika pak Amin mencegatnya, sementara dirinya tidak mungkin untuk berlari menghindari pak Amin , pergelangan kakinya terkilir dan terasa sakit.
    “Jangan… pakkk….!! Awww….” Rina terkejut ketika Pak Amin begitu sigap membopong tubuh mungilnya, dengan bersemangat Pak Amin membopong tubuh Rina masuk kembali kedalam ruangan kantornya, kemudian mendudukkan Rina di sisi meja, setelah mengunci pintu ruangan Pak Amin mendekati Rina, kemudian Pak Amin berlutut dihadapan Rina.
    Kemudian terdengarlah suara rintihan-rintihan keras…..
    “Owwww…..!!”
    “Aduhhhhhh…., Ahhhh…, Ahhhhh”
    “Jangan,,,,, Pakkkkkk…., Jangannnn Aduhhhh…..”
    “Aduhhhhh..,,, Duuuuuuhhhhh….”
    “Owwwwwww……..”
    “Nahhhhh….,, Coba sekarang berdiri…….,,,”
    “yakkk bagus,,,, betul begitu…..”
    “Coba,,, digoyang-goyangkan,,, jangan diam begitu,,, Sipppppp”
    “Yawdahh…., kalo udah ngak sakit.,,,coba digerak-gerakkan”

    Tidak berapa lama pintu ruangan kantor itu terbuka , Pak Amin melangkah keluar dari dalam ruangan kantor itu, dan Rina keluar mengikuti langkah Pak Amin , dengan telapak tangannya gadis itu mengusap keningnya yang berpeluh, baju kerjanya terlihat sedikit basah.
    “Pakkk… Amin makasih yahhhh…, udah diurut,, sekarang kaki Rina ngak sakit lagi…..” Rina berterimakasih pada Pak Amin.
    “Iya, ngak apa.. apa Non,,, tapi jangan terlalu sering jalan-jalan dulu yah,,besok kan hari minggu,, istirahat yang baik ya” Pak Amin menasihati Rina.
    (Red : Hayoooooo ngaku,pada mikirin apa ??? , jangan mikir kemana – mana dulu he he he he, untuk sementara Pak Amin Cuma ngurut pergelangan kaki Rina yang terkilir koqqq ^^ )

    ****************************
    Senin pagi

    “Met Pagi, Pak Aminnn…” Rina menyapa pak Amin dengan ramah.
    “Pagi, Non Rina….” Pak Amin balas menyapa Rina, deg-deg-deg, jantung pak Amin berdetak semakin kencang ketika Rina melemparkan senyuman manisnya kemudian melangkahkan kakinya dengan santai.
    Sudah berhari-hari Pak Amin kecewa, gadis itu selalu pulang lebih cepat bersama teman-teman sekantornya, Senin-Selasa-Rabu-Kamis-Jumat bahkan sampai Hari Sabtu, si cantik Rina tidak lagi lembur diruangan kantornya Pak Amin merasa kecewa, sangat teramat kecewa. Hari Minggu pagi Pak Amin manyun di pos jaganya, cemberut karena sudah seminggu Pak Amin tidak mendapatkan jatahnya mengintip sepasang kaki mulus Rina dari balik jendela kantor di ruangan dimana gadis itu bekerja.
    “Pagiii, Pak Aminnnn”
    Pak Amin menolehkan kepalanya, wajahnya pucat karena kaget bercampur gembira, Rina si cantik yang sexy berdiri dihadapannya, gadis itu tampak sangat menggiurkan hari ini, dengan memakai kaos ketat berwarna pink dan bawahan rok mini ketat berwarna hitam.
    “Mau lembur Nonnn ?? ” Pak Amin bertanya sambil menatap wajah Rina.
    “Iya nih Pak.., kerjaan kemarin belum selesai….” Rina mengangguk kemudian menjawab sejujurnya,
    “Saya,, masuk duluan yah pak…” Rina mengakhiri pembicaraan mereka.
    “Oo jangan!! Itu tugas saya untuk memasukkan kontol saya ke dalam memek,,Non Rina, tugas Non Rina sih cuma ngangkang dan dimasukin….. aja koqq…… he he he ” Pak Amin tersenyum ramah sambil menganggukkan kepalanya,
    Andai saja Rina Tahu betapa kotornya pikiran Pak Amin……, dan betapa berbahayanya Pak Amin saat ini yang memandangi tubuh gadis itu dari belakang dengan senyuman liciknya yang mulai berkembang semakin lebar diwajah Pak Amin.

    “Hhhhhh…..” Rina menghela nafas panjang, akhirnya selesai juga pekerjaannya yang menumpuk walau harus dibayar dengan bekerja lembur di hari minggu, matanya terasa berat dan mengantuk, setelah menguap lebar Rina menyandarkan punggungnya kebelakang , tanpa sadar Rina tertidur pulas dalam posisi kedua kakinya yang mengangkan dan kedua tangannya terkulai kesamping.
    Seseorang masuk kedalam ruangan kantor tempat Rina bekerja, menghampiri Rina yang sedang tertidur pulas diatas kursi , Pak Amin tersenyum kemudian setelah mengunci pintu pak Amin kembali menghampiri gadis itu. Perlahan-lahan Pak Amin mengikat kedua kaki Rina dalam posisi mengangkang pada kaki kursi, kemudian menarik kedua tangan Rina dan mengikatnya kebelakang pada sandaran kursi, tidak lupa ia memplester mulut Rina dengan lakban berwarna hitam. Pak Amin mendekatkan wajahnya pada wajah Rina, kemudian mengendus-ngendus rambut Rina yang wangi, sambil menatap wajah Rina perlahan-lahan kedua tangan pak Amin merayap mengelusi kedua paha Rina yang mengangkang, gerakan-gerakan tangan Pak Amin mulai mengusik tidur Rina yang pulas.
    “Wmmmmhh….,, ” Rina menggeliatkan tubuhnya, perlahan-lahan gadis itu membuka kedua matanya. Tubuh Rina meronta-ronta , matanya menatap wajah Pak Amin, gadis itu tampak ketakutan menyadari kondisi tubuhnya yang terikat erat pada kursi dalam posisi kedua kakinya yang mengangkang.
    “Wmmmhhhh… wmmmmmhhff” Rina menggeleng-gelengkan kepalanya ketika tangan pak Amin menyibakkan rok mininya keatas sampai tersangkut dipinggul gadis itu. “He he he he he…..” Mata Pak Amin menatap selangkangan Rina yang masih ditutupi oleh secarik kain segituga berwarna putih.

    Jari telunjuk pak Amin bergerak menyusuri permukaan celana dalam Rina seolah-olah sedang menggoda dan mempermainkan gadis itu kemudian menekan-nekan permukaan celana dalam gadis itu dalam gerakan teratur, tepat dibagian bibir vaginanya yang membelah, sesekali jari telunjuk Pak Amin bergerak menekan-nekan dengan lembut.
    “Gimana rasanya ? enak ya ? sampai basah gini…” Pak Amin mengusap permukaan celana Rina yang mulai dibasahi oleh cairan kewanitaannya. Sesekali Rina memejamkan matanya ketika tangan Pak Amin meremas lembut selangkangannya.
    Mata Rina tampak sayu ketika Pak Amin menarik baju kaosnya keatas sampai tersangkut diatas buah dada Rina yang berukuran sedang, nafas Rina memburu kencang ketika Pak Amin menarik cup branya kebawah, “Mmmmmhhhhhh……” kepala Rina tergolek lemas kekanan ketika merasakan telapak tangan laki-laki tua itu yang terasa kasar merayapi bulatan buah dadanya yang halus dan lembut. Tubuh Rina terperanjat ketika merasakan telapak tangan Pak Amin meremas Bongkahan buah Susunya.
    “Lohh ? Kenapa ? Kaget ya ? Pasti kamu belum pernah ngerasain susu kamu diremas-remas oleh laki-laki, santai aja…, jangan terlalu tegang,,, ha ha ha ha”Pak Amin tertawa sambil kembali meremas-remas payudara Rina dalam gerakan-gerakan yang teratur.
    Jari jempol Pak Amin menekan-nekan puting Rina dan kemudian memijiti benda itu yang makin meruncing dan mengeras.
    “Wmmmmmmhhh,,, Mmmmmmmmm” entah kenapa tiba-tiba Rina berani menatap mata Pak Amin, sesekali Mata Rina mengerjap-ngerjap menikmati remasan – remasan Pak Amin dibuah dadanya, mata Rina semakin sayu seperti orang sedang mengantuk.

    Pak Amin menjepit putting susu Rina dengan jari tangannya kemudian, dipilin-pilinnya puting itu dan ditarik-tariknya dalam gerakan-gerakan yang lembut.
    “Brettt…. Bretttt…. Bretttt….” sambil menatap wajah Rina, Tangan Pak Amin bergerak merobek dan merengut celana dalam Rina, sama sekali tidak tampak lagi ekspresi ketakutan diwajah gadis itu, Pak Amin tersenyum lebar.
    Perlahan-lahan tangan Pak Amin membuka lakban yang memplester mulut Rina, “Hahhh… Ahhhhhhh…..” Mulut Rina terbuka lebar berusaha mengambil nafas sebanyak-banyaknya, mata Pak Amin menatap buah dada Rina yang bergerak-gerak seirama dengan tarikan nafas gadis itu.
    Bibir laki-laki tua itu mengejar bibir Rina yang mendesah-desah, tubuh Rina tersentak ketika bibirnya bersentuhan dengan bibir Pak Amin. Tubuhnya bergetar hebat ketika tangan Pak Amin menyelinap melalui celana dalamnya dibagian atas dan meremas – remas lembut gundukan bukit kecil yang terbelah selangkangan Rina.
    “Ahhhhh…, Pak Aminnnnhh, Ahhhhhh Mmmmmmhhhh” Pak Amin mengulum bibir Rina yang terus mendesah-desah sambil sesekali memanggil nama laki-laki tua itu.
    “Ohhhhhh……” Rina semakin gelisah ketika ciuman Pak Amin menggeluti lehernya “Shhhh…, Shhhhh..,,, Geli..,, Shhhh..,,, Ahhhhhhh” Rina semakin sering mendesah-desah, suara desahan gadis itu sesekali disela oleh suara tawa Pak Amin yang terkekeh-kekeh.
    Laki-laki tua itu mengendus – ngendus payudara Rina kemudian mulutnya mencaplok puncak payudara Rina sampai gadis itu memekik kecil merasakan kenyotan-kenyotan mulut Pak Amir dipuncak payudaranya sebelah kiri.

    Sambil meremas-remas induk payudara Rina, lidah Pak Amin bergerak mengeliat-geliat menggelitiki putting susu gadis itu, sesekali mulut Pak Amir mengenyot-ngenyot puncak puting Rina
    “He he he…, susu kamu tambah asik neh.,,” Pak Amin semakin senang memainkan buah dada Rina yang semakin kencang, membuntal padat dan keras kenyal, sesekali mulut Pak Amir menggeluti payudara Rina bergantian dari yang kiri terus pindah kesebelah kanan.
    “Ahhhhh….!! ” Rina memalingkan wajahnya ketika Pak Amin melepaskan celana dalamnya yang dekil, sebuah benda besar menggantung diselangkangan Pak Amin, tampaknya benda besar itu sudah siap untuk merengut keperawanan Rina.
    Rina memejamkan matanya rapat-rapat ketika merasakan kepala kemaluan Pak Amin menempel di bibir vaginanya, geli sekali rasanya ketika kepala kemaluan Pak Amin mengesek-gesek belahan vaginanya yang semakin lama semakin merekah karena ditekan-tekan oleh kepala penis Pak Amin.
    “AHHHHH…..!! ” Sebuah jeritan keras terdengar dari mulut Rina, gadis itu mengigit bibirnya ketika merasakan lubang vaginanya seperti dibelah dua. Sebuah benda besar merobek-robek selaput daranya tanpa ampun, gadis itu terisak menangis , kepalanya terkulai lemas menyadari laki-laki tua yang tengah mengayunkan batang kemaluannya telah merengut kegadisannya.
    “Cleppppp…. Clepppppp…. Clepppppp…. ” berulang kali batang kemaluan Pak Amin bergerak keluar masuk di jepitan vagina Rina “Saya suka memek kamu, peret, seret he he he he…., enak banget buat dientot…..” Pak Amin cengengesan sambil menyodok-nyodok lubang vagina Rina dengan gerakan yang lembut.

    Pak Amin menengokkan kepalanya kebawah, matanya menatap tajam pada batang penisnya yang dilumasi oleh cairan kemerahan.
    “Waduhhh…!!, darah perawan,, Ha Ha Ha…, !! ” Pak Amin tertawa senang ketika menyadari dirinya adalah laki-laki pertama didunia ini yang menancapkan batang kemaluannya kedalam vagina Rina.
    Rina meringis kesakitan ketika Pak Amin menaikkan tempo tusukannya.
    “Eihhhhh….! Masih sakit ya ??” Pak Amin tiba-tiba menghentikan gerakannya yang semakin cepat mengocok-ngocok lubang vagina Rina, sambil tersenyum Pak Amin membelai rambut Rina dan kembali mengayunkan batang kemaluannya perlahan-lahan.
    “Ya , namanya juga maen sama perawan,, harus yang lembut kayak gini…Diayun-ayun,,” Pak Amin berceloteh panjang lebar “Terus dikocok-kocok, pelan-pelan aja supaya jangan terlalu sakit…. He he he”
    “Ahhhh… Crrr Crrrrr….. Hhhsssshhhhh….” Rina mendesis panjang, lubang vaginanya berkedut nikmat , tubuhnya seperti tersengat aliran kenikmatan yang berdenyut-denyut. “Waaaaahh…!! Ha HA HA, akhirnya kamu ngecrot juga ya ? nikmat banget bukan ??”
    “Hemmm,, duh kasihan kamu pasti pegal ya..,, ” Pak Amin mencabut batang kemaluannya kemudian tangan Pak Amin melepaskan ikatan dikaki dan tangan Rina.
    Rina menuruti keinginan Pak Amir yang menyuruhnya berdiri sambil bertumpu pada meja, gadis itu menolehkan kepalanya kebelakang, menatap Pak Amin yang menarik pinggulnya agar menungging, sesekali mata Rina terpejam ketika Pak Amin mengusapi dan meremasi buah pantatnya yang mulus, halus dan padat.
    “AHHHHHHHHHHHHHH……” Rina mendesah Panjang ketika merasakan batang kemaluan Pak Amin kembali menyodok lubang vaginanya.

    Baca Juga Cerita Seks Beautifully Stupid Doll 2: Expensive Cola, Usefull Binder Clip

    Tubuh Rina terdorong-dorong oleh penis pak Amin yang bergerak memacu lubang vaginanya, “Arrrhhhh,, Arhhhhhhhhh,, “Rina mengerang semakin keras, tubuhnya semakin kuat tersentak-sentak maju mundur.
    “Plokkkk… Plokkkk…. Plokkkkk….” Suara benturan buah pantat Rina dan selangkangan Pak Amin terdengar keras diiringi oleh rintihan – rintihan kecil Rina yang membuat pak Amin semakin bersemangat menghentak-hentakkan batang kemaluannya. Kepala Rina berkali -kali terangkat keatas sambil mendesah kuat ketika merasakan sodokan-sodokan batang kemaluan Pak Amin yang terasa semakin nikmat menyodok-nyodok lubang vaginanya dari belakang. Sesekali Pak Amin menekankan batang kemaluannya dalam -dalam kemudian mengaduk-aduk isi vagina gadis itu sampai Rina berulang kali merintih – rintih keenakan.
    “AAAA… ADUHHH PAKKKK…..” Rina menggeliat resah kemudian “Crrr Crrrrr…. Crrrr……Glekkkk….” gadis itu menelan ludah, ketika kenikmatan itu kembali membenamkan dirinya untuk semakin pasrah, digenjot-genjot oleh Pak Amin.
    “Aduhhhh…, ngecrot lagi.,, jadi makin basah memeknya, , tapi nggak apa saya suka yang basah-basah ,, makin licin makin asikk, makin lancar ngentotnya… makin enakkkkk…,,, sedappppp,,, “Pak Amin mendekap pinggul Rina kemudian kembali membombardir vagina Rina dengan lebih keras dan kencang “Plokkkk… Plokkkk… Plakkk… Plakkkkkkk Plokkkkk” Suara benturan itu begitu mengasikkan untuk didengar,
    “Ahhhh.., Ahhhh,, Pakkk Aminnnn,, Owwwww,, Aaaaawww…..”Rina memekik-mekik semakin keras ketika Pak Amin semakin keras menghantam batang kemaluannya, punggung gadis itu yang basah berulang kali diusap oleh Pak Amin,

    Sambil terkekeh kekeh Pak Amin merayapkan kedua tangannya ke depan kemudian menggenggam induk payudara Rina yang sudah basah oleh lelehan cairan keringatnya, untuk sementara batang kemaluannya diam tidak bergerak dalam jepitan vagina Rina yang sempit, menikmati remasan-remasan dinding vagina Rina yang hangat ketika dinding vagina gadis itu berkontraksi meremas benda asing yang masuk kedalamnya.
    Tangan Pak Amir mengelus-ngelus, meresapi kelembutan payudara Rina sebelah bawah kemudian meremas-remas induk payudara gadis itu. Pak Amin mencabut batang kemaluannya kemudian duduk di kursi.
    “Rina sini,,, kamu coba deh,, belajar ngentot…”
    Rina menatap batang kemaluan Pak Amin, perlahan-lahan Rina mencoba untuk mengangkangi batang kemaluan Pak Amin, Pak Amin menarik pinggang Rina untuk turun ketika melihat Rina seperti serba salah, tampaknya Rina masih ragu-ragu untuk memasukkan kembali batang kemaluan Pak Amin ke dalam lubang vaginanya.
    “Ahhhhssshhhh,, Ahhhhhhh,,, ” Rina mendesah-desah ketika kepala penis Pak Amin kembali menekan belahan vaginanya, Rina merasakan lubang vaginanya kembali melar dan disesaki oleh kepala kemaluan Pak Amin yang bentuknya mirip “helm Full Face.” Nafas Rina terengah-engah ketika berhasil menduduki batang kemaluan Pak Amin, vaginanya yang mungil kini seperti dipanggang oleh batang kemaluan laki-laki tua itu.

    “Ha Ha Ha Ha,, bagus, bagus,, sekarang coba kamu ayunkan pinggul kamu,, ” Pak Amin menurunkan instruksi lebih lanjut.
    Setelah berpegangan pada bahu Pak Amin, Rina mulai mencoba untuk mengayunkan pinggulnya “Aaaaaa.,, Aaaaaa,,, Aaaaaah,, ” Rina mendesah hebat sambil menggeliat-geliatkan tubuhnya, pinggulnya bergerak terayun-ayun , berkali-kali Rina mendesis sambil menengadahkan kepalanya k eatas.
    “Ayoo,, Rina,, Kamu bisaaaaa!! Terusss..,, Ayooooo,,,” Pak Amin menyemangati Rina agar gadis itu lebih hebat mengayunkan pinggulnya.
    “Plakkkk,,, Plakkkkk,, lebih cepat,, lebih cepattttt,,,” Pak Amir menampari pantat Rina agar gadis itu lebih cepat dan kuat mengayunkan pinggulnya.
    “Ohhhh, Pakk Amirrr,,, Enakkk,, Pakkkk Enakkkk Esssshhhhhhh” Rina berteriak liar, gadis itu seperti ditarik tanpa daya kedalam sebuah dunia baru..
    Sebuah dunia yang dipenuhi oleh rintihan kenikmatan yang mengurungnya dalam sebuah penjara, batang kemaluan Pak Amir membuatnya tidak dapat lagi keluar dari dalam penjara kenikmatan yang membuatnya semakin terlena, dan semakin terbuai oleh belaian nafsu birahi.
    “Awwww,,, Crrr Crrrrr…,, Blukkk….,, ” mendadak tubuh Rina roboh terhempas ke pelukan Pak Amin yang terkekeh-kekeh memeluk erat-erat tubuh gadis itu, nafas gadis itu terputus-putus sesekali Rina merintih lirih ketika Tangan Pak Amin meremas-remas bongkahan buah pantatnya. Setelah berkali-kali mengecupi bibir gadis itu barulah Pak Amin mendorong pinggul Rina agar Batang kemaluannya terlepas dari jepitan vagina Rina.

    Pak Amin mendudukkan Rina di pinggiran meja kemudian kedua tangannya mencekal pergelangan kaki gadis itu dan mengangkangkannya keatas.
    “Brukkk,, ” punggung Rina tergeletak ke belakang
    “AHHHHH…..” tubuh Rina tersentak kuat ketika lubang vaginanya kembali disodok oleh batang kemaluan Pak Amin, Rina menyilangkan kedua tangannya di depan dada berusaha melindungi buah dadanya yang terguncang-guncang dari tatapan mata pak Amin.
    “Aduhhh,, !! Rina kamu makin nafsuin dehh… “
    Pak Amin menggenjot-ngenjotkan batang kemaluannya dalam-dalam. Laki-laki tua itu cengengesan kemudian setelah melepaskan pergelangan kaki Rina sehingga kedua kaki gadis itu terjuntai dipinggiran meja, kedua tangan Pak Amin mencekal pergelangan tangan gadis itu dan menekankannya keatas meja , kini mata Pak Amin dapat menatap dengan jelas buah dada Rina yang tergoncang-goncang kencang ketika Pak Amin menggenjot-ngejot , memompa vagina gadis itu kuat-kuat.
    “Ennnnhhh Ennhhh Enhhhh Owwwwww…….! Crrr Crrrr” Rengekan-rengekan Rina diakhiri oleh lolongan panjangnya, lubang vagina Rina kembali berdenyut-denyut dengan nikmat.
    “He he he…” Pak Amir menggenjotkan batang kemaluannya kuat-kuat kemudian tangan Pak Amir menyelinap mendekap buah pantat Rina.
    “Hupppp….!! ” Pak Amin menggendong tubuh Rina dari sebelah depan
    Rina mengalungkan kedua tangannya pada leher Pak Amir kemudian
    “Ahhhhh..,, Awwww,, Pakk ,, Aduhhhhhh,, ” Tubuh Rina terayun-ayun ketika Pak Amir mengayunkan Batang kemaluannya.
    “Cleppp Cleppppp,, Cleppppp,,,” suara-suara becek itu semakin keras terdengar ketika Pak Amin menghentak-hentakkan batang kemaluannya dengan kasar, menyodok-nyodok lubang bagina Rina tanpa memberi kesempatan sedikitpun bagi Rina untuk melawan.

    Pak Amir terus mengocokkan batang kemaluannya kuat kuat , berusaha mengalahkan benteng pertahanan Rina. Pak Amin mengeram sambil mengerahkan seluruh kemampuannya dan “Owwwwwww,,, Aaaaaaaaaaa,,, Crrr Crrrrr Crrrrr” kepala Rina terangkat keatas, kedua kaki mulus Rina yang menjepit pinggang Pak Amin mendadak terlepas dan tergantung tanpa daya. Pak Amir mengecupi bibir Rina yang merekah , dikulumnya bibir mungil gadis itu kuat-kuat. Pria itu menarik tubuh Rina dan kemudian mengatur posisi gadis itu dalam posisi doggy style di atas lantai, Pak Amin asik berkutat dengan batang kemaluannya berusaha menaklukkan lubang dubur Rina yang membandel.
    “Jebollll…!! Hihhhhh…..!! ” Pak Amir menhentakkan kepala kemaluannya kuat-kuat, “Unnnnggghhhhhh………” Rina mengeluh panjang ketika merasakan lubang duburnya dijebol dengan paksa oleh batang kemaluan Pak Amin
    Berkali-kali tubuh Rina terdorong kuat ketika Pak Amin menghentak-hentakan batang kemaluannya dengan kasar.
    “Ahhh Ahhhh,, Ahhh Sakit,, pak Sakittt,, aduhhh ampunnn” Rina kesakitan ketika Pak Amin menggerakkan batang kemaluannya dengan kasar memompa lubang anus Rina
    “Plokk Plokkk Plokkkkk… Plokkkk” suara benturan buah pantat Rina kini diiringi erangan kesakitan gadis itu, laki-laki tua dengan jabatan satpam menyodominya dengan kasar dan liar, semakin keras Rina mengerang semakin keraspula Pak Amin menghajar dan menggenjoti lubang anus Rina dengan batang kemaluannya.
    “Awwww….,, Ampunnn Akkhhh Ampun pakkkk…..” Rina menjerit – jerit kesakitan, Pak Amin hanya terkekeh-kekeh sambil mengaduk-ngaduk lubang dubur Rina kemudian kembali mengayunkan batang kemaluannya menyodomi Rina. Cerita Maya

    “Ampun Rina, Ampunnnn,, Awwwww,,, Ohhhhh Rina bool kamu seret amat kekekekeke” Pak Amin malah mengejek Rina yang memohon ampunan darinya, sambil berkali-kali menyentakkan batang kemaluannya kuat-kuat
    Pak Amin membungkukkan punggungnya meneduhi punggung Rina, kedua tangannya merayap ke depan meremas-remas buah dada Rina. Telinga Pak Amin mendengar suara erangan Rina yang membuatnya semakin bergairah menyodomi lubang anus Rina yang seret.
    “Huahhhhggggg … Kecrottttt…. Crotttttttt” Pak Amin meremas-remas susu Rina kuat-kuat sambil menghujamkan batang kemaluannya sedalam-dalamnya kedalam lubang dubur Rina. Setelah terengah-engah beberapa saat kemudian barulah Pak Amin mencabut batang kemaluannya dari dalam lubang anus gadis Rina, gadis cantik itu terkulai lemas di atas lantai. Setelah mengecup-ngecup bahu Rina Pak Amin mengangkat tubuh Rina lalu ditidurkannya gadis itu terlentang diatas meja dalam posisi kedua kakinya yang sengaja dibuat tertekuk mengangkang lebar-lebar oleh laki-laki tua itu, kemudian Pak Amin menarik sebuah kursi dan duduk dengan santai, berulang kali tangannya menjelajahi tubuh Rina yang sudah tergeletak tanpa daya, meremas payudaranya, mengelusi dan mempermainkan vagina Rina. Telapak tangan Pak Amin yang kasar tidak pernah merasa bosan untuk mengusap-ngusap pangkal paha Rina yang lembut. Hari masih siang, Pak Amin berusaha secepat mungkin mengumpulkan tenaganya agar dapat segera menyetubuhi gadis itu kembali dan merenguk kenikmatan dari tubuh Rina yang terlentang dengan pasrah diatas meja.

    TAMAT
    ****************

  • Beautifully Stupid Doll 2: Expensive Cola, Usefull Binder Clip

    Beautifully Stupid Doll 2: Expensive Cola, Usefull Binder Clip


    1217 views
    Jessica

    Cerita Maya | Dengan semangat Mang Kardi berjaga diposnya, wajahnya sering menengok ke kiri dan kanan, kadang ada ekspresi terlihat tegang, kadang terlihat seperti santai, kadang matanya melotot seperti mau melompat keluar, terkadang terpejam rapat. Mulutnya sering meringis seperti orang yang sedang sakit gigi, kadang-kadang menceracau seperti orang yang sedang mengigau. Sesekali mulut mang Kardi terbuka lebar dan mengucapkan kata “Aoooohhhhhh…!! Duhhhhhh…”

    Di antara kedua kaki Mang Kardi yang agak mengangkang nampak seorang gadis cantik tengah berlutut, terdengar suara-suara dari mulut gadis itu yang sedang melakukan hisapan-hisapan pada kepala penis Mang Kardi.”Cpppp.. Cpppp… Ckkkkkk…”
    “Mang, Koq ngak keluar- keluar sichh saus asinnya?” Jessica bertanya pada Mang Kardi.
    Hari ini Jessica memakai baju kaos berwarna biru muda, dengan bawahan rok mini berwarna putih.
    “Ya.., Ehmm Uhh.. Sabar…” Mang Kardi masih celingukan, dibawah tegang, tapi hatinya nggak tenang.
    Situasi dan kondisi memang kurang mendukung untuk mengeluarkan “uneg-uneg” diselangkangannya.. Cerita Maya

    Tangan Mang Kardi mengelus-ngelus rambut Jessica ,
    “Ayo…Jessica…terusin donggg…,” Mang Kardi protes karena Jessica Andres berhenti mempermainkan kemaluannya.
    Lidah gadis itu membelit kepala kemaluan Mang Kardi, bibirnya yang mungil berkali-kali mengecup ngecup batang kemaluan mang Kardi, kemudian gerakannya berhenti, kepalanya kembali tengadah kearah wajah mang Kardi.
    “Mang Kardi kan sering bilang, kalo dimasukin kemulut ngak akan bau lagi, tapi koq tetep aja bau ya? baunya juga rada-rada aneh, apa permen loli mang Kardi udah kadaluarsa?” Jessica bertanya dengan serius, tangannya bergerak menggoyang-goyangkan batang kemaluan Mang Kardi ke kiri dan kanan.
    Mang Kardi cuma bisa garuk-garuk kepala,  cengar-cengir tanpa tahu harus menjawab apa. Sambil menekan kepala Jessica kearah kemaluannya , tangan kiri mang Kardi menjejalkan kepala kemaluannya menyumpal mulut Jessica Andres. Mulut Jessica tampak monyong seperti bayi yang sedang menghisap dot.
    “Emmmm… Nyummmm… Nyummm…hummmm” suara mulut gadis itu. Mata Mang Kardi merem melek keenakan, tangannya yang keriput merayap agak kebawah dan menyelinap kedalam baju kaos Jessica dari sebelah atas. Setelah menyelinap kebalik bra gadis itu, tangannya bergerak meremas-remas gundukan bukit dada Jessica yang lembut dan halus. Sesekali gerakan Jessica berhenti ketika merasakan rasa geli yang menggelitiki bukit buah dadanya.

    ”Manggg… geliii… hehehe” Jessica terkekeh kegelian ketika jemari Mang Kardi mengulas-ngulas puting susunya, gadis mungil itu terkekeh kegelian sambil menatap pria setengah baya itu.
    “Cegluk… Ceglukkkkk…..” mang Kardi menelan ludah, wajah Jessica yang imut dan seksi membuat nafsu birahinya semakin naik sampai keubun-ubun kepalanya yang sudah botak.
    “Nahhh.., sekarang Jessica duduk… iyaaa begitu…” Mang Kardi bangkit dan membimbing gadis itu duduk dibangku panjang yang terbuat dari bahan rotan, sedangkan dirinya bersujud dihadapan Jessica.
    “Ayoo…, masa Jessica lupa, harus gimana duduknya?” si tua bangka bertanya sambil kedua tangannya bergerak mengelus-ngelus lutut gadis itu.
    Jessica tampak seperti sedang mengingat-ngingat sesuatu, perlahan-lahan gadis itu mengangkangkan kedua pahanya lebar lebar.
    ”Harus begini kan ya….??” Jessica bertanya untuk memastikan, matanya yang polos memandangi Mang Kardi.
    “Ehmmm.. Hemmm… Ya… betul…!!” kedua tangan Mang Kardi perlahan-lahan mulai merayap semakin lama semakin naik keatas mengelus-ngelus dan terkadang meremas lembut sepasang paha Jessica yang mengangkang lebar.
    Setelah menyibakkan rok Jessica, tangan Mang Kardi yang keriput menarik bagian atas celana dalam gadis itu, kemudian menarik kain segitiga itu agar terlepas, Jessica menggerak-gerakkan kakinya membantu agar celana dalam lebih mudah melorot lepas.

    Untuk beberapa saat hidung Mang Kardi mengendus-ngendus vagina Jessica, kemudian selanjutnya lidah Mang Kardi terjulur, memutari klitoris gadis itu, mengulas-ngulas seperti sedang membersihkan klitoris Jessica yang semakin mengkilap semakin indah. Sesekali lidah Mang Kardi bergerak dengan gerakan  liar dan kasar, mengait- mengait daging kecil itu sampai nafas Jessica berkali-kali tertahan, semakin lama Jessica semakin gelisah. “Uhhhhh. Uhhhhhh… Uhhhhh Waaaa” suaranya terdengar semakin mengairahkan.
    “Haaddhh… Huhhhhh ? Crutttt… Cruttttttt…” sebuah hadiah bagi kegigihan Mang Kardi dalam mengelola belahan mungil diselangkangan Jessica, mulut Mang Kardi menghisapi selangkangan gadis itu sampai cairan gurih itu kering dihisap oleh mulutnya yang keriput.
    “Sini… Hup…”setelah kembali duduk di atas kursi, Mang Kardi membetot tubuh mungil gadis itu, dan meletakkan Jessica dipangkuannya.
    Batang penisnya terselip diantara sepasang paha Jessica yang terasa halus dan mulus ketika batang penis Mang Kardi dengan tidak sengaja bergesekan dengan kaki gadis itu. Tangan Mang Kardi yang hitam kering merayap membelai rambut Jessica kemudian bibir Mang Kardi semakin sering mengecupi bibir Jessica “Cuppphhh.. Cuphhh.. Cupphhhh”, bibir Jessica semakin sering termonyong-monyong menyambut ciuman Mang Kardi.

    Lidah Mang Kardi menjilati leher Jessica, sesekali dikecupnya leher gadis itu, sementara tangannya merayap masuk kedalam rok Jessica. Tangan Mang Kardi bergetar ketika mengelusi paha gadis itu yang lembut, halus, dan hangat. Jessica merenggangkan kedua pahanya semakin lebar memberi jalan pada tangan mang Kardi yang merayap semakin keatas kearah selangkangannya. Tangan si tua asik menyusuri belahan bibir vagina gadis itu. Mang Kardi tersenyum, setelah beberapa kecupan kasar, mendadak ia melumat bibir gadis itu dengan lembut. Jessica menarik kepalanya kebelakang ketika merasakan gigitan lembut Mang Kardi pada bibirnya yang mungil. Jessica membuka mulutnya kembali sambil menjulurkan lidahnya keluar, seperti yang sering diajarkan Mang Kardi. Lidah Mang Kardi segera terjulur membelit lidah Jessica yang dilanjutkan dengan lumatan-lumatan mesra pada lidah gadis itu. Tangan mang Kardi merayap dan meremas-remas bagian dada Jessica yang menonjol dibalik baju kaos yang dikenakan gadis itu.
    “Mmmm… he he he hemmhh… Ommmhh… Hmmm” suara Jessica yang terkekeh-kekeh kegelian ketka buah dadanya digerayangi seolah-olah tenggelam dalam keganasan mulut Mang Kardi yang tak bosan-bosan mengulum bibir mungilnya
    “Cepphhh… cpppppphh…, Cccccckkkkk….” sambil terus melumat-lumat bibir mungil Jessica tangan Mang Kardi berkeliaran menjelajahi lekuk-liku tubuh gadis itu, ke paha, dada dan juga keselangkangan.

    “Non Jessy !… Noonnnn Jessy !! ” terdengar suara Mbok Narti memanggil-manggil dari kejauhan.
    Wanita tua itu tampak kuatir mencari-cari Jessica Andres. Dengan terburu-buru Mang Kardi mendorong pinggul Jessica agar gadis itu berdiri dari pangkuannya, tangan mang Kardi berusaha merapihkan isi selangkangannya yang tersembul keluar. Jessica berdiri mematung, duh lagi enak-enaknya koq didorong, matanya melirik kearah selangkangan Mang Kardi, tangannya bergerak secepat kilat, lebih cepat dari tangan mang Kardi, sambil berseru khawatir.
    “Mang Kardi, harus rapi…, pamali,.nanti ditangkep polisi!!!”
    “Janngaaann…!! Sretttttttttttttttttttt….!! Whuadddoowwww….!!” Tubuh mang Kardi tersentak, matanya mendelik ketika tangan Jessica menarik resleting celana satpamnya keatas, ‘Kardi Junior’ pun tergigit oleh resleting celana Mang Kardi.
    “Mang Kardi !! Sssssttttttt !!” Jessica dengan polos menempelkan jari telunjuk di bibirnya yang meruncing, gadis itu merapikan bajunya. Pada saat ia hendak memakai celana dalamnya ia kembali melirik Kardi Junior yang sedang tersiksa terjepit di resleting celana Pak Satpam.
    “Aduhhh…, mang Kardi Gimana Sihh, Nihhh tutupin pake celana dalem Jessica aja dehhh…” Jessica menutupi Kardi Junior dengan celana dalamnya.

    “Harus rapi gini kan ya mang, kalo mo keluar…?” Jessica berputar bagaikan seorang model diatas catwalk, sambil meringis-ringis mang kardi mengangguk.
    Jessica tersenyum manis, kemudian ia berlari-lari kecil sambil berteriak keras “Mbokkk Nartiiiiiiiii…..” gadis itu melambai-lambaikan tangannya sambil berlari menghampiri perempuan tua itu.
    “Nonnn…, kemana aja tohh Nonnn, Si Mbok nyari sampe kemana-mana.., kalau Non mau keluar rumah, harus bilang dulu sama Si Mbok.. ” Mbok Narti membelai-belai rambut Jessica.
    Jessica menggelayut manja ditangan Mbok Narti, kemudian berlari kecil di depan  Mbok Narti. Wanita tua itu tersenyum kemudian berteriak keras ketika melihat Jessica menghilang dibalik tikungan jalan
    “Tunggu Non, jangan jauh-jauh…” dengan tergopoh-gopoh wanita tua itu mengejar nona majikannya.
    “Arrrrhhhmmm, Heudeuhh !! ” terdengar suara jeritan tertahan dari dalam pos Satpam ketika mang Kardi dengan paksa melepaskan “Kardi Junior” yang tercekik di resleting celana satpamnya. Wajah Mang Kardi memerah, matanya melotot tanpa dapat dikedipkan kembali, mulutnya terbuka lebar dan “Nguungggg….,Nguuunnnnnngggg, Haeppp Khekkk Khekkk…, uhukkkkk, uhukkkkkkkkk, uhukkkkkkk” seekor serangga masuk dan tertelan oleh mang Kardi sehingga laki-laki tua itu tersedak dan terbatuk-batuk.

    Perlahan-lahan sang surya merayap kembali ke sarangnya, rembulan menghiasi malam yang indah, sesosok tubuh mungil perlahan-lahan naik kelantai dua, menuju pintu kamar Mbok Narti. Pintu kamar Mbok Narti perlahan-lahan terbuka “Krrrrett..” sepasang mata memandangi Mbok Narti, wanita tua itu sedang tertidur pulas kecapaian
    “Kasiannn… Mbok Narti…, lagi bobo ngak boleh ganggu” Jessica kembali menutup pintu kamar itu, sebenarnya Jessica ingin minta ditemani jajan ke IndoMart
    Jessica menghentikan langkahnya ketika ia lewat didepan kamar ibu tirinya terdengar suara-suara aneh dari dalam kamar itu “Plooooppp Plookkk… plooookkkkk… plokkkkk… Ahhhh.. Ahhhh”
    Jessica tidak tahu suara apa gerangan yang terdengar begitu aneh,
    “Mama Tiri lagi bobo… koq ada suara orang lagi bertepuk tangan ya ?Ada suara orang kesakitan lagi, Ihhhh serem….!! ” Jessica buru-buru berjingjit menjauhi kamar ibu tirinya.
    Jessica meloloskan dirinya dari celah jendela yang terbuka lebar, sebuah tas ransel kecil menggantung dipunggungnya. Isi tas ransel itu berbagai rupa termasuk binder clip besar untuk menjepit kertas, dan mungkin juga untuk menjepittttttt….. sesuatu yang lain  ?!Hmmmm…

    “Minta ditemani mang Kardi aja.. Ahh…”pikir Jessica sambil melangkah menuju pos satpam, namun ia kecewa.
    Dari kejauhan terlihat jalan Mang Kardi agak aneh, wajahnya seperti orang yang kesakitan (akibat little accident siang tadi., sepertinya, Kardi Junior masih belum pulih.dan harus dirawat “di rumah sakit khusus”, dibalik celana dalam Mang Kardi yang dekil) sesekali mulut mang Kardi menguap, matanya sudah mengantuk. Akhirnya setelah menghela nafas panjang Jessica memutuskan untuk pergi seorang diri.
    “Mana nihhh…?” Jessica cemberut, sudah lama ia berdiri menunggu, tiba-tiba matanya berbinar-binar melihat sebuah mobil angkutan kota di kejauhan.
    Tangannya yang mungil melambai-lambai mencegat angkutan kota yang semakin mendekat.
    “Yeeee… , malah lewat….” Jessica menggerutu ketika angkutan kota itu lewat tanpa berhenti.
    Namun kekesalan dihati Jessica mendadak hilang karena angkutan kota itu mendadak berhenti sambil membunyikan klakson. “Duh koq ngak dari tadi sih berhentinya?” kening Jessica berkerut dengan mulutnya yang semakin runcing.
    Jessica berlari-lari kecil karena takut angkutan kota itu meninggalkan dirinya. Tangannya membuka pintu sebelah depan dan langsung naik.
    “Mau kemana , malam-malam begini ?” Bang Harun melirik Jessica, ada tatapan jahat yang tersembunyi dari pancaran sinar matanya.

    “Ke IndoMart…, Ayooo pakkk jalan….” Jessica bersandar pada kursi jok, wajahnya tampak ceria.
    Jessica menolehkan wajahnya kekiri dan ke kanan, ada mobil, ada motor biarpun cuma sedikit, memang nggak seramai siang hari. Hmm pasti orang-orang udah ngantuk, pada bobo, pikir Jessica.
    “Pakkk… nanti tungguin Jessica ya…,” Jessica memohon sambil menoleh pada Bang Harun yang mengangguk sambil tersenyum-senyum jahat.
    Akhirnya sampai juga Jessica ditempat tujuan, singkat katanya sih udah berhasil belanja nih, sebotol susu Indomilk, trus permen loli rasa strawberry, coklat, terus sebotol coca cola untuk Mang Kardi, terus tidak lupa koyo buat Mbok Narti. Jessica membuka tas ranselnya, kemudian mengambil dompet kecil, selembar uang seribuan diacungkan pada kasir.
    “Eee… kurang dik….” Kasir wanita itu tersenyum ramah.
    Jessica mengacungkan lagi selembar uang lima ribuan, ternyata masih kurang, saatnya mengeluarkan lembaran uang terakhir yang ada didompet kecilnya hmm angka lima nya ada satu, angka nol nya ada empat, kemudian mengacungkan selembar uang di tangannya, Jessica tersenyum ketika wanita itu berkata cukup. Ia keluar dari Indomart dan tampak gembira ketika melihat  mobil angkutan kota itu masih setia menunggu diseberang. Jessica menyebrang dengan hati-hati, kemudian tangannya yang mungil membuka pintu depan.

    “Pulang pak….” Jessica bersandar, lama kelamaan matanya mulai terpejam-pejam, kepala Jessica terangguk-angguk dan akhirnya ia tertidur pulas.
    Bang Harun menelan ludah sambil berkali-kali menengok kearah gadis itu yang kini sedang tertidur pulas, gadis itu memakai baju kaos putih bertuliskan You can See tanpa lengan dengan bawahan rok ketat mini berwarna hitam. Sopir angkot itu membelokkan angkutan kota itu ke sebuah tempat yang sepi, tidak berapa lama mesin mobilpun berhenti, suara jangkrik dan kodok terdengar dengan jelas. Sebuah tempat yang jauh dari keramaian dan rumah penduduk. Tangan Bang Harun terjulur ke arah paha Jessica, tangannya mengusap-ngusap lutut gadis itu, kemudian merayap naik. Perlahan-lahan ditariknya rok Jessica ke atas, nafas Bang Harun semakin memburu menatap sepasang paha mulus gadis itu yang mulai terexpose seiring dengan gerakan tangan Bang Harun yang terus mengusur rok gadis itu keatas, dinyalakannya lampu kecil didalam angkot itu agar matanya dapat lebih jelas menyaksikan sepasang paha mulus milik gadis itu. Bang Harun menelan ludah ketika telapak tangannya menyentuh permukaan paha Jessica yang halus dan mulus. Beberapa kali telapak tangannya bergerak mengusap-ngusap paha gadis itu dan kini semakin naik dan naik, kearah selangkangan Jessica.
    “Ihhhh…. , ngapain sichhhh…. Hoaaaaammm” gadis itu mengigau,
    Kepala gadis itu tergolek kearah Bang Harun, tangan Bang Harun yang bertato membelai rambut gadis itu.

    “Cantikk…, cantik sekali…”Bang Harun menatap wajah Jessica yang sedang tertidur pulas.
    Ia tidak menyadari bahaya besar yang sedang mengancam kegadisannya ditengah malam ini, perlahan-lahan Bang Harun mendekatkan wajahnya pada wajah Jessica. Hidungnya mengendus wangi harum yang lembut.
    “Cupp.. Cuppppphhh…” bibir Bang Harun mengecup bibir Jessica yang mungil, sementara tangan Bang Harun semakin asik merayapi permukaan paha gadis itu yang masih tertidur pulas.
    “Ehhhhhhh… “Jessica membalikkan tubuhnya ke arah kaca. Bang Harun tersenyum sambil semakin merapatkan tubuhnya, tangannya menarikkan tangan kanan Jessica keatas, hidungnya mengendus-ngendus ketiak Jessica, dikecupnya beberapa kali sebelum lidahnya terjulur-julur keluar bagaikan lidah seekor ular, jilatan-jilatan lembut mulai menerpa ketiak gadis itu, bibir pria itu mulai melumat-lumat dengan semakin bernafsu.
    “Ihhhhh….hemmmhh… ” mendadak Jessica membuka mata sambil menarik tangan dan menggeser tubuhnya, wajahnya yang imut masih tampak mengantuk.
    “Dimana ini…?” Jessica menatap sekelilingnya, gelap, sepi, gadis itu menoleh kesamping kearah sang sopir angkutan kota yang terkekeh-kekeh.
    “Dimana ini pakkkk….?” Jessica bertanya sekali lagi sambil menatap Bang Harun..

    Bang Harun tidak menjawab ia membelai rambut Jessica, gadis itu menatap dengan tatapan matanya yang polos. Jari telunjuk Bang Harun bergerak dari sisi kiri telinga gadis itu terus turun ke dagu Jessica. Tangan Jessica menepiskan tangan Bang Harun karena merasakan kegelian. Mendadak bibir Bang Harun mengecup bibir Jessica kemudian melumatnya dengan kasar. Gadis itu hendak menarik kepalanya ke belakang namun tangan Bang Harun bergerak kebelakang kepala gadis itu dan menahannya.
    “Mmmmm… Mmmmm… mmmm” kedua tangan Jessica yang mungil berusaha mendorong dada Bang Harun yang mendesak tubuhnya.
    “Heeeemmm…!!Hemmh” suara mulut Jessica terdengar keras, dadanya turun naik berusaha mengambil nafas, gadis mungil itu kehabisan nafas karena mulut Bang Harun mengulum dan menghisap-hisap mulutnya dengan kuat.
    “Auffff… Haaahhhhh…  Ha..uhhhhh…..” suara mulut gadis itu ketika Bang Harun melepaskan lumatannya.
    Mulut Jessica megap-megap berusaha mengambil nafas, dadanya bergerak turun naik seirama dengan helaan nafasnya.
    “Nama kamu siapa ? Hemmmm…Cuuupphh” Bang Harun bertanya sambil mengencup mulut Jessica yang sedikit terbuka.
    “Jessica.. Andresss…” Jessica menyebutkan namanya dengan lengkap, gadis itu menunduk menatap tangan Bang Harun yang menyelinap kebalik roknya.

    Baca Juga Cerita Seks Cupid Love Song: Romeo Never Let Juliet Die

    Pada saat tangan Bang Harun menyentuh permukaan vaginanya, Jessica mengangkangkan kedua kakinya seperti yang biasa ia lakukan jika Mang Kardi mulai memainkan tangannya diwilayah tersebut. Merasa diberi angin, tangan Bang Harun semakin berani menyelinap kebalik celana dalam gadis itu. Tangan Bang Harun bergerak menggesek-gesek belahan bibir vagina Jessica. Lendir-lendir licin semakin banyak meleleh, membasahi kain segitiga putih itu dan membuat sebuah cetakan yang indah di selangkangan Jessica. Bang Harun merasa belum puas kalau hanya melihat cetakannya saja, tangannya dengan kasar membetot kain segitiga di selangkangan gadis itu sampai melorot dan terlepas dibawah kakinya. Bibir mungil Jessica meruncing tampaknya ia marah, sebentar melihat ke selangkangannya, sebentar melihat arah Bang Harun yang asik menatap selangkangan gadis itu, duh ini orang koq kasar amat maen betot aja, maen buka baju, buka rok, dll, dsstt gimana sih, belum juga Jessica berpikir lebih jauh ia memekik kecil ketika mulut Bang Harun mengecup-ngecup permukaan vaginanya, kecupan-kecupan liar Bang Harun membuat Jessica kegelian, bahkan teramat geli, ketika lidah laki-laki itu memoles-moles bibir vaginanya, rasa marahnya mendadak menghilang merasakan sapuan lidah Bang Harun yang membawa sejuta kenikmatan.

    “Eeehh… , duhh… aduhhhh… ehhh geli Aha ha ha ha” Jessica tertawa -tawa, kedua tangannya yang mungil mendorong-dorong kepala Bang Harun, laki-laki itu semakin lahap mengecup dan mengendus-ngedus selangkangan Jessica, sampai akhirnya
    “Uwwwwahhh….!! Cruttt Cruttttt…. ” Jessica menjerit merasakan rasa nikmat yang berdenyut-denyut diselangkangannya, tubuhnya tergolek dengan lemas, nafasnya terputus-putus, sesekali tubuhnya menggelinjang merasakan rasa nikmat akibat sedotan-sedotan mulut Bang Harun.
    “Srrupppphhh… Srrupppphhhh…..” mulut Bang Harun menyeruput cairan-cairan yang meleleh dari sela-sela bibir vagina gadis itu.
    Jessica kembali kelojotan, mulutnya yang mungil sedikit terbuka dan tampak seksi. Mulut Bang Harun kini menerkam gumpalan daging ranum di dada Jessica
    “Achhhh… Owww….! Owww !” tubuh Jessica melenting-lenting ketika mulut Bang Harun melumat puting susunya dengan kasar dan liar.
    Mulut Bang Harun berdecak-decak ketika melahap buah ranum di dada Jessica, lidahnya melingkari puting susu Jessica sebelah kanan sambil sesekali menggelitiki puting Susu gadis itu yang berwarna pink. Tangan Bang Harun.meremas-remas induk payudara Jessica sebelah kiri.
    ”Oughhh…. , Hsssshhhhh…. Ahhhhhh” bibir Jessica semakin keras mendesah-desah.

    “Uhhh… Uuuuuuaaa…..” suara yang terdengar dari mulut gadis itu ketika Bang Harun membalikkan tubuh Jessica Andres dengan kasar, mulut Bang Harun menciumi bongkahan buah pantat Jessica yang menggumpal padat, sesekali digigit-gigitnya dengan lembut bongkahan buah pantat gadis itu. Nafsu Bang Harun semakin menggelegak, lidahnya menari-nari di sela-sela buah pantat Jessica
    “Esssttt.. Uhhhh… Eeeeh…nga bolehhh.. itu….., Jorokk…! Jorokkkkk!” Jessica meronta-ronta ketika lidah Bang Harun menyelinap menggelitiki lubang anusnya.
    Tangan Bang Harun melingkar dan mendekap kuat-kuat pinggul gadis itu sehingga Jessica tidak dapat berbuat banyak, akhirnya karena kecapaian gadis itu hanya terdiam lagi pula ada rasa geli dan enak ketika lidah Bang Harun menyelinap dan mengulas sela-sela pantat dan mengait-ngait lubang anusnya. Bang Harun kini berlutut dibawah kemudi kemudian tangannya mendorong pinggul gadis itu agar lebih menungging keatas, kemudian dengan lahap mulut Bang Harun melumati lubang anus Jessica.
    “Ohhhhh…, Pakkkkk… Uchhhhhhhh….” sesekali Jessica menarik pantatnya ketika Bang Harun dengan gemas menggigit kecil lubang anus Jessica yang empot-empotan
    Jari tangan Bang Harun menekan lubang anus Jessica dan dengan sekali tusuk Bang Harun mencoblos lubang anus gadis itu.
    ,”Awwwwww….!! Aduhhhhh…. !! kebakarannn…, uhhh panas… perihhh…!!” Jessica berteriak-teriak keras

    Tangan Jessica merangkul tas ranselnya kuat-kuat menahan rasa panas dan perih yang mendera lubang anusnya.
    “Haaaauuh…” mata Jessica kadang-kadang mendelik merasakan ada benda asing yang keluar masuk dilubang anusnya. Panas, ada rasa gatalnya dan perasaan aneh yang mebuat jantungnya semakin berdetak dengan kencang. Tubuh gadis itu terdiam, yang terdengar hanyalah desahan nafasnya saja yang terengah-engah memburu dengan kencang. Sambil tersenyum lebar Bang Harun mulai mensejajarkan kemaluannya dengan lubang anus Jessica , ia merasa korbannya sudah tidak berdaya dan bertekuk lutut secara total pada dirinya.
    “Aaaaa… Auuuuwww… ” Jessica kesakitan ketika kepala kemaluan Bang Harun berusaha menerobos lubang anusnya demi meraih secuil kenikmatan, gadis itu menjerit keras ketika kepala kemaluan Bang Harun menerobos lubang anusnya.
    Lubang anus Jessica mengigit leher penis Bang Harun namun ketika Bang Harun hendak melakukan penerobosan lebih dalam.
    “Bukkkkkk….Ploooppp Ceklekkkkkk…. Huppppp…..” tanpa terduga Jessica menendangkan kakinya kebelakang sehingga Bang Harun terjengkang kebelakang dan kemaluannya terlepas dari jepitan lubang anusnya, bersamaan dengan itu Jessica membuka pintu mobil dan meloncat keluar sambil membetot tas ranselnya, gadis itu kabur ketakutan.

    Dengan tidak kalah sigap Bang Harun membuka pintu mobil dan mengejar Jessica, tangan Bang Harun bergerak menyambar.
    “Aduhhhhhh….” Jessica menjerit ketika tangannya yang mungil ditarik oleh Bang Harun sehingga langkahnya tertahan.
    “Mau kemana lu? Hahh!” Bang Harun melotot dan membentak Jessica, Deggg… Deggggg… degggggg, jantung Jessica berdetak dengan kencang.
    “Orangg Jahatttt…!! Pergi.. Pergiii….!!” Jessica memukul-mululkan tas ranselnya, Bang Harun terkekeh-kekeh sambil terus menghampiri gadis itu.
    Punggung Jessica tertahan oleh body mobil angkutan kota. Jessica tiba-tiba teringat dengan film Tom & Jerry, posisinya sama seperti Jerry yang sedang terancam oleh Tom, Hmmmmmm…., Jerry menjalankan siasatnya , pura-pura tunduk pada Tom. Jessica juga kini tunduk pada Bang Harun, tangannya melepaskan tas ransel itu kebawah. Kemudian dielusnya batang penis Bang Harun. Kemarahan si sopir angkot mendadak reda setelah merasakan elusan lembut Jessica dibatang kemaluannya. Batang kemaluan Bang Harun tambah keras ketika Jessica bersujud sambil berpegangan pada batang kemaluannya. Lidah Jessica terjulur keluar dan mengulas-ngulas melingkari kepala penis Bang Harun.
    “Cpppkkk… Cpkkkkk… Cpkkkkkk…” suara berdecak mulut gadis itu ketika sedang melumat-lumat kepala penis Bang Harun.
    Sambil melakukan lumatan dikepala penis Bang Harun, tangan Jessica bergerak mengocok-ngocok batang penis Bang Harun yang hitam

    Lidah Jessica bergerak mengulas – ngulas batang penis Bang Harun sampai batang penis itu basah terbasuh oleh air liur Jessica Andres, sesekali mulutnya mengecup menciumi batang penis Bang Harun dan juga mengecup-ngecup biji kemaluannya.
    “He he he…” Bang Harun terkekeh-kekeh senang
    Jessica memasukkan kembali kepala penis Bang Harun ke mulutnya yang mungil, mulut gadis itu tampak kempot menghisap-hisap dengan kuat. Kepala Bang Harun terangkat, tengadah keatas, matanya terpejam merasakan rasa nikmat emutan Jessica dikepala penisnya, kepala Jessica bergerak maju mundur dalam gerakan yang teratur, demikian juga tangan mungil gadis itu dengan teratur dan perlahan-lahan membuka resleting tas ranselnya, tangannya mengodok-ngodok mencari-cari sesuatu. Tangan Jessica menggenggam sesuatu ditangannya, tangan Jessica bergerak menekan benda itu sampai benda itu ternganga mirip mulut seekor buaya dannnn…!!!
    “Krepppppppppppp….. WHUAAARRRGGHHHH!!!!!!” mata Bang Harun melotot, raungan keras terdengar dari mulutnya, nafasnya megap-megap dengan wajah mengernyit kesakitan..
    Sambil menjerit keras Jessica memukulkan tinjunya keatas “Royuken…Hiaaattttt!!!” , Jessica meniru pukulan Ryu tokoh favouritenya di game Street Fighter
    “Bukkkkkk……” tinju Jessica mendarat tepat diselangkangan Bang Harun.

    “Ngheeeekkkk….” suara Bang Harun tercekik ditenggorokannya, laki-laki itu roboh kebelakang, setelah menggeliat beberapa kali Bang Harun berhenti bergerak, matanya terpejam rapat,  sebuah binder clip berukuran besar menggigit kepala kemaluannya.
    “Jessica menang!! K.O !!” kemudian dengan terburu-buru Jessica memakai pakaiannya kembali, tanpa menoleh kebelakang Jessica berlari sekuat tenaga sambil menggendong tas ransel dipunggungnya, entah berapa lama ia berlari, nafasnya sudah terengah-engah, aduh keringatan, panas, cape, haus.. Jessica mencari-cari sekotak sebotol susu Indomilk rasa coklat di dalam tas ranselnya. Tiba-tiba telinga Jessica mendengar suara erangan, Ehh, ada motor yang terguling, ehhh… ada orang…., Jessica menghampiri orang yang terlentang di atas tanah.
    “Omm…., kenapa…? Aduhhh darahhh…” Jessica melihat lengan orang itu berdarah, tangan mungil Jessica terjulur kearah ikat kepala orang itu sambil berkata dengan polos.
    “Ommm…, yang luka kan lengannya Om, bukan kepalanya Om, Sini Jessica balutin…” Jessica membuka kemudian membalutkan ikat kepala orang itu, dilengannya yang terluka.
    “A.. Aiirrr…” Orang itu tampak lemah, bibirnya tampak kering.
    Jessica menatap sebotol susu Indomilk rasa coklat ditangannya, sebentar kemudian menatap orang itu, sambil menghela nafas panjang Jessica mengalah karena tidak tega melihat keadaan orang itu yang sangat membutuhkan pertolongan. Cerita Maya

    ###########################
    Satu Jam kemudian

    “Ommm… Renegade nggak apa – apa ?” Jessica bertanya sambil membantu orang itu berdiri.
    “Om Renegade ? kenapa kau memanggilku Om Renegade, gadis kecil ?” tanya orang itu.
    “Habis…, rambut Om mirip kayak jagoan di Film Renegade…, terus badannya gede, tinggi, biarpun muka om jelek tapi baekk” jawab Jessica sejujurnya..
    “Ha HA  HA… dimana rumahmu  gadis kecil ?” orang itu tertawa sambil menuntun tangan Jessica, tinggi Jessica hanya se-ulu hati orang itu ,
    “Ommm, nama saya Jessica, bukan gadis kecill..” Jessica memberitahu Om Renegade.
    “Brmmmm,,  Brrrrrmmmm…..”
    Tidak berapa lama terdengar suara motor meninggalkan daerah itu.
    Jessica menutup hidungnya dengan tangan kiri, aduh rambut Om Renegade bau asem, jarang keramas kali ya ? wah gawat bisa mati keracunan nih..!!
    “Ommm berhenti Ommm…!!! “Jessica menepuk-nepuk bahu orang itu ketika matanya melihat mobil taksi menghampiri dari kejauhan.
    “Lohhhh kenapa ?” Orang itu keheranan.
    “Pokokknya berhenti Ommm….” Jessica merengek-rengek
    “Brrrrmmm.. Brmmmmm” Orang itu menghentikan motornya dipinggir jalan.

    “Takssssiiii…!! Taksssiiii !! ” Jessica menjerit sambil melambai-lambaikan tangannya, mobil taksi itupun merapat, Jessica membuka pintu taksi dan duduk di depan.
    “Lohhh… , biar aku yang mengantarmu gadis kecil…”Orang itu tampak khawatir
    “Eeee…, Enggak deh Ommm, Jessica pulang naik taksi aja… Hatcchiii..!! ” Jessica menolak tawaran Om Renegade, gadis itu bersin berkali-kali.
    “Hallo Bung, biar aku lihat KTP mu, ” Om Renegade mengeluarkan PDAnya, tampaknya Om Renegade sedang menyimpan identitas pengemudi taksi itu.
    “Antarkan dia dengan selamat sampai kerumahnya, ingat itu baik-baik bung!!” Om Renegade berkata dengan tegas, tanpa banyak membantah pengemudi taksi itu mengangguk.
    Mobil taksi itu langsung meluncur membawa Jessica menuju rumahnya,
    “Pakkk…, berhenti disini pakkk… Stopppp…” Jessica berteriak, gadis itu tampak ceria.
    “Mang Kardiiii…!!” Jessica memanggil nama orang yang setengah mengantuk sedang berjaga diposnya.
    “Ehhh… , Jessica… habis dari mana.., waduh sudah jam 01.30 ini…”Mang Kardi melihat jam tangannya.
    “Manggg, ini buat mang Kardi…” Jessica turun dari taksi kemudian menyodorkan sebotol coca cola

    “Wahhhh, Makasihhhh…”
    “Pakkk,, uang Jessica tinggal segini… Cringg Cringg Crinngg” Jessica mengeluarkan uang sisa belanja dan memberikannya pada sopir taksi.
    “Kalau kurang, bapak ini yang bayar… ya….” telunjuk Jessica menunjuk hidung mang Kardi, kemudian setelah pamit Jessica melangkah dengan santai.
    “Kurangnya Rp 87.500..lagi pakkk” sopir taksi itu menagih angka yang masih belum terbayarkan.
    “Hahhhhh !!! “mang Kardi shock, dengan lemas mang Kardi mengeluarkan dompet bututnya dan menarik selembar uang seratus ribuan.
    “Aduh, maaf, ada uang pas ?, nggak ada kembaliannya pak..”
    “Sudahh, nggak apa-apa” mang Kardi menjawab dengan lemas seperti sedang mengigau, wajahnya masih bengong, sebentar menatap Jessica yang sudah menjauh, sebentar menatap sebotol Coca Cola ditangannya.
    ”Wahhh…. Terimakasih pak !! ” mobil taksi itupun berlalu
    “Whaduhhhh….kembaliannya Oiiiiii!!” tiba-tiba Mang Kardi berteriak.
    Wajahnya tambah kusut, rupanya ia baru tersadar, setelah suara taksi itu menghilang dikejauhan. Mata Mang Kardi melotot menatap sebotol Coca Cola ditangannya, Coca Cola termahal didunia seharga seratus ribu rupiah. Mulut pria itu terbuka lebar, matanya berkaca-kaca..

    ————————————————-
    Begitulah ceritanya kali ini he he he
    Supaya tar ada warna soft & juga hardnya
    Kalo ngak ada halangan ama rintangan
    Judulnya Baby Doll – The Awakening, Long Way Home.
    Sekilas infonya
    Dibawah ini
    Thx’s For Reading ^^

    Next issue
    ****************
    “Hentikan….!!  Dorrrrr…” terdengar bunyi tembakan senjata api keudara.
    Mendadak “para senjata” diselangkangan laki-laki yang mengerumuni Jessica menciut seperti balon yang kehabisan udara.

    “Hallo gadis kecil kita bertemu lagi….!! Kamu masih ingat ?” Om Renegade tersenyum ramah

    “Awasssss…..!!!Hati-hatiii… ” Om Renegade yang mengejar dari belakang berteriak kaget melihat gadis itu terpeleset karena tanah yang becek dan licin.
    “Awwwww….. Dukkkkkkkk Byurrrrrrrrr……” tubuh Jessica melayang sebelum tercebur kedalam sungai, kepalanya terbentur batu dengan sangat keras sampai matanya berkunang-kunang, pandangan matanya  mendadak gelap.
    ****************

  • Cupid Love Song: Romeo Never Let Juliet Die

    Cupid Love Song: Romeo Never Let Juliet Die


    205 views
    Cindy

    Cerita Maya | Aku menggeliat di atas ranjangku sambil merentangkan kedua tangan untuk menghilangkan rasa pegal ditubuhku, Hupppppppppppp…..!! aku melompat bangun sambil melirik kearah jam dinding di kamar kostku, tidak berapa lama aku masuk ke kamar mandi yang berada di kostku, kunyalakan kran shower, air hangat segera mengucur membasuh tubuhku. Hari ini adalah hari pertamaku sebagai mahasiswi, lumayan lama juga aku membasuh tubuhku di bawah kucuran air shower yang hangat. Setelah mengeringkan tubuhku dengan selembar handuk aku membuka lemari pakaianku, kukenakan baju kaos ketat dengan resleting didepannya, kemudian kupakai celana jeans berwarna biru. Aku melompat-lompat kecil kemudian memandang diriku disebuah cermin. Wajah yang cantik, kulit yang putih mulus, dada yang bulat montok, pinggangku yang ramping, senyumanku yang menggoda… he he he he……Dengan terburu-buru aku berlari kecil keluar dari tempat kostku, Brukkkkk, tiba-tiba di sebuah belokan aku menabrak sesuatu, aku menengadahkan wajahku ke atas, sesuatu yang kutabrak malah tersenyum lebar, sementara aku mundur dengan teratur

    “Ehhhh…. Maaf, Maaf…… ” Aku meminta maaf sambil mencoba mengingat-ngingat dimana ya aku pernah melihat wajahnya ???
    “Ngak apa-apa koqq, ehhhh kamu yang kemarin itu kan ?? “
    “Kemarin…. ?? “Aku kebingungan
    “Cindy , Akutansi kelas A , Semester 1″
    “Ohhhh?? Kamu…!!!” Aku melempar senyumanku, aku mengingatnya.
    Kemarin seseorang membantuku untuk mencari namaku di papan pengumuman, karena tubuhnya jangkung dan berotot tentu saja ia dengan mudahnya melongokkan kepala kesana kemari diantara kerumunan oran banyak untuk mencari namaku.“Kenalinn… Edooo……”
    “Emmmm, Cindy….. ” Aku menjabat tangannya , he he he lumayan, dapet tumpangan gratis nihhh, rupanya Edo satu kelas denganku, wajahnya sih nggak tampan, namun memiliki sebuah kharisma yang tersembunyi, pokoknya macho banget.
    Sepanjang perjalanan, ekor mataku menangkap reaksi Edo yang sering melirik ke arahku, ia pura-pura memalingkan wajahnya jika aku dengan sengaja balas menengok kearahnya, Hemmm Hemmm Hemmmm..!! ngapain ia pake tersenyum-senyum kecil segala, akhirnya mobil Edo sampai juga di lapangan parkir kampus, aku segera membuka sabuk pengamanku, kemudian tanganku hendak membuka pintu mobil
    “Tunggu …!! ” Edo mencekal pergelangan tanganku
    “Ehhhh, Ngapain sihhhh…” aku menepiskan tangannya
    “Euhhhhh…, Ituuu, Ituuuuuuu….. Ehmmmmm…. ” Edo melirikkan ekor matanya kearah dadaku, aku menekuk wajahku dan Ahhhhhhhhhhhh,,,,,!! Resleting dadaku melorot T_T, bra berwarna pink itu terekspose dengan bebas, dengan terburu-buru aku menaikkan resleting baju kaosku, Aku memasang wajah jutekku menatap wajah Edo yang menahan tawa, ia keluar dari mobil kemudian membukakan pintu untukku…..
    “Lohhh ?? Koqq malah diem ?? Yukkk “
    Dengan menundukkan kepalaku aku melangkahkan kakiku sedangkan Edo melangkahkan kakinya mendampingiku, ekor mataku sering melirik ke arahnya. Duhhh, Edo masih tersenyum-senyum kecil….malu banget dehhhh….!! ( Begitulah takdir mempertemukan kami berdua  ^ _ ^ ) Cerita Maya

    ***************************
    Semester 6…..

    Aku menengokkan kepalaku dari tempat persembunyianku, seorang pria bertubuh jangkung berotot tengah mencari-cariku, He he he, Edo tampak kebingungan, kadang-kadang ia menggaruk-garuk kepalanya. Ia mencoba menghubungiku dengan telepon genggamnya. Nggak akan berhasil karena aku sudah mematikan Hp-ku, entah kenapa tiba-tiba hatiku tersayat menatap wajahnya yang kebingungan, aku menuruti kata hatiku, dengan perlahan aku mendekatinya dari belakang.
    “Eeedooooo….. ” Aku memanggil namanya dengan manja.
    “Cindy ??!! ” Edo terkejut ketika aku tiba-tiba muncul di belakang tubuhnya, aku menggoyang-guyangkan tubuhku dengan manja ketika ia mencubit hidungku.
    “Kamu nyariin aku ya ?? “
    “Sebenarnya aku mencari pacarku…. , kamu liat dia nggak?? Orangnya cantik, dan manja” wajahku langsung pucat, Edo sudah punya pacar ??
    “Nihhhh, lihat……, ini orangnya…” Edo memperlihatkan wallpaper di hpnya, wajahku merona merah, tersipu malu karena foto itu adalah fotoku, ia tertawa menuntunku dan aku bergelayut dengan manja di tangannya yang kekar berotot. Tanpa kusadari tiga orang mahasiswa mundur dengan teratur dari tempat persembunyianku…..
    “Kata gua juga apa!! Lu sich ngak nurut…..”
    “Mana gua tau cowo-nya malah datang ngerusak rencana kita..”
    “Hhhhhh…., sudah-sudah….., jangan ribut……..”
    Robby, Hendra dan Tommy bersungut-sungut kesal karena rencana jahat mereka gagal total, hari-demi hari berlalu kemudian berganti dengan minggu dan bulan….
    “Hhhhh…… ” aku menghela nafas panjang memandangi langit yang sudah mendung, duh bete banget hari ini, ternyata jadwal kuliah sore hari dibatalkan, aku menengokkan kepalaku ketika ada seseorang yang menyapaku.

    “Ehhhhh, Cindy belum pulang ?? ” Tommy menyapaku
    “Belum.. tunggu jemputan….. ” Aku menjawab dengan singkat
    “Lohhhh ?? Koq nunggu ? Edo ada di lapangan parkir koq…”
    “Ahhhh.. Masa sihhh ?! “
    “Yaaa, mungkin dia juga nungguin kamu……”
    Aku langsung menyambar tas kecilku kemudian berlari kecil menuju lapangan parkir, sementara Tommy melangkah cepat mengikuti langkahku, setiba di lapangan parkir aku mencari-cari mobil Edo, aku membalikkan tubuhku ketika mendengar suara mesin mobil di belakangku…..
    “Tommy, koq ngak ada??” aku menghampiri Tommy yang duduk di belakang kemudi, sementara Hendra dan Roby turun dari mobil dan berdiri di belakangku.
    Aku mengernyit menatap wajah Tommy yang berubah licik. Aku mendelikkan mataku ketika sebuah sapu tangan membekap hidungku, Ohhh?? Apa ini?? Pusing sekali!, lemas!!, selanjutnya antara sadar dan tidak aku merasakan tubuhku terangkat masuk ke dalam mobil, semuanya berubah menjadi gelap gulita.
    “Ohhhhhhhhhhhhh……. ” perlahan-lahan aku membuka mataku, aku memincingkan mataku yang masih kabur, tiga orang laki-laki sudah bugil di sekelilingku yang terbaring lemah di atas sebuah ranjang empuk. Pakaianku!!! aku semakin kaget menyadari tubuhku yang sudah polos.

    Entah apa yang mereka lakukan terhadapku, tubuhku terasa lemas, tenagaku seperti hilang, aku kembali memincingkan mataku berusaha mengenali wajah-wajah yang masih kabur, AHHHHHHHHHHHHH….!!! Tomy, Roby dan Hendra, sedang tersenyum-senyum mesum marayapi lekuk liku tubuhku. Roby memasukkan sesuatu ke dalam segelas Coca Cola, aku terbatuk-batuk ketika Roby mencekokku dengan minuman yang sudah dicampur sesuatu itu.
    “Tenang Cindy…, sebentar lagi kamu bakal tersentak keenakan….”
    Aku menelan ludahku berkali-kali berusaha membasahi tenggorokanku yang terasa kering, semakin lama aku merasa ada rasa hangat yang menjalari tubuhku, nafasku terasa sesak, dan berdengusan, menghembus-hembus dengan kuat, mereka tertawa ketika aku menggeliatkan tubuhku, Kenapa ini?? Jantungku berdetak keras menggedor dadaku ??!! Apa yang terjadi !? Ohhh Ampunnn..!!, Apa yang mereka berikan padaku. Tomy menerkam tubuhku, bibirnya melumat-lumat bibirku dengan buas. Entah kenapa aku malah memeluk tubuhnya yang menindihku, aku mendesah-desah ketika ia mencumbui batang leherku.
    “Hajar Tommmm, terusss Ha ha ha “
    “Sikkk asikkkkk!!!,”
    Rony dan Hendra terkekeh mesum menyaksikan aku yang sedang digeluti oleh Tommy. Tangan Tommy menjengkingkan pinggangku kemudian mulutnya melahap bulatan dadaku. Aku mengerang lirik kerasakan batang lidahnya menjilati bulatan dadaku. Bibirnya mengecupi payudaraku yang terasa semakin mengeras, semakin padat, kedua tanganku menekan belakang kepalanya agar kepalanya semakin tenggelam di antara belahan dadaku.

    “Ennhhh… Ennnhhhh Ahhhhh geliiiii oohhhh….. ” Aku menggeliat resah ketika merasakan kenyotan-kenyotan kuat di puncak payudaraku. aku meringis ketika merasakan gigitan kuat di sana.
    “Cindy, loe cantik amat sih…, Emmhh Ckkk Ckkkkk….” telapak tangan Tomy membelai pipiku sebelum ia mengulum dan  melumat-lumat bibirku dengan lembut, lidahnya menggeliat liar menggelitiki rongga mulutku sebelah atas, kemudian menjamah dan mengait lidahku. Entah kenapa aku membalas permainannya, lidahku membalas menjilat lidahnya kemudian membalas lumatannya, ciuman-ciuman lembut kemudian berubah menjadi ciuman yang panas dan bernafsu.
    “Cepkkk.. Ceppphh Cphh Cupkkkk… Ck ck..”
    Tomy menggeser kepalanya ke arah selangkanganku. Aku mendesah merasakan remasa di selangkanganku, kadang-kadang tangannya menarik-narik rambut jembutku. Hendra memberikan sebotol busa foam untuk bercukur dan juga sebuah pisau cukur, busa itu terasa dingin ketika membasuh vaginaku kemudian
    “Krrrttttttttt…. Krrtttttttttttttttt…. Krttttttttttttttttttt……” Tomy mencukur bulu kemaluanku hingga vaginaku menjadi botak tanpa sehelai rambutpun. Tangannya mengusap-ngusap selangkangaku, nafasnya yang hangat menghembusi vaginaku ketika ia membenamkan wajahnya di antara kedua kakiku.
    “Blukkk… Blukkkkk…. ” kedua kakiku melejang-lejang di atas ranjang ketika merasakan jilatan-jilatan lidah Tomy membasuh belahan vaginaku, rasanya geli dan nikmat sekali ketika perlahan-lahan batang lidahnya menelusuri belahan vaginaku, aku menekuk kedua kakiku kemudian mengangkang lebar , pasrah…..

    “Wahhhh, dia malah ngangkang…… “
    “Anjritttt! Kontol gua diembat…. “
    Aku seakan tidak peduli mendengar seruan Hendra dan Roby, aku menengokkan kepalaku ke arah mereka berdua, tanganku menyambar batang kemaluan Hendra. Aku seakan-akan sulit mengendalikan diriku, Hendra membelai susuku ketika aku meremas batang kemaluannya.
    “Nggak adil nihhhh….!! Masa punya Hendra doang yang loe embat…!! Gua juga donggg….. ” Roby membimbing tanganku yang satunya lagi agar menggenggam batang kemaluannya, kemudian tangan Roby ikut-ikutan mengelusi dan meremas – remas buah dadaku.
    “Esshhhh…Ahhhhh…Ahhhhhhh….Cretttt…Cretttt…” Aku menggelinjang merasakan rasa nikmat yang berdenyut di selangkanganku, terdengar suara mulut Tomy yang sedang menyeruput dan mengenyoti cairan kewanitaanku yang muncrat tanpa dapat kutahan. Mataku menatap wajah Tommy dengan sayu, ketika Tomy menempelkan kepala penisnya di belahan vaginaku, semetara kedua kakiku tertekuk mengangkang dengan pasrah
    “Ahhhhhhhhh…..!!” dengan reflek aku menjepit pinggang Tomy ketika merasakan benda asing itu perlahan-lahan melesat masuk, aku memekik kecil ketika merasakan benda asing itu mengoyak  kegadisanku, Tomy semakin dalam mendesakkan batang penisnya, rasanya begitu sakit dan pedih ketika benda diselangkangan Tomy merengut kegadisanku dalam gerakan-gerakan menyentak yang sangat kasar hingga tubuhku terguncang-guncang dengan kuat di atas ranjang……
    “Ahhhh..!! Ahhhhh… !! Ahhhhhh….!! ” Kata-kata itu begitu lancar meluncur dari bibirku ketika batang penis Tomy mulai bergerak menyodok-nyodok belahan vaginaku, kedua tanganku semakin kuat menekan kepala Roby dan Hendra yang sedang menyusu di dadaku, mulut mereka begitu liar  mencaplok bulatan payudaraku, sementara sodokan-sodokan Tomy semakin liar dan kasar merojok-rojok belahan vaginaku dengan batang penisnya, rasa pedih perlahan-lahan membaur dengan rasa nikmat yang merayapi sekujur tubuhku yang sedang digarap beramai-ramai. Buah dadaku menjadi mainan bagi mulut Roby dan Hendra sementara selangkanganku dipermainkan oleh penis Tomy yang bergerak dengan kasar. Aku semakin keras merintih ketika merasakan sesuatu yang hendak kembali keluar dari dalam vaginaku, Tomy tersenyum memandang wajahku sambil memacu batang penisnya dengan lebih kuat dan kencang…… Crrrtttt Crrttttttttttttttttt….

    “BUCATTTTT…….!!! He he he ” Tomy berteriak keras meneriakkan teriakan kemenangannya ketika vaginaku berdenyut dan memuntahkan cairan kewanitaanku, Roby dan Hendra bertepuk tangan seolah meledek diriku yang menggelinjang tanpa daya dalam sodokan-sodokan liar batang penis Tomy, Mereka bahkan tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan ekspresi wajahku ketika Tomy kembali membuat cairan kewanitaanku  meledak untuk yang kedua kalinya, sementara tubuhku semakin lama semakin basah bersimbah keringat yang mengucur dengan deras dari setiap lubang pori-poriku.
    “Gila loe kuat amat.!! “
    “Iya gila nih si Tomy !! nggak nyangka gua!! “
    “Abis Cindy cantik sih, gua jadi betah….. he he he ” Tomy merasa bangga ketika Hendra dan Roby memuji ketahanannya dalam bercinta, ia terus memacu batang penisnya menusuki belahan vaginaku
    Aku menarik nafas lega ketika sodokan-sodokannya berhenti. Tomy menari tubuhku untuk bediri disisi ranjang menghadap ke arah Hendra dan Roby yang asik menonton kebejatan Tomy. Aku menolehkan kepalaku ke belakang ketika merasakan benda jahat di selangkangan Tomy kembali memasuki vaginaku dari belakang. Tubuhku terdesak-desak kedepan ketika benda jahat itu terayun menghantam belahan vaginaku, PLOKKK PLOKKK PLOKKKKK…., Suara benturan-benturan antara selangkangan Tomy dengan buah pantatku terdengar semakin keras seiring dengan semakin kuatnya benda itu menghantam belahan vaginaku.
    “Ennnhhh.. Ennhhh Ennhhh Aeennhhhhh…. ” Roby dan Hendra tersenyum menatapku yang sedang merengek-rengek dihajar oleh Tomy dari belakang, aku tidak sanggup menatap wajah mesum mereka, kupejamkan kedua mataku-rapat-rapat, ketika kepala mereka berdua mengejar buah susuku, setetes air mata menetes dari sudut mataku ketika merasakan kecupan-kecupan dan hisapan hisapan mulut mereka di bulatan buah dadaku, tubuhku semakin sulit menahan rangsangan birahi yang mulai meledak-ledak dengan semakin dashyat.

    “Ahhhhhhhhhhhhhh…………..!! ” Aku membuka mataku sambil mendesah keras ketika merasakan tangan seseorang meremas induk payudaraku kuat-kuat, Hendra tersenyum lebar sambil meremas dan mencubit-cubit putingku yang semakin meruncing karena dirangsang olehnya, bulatan dadaku terasa semakin keras, rasanya seperti hendak meledak saja ketika tangannya mengelusi benda itu.
    “Ahhhhh… Crrrrrrrrrrttt.. Cretttttt….. ” entah kenapa tatapan mesum Hendra yang sedang meremasi buah dadaku, hisapan-hisapan kasar Roby yang asik mengenyot-ngenyot putingku dan juga sodokan-sodokan Tomy dari belakang tubuhku semakin membuatku bergairah , pertahananku goyah dan bendungan kenikmatan itu kembali jebol tanpa daya, Tomy semakin kuat menghempas-hempaskan batang penisnya, ia menggeram-geram gemas dan..
    “KECROTTTTTTTTTTTTT…. CROTTTTTT GECROTTTTTTT…!!” Tomy mengigit leherku dari belakang, kedua tangannya memeluk tubuhku erat-erat, aku merasakan semburan lahar panas yang dasyat di dalam lubang vaginaku.
    “PLEFFFFHHH………… ” Suara itu terdengar ketika Tomy mecabut batang penisnya dengan kasar dari vaginaku dalam satu kali tarikan kuat, aku menekuk kepalaku ketika merasakan ada cairan hangat yang meleleh di antara sela-sela pahaku bagian dalam, ada rasa sakit hati yang amat sangat ketika menatap ada cairan merah itu yang ikut menetes ke atas lantai, OHHHHH, darah keperawananku……!!!!
    Tiba-tiba aku seolah mendapatkan tenaga baru, aku berontak sekuat tenaga, aku mendorong tubuh Tomy, hingga ia terdorong mundur ke belakang, Tubuhku limbung dan terjatuh kebelakang ke atas ranjang, kedua kakiku terjuntai di pinggiran ranjang. Tomy tersenyum menatap selangkanganku, aku semakin keras terisak menangis ketika Roby dan Hendra menggusur tubuhku ke tengah ranjang, kemudian mereka membaringkan tubuh di sisi kanan dan kiriku.

    Tangan-tangan Hendra dan Roby menjelajahi lekuk liku tubuhku, bergantian kepala mereka menunduk untuk mengecupi bibirku, tangan mereka berkeliaran mengusapi dan meremas buah dadaku, membelai dan meremas selangkanganku, merayapi kemulusan pahaku, KEPARAT…!! Aku mengutuk dalam hati….
    “Ehhhh…?? mo diapain?? ” Roby bertanya ketika Hendra membalikkan tubuhku kemudian si keparat Hendra menaiki buah pantatku, Roby menekan punggungku ketika Hendra menggesek-gesekkan batang penisnya di antara belahan pantatku.
    “Ohhhhh….., Jangannnn!!..” semakin kuat aku berontak, semakin kuat pula Roby menekan punggungku, apalagi si keparat Tomy mulai bergabung ia mencekal pinggangku.
    “ARGGGHHHHH ( –>>>>> )…!!?? Hegghhhhhkhekkkkk…!! ” Mataku mendelik merasakan rasa sakit dan ngilu yang tidak terhingga lubang anusku terasa panas dan sakit, aku melolong keras ketika Hendra semakin dalam membenamkan batang penisnya menyodomiku.
    Hendra merebahkan tubuhnya menindih tubuhku dari belakang, tubuhku terasa amblas ketika berkali-kali ia mendesak-desakkan batang penisnya, sementara kedua tangannya membelit tubuhku kuat-kuat. Aku mengerang keras sambil membeliakkan mataku ketika benda di selangkangan Hendra bergerak kasar  memompa-mompa lubang anusku. Rasa sakit itu benar-benar tidak tertahankan, tubuhku tertekan dan terguncang bekali-kali, hempasan-hempasan batang penisnya semakin kasar merojok-rojok lubang anusku tanpa mempedulikan tangisan dan eranganku yang kesakitan setengah mati, aku mendengar dengan jelas suara terkekeh mesum di belakang tubuhku, Hendra menarik pinggangku, aku merasa aku sekarang mirip seperti seekor anjing yang sedang menungging.
    “Aooowww….!! Akkhhh… !!”Tubuhku terayun-ayun maju mundur ketika buah pantatku bertabrakan dengan selangkangan Hendra, tubuhku mengigil menahan rasa sakit yang tidak terhingga ketika Hendra menggeram dan semakin hebat menyodomi lubang anusku.

    “KEPLAKKKK… KEPLOKKK PLOKKKKK PLOKKKK “
    Hendra tiba-tiba merangkulku kemudian ia berguling sambil memeluk tubuhku, kini aku tidur di atas tubuhnya dengan batang penisnya yang masih tertancap dengan kuat di anusku. Aku menatap tidak mengerti ketika Roby merebahkan tubuhnya menindihku, ia menggeluti tubuhku habis-habisan seakan-akan tiada hari esok sebelum akhirnya melaksanakan keinginannya…
    “Ohhhhh, Tidakkkk…!! Biadabbb…” Aku merintih kemudian terisak menangis ketika Roby menjejalkan batang penisnya menusuk belahan vaginaku.
    Vaginaku dan lubang anusku terasa sesak ketika dua benda itu mulai menekan-nekan, bergerak menyodok dan merojok dengan lembut, mereka menggeram keenakan ketika bersama-sama menyodomi dan menyetubuhiku. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku berusaha mengusir puncak birahiku yang semakin bergelora dengan dashyat, setiap sodokan-sodokan batang penis Hendra dan Roby yang memacu lubang anus dan lubang vaginaku sekaligus membuat tekanan birahiku semakin tinggi dan….
    “Crrrrrrrrrrrr Crrrttttt…. Crrrrrrrrrrrrrr……” tubuhku menggeliat lemah diantara tubuh dua orang pria yang menjepit tubuhku, nafasku terhela keluar ketika dua batang penis itu bergerak semakin liar dan kasar mengocok-ngocok belahan vagina dan lubang anusku, aku kewalahan menahan anganku yang melayang semakin tinggi, tinggi sekali, ketika dua batang penis itu menghujam-hujam anus dan vaginaku.
    “HA HA HA, mulai keenakan ya cantik ?? nih sini gua tambahin biar loe tambah asikkkkk…” Tomy menarik kepalaku kemudian ia menjejalkan penisnya ke dalam mulutku., mulutku sampai monyong ketika menghisap-hisap batang penis Tomy. Gairah liar ini sulit untuk kutahan, begitu liar dan binal, aku semakin bernafsu menyedot-nyedot penis Tomy yang terasa asin dan gurih.

    Benar-benar pemandangan yang indah ketika menyaksikan tubuh putih mulus seorang gadis cantik tengah terjepit diantara tubuh-tubuh pria dengan wajah mereka yang di bawah rata-rata, mata sang gadis terpejam – pejam sambil menghisap-hisap batang penis di mulutnya, sedang mata ketiga orang pria itu mendelik keenakan.
    “Ahhhhhh…,,,,,,,,,,,,, Crrrrrrrr Crrrrrrrrrrrrrrrrr…. ” Aku meludahkan kepala penis Tomy, nafasku tertahan sesaat, kemudian terengah-engah ketika cairan vaginaku kembali meledak dalam sebuah kenikmatan, tubuhku yang sudah basah kuyup terjepit diantara tubuh Roby dan Hendra yang berkeringat, bahkan keringat Roby menetes kepipiku.
    “Gila !! ?? ternyata loe berdua juga nggak bisa dipandang enteng” Tomy berdecak kagum sambil kembali menjejalkan batang penisnya ke dalam mulutku, kemudian sambil mengulum batang penis Tomy tubuhku kembali terguncang dan tersentak-sentak dengan hebat diantara jepitan tubuh kedua bajingan itu….., tangan Hendra melingkari tubuhku dari belakang sementara Roby menggerayangi buah dadaku, kedua bajingan yang tengah menjepit tubuhku dari depan dan belakang semakin keenakan memacu penis mereka menyodomi dan merojok-rojok kedua lubangku. Aku mengerang lirih, merintih pelan, terkadang aku memekik tertahan, hanya itulah yang dapat kulakukan, aku merasa lemah tidak berdaya ketika kenikmatan itu kembali datang menghampiri diriku, membisikkan kata-kata mesum di telingaku.
    “Ayooo Cindyyyyyy, nikmatilah kenikmatan dunia ini….”
    “Gimana enak bukan ??, ketika mereka mengeroyok dan menggarapmu beramai – ramai…..Hemmmmmm ?? “
    “Sodok…!! Sodokkkkkkk…..memeknya!! Colokkkkkkkk….Boolnya.!!!! ENAKKKKK…..!! “
    Rayuan-rayuan birahi memenuhi kepalaku, rupanya aku mulai tidak waras, akal sehatku hilang entah kemana, Ohhhhh, Ampunnn enak sekaliii….,sambil menghisapi penis Tomy aku mengalungkan kedua tanganku ke leher Roby, mataku terpejam-pejam menikmati sodokan Roby dan Hendra di lubang anus dan vaginaku.

    aku tidak peduli lagi..!!
    aku ingin menikmati kenikmatan ini ??!!
    Akhhhh tidakkkk!! TIDAKKKK……!!!
    Mereka sedang memperkosaku…!!
    Aku melepaskan leher Roby….
    Aku TIDAK MAUUU….!! TIDAK MAUUUU…!!!
    “Heennnhhhh…. Crrrrrrrrrrrrr Crrrrrrrrrrrrrr……. ” Mataku berkunang-kunang, beban derita ini bertambah berat, dunia di sekelilingku mendadak berputar, tubuhku terasa remuk, lemas seakan-akan tidak bertulang. Aku melenguh panjang dan semuanya menjadi gelap gulita…., entah berapa lama aku jatuh tidak sadarkan diri.

    Baca Juga Cerita Seks Feby, the Innocent Seductress

    Aku membuka mataku ketika seseorang membelai pipiku, aku menepiskan tangan orang itu. Hendra tersenyum kecil, ia masih telanjang bulat duduk santai di sisi tubuhku yang terlentang tanpa daya, dengan kasar ia menyeretku ke kamar mandi. Langkahku terseok-seok ketika ia menarik pergelangan tanganku dengan kasar. Tangan Hendra membasuhkan sabun cair di tubuhku kemudian tangannya bergerak liar memandikanku atau lebih tepatnya menggerayangi tubuhku yang licin dan berbusa, Hendra tertawa kecil saat aku menggeliat kegelian ketika telapak tangannya yang kasar membasuh-basuh bulatan susuku.
    Plakkkk….!!  Dengan reflek aku membalikkan tubuhku dan menamparnya ketika ia meremas buah susuku, tubuhnya terjengkang kebelakang, wajahnya tampak beringas.
    “Plakkkkkkkkkkkkkkkkk…..!!  Pipiku terasa panas ketika telapak tangannya menggampar wajahku, aku jatuh terduduk dan menangis di bawah kucuran air shower yang hangat.
    “Jangannnn…. Ahhhhhhhhhhhhh….” aku menjerit ketika Hendra menerkamku, tubuhku dan tubuhnya bergulingan di lantai kamar mandi yang basah sementara kucuran air shower yang hangat menyirami tubuhku dan tubuhnya, aku melawan , melawan dan terus melawannnn !!!

    Plakkkkkk…!! Plakkkkk..!!! Plakkkkkkkkkk !!! kepalaku terlempar ke kiri dan kanan ketika Hendra menampar wajahku berkali-kali dengan keras, aku terkulai dan ia langsung menindih tubuhku, aku meringis ketika ia mengecupi, menghisap dan mengigit – gigit leherku.
    “Ahhhhhhhhhh…, Annnnnnnnhhhh…Ennnhhhh…. ” aku hanya dapat mengeluh ketika Hendra menggeluti buah dadaku, mulutnya berdecakan ketika mengenyot-ngeyot buah dadaku, sesekali ia menggeram gemas dambil menggigit-gigit putingku, begitu perih rasanya ketika giginya menggigit-gigitnya. Hendra mencekal pergelangan kakiku kemudian ia mendorong kakiku hingga lututku tertekuk hampir menyentuh dadaku kemudian dengan kasar ia menjebloskan batang penisnya membelah selangkanganku
    “Nihhhhhh….!! Makan kontol gue…. “
    “Awwwwwwwwwwwww…… ” Aku memekik keras ketika batang penis Hendra menyodok kasar belahan vaginaku, Hendra tertawa terkekeh ketika aku terperanjat pada saat batang penisnya menyodok-nyodok vaginaku dengan kasar, aku hanya dapat merintih lirih ketika tubuhku tersentak dan terguncang dengan kuat, kucuran air shower ini begitu hangat namun terasa dingin sekali di hatiku. Aku berusaha mendorong bahu Hendra ketika ia hendak menindih tubuhku…
    “PLAKKKKK……!! ” satu tamparan keras kembali mampir di wajahku hingga pandangan mataku nanar, aku mendesah pelan menahan berat tubuh Hendra pada saat ia menindihku dengan sempurna.
    Batang kemaluannya terus bergerak menghentak-hentak tanpa henti,  kedua tangan Hendra mencekal pergelangan tanganku dan menekankan kedua tanganku terentang ke atas kepala sementara selangkangannya terus mendesaki selangkanganku, memompa vaginaku dengan kuat.

    “Ennnhhhh. Crrrrrrrrrr Crrrrrrrrrrr…… Cruttttt….. ” aku mengigit bibir bawahku untuk  menahan jeritan kenikmatan yang hampir keluar dari mulutku ketika Sodokan-sodokan Hendra berhasil melemparkanku ke dalam sebuah lubang kenikmatan yang sangat dalam hingga aku terengah-engah berusaha menggapai-gapai keluar dari cengkraman kenikmatan yang menerkam kewarasanku.
    Hendra meraih tubuhku kerdiri kemudian kedua tangannya membelit pinggangku, tubuhku terangkat keatas dalam dekapannya, wajahnya berada di hadapan wajahku, bibirnya mengecup bibirku dengan lembut, seakan-akan hendak memberitahuku kalau ia tidak akan melukaiku lagi, tentu saja dengan sebuah syarat yang mahal, aku harus menurut padanya…Aku memejamkan mataku ketika bibirnya kembali melumat bibirku dengan mesra, lidahnya menggeliat mesra didalam rongga mulutku. Kedua tangannya melilit semakin kuat karena aku terus pasif, dengan terpaksa aku melayaninya, membalas lumatan-lumatannya, aku menjulurkan lidahku keluar ketika Hendra menyuruhku, mulutnya menghisap-hisap lidahku, ia tampak sangat menikmati menghisap-hisap lidahku. Tubuhku merosot turun ketika ia menurunkan tubuhku, aku diam ketika kedua tangannya meremas dan menggerayangi buah dadaku, hanya desahan nafas yang dapat kukeluarkan, jari telunjuk dan jari jempol Hendra menjepit putingku, ditarik-tariknya benda itu yang semakin mengeras meruncing. Hendra merendahkan selangkangannya, diarahkannya batang penisnya ke belahan tipis diantara selangkanganku, tubuhku gemetar hebat ketika merasakan kepala penis Hendra menggesek belahan vaginaku, kepala penisnya semakin kuat mendesak belahan vaginaku dan…..
    “Blessshhhhhpppphhhhh…” sambil menekan bokongku Hendra mendesakkan batang penisnya menyodok selangkanganku, tubuhku menggeliat ketika merasakan batang itu kembali menyesaki belahan vaginaku.

    “Blepphh… Cleppp Cleppppp Phepphhh….” Suara batang penis Hendra yang sedang mengaduk-ngaduk belahan vaginaku, sesekali aku menarik pinggulki ketika merasakan sodokan-sodokan Hendra terlalu kuat.
    “CINDY MEMEK LOE ENAK BANGET…., CINDY LOE CANTIK DEHH…..!! GIMANA KONTOL GUA ENAK KAN ??” Hendra menceracau sambil terus memacu batang penisnya tanpa henti, menyodok-nyodok vaginaku, ia tambah bernafsu mengocok-ngocok vaginaku ketika mendengarkan suara rintihan dan desahan nafasku yang terengah dipacu oleh kenikmatan yang diberikan oleh batang penisnya yang bergerak menyodok dan merojok belahan vaginaku.
    “Ennhhh Ennhhhh….!! Acchhh…. Crrrr Crrrrr….. ” tanganku berpegangan pada pundaknya sementara tubuhku melenting kebelakang, aku mendesakkan selangkanganku menyambut datangnya kemaluannya.
    “Ha.. Ha Ha….. ” kedua Tangan Hendra mengusapi pinggangku, rupanya ia senang ketika aku mendesakkan selangkanganku,ia semakin bernafsu memompakan batang penisnya tiba-tiba Hendra memeluk tubuhku sambil menyodok-nyodokkkan batang penisnya kuat-kuat

    “OUGGHHH….. CROTTTT…” penis Hendra mengecil dan mengkerut, benda jahat itu terlepas dari dalam jepitan vaginaku setelah puas mereguk kenikmatan dan kehangatan  dari tubuhku, setelah mengeringkan tubuhku Hendra menarikku keluar dari dalam kamar mandi.
    “Lohhhhh ?? Kalian sudah kembali ?? “
    “Udah lama banget lagi..!! he he he “
    “Kami ngak mau ngeganggu loe yang lagi asik ngentotin Cindy.. ha ha ha “
    Hendra mendorong tubuh bugilku kehadapan Roby yang segera menerkamku Roby begitu liar mencumbuiku , tangannya mengerayangi lekuk liku tubuhku, mengusap bokongku dan meremas-remas buah pantaku, Tomy dan Hendra berteriak liar ketika Roby menjengkingkan pinggangku sambil menundukkan kepalanya ke dadaku, mulutnya mencucup putting susuku, sedangkan tangannya meremas-remas induk payudaraku, Tomy dan Hendra bertepuk tangan ketika mendengarkan suara rintihan-rintihanku.

    Dengan kasar Roby mendorong tubuhku hingga terjengkang ke atas sebuah kursi, ia mengaitkan lututku mengangkang pada lengan kursi itu, sementara Roby bersujud dan mengelusi pahaku yang mengangkang, matanya terus menatap tajam pada belahan vaginaku. Aku menggeliat ketika Roby mengelus selangkanganku, sementara Tomy dan Hendra berdiri di sisiku sambil menonton tubuhku yang sedang menggeliat-geliat kegelian,  dimesumi oleh Roby. Aku semakin resah ketika Roby menundukkan wajahnya di antara selangkanganku. Bibirnya mengecupi pahaku sebelah dalam, terkadang lidahnya menjilat-jilat pahaku. Nafasku semakin memburu ketika merasakan hembusan-hembusan nafas Roby menerpa permukaan vaginaku, lidahnya yang hangat dan basah membasuhi vaginaku.
    “Ahhhhhhhhhh…..!! ” Aku menggelinjang kegelian ketika batang lidah Roby mempermainkan bibir vaginaku, mulutnya melumat bibir vaginaku dan mencaploki selangkanganku. Suara terkekeh mesum semakin sering terdengar, mereka tampak gembira mendengarkan rintihan-rintihanku.
    “Udahhh…colok aja colokkk!!! ” Tomy menyemangati Roby, ia tertawa terpingkal ketika Roby malah menjilat putik susuku dan menggigit gemas puncak payudaraku, aku mengerang berkali-kali ketika gigi Roby terbenam di bulatan payudaraku. Aku kembali terisak menangis kesakitan, aku kembali mengaduh ketika gigitan keras mampir dibulatan susuku sebelah bawah, setelah puas menyiksaku dengan gigitan – gigitannya Roby menempelkan kepala penisnya pada belahan vaginaku, aku melenguh keras ketika Roby menjejalkan batang penisnya dengan kasar membelah belahan vaginaku.
    “UNGGGHHHHH……!!!!! ” aku kembali melenguh ketika batang itu menyodok selangkanganku, tubuhku tersentak-sentak dengan kuat, Roby semakin bernafsu menyodoki vaginaku, gerakan-gerakannya begitu liar dan brutal, kedua tangannya meremas-remas buah dadaku, rasanya sakit sekali ketika tangan Roby meremas kuat induk payudaraku.

    “SAKIT ROBY SAKITTTT !! Aduhhhhhh… AWWWW ” Aku mencekal pergelangan tangannya yang meremas-remas kasar bulatan dadaku.
    Aku menjerit merasakan kedua tangannya meremas semakin keras, sodokan-sodokannya bertambah liar, benar-benar kejam…!! Tubuhku tersentak dengan kuat tanpa henti, aku terengah-engah berusaha mengambil nafas di sela-sela sodokan-sodokannya yang terus menghajar belahan vaginaku.
    “Aaaa……….aaaaaaaaaaaaa…. Aaaaaaaaaaaaaaa….. Crrrrrrrrrttt Crrrrrr” Aku merintih-rintih ketika rasa nikmat itu kembali datang untuk menyiksaku dalam sebuah kenikmatan yang kejam dan liar. Roby benar-benar liar ia terus menyetubuhi walahpun ia tahu kalau aku tengah mencapai puncak klimaks, sinar matanya berbinar-binar menatap wajahku yang mengernyit ketika merasakan sodokan-sodokannya yang terlalu kuat.
    “Clepppp.. Clepppp… Cleppppp….. ” suara batang penisnya yang terbenam-benam di belahan vaginaku yang sudah banjir oleh cairan kenikmatanku, tanpa melepaskan batang penisnya ia membalikkan posisi tubuhku, Roby tertawa kecil ketika Aku merintih, merasakan batang penisnya bergulir di dalam vaginaku.
    Tanganku bertumpu pada bangku sofa itu, ketika pinggulku diangkat semakin tinggi hingga akhirnya aku berdiri menungging, Hendra dan Tomy menekan punggungku kebawah sementara tangan mereka yang satunya lagi menarik-narik buah dadaku.
    “Awwwww… Aduhhhh Aduhhhhhhh….. ” Aku memekik ketika merasakan batang penis Roby memacu belahan vaginaku dari belakang hingga tubuhku tersungkur-sungkur ke depan dengan kuat.
    “Plokkkk Plokkkk Plokkkk Keplokkk Keplokkkk,,!! ” suara hantaman itu terdengar tanpa pernah berhenti, mereka tertawa keras ketika mendengarkan eranganku dan rintihanku yang kewalahan menerima sodokan-sodokan Roby yang kasar dan liar, sementara payudaraku juga diremasi oleh Tomy dan Hendra, mereka mencubit-cubit dan menariki putingku.

    “ARGGHHH…. KECROTTTT………!! KECROTTTTT….. ” Roby membenamkan batang penisnya dalam-dalam, cairan panas itu menyembur berkali-kali didalam vaginaku, penis Roby memang telah keluar dari tubuhku, namun Tomy mengambil alih posisi Roby di belakang tubuhku yang sedang menungging…..
    “NGAHHHHH…..!! Enngggehhhhh… !! ” Tubuhku tersentak-sentak kuat ketika Tomy menyodomiku, sambil disodok oleh Tomy aku dipaksa mengulum batang penis Hendra yang duduk mengangkang dengan santai di atas sofa, sebatang penis milik Tomy menusuk-nusuk anusku dan memacu anusku dengan kuat sementara penis Hendra menyumpal mulutku, Roby kembali merayapkan tangannya dari samping meremas-remas buah dada yang menggantung di dadaku, Tomy memindahkan penisnya ke belahan vaginaku dan mengocok-ngocok belahan vaginaku dengan brutal hingga aku mengalami orgasme berkali-kali. Vaginaku terus dihantami oleh batang penisnya. Mereka bertiga menyeretku untuk naik ke atas ranjang, Hendra berbaring terlentang, aku dipaksa menaiki penisnya sementara Tomy kembali menindih bokongku dari belakang, sambil menarik kedua tanganku ke belakang ia menjebloskan batang penisnya kedalam anusku, Roby mengangkang di hadapan wajahku kemudian menjejalkan penisnya mulutku. Tiga batang penis bergerak bersamaan dengan liar seolah berlomba mereguk kenikmatan dan kehangatan dari tubuhku.
    “KECROTTTT…..”
    “CROOOOTTTTT…… “
    “CRRRTTTT…. KECROTTTTT…….”
    Setelah lama disiksa dan dihajar oleh Roby, Tomy dan Hendra dengan berbagai gaya persetubuhan akhirnya tiga batang penis itu menyemburkan cairan panasnya didalam anus, vagina dan mulutku. Mereka terkekeh-kekeh senang berhasil menikmati tubuhku, memperkosa, merengut keperawanan dan menyodomiku.

    Malam ini hujan sangat deras…!! Aku melangkahkan kakiku dengan tertatih-tatih aku menuju tempat kostku, telingaku mendengar suara gemuruh air sungai yang sedang mengamuk, aku melangkahkan kakiku menuju arah suara gemuruh itu, perlahan-lahan kakiku melangkah ke depan, pandangan mataku kabur tertutup oleh air mataku, aku memajamkan mataku dan……
    Tubuhku melayang, aku terbang ?
    Aku menolehkan kepalaku kebawah, gemuruh air sungai yang sedang mengamuk terdengar begitu mengerikan kematian itu ada di bawah kakiku, Aku menolehkan kepalaku keatas menatap seseorang yang berusaha mati-matian untuk mempertahankan cekalannya pada pergelangan tanganku….
    “Edoooo…. “
    Laki-laki itu Edo, ia mati matian mengangkat tubuhku sedikit demi sedikit, sementara tangannya yang satu berpegangan pada pembatas besi yang membatasi antara jalan dan sungai besar itu.
    “Cindyyyyy….Ohhhhhh….” Edo memeluk tubuhku, aku terkulai lemah dalam pelukannya, tubuhnya yang besar memelukku erat-erat.
    “Cindy kamu .. kamu kenapa ?? ” Edo merayapkan tangannya di leherku, wajahnya menegang, ia tampak panik melihat bekas luka-luka gigitan  di batang leherku. Aku merintih pelan, ia tampak shock ketika aku menceritakan perbuatan bejat Roby, Tomy dan Hendra,  kepalaku kembali berputar, pening, semuanya kembali menjadi gelap….
    Entah berapa lama aku tidak sadarkan diri, aku membuka mataku, aku mengenali wajah seorang pria yang tersenyum dengan lembut sambil membelai pipiku, tubuhku terasa lebih segar.
    “Edooo……………. “
    “Cindyyy…… “

    Edo membantuku untuk duduk bersandar diranjang rumah sakit itu, aku menolehkan wajahku ke jendela, hari masih gelap. Edo berusaha menenangkanku ketika aku terisak menangis,ia mulai bercerita, Hendra, Roby dan Tomy mati jatuh ke jurang ketika mobil mereka mencoba melarikan diri dari kejaran polisi. Cerita Maya
    “Cindy.. Aku mencintai-mu, apa kau mencintaiku ?? “
    “Edooo,, Tapi aku, Akuuuu… Hkk Hkkk ” Aku tidak sempat melanjutkan kata-kataku ketika Edo menempelkan jari telunjuknya di bibirku
    “Jawab pertanyaanku tadi…,”
    Aku mengangguk kecil, Edo mengecup bibirku dengan lembut, tangannya yang kekar meraih tubuhku dan memelukku erat-erat, aku balas memeluk tubuhnya……Bibir Edo melumat bibirku dengan lembut…

    It’s the Flower From His SweetHeart
    It’s What Ever Girl Dream About
    Happy End Story
    If You’re kind To Me,  I’d Be happy
    Cupid I want More
    More Burning Kisses
    On This Hot, Heart-throbbing sexy Island
    I Want The Smiling Stars
    I Want The Extravagant Afternoons
    I Want Them To See This Love Through
    The  Ocean Shimmers With Jealousy
    A Weekend Of Loneliness
    I Would Be Happy If I Spent it with You
    A Mysterious Fragrance Sweetie…..
    Lonely Nights And Moments Of Joy
    Happy End Story
    I’ll Say It Again
    I Love You…!
    Hold Me And Never Let Go….
    A Sexy Threat……
    A Tempting Mistake
    This Ever Lasting Sexy Island….
    Love Me, As we Draw Near
    The Future Is Upon Us.
    Keep Holding me No Matter What…..
    Romeo Never Let Juliet Die

    Terinspirasi oleh :
    Black Valentine Bos Chad…&
    Puisi Bos Shu…. ^^
    Akhirnya terciptalah cerita ini…..

    The End
    ****************
  • Feby, the Innocent Seductress

    Feby, the Innocent Seductress


    992 views

    – Cerita ini hanyalah fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama/kejadian/peristiwa maka itu hanyalah kebetulan semata.
    – Warning…!! Bacaan khusus dewasa, (bukan untuk anak dibawah umur,) alias Adult Only…!! ^_^, Read For Your Own Risk’s & isi cerita yang berisi adengan kekerasan dan pemerkosaan samasekali bukan untuk dipraktekkan didunia nyata.(samasekali tidak patut & tidak terpuji untuk ditiru…!!!!!!)
    – M’kasih buat Bos Shu yang sudah meluangkan waktu selama ini, untuk mengedit, menelaah, menimbang dan memutuskan untuk memposting cerita-ceritaku ^_^
    nggak lupa, makasih juga buat semuanya yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca & memberi masukan-masukan yang membangun, selama ini, Thank;s u All he he he.
    – M’kasih banget buat someone yang sudah membantuku untuk merapikan cerita (makacih ya Y^_^Y)
    – Say NO To Rape ,DRUG’S & Crime’s n Terorisme in The Real World.
    – Satu lagi juga ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain di KBB, Telur Rebus n Arsip Gue.

    *************************

    Feby

    Cerita Maya | Namaku Feby, usiaku baru 17 tahun. Pagi ini setelah selesai mandi aku berdiri di depan cermin, kuperhatikan lekuk liku bayangan tubuhku di dalam sebuah cermin besar yang terpasang di dinding dikamar. Tubuhku yang putih mulus tanpa cela sedikitpun, wajah orientalku yang jelita, kedua mataku yang sipit khas gadis keturunan, rambutku yang hitam indah tergerai sepunggung.
    Sekali lagi aku menyapu bayangan tubuhku di dalam cermin yang begitu mungil menggemaskan sebelum akhirnya menjatuhkan handuk yang membalut tubuhku, kuperhatikan buntalan payudaraku yang sekal dan ranum padat dihiasi pentil berwarna pink yang meruncing, bulu-bulu jembut tumbuh merintis menghiasi permukaan vaginaku. Tanganku merayap turun ke arah dada, kuusap bulatan susuku yang putih padat dan kuremas-remas sepasang buah dadaku dengan teratur. Ada rasa geli yang menggelitik saat jari tengahku bergerak lembut memutari putingku yang runcing mengeras. Anganku melayang tinggi mencoba menghayalkan seseorang , apakah dia tampan ?? bertubuh putih terawatt ? Tidak..!! aku sama sekali tidak membayangkan sosok lelaki seperti itu, sama sekali tidak…!! Aku sedang asik membayangkan Mang Nurdin , seorang tukang becak langgananku, membayangkan ia menggerayangi lekuk liku tubuhku yang putih mulus, membayangkan mulutnya mencucup puncak payudaraku, membayangkan ia meraih tubuhku yang mungil kemudian menjebloskan batang penisnya yang keras…. Ke dalam….

    “Auhhh…. “

    Aku tersentak kaget , sedikit kesadaranku yang tersisa mendorongku keluar dari pekatnya halusinasi kenikmatan di dunia khayal, idih!!! betapa kotornya pikiranku, aku bergegas mengenakan pakaian seragamku, kemudian berlari kecil menuruni anak tangga, menuju ruang makan.

    “Pagi Mamm, Pihh, Cie..muahh he he he”

    “duhh…ni anak…makin manja aja.., duduk sini…”

    “emmmhh.. ci Debbie…”

    Aku bergelayutan di lengan ciciku.

    “Feby.., makan dulu yang bener….”

    Mamaku menasihatiku, sedangkan papaku hanya tertawa melihat kemanjaanku.

    Seorang pembantu berusia separuh baya menyediakan sarapan pagiku, Mbok Surti begitulah biasanya aku dan keluargaku memanggilnya, pembantu part time yang sudah 3 tahun bekerja di rumahku. Pagi ia kerja jadi pembantu sampe jam 12 siang teng, dengan lahap kusantap sarapan pagiku, waduh laper nih… ^_^.

    “mihhh, Pihhh, Cii, Aku duluan yaa…”

    “Lhoo…, Papa anter, sekalian nganter Cici kamu….”

    “Nggak usah…, Feby naik beca aja pih..”

    Aku menghindar saat papaku hendak mengantar.

    “Feby… niii…ketinggal, cring cringgg…”

    Ci Debbie menggoyang-goyangkan kunciku yang tertinggal di atas meja.

    “ehhh iyaaa, mkasih ciii… thaaa..”

    Ci Debbie tersenyum saat aku menyambar kunci dari tangannya.

    Aku berjalan santai sambil menghirup dalam-dalam udara segar dipagi hari, sebuah senyum malu melintas di bibirku saat melihat sesosok tubuh tinggi kekar yang tengah mengaso di atas kursi becaknya, kudekati becak Mang Nurdin. Kedua mataku mengamati moment yang indah ini dengan menjelajahi tubuh Mang Nurdin yang kekar. Ih…mulut Mang Nurdin sampe mangap-mangap begitu, oww itu lidahnya kelihatan basah dan berlendir, dua orang tukang becak menghampiriku. Cerita Maya

    “Mau diantar sama saya Non ?? “ Mang Arif mencoba untuk merebut perhatianku.

    “sudah Non sama saya sajaa…, “ Mang Oleh ikut-ikutan mencoba menarik perhatianku.

    “Enggak makasih…” aku menjawab singkat.

    “Mangg Nurdin, Feby sudah sampai nihh, Mangg…, waduh!! MAANGGG..!!“ aku berteriak agak keras mencoba untuk menyadarkan Mang Nurdin.

    “E-ehh, Non Feby… “

    Ia agak gelagapan, dengan sigap mang Nurdin turun dari atas kursi becaknya dan mempersilahkan-ku untuk naik keatas becak, saat becak melaju aku menengok kebelakang, ahhh, sesuatu itu tercetak menonjol dari balik celana Boxer belel yang dikenakan oleh mang Nurdin, aku pura-pura bercermin , kuarahkan cermin itu kesuatu titik diselangkangan Mang Nurdin , nafasku tertahan , sesak sekali rasanya, tidak terasa perjalanan yang menyenangkan itu berakhir dan aku melompat turun dari atas becak.

    “Nonn, nanti mang Nurdin jemput ya”

    “Iya mang..!!“

    Aku berlari kecil melewati gerbang sekolahku, beberapa orang siswa dan siswi berlari di belakangku. Whuzzz…sebuah angin kencang lewat di kanan tubuhku dibarengi dengan sebuah tamparan keras pada buah pantatku “plakkkkkkk….!!”

    “Owwww…!! Airin….!!” kontan saja aku menjerit terkejut, aku menjerit kesal kemudian berusaha mengejar seseorang yang terkekeh sambil berlari mendahuluiku., Airin mempercepat larinya, akupun tidak mau kalah, kejar mengejarpun berlangsung hingga pintu kelas I – E. Airin bersembunyi dibelakang seorang gadis yang tidak kalah cantik dengan kami berdua..

    “E-eh kenapa nih ?? kenapa ??“ Santi mencoba meleraiku dan Airin

    “Uhhh-ohh, Kingkong.. siKingkonggg…” Airin berbisik keras kemudian buru-buru masuk ke dalam kelas

    Santi menarik lenganku ia membalikkan tubuh menyusul Airin, aku menoleh sebentar kebelakang, aku bergidik saat seorang guru bertubuh gembrot melangkah tergesa-gesa dari kejauhan menuju kelas kami, sudah gembrot, jelek, galak, sebel deh, HUEKKKK…!!

    “Klekk…!!” Pak Harsono menutupkan pintu kelas

    “Selamat pagi anak-anak, tadi bapak melihat ada tiga orang siswi di kelas ini yang tidak disiplin, bapak harap ketiga siswi itu tidak mengulangi perbuatannya..!! kalian kan datang ke sekolah ini untuk belajar dan blah.. blahhh blahhh ”

    Suara Pak Harsono menggelegar pandangan matanya begitu tajam menghujam ke arahku, Airin dan Santi yang menggerutu panjang lebar di dalam hati kami masing-masing. Aduh koq wejangan-wejangan Pak Harsono nggak berhenti-berhenti sih..

    “dan juga selain itu kalian sebagai anak bangsa seharusnya Ehemm..!! uhh ?!”

    Pak Harsono berdehem keras, ia menghentikan wejangannya yang membosankan saat aku menumpangkan kaki kiriku ke atas kaki kanan. Dari arah meja guru mata si gembrot mendelik dengan wajah merah padam dengan leluasa mata Pak Harsono merayapi pangkal pahaku. Aku pura-pura tidak tahu sambil membolak-balik buku pelajaranku, aku membalas tatapan mata mesum Pak Harsono dengan tatapan mataku yang innocent hingga ia salah tingkah di depan kelas. Sambil mengajar Pak Harsono menikmati kemulusan pahaku, kunaikkan kedua kakiku pada besi yang melintang di bawah mejaku, kujingjitkan ujung kakiku sambil mengipas-ngipaskan kedua pahaku yang putih mulus. Pak Harsono semakin keras berdehem, ia terus mengajar sambil menatap pahaku. Aku tertawa kecil dalam hati melihat ekspresi wajah pak Harsono yang berusaha memendam nafsu birahi. Ia menghela nafas kecewa saat loceng sekolah berdentang keras dan menatap sekali lagi kekolong mejaku, matanya nanar menikmati kemulusan pahaku kemudian ia menatap wajahku, setelah merekam kecantikanku, dengan langkah yang terlihat berat ia melangkah keluar dari dalam kelas.

    “Tic toc tic toc…!! “ jarum jam di kelasku berlari dengan kencang, tanpa terasa usai sudah kegiatan belajar dan mengajar di sekolahku

    Setelah bercipika cipiki dengan kedua sahabatku, dengan cepat aku menuju gerbang sekolah, aku tersenyum saat seorang pengemudi becak menghampiriku.

    “Ayo Non, lesss go……” dengan gayanya yang khas Mang Nurdin mempersilahkanku untuk naik becak

    Dengan genjotan-genjotan Mang Nurdin, becak yang kutumpangi melaju dengan cepat. Aku melamun jorok sambil mengintip ke belakang melalui sebuah cermin kecil yang kupakai untuk bercermin sambil berpura-pura merapikan rambutku. Becak yang kutumpangi berhenti sebentar saat akan menyebrang jalan dan akhirnya berhenti tepat di depan rumahku, saat akan membayarnya tiba-tiba saja rintik-rintik hujan tercurah dari langit yang kelabu dan semakin deras, dengan spontan aku berteriak keras….

    “Masuk dulu manggg, Hujannn….!!”

    “Nggak usah Nonn..”

    “Nggak apa Manng, ayo masukk!” aku mengundangnya masuk untuk menunggu hujan deras itu reda.

    Setelah memarkir becaknya di depan rumah, ia menyusul dan duduk di lantai teras rumahku sambil mengipas-ngipaskan topinya untuk mengusir rasa gerah. Aku memperhatikan setiap lelehan keringat Mang Nurdin, tanganku melayang semakin tinggi, aku duduk di kursi tepat dihadapannya. Entah setan apa yang menggodaku saat perlahan-lahan kurenggangkang pahaku melebar, kuperhatikan Mang Nurdin yang tertunduk mengantuk, matanya terpejam rapat dan akhirnya tertidur sambil bersandar, pada tembok pendek setinggi 75 cm yang membatasi teras rumah dan rumput hijau di halaman depan.

    Mang Nurdin

    Aku memincingkan kedua mataku, perhatianku terfokus pada tonjolan dicelana boxer belel berwarna hitam itu, hatiku bertanya-tanya apakah benda itu juga hitam seperti kulit tubuh Mang Nurdin, lalu berapa kira-kira panjangnya batangnya. Dengan perlahan aku memajukan wajahku, posisi kedua kaki mang Nurdin sedikit tertekuk mengangkang, posisinya membuatku semakin terangsang, ceglukkk…ceglukk, berkali-kali aku menelan ludah untuk membasahi tenggorokanku yang terasa kering.

    “ahhh…..!! gilaaa…“

    Aku berseru kaget sambil menarik dan melengoskan wajahku ke arah lain saat kedua kaki Mang Nurdin terjatuh ke samping dari sela-sela bawah celana boxer yang kedodoran aku dapat melihat sebuah benda yang terkulai ke samping. Dengan memberanikan diri aku kembali mengarahkan mataku pada “benda” yang seharusnya tidak terlihat itu, tanganku gemetaran saat berusaha mengarahkan Hp Sony Ericson C905 milikku , c-klek, c-klek, c-klek…, beberapa kali kufoto benda yang terkulai itu dan terus kufoto, ku zoom dan kufoto lagi. Entah berapa puluh kali aku mengabadikan sebuah benda hitam fotogenik diselangkangan Mang Nurdin.

    “Dhuarrrr….!! “

    “Uhhhh…., beuhhhh… Hoaaaaammmm…”

    “Deggg. Degg DEGGGG….!!” jantungku berdetak dengan cepat, suara sambaran petir yang menyalak keras membangunkan mang Nurdin

    Ia menggeliat sambil menguap lebar, aku pura-pura mengotak-atik Hpku. Kutundukkan wajahku sedalam mungkin tanpa berani melihat kearah Mang Nurdin yang kembali menggeliat kemudian bangkit berdiri. Aku membuka folder di hpku dan tersenyum nakal melihat hasil jepretanku.

    “Hujannya besar ya Non… “ Mang Nurdin mencoba untuk membuka pembicaraan dengan ku.

    “i-iya mang , eumm , kelihatannya besar dan panjang banget.., eh, apanya mang ??”

    “hujannya , emm, maksud non Feby apanya yang Panjang ya ??

    “oooo, enggak koq, maksudku hujannya gede dan panjang , gitu loh mang, ehem..”

    Aku berdehem untuk mengusir rasa jengah saat Mang Nurdin menatapku, kusandarkan punggungku ke belakang dan kutumpangkan kaki kananku di atas kaki kiri, secara otomatis rok seragamku naik hingga memperlihatkan pangkal pahaku bagian bawah.

    “HAH ?? !! “

    Seiring dengan suara seruan kerasnya, kedua mata Mang Nurdin melotot merayapi kemulusan pahaku, sesekali ia menatap wajahku dan menikmati kecantikanku kemudian kembali menatap ke bawah memelototi pangkal pahaku. Setelah menengok ke kiri dan ke kanan Mang Nurdin mendekatiku, ia duduk bersimpuh di hadapanku. Aku hanya tersenyum saat ia berkali-kali menelan ludah sambil menengadah kan wajahnya menatapku. Mang Nurdin semakin horny dan mupeng saat aku mengerlingkan ekor mataku dengan nakal berusaha memberikan lampu hijau untuknya, dan Mang Nurdin menangkap isyaratku dengan sangat baik sekali, bibirnya tersenyum lebar, sinar matanya bertambah mesum saat beradu pandang dengan mataku yang sipit. Aku diam saat ia mendekatkan matanya untuk menikmati kemulusan pahaku dari jarak yang lebih dekat hingga dapat kurasakan hembusan-hembusan nafasnya menerpa kulit pahaku, rupanya ia merasa tidaklah cukup kalau hanya dengan melihat kemulusan pahaku. Kurasakan permukaan telapak tangan kirinya yang terasa kasar mengusap-ngusap betisku kemudian semakin berani perlahan merayap naik ke atas mengusap-ngusap lututku dan menyusup ke dalam rok seragamku dan kemudian jatuh untuk mengusap-ngusap pangkal paha kananku. Dengan sengaja aku menurunkan paha kananku agar telapak tangan kirinya tergencet di bawah pangkal pahaku, tangan mang Nurdin bergerak menekankan kedua pahaku kearah yang berlainan kemudian mengusapi permukaan pahaku bagian dalam.

    “Wahhh Nonnn, mulus banget….“ ia memuji kehalusan dan kelembutan permukaan pahaku, suara rintihan lirihku tertelan oleh suara hujan deras dihari itu, sekujur tubuhku merinding panas dingin saat telapak tangan Mang Nurdin semakin aktif merayapi pahaku.

    Baru pertama kali ini ada seorang lelaki yang merayapi pahaku, ternyata seperti ini rasanya sentuhan tangan mang Nurdin, jauh lebih nikmat daripada khayalanku selama ini, telapak tangan mang Nurdin terasa kasar namun ada rasa nikmat saat kekasaran itu menyentuh permukaan pahaku yang halus lembut, kedua mataku yang sipit terpejam-pejam menikmati elusan tangan mang nurdin didalam rok seragamku.

    “Non, Non Feby…psssssttt..”

    “emm ?? eh i-iya mang…kenapa mang ??”

    “Kalau ada orang bilang-bilang ya…hupp nge he he”

    “Haaaaaa-uh…..!!”

    Nafasku tertahan , tanpa meminta persetujuanku mang Nurdin menaikkan kakiku mengangkang ke atas pungungnya. Bagaikan anjing yang rakus ia menjilati dan mencumbui pahaku sebelah dalam, memangut, mencium dan menjilat. Aku berpegangan kuat-kuat pada lengan kursi yang terbuat dari kayu jati, tubuhku gemetar hebat saat cumbuannya hinggap di permukaan celana dalamku, hembusan-hembusan nafas mang Nurdin yang hangat merembas melalui pori-pori kain celana dalam yang kukenakan. Aku merasa nyaman, risih dan malu sekaligus saat ia mengendus-ngendus aroma celana dalamku.

    “Wangi bangett, Wuihhh.. Snifffhh.. Snifffhhhh, Lecc-ccckkkkk..”

    “Ahhhh…!! MAMPUS Akhuu….!!.maaanggggh…ahhhhhh”

    Aku terperanjat, nafasku memburu berdengusan saat batang lidah mang Nurdin menyelinap melalui pinggiran celana dalamku, rasa nikmat itu begitu menggelitik, mengupas rasa ingin tahuku selama ini tentang rasa nikmat. Aku meringis saat batang lidah mang Nurdin berusaha menggapai-gapai bibir vaginaku, tubuhku berkelojotan kesana kemari menghindari rasa geli itu.

    “Ahhh..!!”

    Aku menepiskan tangannya yang berusaha menarik celana dalamku

    “Liat Nonnnnn….”

    “Enggak ah.., nggak boleh…!!ee-eh MANG…!!”

    Aku terkejut saat mang Nurdin menekankan bahuku agar bersandar ke belakang, wajahnya mendekati wajahku, dengus nafasnya terasa hangat menerpa pipiku, dengan mesra bibir mang Nurdin menempel dibibirku, bibirnya terasa lengket melekat dibibirku, ini benar-benar gila..!! Kuberikan ciuman pertamaku pada seorang tukang becak…?? Sadar Febyyyy…, SADARRRR…!! Aku berusaha menyadarkan diriku, bibir Mang Nurdin yang lengket mulai mengulum-ngulum bibirku, aku menarik bibirku agar terlepas dari kulumannya

    “Nggak mau mang, nggak mau, mmmfffhhh.. Mmmmmmm”

    Aku merasa jijik sekaligus terangsang saat bibirnya membekap bibirku dan melumat-lumat bibirku, aku bertambah jijik saat merasakan bibirku basah oleh air liur mang Nurdin yang sudah bercampur dengan air liurku, rasa jijik berteriak agar aku menghentikan ciuman pertamaku sedangkan rasa terangsang menyemangati agar aku membalas kuluman mang Nurdin.

    “Emmhhh.. mmmhhhh… ummmmhhhh…ckk.. ckk emum-mmhhhh”

    Dengan canggung aku mulai memberanikan diri untuk membalas kuluman bibir mang Nurdin, oh, apa ini ?? ada sebuah rasa nyaman dan nikmat sekaligus yang kurasakan saat bibirku dan bibirnya saling mendesak dan saling balas berpangutan sementara tangan mang Nurdin berkeliaran dengan sebebas-bebasnya menggerayangi tubuhku dan mengusapi pahaku yang terkait dalam posisi mengangkang di kedua bahunya.

    “M-manggghhhhh…”

    Tubuhku seperti menggigil saat ciuman-ciumannya merambat turun keleherku, dengan kasar bibir mang Nurdin memanguti batang leherku dan menghisap leher kananku dengan kuat. Entah kenapa aku tiba-tiba mengingat film drakula apakah seperti ini dihisap oleh Count Nurdin ^_^ , kedua tanganku melingkar memeluk batang leher mang Nurdin, tanpa dapat ditahan lagi, aku merintih lirih dan tampaknya mang Nurdin menyukai suara rintihanku, ia semakin ganas menggeluti dan menghisapi batang leherku hingga meninggalkan bekas-bekas cupang kemerahan.

    “Uhhhhh.!!” tubuhku melonjak seperti tersengat listrik saat tangannya meremas celana dalamku di bagian selangkangan dan kemudian mengusapi permukaan celana dalamku.

    Mataku bertatapan dengan mata mang Nurdin yang berbinar –binar liar, aku terlena dalam nyamannya rasa nikmat hingga tidak menyadari saat tangannya yang satu lagi mempreteli dua buah kancing baju seragamku sebelah atas dan merayap masuk ke dalam baju seragamku.

    “Ohhhhhhhhhhhh…..” aku tersadar kontan saja aku meronta sambil memegangi tangan mang Nurdin yang menyelinap kedalam bra dan merogoh payudaraku

    Aku semakin resah saat ia meremas-remas buntalan payudaraku, ahh, luar biasa nikmatnya, ternyata seperti ini rasanya jika payudaraku diremas-remas oleh tangan seorang laki-laki, telapak tangan Mang Nurdin yang kasar bergesekan dengan kulit payudaraku yang halus dan membuahkan rasa nikmat yang sulit sekali untuk diungkapkan dengan kata-kata.

    “rileks Nonnn, rileksss….” Mang Nurdin berusaha menenangkanku, aku mencoba untuk menikmati remasan-remasan tangannya, aku memperbaiki posisi bersandarku agar lebih nyaman dengan posisi kedua kakiku mengangkang pasrah, kubiarkan tangan kiri Mang Nurdin meremas dan mengelusi selangkanganku dan tangan kanannya meremas-remas payudaraku. Aku memalingkan wajahku ke arah lain, kugigit bibir bawahku untuk menahan suara desahan dan rintihan yang hampir melompat keluar dari bibirku.

    “jangan mang…ee-ehh…, aaa..!!” aku mencekal tangan kirinya yang bergerak cepat menyelinap masuk melalui atas celana dalamku, keempat jarinya yang sudah terlanjur masuk menggaruki dan memijat-mijat permukaan vaginaku. Nafasku terasa semakin berat dan sesak saat rasa nikmat itu semakin menjadi-jadi, gairahku semakin sulit untuk kukendalikan. Untuk beberapa saat lamanya aku terdiam pasrah, seringai mesum mang Nurdin membuatku ketakutan, dalam ketidak berdayaanku aku berusaha untuk menolak dan menghentikan semua kegilaan ini.

    “ufffhhh.., M-mang Nurdinn…, enggak ahh, nggakkk mau.. aaa..!!”

    kutarik pinggulku ke belakang sambil berusaha mengeluarkan tangan kirinya dari celana dalamku, aku berusaha dan terus berusaha namun tangan mang Nurdin semakin dalam merayap masuk ke dalam celana dalamku dan akhirnya berhasil menangkup selangkanganku. Entah kenapa tubuhku terasa menghangat lemas saat belahan bibir vaginaku mengalami kontak langsung dengan tangannya yang mulai meremas-remas wilayah intimku. Aku mendesah nikmat saat tangan mang Nurdin merayapi bibir vaginaku dan mulai menguruti bibir vaginaku. Aku benar-benar keenakan menikmati urutan-urutan mang Nurdin bibir vaginaku.

    “emmmhhh.., hsssshh.. sssshhhhh.. ahhhh” aku tidak menyadari sejak kapan aku mulai mendesis dan mendesah, semuanya terjadi begitu saja, berjalan alami, sealami cairan vaginaku yang meleleh melalui rekahan vaginaku yang masih suci

    Aku semakin sering menggelinjang dan menggelepar keenakan saat jari kanan Mang Nurdin menjepit dan memilin-milin putting susuku. Sementara jemari kirinya terus menerus mengelus dan menggesek-gesek belahan bibir vaginaku.

    “Manggggg, emmmh-mang Nurdinn aakhhhh cretttt… cretttttttt.. cretttttttt…”

    aku mengejang dengan nafas tertahan saat merasakan vaginaku berdenyut-denyut dengan kuat

    Semburan-semburan cairan hangat yang nikmat itu membuat tubuhku menggigil dengan hebat. Remasan-remas tangan mang Nurdin membuatku semakin terhanyut menikmati puncak klimas pertamaku bersama seorang laki-laki. Kedua mataku merem melek menikmati sisa-sisa puncak klimaks yang baru saja kualami.

    “AWWWWW…..!!” aku menjerit keras saat ia membetot celana dalam yang kukenakan hingga terlolos melewati pergelangan kakiku, dengan reflek aku menarik turun rok seragamku yang tersibak, tanganku melayang di udara….

    “Plakkkk……!!” aku menampar wajah Mang Nurdin hingga ia terjengkang.

    “ee-ehh, Maaf Non, Maaf….” Mang Nurdin tersentak kaget saat aku bangkit dan meninggalkannya begitu saja diteras rumahku

    Aku tidak menggubris permintaan maaf Mang Nurdin, dengan terburu-buru aku mengunci pintu rumahku, dengan dibatasi oleh kaca jendela aku dan Mang Nurdin saling memandang, ia berdiri sambil memegangi celana dalam berwarna putih milikku. Pahaku bagian dalam terasa lengket oleh cairan vaginaku yang meleleh, perlahan-lahan aku melangkah mundur kemudian membalikkan tubuh dan berlari menaiki anak tangga menuju kamarku, wajahku terasa panas karena jengah, masih terasa usapan-usapan telapak tangan mang Nurdin yang merayapi pahaku, masih terasa denyutan-denyutan kenikmatan puncak klimaks itu. Setelah menutup pintu kamar, aku merayap naik keatas ranjang dan bersembunyi di balik bedcover, kupejamkan mataku, aku berusaha menenangkan diri sambil berusaha mengusir sisa-sisa kenikmatan yang masih dapat kurasakan. Semenjak kejadian itu aku berusaha menghindari Mang Nurdin, aku memilih tukang becak yang lain, terkadang aku merasa kasihan saat Mang Nurdin menatapku dari kejauhan. Aku takut dan malu, semuanya berjalan lancar hingga pada suatu siang sepulang sekolah. Aku mendengar seseorang menekan bel rumahku, dengan malas aku melangkah untuk melihat siapa orang yang datang bertamu ke rumahku, deggg…!

    “Ada apa ya Mang ??”

    “Permisi Non, Mang Nurdin mau numpang ke wc, tolong Nonnn, Toloonggg..”

    “Deggg.. deggg..degggg” jantungku berdetakan dengan kencang, aku menyangsikan jawaban Mang Nurdin saat mataku bertatapan dengan tatapan matanya, tatapan matanya begitu liar sementara bibirnya terus menerus memohon agar aku mengizinkan dirinya untuk masuk. Dengan ragu-ragu aku membuka slot berantai yang menahan pintu rumahku, aku mundur kebelakang saat sesosok tubuh hitam besar Mang Nurdin langsung menyelinap masuk kedalam, aku tersentak mendengar suara pintu rumahku yang ditutup dengan kasar.

    Aku memejamkan mataku saat ia merengkuh tubuh mungilku ke dalam pelukannya, ah…rasa hangat ini, rasa hangat dan nyaman inilah yang begitu sulit untuk kuusir, Ohh begitu nyaman dan nikmat rasanya pelukan Mang Nurdin.

    “Nonn, Mang Nurdin rindu banget sama Non Feby…”

    Aku membiarkan tangannya yang menggerayangi tubuhku.

    “mang Nurdin ?? mang ingin ke wc kan ??”

    Ia tidak menjawab, aku membiarkan Mang Nurdin memelukku.

    “ehh, jangan mang , ja-jangann emmmhh emmmhhhh…!! Hmmphh..” aku menarik wajahku kebelakang saat bibir mang Nurdin mengejar bibirku.

    Hap…bibir Mang Nurdin mencaplok bibirku, tangan kirinya merengkuh pinggangku yang ramping, sementara tangan kanannya menggerayangi pinggul dan bokongku, pinggangku terjengking ke belakang saat bibirnya mencumbui dan mendesak bibirku. Ia melumat-lumat bibirku hingga aku sesak kehabisan nafas. Gairahku yang kupendam selama berhari-hari langsung meledak hebat menjebol dinding kokoh yang menghalangiku dengannya. Aku membalas memanguti bibir Mang Nurdin, kami berciuman dengan liar untuk melampiaskan rasa sesak di dada.

    “Jangan disitu mang..” aku menahan langkahku, saat mang Nurdin menarikku ke dalam sebuah kamar.

    “kamarnya Non Feby disebelah mana ??”

    “di atas mangg…” jari telunjukku menunjuk ke atas tangga,

    Mang Nurdin membopong tubuhku yang mungil menaiki anak tangga menuju kamarku, ditendangnya pintu kamarku yang sedikit terbuka dan dilemparkannya tubuhku keatas ranjang kemudian ia merangkak menaiki tubuhku. Aku terdiam saat Mang Nurdin merebahkan tubuhnya yang kekar menindih tubuhku yang mungil.

    “aahhhhhhh, Manggggg!!” aku mendesah menahan beban tubuh Mang Nurdin yang menggeliut liar, aku mengangkat wajahku keatas memberi ruang agar mang Nurdin lebih leluasa menggeluti leherku, nafasnya memburu hangat di sela-sela leherku, tubuhnya yang besar mendesaki tubuhku yang mungil.

    “Ufffhhh… “ aku mengeluh saat tangan mang Nurdin menjamah payudaraku yang masih rapih terbungkus dibalik pakaian seragam yang kukenakan

    Aku menahan tangan kekar mang Nurdin yang hendak mempreteli kancing baju seragamku, kedua tangan mang Nurdin menekankan kedua tanganku ke atas kepala agar tidak banyak bertingkah, wajahnya mendekati wajahku. Untuk beberapa saat lamanya Mang Nurdin menatapku, aku memejamkan kedua mataku saat bibirnya membekap bibirku.

    “emmm,,, mmmmmhh ckk emmmhhhhh” Mang Nurdin begitu rakus melumat-lumat bibirku, ia menyedot air liurku hingga kering, kemudian kurasakan batang lidahnya menekan masuk ke dalam mulutku dan menggelitiki langit-langit mulutku

    Aku mencoba untuk membalas cumbuan Mang Nurdin, suara desah dan rintihanku ditimpa oleh suara gemuruh nafas seorang tukang becak bertubuh tinggi kekar yang tengah menindih tubuhku.

    “Non Feby cantik banget sih, cicinya Non Feby juga cantik, bilang sama Non Debbie Mang Nurdin pengen nyomot susunya he he he he”

    “jangan kurang ajar mang..!!”

    Aku membentak mang Nurdin untuk membela ciciku Debbie. Mang Nurdin membelai wajahku kemudian bibirnya kembali memangut-mangut bibirku, dengan malu-malu mau aku membalas pangutan – pangutannya. Kujulurkan batang lidahku keluar, ada sengatan nafsu saat lidahku dan lidah Mang Nurdin saling membelai, bergelut bergelung, membelit-belit dan saling memutari dengan mesra.

    “Huuhhh , mmmhhh.. Hssshh Sssshhhh” aku mendesis saat merasakan hisapan-hisapan mulutnya merambat mencupangi batang leherku

    Aku pasrah saat tangan Mang Nurdin kembali menjamahi dadaku, wajahnya merosot turun, kemudian bersembunyi ke dalam rok seragamku, batang lidahnya menyelinap melalui pinggiran celana dalamku, terpaan hawa hangat menyelinap menghembus permukaan, jilatan – jilatan batang lidah mang Nurdin pada permukaan celana dalamku membuat diriku menggigil nikmat, tubuhku memanas terbakar oleh nafsu liarku.

    Baca Juga Cerita Seks Slutty Doll Anita: Diperawani Tukang Becak Langgananku

    “ee, ennnhhhhh crr crrrrr crrttttt…..”

    Vaginaku berdenyutan dengan nikmat, nikmat sekali hingga aku menggelepar dengan nafas tertahan-tahan, cairan vaginaku yang merembes membasahi celana dalamku dihisap habis oleh Mang Nurdin kudorong kepala mang Nurdin keluar dari dalam rok seragamku, dengan mesra mang Nurdin memeluk tubuhku yang berpeluh, ia berbisik mesum di telinggaku.

    “Cairan memek Non gurih sekali, boleh mamang lihat memeknya ??”

    Mang Nurdin mendesah kecewa saat aku menggelengkan kepalaku, untuk melampiaskan kekecewaannya Mang Nurdin menggerayangi tubuhku. Seorang tukang becak berwajah buruk kini begitu leluasa dan bebas merayapkan tangannya pada tubuhku. Berkali-kali bibir Mang Nurdin mengecupi bibirku, tangannya merayap masuk ke dalam rok seragamku kemudian mengelus dan meremas-remas permukaan celana dalam di bagian selangkanganku. Berkali-kali mang Nurdin membimbingku menuju puncak klimaks, tubuhku terasa lelah, aku menolak keinginan Mang Nurdin saat ia hendak menggeluti tubuhku kembali untuk yang kesekian kali.

    “Sudah mang, Feby nggak mau…, capek”

    “Ya sudahh kalau Non nggak mau sih, nggak apa-apa, Mang Nurdin mau narik becak dulu yak Non…makasih ya”

    Telapak tangan mang Nurdin mengusap peluh wajahku dan mengecup keningku. Aku hanya terdiam, entah harus berkata apa, setelah merapikan pakaian seragamku. Aku mengantar mang Nurdin, sebelum aku menutupkan pintu rumahku, mang Nurdin membalikkan tubuh dan menatapku, wajahku memanas saat ia berbisik pelan.

    “Non,besok Mamang antar kesekolah ya…, terus kita main-main lagi, jangan terlalu pelit nonnn, supaya lebih nikmattt.. he he he he he”

    Sebuah senyuman melebar diwajah Mang Nurdin saat aku mengangguk, kututupkan dan kukunci pintu rumahku. Dengan langkah gontai aku menuju kulkas yang terletak di dapur, kuteguk habis segelas air dingin untuk meredakan gejolak di hatiku. Aku menghempaskan pinggulku di atas sofa empuk di ruang keluarga, dengan sebuah remote kunyalakan TV LCD berukuran 42 inch, oh betapa nikmat kurasakan saat tubuhku digerayangi oleh seorang tukang becak langgananku, bisikan hawa nafsu menggelitiki akal sehatku. Aku mulai bertanya-tanya penasaran dalam hati, bagaimana rasanya jika batang penis Mang Nurdin menusuki belahan vaginaku??

    “aaahhhh, kau gila Feby, kau gila….!!”

    Aku menjauhkan rasa ingin tahu yang rasanya terlalu kotor untukku. Aku mengutuki diriku sendiri, walaupun pakaianku masih melekat ditubuhku namun seorang tukang beca sudah menggerayangi hampir seluruh lekuk liku tubuhku yang menggairahkan, menggeluti tubuhku sepuas yang ia mau, dan aku tidak kuasa untuk menolak keinginannya atau lebih tepatnya aku tidak kuasa untuk menahan keinginanku yang begitu liar.

    ******************************
    Siang di sekolah

    Entah kenapa hari itu terasa begitu lama, berkali-kali aku menatap kesal pada jam dinding kelasku yang berjalan lambat tertatih-tatih, saat aku sedang asik melamun, Airin menyenggol lenganku.

    “Psssttt.., Feby…, halaman 105 paragraf 4” aku menoleh ke arah Airin yang berbisik.

    “Hahh, ?? ngapain ??” aku gelagapan tersadar dari lamunanku

    “dibacaaa, duhh, giliran kamu yang ngelanjutin tau” Airin kembali berbisik pelan

    “ehem.., ehemmm”

    Setelah pura-pura berdehem beberapakali aku mulai membaca. Entah kenapa aku merasa geli saat mengucapkan kata control, he he he, untung saja lidahku tidak sampat terpeleset, kalau saja lidahku sampai terpeleset mengucapkan sebuah benda di selangkangan mang Nurdin kan bisa gempar nich ^_^, Aku membaca sambil menahan tawa, akhirnya setelah berjuang mati-matian giliranku pun usai.

    “hssshhh…” aku mendesis saat sebuah cubitan pedas mampir di pinggangku.

    “kalau lagi belajar yang serius,…”

    “Hssshhh…” Airin mendesis sambil menarik lengannya yang balas kucubit

    “C-takk…”

    “uffhh..”

    Aku menarik dadaku saat sebuah karet menembak dibagian yang kubanggakan, aku mendelik ke arah si penembak yang cengengesan, ia duduk sejajar di depan Airin..

    “he he he…” Shanti terkekeh,

    “Krettt… Krrittttt….!!Kriitttt…” terdengar suara berderitan saat ia menggeserkan kursi maju ke depan hingga payudaranya menempel pada meja untuk menghindari tendanganku yang mencoba menendang pinggulnya dari belakang.

    “COBA YANG TIDAK MAU BELAJAR!!, SILAHKAN KELUAR..YA!!” Ibu Grace membentak keras, pertarungan sengit antara aku, Airin dan Shantipun segera terhenti, kami bertiga tertunduk tanpa berani membalas tatapan mata Bu Grace yang dingin, bunyi lonceng sekolah menyelamatkan kami bertiga dari hukuman Bu Grace.

    “dasar perawan tua , meow meow…” Shanti mengeong meledek Bu Grace.

    “Belum merasakan sentuhan laki-laki sihh, jadi galaknya nggak ketulungan, belum tahu arti kenikmatan” tanpa sadar aku keceplosan mengucapkan hal yang seharusnya tidak pantas aku ucapkan..

    “Iya betul tuhh..!! Eittt….tar dulu.., emangnya kamu pernah ya??”

    Airin mengintrogasiku, ia menatapku dengan tatapan mata menyelidik.

    “HAhh ?? apaan…?? Enak aja..!! ” aku memalingkan wajahku kearah lain.

    “Sama siapa ?? gimana rasanya?? enak nggak?? “ Shanti ikut bertanya, ia semakin antusias ikut menyelidikiku

    “Feby cerita dongg, sama siapa ?? ayooo dooonggg” Airin merengek agar aku membagikan pengalamanku.

    Akhirnya dengan terpaksa aku bercerita dengan suara berbisik-bisik, Airin dan Shanti mendengarkan ceritaku. Wajah mereka merona merah karena merasa jengah dan risih mendengar apa yang terjadi antara aku dan Mang Nurdin, untuk beberapa saat lamanya aku, Airin dan Shanti hanya terdiam. Ceritaku memang sudah usai namun efeknya menjalar hebat menghangati tubuh kami bertiga, tanpa banyak ber ba – bi – bu, kami bertiga meninggalkan ruangan kelas yang sepi, Airin dan Shanti pulang saling menyusul dengan dijemput oleh sopir mereka, kuperhatikan dari kejauhan mang Nurdin mengayuh becaknya, dia sopirku T_T.

    “ayo nonn, kita… he he he” Mang Nurdin tidak melanjutkan kata-katanya,

    Aku menekuk wajahku dalam-dalam, tanpa bicara aku naik dan duduk di bangku becaknya. Setelah sampai, mang Nurdin mengikat becaknya pada teralis besi yang memagari rumahku, ia pura-pura mengaso di dalam becak. Setelah keadaan aman ia menyelinap masuk ke dalam. Detak jantungku berdebar dengan kencang saat mendengar suara langkah-langkah kaki menghampiri kamarku, pintu kamarku terbuka lebar dan tertutup dengan suara keras, “Brakkk…”

    Tubuhku terasa mencair saat Mang nurdin menyergapku, tangannya mencapit pinggangku yang ramping dengan mudahnya ia mengangkat dan mendesakkan tubuhku menggantung pada dinding kamar. Wajahku sejajar dengan wajahnya, bibirnya langsung memangut dan melumati bibirku, gejolak birahi begitu hebat merayapi tubuhku hingga sepasang kakiku melejang-lejang di udara.

    “aa-aduhh oummm…, emufffhhh. Emuffff, eummmmhhhhh…” suara keluhanku ditelan oleh mulut Mang Nurdin, ia begitu rakus menghisap-hisap bibirku

    Nikmat sekali rasanya saat bibir mang Nurdin mengulumi bibirku, tanpa melepaskan kulumannya batang lidah Mang Nurdin memaksa menyeruak kedalam mulutku dan mencoba untuk membelit-melit lidahku. Aku semakin tersiksa oleh rasa sesak dan juga terhanyut oleh rasa nikmat, aku menggigit lidahnya untuk membebaskan sekapannya pada bibirku.

    “Ataaatahhh…??!!, Hepphhhh…” Mang Nurdin menarik mulutnya, bibirnya agak manyun, aku buru-buru menarik nafas untuk mengisi rongga dadaku yang kekurangan udara,tanpa mempedulikanku yang termegap-megap kehabisan nafas. Batang lidah mang Nurdin menari-nari di rahang dan telingaku, sesekali ia melumat bibirku yang berdesahan, sekeliling mulutku terasa basah oleh air liur mang Nurdin, saat aku sedang asik menikmati cumbuannya pada daun telinggaku tiba-tiba.

    “akhhsss, manggg, “ aku menarik kepalaku kesamping menghindari gigitan mang Nurdin pada daun telingaku.

    “Mang ..! jangan main gigit begitu dongg…!!” aku cemberut.

    “Lho ?? koq marah, Febykan tadi ngigit lidah Mang Nurdin masa mang Nurdin nggak boleh bales….hemm ?? cuphhh,, cupphh cuppphhh” Mang Nurdin mengecupi bibirku yang meruncing.

    “Salah sendiri lidah mang Nurdin nyelenong seenaknya, nggak minta izin dulu..” aku menjawab ketus, mau memang sendiri, kumenarik kepalaku kesamping untuk menghindari mulut mang Nurdin yang mengejar daun telinggaku

    Tubuhku menggeliat kuat , meronta untuk melepaskan diri namun tampaknya cekalan kedua tanganku pada pinggulku terlampau kuat, percuma saja aku mencoba untuk meronta melepaskan diri darinya.

    “aaaaaaa-ahh-ahhhhhhh Mangggggg…” aku mendesah-desah saat ia kembali menggeluti daun telinggaku

    Aku mencoba menggeleng-gelengkan kepalaku saat rasa geli itu menggelitikidaun telinggaku, tubuhku terasa menghangat saat bibir mang nurdin mencumbui daun telinga, rahang dan sisi leherku sebelah kiri. Aku menolehkan wajahku ke arahnya, kupangut bibirnya agar mulutnya dan lidahnya berhenti menggelitiki daun telingaku, lidahku terjulur melawan desakan batang lidah Mang Nurdin. Lidahku dan lidah Mang Nurdin saling menjilat, mendesak dan bergelut.

    “Happp., nyemmmm, emmmhhhhh.. “

    Saat mang Nurdin mencapluk batang lidahku aku mendesakkan wajahku hingga bibirku mendesak bibir mang Nurdin, suara decak-decak keras terdengar menggairahkan menaikkan birahiku bersamanya,suara rintihan tertahanku membuat mang Nurdin bertambah bernafsu mengulum bibirku.

    “Manggg Nurdinnnnnn, Mannngggg….,ohhhh” suaraku gemetar seperti orang yang sedang kedinginan, wajahku terangkat-angkat keatas menikmati cumbuan dan hisapan-hisapan mulut Mang Nurdin, terkadang aku merasa mulutnya seperti sedang mengunyahi batang leherku yang putih jenjang, wajahku terkulai ke kiri dan ke kanan saat tukang becak itu menyantap batang leherku, menjilat, menghisap-hisap, mengecupi hingga aku merintih menahan rasa geli yang membuatku semakin gelisah., sesekali aku meringis saat merasakan gigitan-gigitan lembut Mang Nurdin.

    Aku tertunduk malu saat mang Nurdin menurunkan tubuhku, jari telunjuknya mengangkat daguku, ia mengecup keningku dan menarikku ke arah ranjang.

    “duduk disini Non…” Mang Nurdin duduk di pinggiran ranjang, ia memintaku untuk duduk di pangkuannya dalam posisi melintang agar lebih nyaman aku mengaitkan lenganku pada lehernya

    Tangan kiri mang Nurdin menopang punggungku sementara tangan kanannya menyelinap masuk ke dalam rok dan menggerayangi pahaku.

    “manggg..!!” aku mencegah tangannya yang hendak mempreteli kancing baju seragamku.

    “Feby, Mang Nurdin pengen lihat susu, boleh ya?” mang Nurdin terus membujukku agar mau menuruti keinginannya.

    “buka ya, liat dikitt.. ajaaaaa…”

    Akhirnya aku mengangguk.

    “Tapi Cuma sedikit kan mang..??janji ?”

    “Iya mamang janji, cuma liat…dikit”

    Mang Nurdin menyibakkan rok seragamku ke atas kemudian telapak tangannya mengelus-ngelus pahaku yang halus mulus, aku membuka sebuah kancing baju seragamku bagian atas.

    “Ah, belum kelihatan, satu lagi…”

    “satu ya mang…”

    “Iya satuu, ayoo dibuka…”

    Aku melepaskan kancing baju seragamku yang kedua.

    “belumm, masih belum kelihatan…satu lagi”

    Aku menekuk wajahku berusaha melihat kearah payudaraku.

    “Sudah mang, kelihatan koq..”

    “belumm satuuu aja, cuma satu lagi koq…”

    “satu ya mang…., terakhir…”

    “iyaaa.., satu aja , nahhh begituuu.., aduh masih belumm…”

    Akhirnya satu per satu kancing baju seragamku terlepas dari lubangnya, entah aku yang bodoh atau Mang Nurdin yang cerdik hingga aku tidak menyadari seluruh kancing baju seragamku kini terlepas, dengan gerakan kilat mang Nurdin menyibakkan baju seragamku, kedua matanya melotot kearah dadaku sambil berseru keras.

    “ANJINGGG…!! WAHHHH !!!”

    Mata mang Nurdin menatapku kemudian menatap bongkahan payudaraku yang mengintip dari pinggiran cup bra putih yang kukenakan, sepertinya ia hampir tidak percaya menyaksikan keindahan gundukan payudaraku yang padat dan putih.

    “Ahh Mangggg…” aku terperanjat saat tangan mang Nurdin menarik cup Bra kiri yang kukenakan kebawah, payudaraku melompat keluar dan tersangga oleh cup braku. Tanganku melintang berusaha menyembunyikan payudaraku dari tatapan matanya yang liar.

    “Uhhh ?? jangan mangg..!!ahhh, aduhhh..!! ee-ehhh…!!aww..!!“

    Tangan kiriku mencekal pergelangan tangan Mang Nurdin yang hendak menarik celana dalamku, sementara tangan kananku menahan turunnya celana dalam berwarna krem yang kukenakan. Tangan mang Nurdin yang tadinya hendak menarik turun celana dalamku kini bergerak cepat keatas menangkap buntalan payudaraku. Aku terdiam sambil memegangi celana dalamku kuat-kuat saat merasakan mang Nurdin meremas-remas payudaraku, keringatku mengucur, entah kenapa hari ini terasa begitu panas….

    “Manggg, Mang Nurdhinnnn ii-ihhh…,adu-duh aaaa..”

    “Gimana non, enakk ?? nge he he he”

    Jari tengah mang Nurdin memutari putting susuku yang mengeras, aku merintih lirih akibat gerakan nakal yang dilakukan mang Nurdin, ia meremas dan menggelitiki putting susuku. Dadaku terangkat saat tangan Mang Nurdin mendorong punggungku, wajahnya menunduk menghampiri payudaraku yang membusung ke atas.

    Sekujur tubuhku serasa membeku sulit untuk kugerakkan saat mulutnya memayungi puncak payudaraku. Ada rasa hangat bercampur rasa takut saat mulut Mang Nurdin mendekati puncak payudaraku.

    “aaaa, AHHHHHHHHH….!!ennh ennmmMANGG, Ahhhh hsssh ahssshho-uhh” aku mendesis keras saat mulutnya yang terbuka lebar mencucup puncak payudaraku.

    “Aduhhh….!!” aku mendorong kepalanya saat merasakan hisapan kuatnya pada puncak payudaraku.

    “he he he, kenapa Non ?? “

    “geli, mang, sudah ah, sudah, ahhh-emmmhh mmmhhhh….“

    Mulut Mang Nurdin membekap bibirku yang protes ingin menyudahi permainan yang tidak sepantasnya kumainkan, suaraku menghilang terbekap oleh mulutnya, kurasakan tangannya mengelusi pinggang dan meremas pinggulku kemudian turun menggerayangi kemulusan pahaku. Aku menggelepar saat mang Nurdin meremasi permukaan celana dalam di bagian selangkanganku.

    “aaaaww.., crrr crrr crrr…”

    Aku memekik kecil, cairan kenikmatanku muncrat berdenyutan, selangkanganku terasa hangat, ada rasa lengket saat mang Nurdin mengurut-ngurut permukaan celana dalamku, dengan menggunakan punggung tangan aku mengusap peluh yang mengucur di dahi dan rahangku.

    “ahh…” aku mendesah pendek saat ia membalikkan tubuhku ke arahnya

    Tangan mang Nurdin menarik cup braku yang satunya lagi, kini kedua buntalan payudaraku yang padat membusung tertahan oleh cup braku. Kedua tangannya yang kekar merengkuh pinggangku dan membelit bagaikan gelang yang melingkar mengunci tubuhku. Wajahnya mendekati dadaku, aku mendesah saat merasakan nafas mang Nurdin memburu menerpa payudaraku, ada udara hangat yang menghembusi payudaraku dan aku gelisah merasakan hembusan-hebusan nafas hangat mang Nurdin, rasa takut kembali mencekamku saat mulutnya menghampiri payudaraku sebelah kanan.

    “Manggg, MAnggg Nurdin, eh-eh, Ow Ow Owwww…!!”

    Aku berusaha mendorong, menjauhkan kepala Mang Nurdin dari dadaku, jika ia berusaha menjilat putingku sebelah kiri maka aku menarik payudaraku sebelah kiri hingga terhindar dari jilatan lidahnya demikian juga halnya jika ia berusaha menjilat putting dadaku sebelah kanan. Aku terus mencoba meronta untuk melepaskan diri dari belitan kedua tangannya. Semakin kuat aku meronta semakin kuat pula mang Nurdin membelitkan kedua lengannya pada tubuhku, belitannya semakin kuat seperti akan meremukkan-ku, belitan lengan kekarnya mengendor saat aku kecapaian dan berhenti meronta. Ia medekap tubuhku erat-erat seolah sedang mematenkan kepemilikannya atas diriku yang kini terdiam pasrah saat wajahnya menghampiri payudaraku, mulutnya memanguti puncak payudaraku.

    “auhh, enh-nnnhhh ohh mangg Nurdinnnn…, aa-ampun mang Ampun akhh.. gelii”

    Aku mencoba menahan rasa geli saat mulut Mang Nurdin mengecupi buntalan payudaraku, kucuran keringat semakin banyak melelehi belahan payudaraku. Mang Nurdin menjilati lelehan keringatku sambil mengecupi belahan payudaraku, habis sudah buntalan payudaraku dihisap dan dicumbui olehnya. Berkali-kali wajahku terangkat keatas dengan kedua mata terpejam menikmati jilatan-jilatan batang lidahnya pada putting susuku yang keras meruncing, semakin sering pula tubuhku terbungkuk-bungkuk menahan rasa nikmat saat mulutnya mengenyot-ngenyot puncak payudaraku bergantian yang kiri dan yang kanan. Kedua telapak tanganku menjepit wajah mang Nurdin kemudian mengangkat wajahnya, kujulurkan batang lidahku mendesak mulut seorang tukang becak yang wajahnya sangat jauh dari kata tampan, kupanguti bibir Mang Nurdin, ia membalas pangutan-pangutanku. Dengan mesra bibirku dan bibirnya saling mengulum, dengan membawa tubuhku mang nurdin menggeser tubuhnya, ia berbaring dibawah tindihan tubuhku yang mungil,perlahan kuturunkan sepasang payudaraku mendesak dada mang Nurdin, tangan kanan mang nurdin menekan punggungku hingga dadaku semakin tergencet menekan dadanya, kugerakkan payudaraku menggeseki dada mang Nurdin yang berbulu lebat.

    Aku menurut saat diposisikan menungging bertumpu pada dengkul dan telapak tanganku sementara wajah mang Nurdin bergeser dan berhenti tepat ke bawah payudaraku yang menggantung, kurasakan kedua tangannya mengelusi dan meremas-remas payudaraku, punggungku ditekan hingga payudaraku turun kebawah, putting susuku jatuh kedalam mulut mang nurdin, nyot.., nyotttt…! Ia mengenyot susuku kuat-kuat.

    “aduhh mangg, aduhhhh, adu-du-duh!!” aku mengaduh berkali-kali sambil merusaha mengangkat payudaraku dari mulut mang Nurdin,

    Gerakan punggungku tertahan oleh tangannya, aku menjerit kecil, sekujur tubuhku mengejang hebat saat mulutnya mengemut-ngemut puncak payudaraku dan lidahnya menggelitiki putik susuku yang runcing karena terangsang. Nafasku terengah-engah menahan rasa nikmat saat ia menyusu dengan rakus pada buah dadaku yang ranum, aku seakan dipaksa untuk merintih dan terus merintih menahan kenyotan-kenyotan mulut mang Nurdin yang terasa geli dan nikmat.

    “Ouhhh…, Owwwww…!!!! “

    Aku buru-buru menggulingkan tubuhku ke samping, tanganku menahan celana dalamku, dengan kasar ia membetot celana dalamku. Aku menjerit saat celana dalamku terbetot lepas, terlolos melewati pergelangan kakiku, dengan nafas yang memburu Mang Nurdin menindih tubuhku yang sudah setengah telanjang. Aku terus meronta di bawah tindihan tubuh Mang Nurdin yang semakin bernafsu menggerayangi dan menciumiku. Cerita Maya

    “Enggak , Nggak mauuu…!!” dengan sekuat tenaga aku meronta dan mendorong tubuh mang Nurdin

    Aku berguling dan melompat dari atas ranjang, aku berusaha berlari keluar dari dalam kamar saat mang Nurdin mengejarku.

    “TIDAKK…!! Aaaahhh Hummphhh, MHEEMMMMPHHH…!!” aku menjerit ketakutan dan tangan kekar itu membekap mulutku dan yang satunya membelit tubuhku dari arah belakang.

    “Nonn, tenang Non, tenanggg….” Mang Nurdin berusaha menenangkanku, setelah aku mengangguk, ia melepaskan bekapan tangannya pada mulutku.

    “J-jangan mang, sudah…, sudahhh….”

    Aku menepiskan tangannya yang menggerayangi tubuhku.

    “Non Feby, Mang Nurdin janji nggak akan ngapa-ngapain Non Feby…, tapi tolong biarkan mang Nurdin nyicipin memeknya Non Feby, sebentar aja…, mang nurdin pengen ngisepin memeknya Non Feby, cuma oral koq nggak akan lebih dari itu..”

    “T-tapi Mang, Saya takut..hhk hkkkk…”

    “Aduhh, jangan nangis Non…., sini Non…, dijamin enak”

    “Nggakk Maa…UUU…!!keluar mang..!!, KELUAR atau saya teriak Nihhh..!!“

    Aku menepiskan tangannya dengan kasar dan mengusir Mang Nurdin, wajah mesum mang Nurdin berubah panik dan ketakutan, dengan terburu-buru ia keluar dari dalam kamarku.

    “Cklekkk…” secepat kilat aku menutupkan dan mengunci pintu kamarku , aku bersandar pada daun pintu kamarku yang terkunci rapat, jantungku berdetak dengan kencang “dig dugg.diggg duggg diggg dugggg…” Perlahan-lahan tubuhku merosot turun, aku meringkuk sambil memeluk kedua lututku. Aku benar-benar ketakutan dengan apa yang baru saja kulakukan bersama seorang tukang becak yang tentu saja statusnya jauh sekali dibawahku. Sayup-sayup aku mendengar suara seseorang membuka dan menutupkan pintu pagar rumahku.

    To be Continued
    ^_^
    ****************

  • Slutty Doll Anita: Diperawani Tukang Becak Langgananku

    Slutty Doll Anita: Diperawani Tukang Becak Langgananku


    3542 views
    • Cerita ini hanyalah Fiksi belaka……
    • Bacaan Khusus dewasa, bukan untuk anak dibawah umur, alias Adult Only…!! ^_^
    • Say NO To Rape and DRUG’S in The Real World
    • Maaf, buat yang nggak suka cerita bertema slutty, numpang lewat ya he he he
    • Satu lagi ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain DiKBB dan Telur Rebus n Arsipgue.

    #########################

    Anita

    Cerita Maya | “Haiii!!“ aku melambaikan tanganku ke arah seseorang
    Orang itu menengok ke arahku, sebuah senyum yang mengembang di bibirnya, sebuah senyuman yang selalu membuat hatiku berbunga-bunga, hanya sebuah senyuman?
    Ya hanya sebuah senyuman, sebuah senyuman dari kekasihku, sebuah senyuman yang selalu memberiku hari-hari yang bahagia, sebuah senyuman yang selalu memberiku kekuatan, sebuah senyuman yang membuatku menjadi lebih hidup.
    “Anita…..” ia berteriak menyebut namaku kemudian berlari kecil menghampiriku
    Ia berlari bagaikan seorang anak kecil yang polos, tangannya yang kekar memeluk kedua bahuku, tatapanku dan tatapan matanya bertemu, saling menatap dengan mesra, tidak ada satu katapun yang terucap dari bibirnya namun sinar matanya telah mengatakan seribu kata-kata cinta untukku.
    “Duhhhhhhh….. Rendy dan Anita, jadi iri nehhh….” suara seseorang seperti menyadarkan kami berdua, aku hanya menatap si pengganggu itu sebentar kemudian berusaha tersenyum
    Aku kurang menyukainya, bukan karena wajahnya yang buruk dipenuhi dengan bekas bopeng, namun karena kelakuannya yang ugal-ugalan dan kasar, aku tidak mau kekasihku menjadi seperti dia, aku tidak mau…, kutarik tangan kekasihku untuk mengantri membeli tiket bioskop, sementara si pengganggu duduk sambil tersenyum-senyum mesum menatap “bunga-bunga segar” di sekelilingnya. Cerita Maya
    “Rendy…, ngapain sich kamu bawa-bawa Si Benny ?? “ aku berbisik di telinga Rendy kekasihku
    “Hahhh… ? Napa Emang ? “Rendy menatapku dengan polos.
    “Aku…, aku kurang suka sama dia…..” bibirku meruncing.
    “Anitaaa…., dia kan sahabatku…jangan gitu ya sayanggg….” Rendy mengelus rambutku, aku menghela nafas panjang dan berusaha mengangguk sambil tersenyum.
    “Waduhhhh…..!! “Rendy tiba-tiba meringis
    “Ehhh…, kenapa ?? “aku terkejut ketika Rendy meringis.
    “PAHIT… pahit sekali…”
    “Pahit ?? “Aku tidak mengerti dan menatapnya dengan keheranan.
    “Senyumannya pahitttttt……..” Rendy mencubit pipiku kemudian tertawa lebar.
    “Kamu…, ichhhh….” Aku menepiskan tangannya kemudian melemparkan senyuman manisku, sebuah senyuman untuk kekasihku, hanya untuknya
    “Nahhhhhh… githuuuu dhuonggggggg……Yuuuk….”

    #########################
    Jam 10.30

    Sebuah mobil berhenti di sebuah rumah kost. Seorang berwajah bopeng turun dari dalam mobil itu, senyumannya yang menyebalkan melintas sesaat di wajahnya.
    “Thanks ya…, sering-sering ajha ngajak gue yakkk, en jangan lupa tuan putrinya yang kinclong ini selalu dibawa he he he” Benny cengengesan dengan tampangnya yang tidak tahu diri itu, nangkring di jendela mobil dan melirik ke arahku.
    “Udahhh…tidur sana husss husss ha ha ha ha ha ha…., eittttt…, matanya dijaga browwww….” Rendy protes ketika Benny melirik nakal ke arah dadaku.
    “Soryy…. Canda, he he he….Yawdahh Yukk ahhh.. kita bobo bareng bertiga…”Rendi bertambah norak.
    “BENNNYYYY…..!!! Tokkkkkk….“ Rendy mengetuk kepala Benny
    Si pengacau itu buru-buru melompat ke belakang ketika Rendy hendak menjitak kepalanya sekali lagi, terdengar suara tawanya yang menjauh, dan menghilang di balik pintu gerbang rumah kost. Mobil Rendy membawaku menjauhi rumah kostnya dan berhenti di depan rumahku yang terlihat sepi.
    “Benny itu orangnya yak, kaya gitu, bicaranya ceplas-ceploss…seenaknya,  jadi jangan disimpen dihati…. , nahhhhh manyun lagi dahhhhhhhh… runcing amat bibirnyaaaaaa…….” Rendy mencubit kecil hidungku
    “Ehhhh apa?“ aku menarik bibirku ketika Rendy menyodorkan pipi kanannya.
    “Lohhhhh ?? nggak dicium dulu nehhhhhh….., ntar nyeselllll, nggak bisa tidurrr……” Rendy menggodaku.
    “Enak aja…, siapa yang nggak bisa tidur, lagian siapa yang mau nyium kamuummhhhhh….” Rendy menyumpal bibirku, aku segera mendorong dadanya agar ciuman kami terlepas, wajahku terasa hangat.
    “Koqq gelap ya ?? “ Rendy bertanya kepadaku.
    “Yaaaa…, lagi pada keluar kota siccchhh…,nengok temennya bokap yang lagi sakit…..” aku melompat keluar dari dalam mobil, Rendy mengunci pintu mobil dan kemudian mengekoriku dari belakang.

    “Rendy udah malam, emmmhh.., pulang gihhh….nanti kemalaman” aku menahannya agar tidak melewati pintu gerbang rumahku
    Dengan lembut Rendy menarik tanganku, diraihnya tas kecilku , ia menarikku ke depan pintu rumahku dan ckleekkk…., ia membuka pintu rumahku dan menarikku masuk ke dalam. Aku terdiam ketika Rendy memelukku, aku tetap terdiam ketika tangannya merayap turun dan bermain di pemukaan kaos ketat yang kukenakan. Ia meremas sepasang bukit kembar putih yang masih tersembunyi dibalik kaos ketat yang kukenakan, aku hanya menatapnya ketika tangannya bergerak meremas payudaraku. Kemudian menyelinap ke dalam bajuku, mataku terasa berat, ada rasa nikmat yang membuatku terlena ketika tangannya perlahan-lahan menyelinap ke dalam braku.
    “Ohhhh…. “Aku mendesah pendek merasakan remas-remasan tangan Rendy yang semakin aktif.
    “Anitaaa sayangggg, aku ingin lihat kamarmu ya….” Rendy menarik tangannya dari balik bajuku, ia membalikkan tubuhku dan mendorongku ke sebuah kamar.
    “Bukan…, bukan disini, diatas…..” aku tertunduk dan berkata pelan, suaraku hampir seperti sedang berbisik, tubuhku terangkat melayang dalam bopongan Rendy yang membawaku menaiki tangga , menuju kamarku, aku tahu ia ingin melihat sesuatu yang lain, yang pasti bukan melihat isi kamarku, aku tahu itu…., aku tahu apa yang sebenarnya ingin ia lihat, dan aku membiarkannya, aku membiarkannya melihat apa yang ingin ia lihat, satu persatu pakaianku terlepas dari tubuhku, tubuhku dan tubuhnya telanjang bulat tanpa selembar benangpun menutupi tubuh kami berdua.
    “Hhhhhhhh…. Rendyyyyyy…… “ aku mendesah memanggil namanya ketika tubuh kami menyatu erat, pelukannya begitu hangat, hangat sekali ketika tubuh kami yang sudah polos saling bergesekan dan saling dekap
    Kekasihku menundukkan wajahnya, bibirnya menciumi rahang dan daguku, kemudian menciumi dan melumati bibirku yang terus mendesah-desah, air liurnya membasuh leherku, jilatan-jilatan lidahnya mengulasi batang leherku. Ada rasa hangat yang menggelitik ketika ia membenamkan wajahnya di belahan dadaku.
    “Unnnhhhh… REnddddyyy Ahhhhhhhhh…“ aku kembali mendesah merasakan kenyotan-kenyotan lembut mengenyot puting susuku,
    Kriiiinggg……….!!! Suara dering jam yang berbunyi mencabik-cabik khayalan liarku, kuhentikan gerakan jemari lentikku sedang menekan-nekan permukaan celana dalamku, kugeliatkan tubuhku kesana kemari untuk mengusir gairah birahi yang begitu menyiksa. (aku dan tokoh khayalanku yang tampan),

    Aku seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi swasta di kota ini. Namaku Anita, aku adalah seorang gadis keturunan Tionghoa, tubuhku putih molek, sepasang bukit indah menonjol menghiasi dadaku, aku anak tunggal dari sebuah keluarga yang cukup berada.
    “Mang ….. “ aku menyapa seorang tukang becak langgananku yang ngetem di seberang rumahku.
    “Efff…Non Anita…,ayo Nonnn!!” Bang Sudin langsung mempersilahkanku untuk segera naik duduk di becaknya, beberapa saat kemudian becak bang Sudin membawaku dengan kencang keluar dari komplek perumahanku, digenjotnya becak itu hingga melesat dengan cepat.
    “Nanti sore ya Mang, jangan lupa….”
    “Iya Non…, jangan khawatir, Mang Sudin pasti nungguin Non Anita…” Mang Sudin menatap wajahku yang cantik.
    Aku tersenyum nakal, ia sepertinya mengharapkan kedatanganku, dan aku tahu itu, mang Sudin selalu setia menungguku turun dari angkot atau tepatnya berusaha untuk  dapat mengintip sesuatu yang tersembunyi di balik rok miniku ketika aku berusaha untuk turun dari dalam angkot jurusan XXX..

    ##################
    Sore hari…hujan angin yang lebat.

    Hari itu benar-benar menyebalkan, siang hujan gerimis, ehhh, sore malah  hujan turun dengan lebih lebat, aduh, nggak mungkin deh Mang Sudin berhujan-hujan ria untuk menungguku,
    “Pak… Kiriii…..!!” teriakan-ku menghentikan laju angkutan kota yang kutumpangi
    Hupp, aku melompat turun dari dalam angkot, aku berusaha berlari – lari kecil di bawah kucuran hujan lebat, dinginnya Brrrrrrr…..
    “Nonnn…, Non Anitaaaaaa…..!!“ aku menolehkan kepalaku ke samping belakang.
    “Ehhhh…?“ aku tersentak terkejut
    Gila, ternyata Mang Sudin dengan setianya menungguku sambil berhujan-hujanan, aku berlari menghampiri becaknya, kemudian meringkuk duduk kedinginan di dalam becak Mang Sudin, tidak begitu lama becak mang Sudin mendarat di depan rumahku.
    “Masuk dulu mangg…, hujannn….!!“ aku membukakan pintu gerbang rumahku.
    “Jangan Nonnn, nggak enak sama orang rumah….”Mang Sudin menolak tawaranku.
    “Nggak apa koq.., lagi pada pergi piknik seminggu….” aku menanti mang Sudin yang tergopoh – gopoh mendorong becanya masuk ke dalam pelataran rumahku.
    “Ayo Mangg, masuk…… “ aku membuka pintu rumahku.
    “Permisi Nonnn….” tubuh Mang Sudin yang tinggi hitam membungkuk kemudian masuk ke dalam rumahku
    Matanya sering sekali melirik kearah dadaku, aku tahu ada sesuatu yang indah tercetak di sana dan kini mata mang Sudin mulai berani  menatap wajah cantikku sebentar kemudian tatapan matanya kembali turun ke arah cetakan dadaku..
    “Sebentar ya mangggg….. “ aku masuk ke dalam kamarku, kemudian kembali keluar dan memberikan selembar kain handuk kecil kepada mang Sudin.
    “M’kasih  Nonnn….” Bang Sudin meraih handuk kecil pemberianku kemudian menyeka wajah dan lehernya, setelah menuangkan segelas air aku melangkahkan kakiku menuju kamar mandi yang ada di dalam kamarku.
    “Sebentar ya mangg, aku mandi dulu….”
    “Ooo.., silahkan Non , Silahkan……..”.

    Mang Sudin

    Aku masuk ke dalam kamar mandi berukuran sedang, kulepaskan seluruh penutup tubuhku dan kunyalakan kran shower itu. Emmmhhhh…, Hangatt,,, sambil meresapi rasa hangat, kubersihkan tubuhku. Entah kenapa tiba-tiba gairah liar ini kembali datang menyiksaku, pikiranku begitu kotor, liar dan binal, dengan terburu-buru aku mematikan kran shower di kamar mandiku, kulilitkan kain handuk tebal meliliti tubuhku. Aaaaaahhhh, kenapa ini, jantungku berdetak dengan lebih kencang, kedua kakiku melangkah mendekati pintu kamarku yang terkunci, tanganku terulur untuk membuka pintu kamarku “Clikkk….” , dorongan itu semakin hebat menyadari ada seorang tukang becak di ruang tamuku. Ia bertubuh tinggi, berkulit hitam dan kekar, wajahnya sangat jauh dari kata lumayan,matanya berbeda jauh dengan mataku yang sipit, gairah liar itu mendorongku untuk berani melangkah keluar dari dalam kamar, menghampiri Mang Sudin dengan hanya mengenakan selembar handuk yang membalut tubuh mulusku.
    “Haahhhhh ??? !! “ Mang Sudin berseru terkejut, matanya melotot merayapi tubuh mulusku dengan liar dan beringas, aku melangkah dan terus melangkah hingga berada di hadapan mang Sudin, tubuhku menggeliat indah dan melepaskan kain handuk yang melilit di tubuhku.
    “ANJINGG….!! Non.?? “ Mang Sudin mengumpat kaget, matanya mendelik menyaksikan kemolekan tubuhku yang putih mulus, tubuhnya yang tinggi hitam kekar menghampiriku
    “Manggg Sudin….” Aku merintih pelan menyebut namanya.
    Dengan mudahnya mang Sudin memanggul tubuh mungilku masuk ke dalam kamarku, dibaringkannya tubuhku dengan posisi kedua kakiku terjuntai pasrah dipinggiran ranjang, aku menutup kedua mataku rapat-rapat, ketika satu persatu Pakaian Mang Sudin terlepas dari tubuh hitamnya. Lagi-lagi gairah binalku memaksaku untuk membuka kedua mataku, mata sipitku menatap tajam pada sesuatu yang menggantung di selangkangan Mang Sudin, aku memekik ketika mang Sudin menerkamku.
    “Ohhhh….. Manggggg Sudinnn hennnnmmmmmm…..” Aku merinding ketika bibirnya mengecupi telingaku, lidahnya yang basah menari-nari didaun telingaku.

    “Non Anitaaa…,sebenarnya Mamang udah lama pengen ngentotin Amoy secantik Non Anita, eh nggak taunya sekarang Non Anita malah menyerahkan diri minta dientot sama mamang he he he”bisikan-bisikan mesumnya malah membuat gairah-ku semakin liar.
    “Mmmmmaaanggggg….. Nurrrrdinnnnnnnnn…. Aaahhhhhhhhhh….”
    Rasa nikmat itu semakin menenggelamkanku ke dalam sebuah jurang yang begitu dalam disebuah lautan kenikmatan, ciuman-ciuman liarnya menjalari rahang, dagu dan bibirku.
    “Uhhhh.., Aduhhhh….” Mang Sudin menyeretku ke tengah ranjang
    Dengan kasar ia membalikkan tubuhku, sekujur tubuhku merinding ketika merasakan tubuh mang Sudin meneduhi tubuhku yang terlungkup di atas ranjangku.
    “Essshhhhh…, Nonn…, Anjinggg siah AMOY, si-mulussssshh” Mang Sudin mendesak-desakkkan selangkangannya pada bongkahan buah pantatku
    Aku menggigil merasakan sebuah benda yang menggesek-gesek belahan pantatku , menekan, dan bermain-main di antara himpitan buah pantatku.
    “Urrrhhhhh…. Mmaannngggg…. Manggggggg…. Sudinnn….eeeesssshhh“
    Mang Sudin membelit tubuhku dari belakang, nafasnya yang hangat berdengusan di tengkukku. Aku menggigil ketika rasa nikmat menyengati leherku, kecupan-kecupan liar dan gigitan-gigitan gemas mang Sudin berkali-kali menyengati leher dan tengkukku, lidahnya menjilati belakang telingaku dan mulutnya mencaplok serta melumat – lumat daun telingaku sebelah kiri.
    “aaaaaa….., Hssshhhhaaahhhh…. Ohhhhh…” aku memalingkan kepalaku ke arah kanan karena sudah tidak tahan menahan rasa geli yang menyengat leher dan daun telingaku sebelah kiri
    Namun  Mang Sudin justru memanfaatkan situasi dengan menyerang leher dan daun telingaku sebelah kanan. Batang lidahnya menggeliat liat menggelitiki belakang telingaku sebelah kanan kemudian menelusuri daun telingaku, terkadang  gigitan-gigitan gemas mang Sudin mampir di daun telingaku. Ia terkekeh ketika aku tersentak menahan rasa nikmat yang menggelitiki leher dan daun telingaku, aku merasa lega ketika Mang Sudin  mengangkat tubuhnya yang hitam dan kekar,
    “Sini Nonnnn… rebahan disini…..” Mang Sudin menepuk-nepuk bantal empukku, entah kenapa aku menurutinya, aku merangkak dan merebahkan diriku terlentang dengan pasrah..
    “Rentangkan tangannya keatas….Non, bagus..,ha ha ha dasar lonte disuruh apa aja nurut…….he he he, jarang ada lonte Amoy secantik Non Anita…, kalau ada juga ya,  bayarannya mahal, selangit……” aku merentangkan kedua tanganku ke atas

    Desahan nafas Mang Sudin menerpa ketiakku. Aku tidak marah ketika Mang Sudin mengejekku, ia menyebutku lonte. Aku memejamkan mataku ketika merasakan ulasan-ulasan batang lidahnya menyapu ketiakku, hidungnya terbenam dan mengendusi ketiakku, mulutnya mengemut ketiakku dan lidahnya terjulur menjilati ketiakku ssslcccckkk… lllcccckkkk… slllccckkk cupppp…, cuphhhhh cuppppp, terdengar suara kecupan-kecupan mang Sudin yang begitu bernafsu mencumbui lekuk ketiakku.
    “Aahhhhhhhhhhhh…… !! “ tubuhku tersentak dan sedikit meronta ketika mang Sudin membelitku sambil membenamkan wajahnya pada belahan dadaku
    Aku berusaha meronta untuk menyadarkan akal sehatku sedangkan mang Sudin terus menyerang mencumbui susuku untuk menenggelamkan kesadaranku. Aku berbaring terbujuk oleh bujuk rayu gairah binalku, akal sehatku terbuai oleh kecupan-kecupan liar Mang Sudin yang menggeluti buah dadau.
    “Anita…., muahhh he he he….Muummmm Cpokkkkk…. Muummmmmhhh Cpokkkkk ”Mang Sudin mengenyot puncak payudaraku kemudian menarik kepalanya kebelakang, terdengar suara letupan keras yang semakin membakar gairah nafsu binalku ketika susuku terlepas dari emut-emutan mulut mang Sudin yang mempermainkan payudaraku yang semakin keras mengenyal, aku menggigit bibir bawahku menahan rasa nikmat ketika batang lidahnya mengulas-ngulas pentil susuku, kemudian happpp….., mulutnya kembali mencucup puncak susuku, dikenyotnya puncak payudaraku hingga tubuh mungilku meronta dan melenting keenakan.
    “Ahhhhhh…. Aaaaaa…. Ahhhhhhhhhhhhh……”.
    Betapapun hebatnya aku meronta dan berontak namun belitan mang Sudin begitu kuat membelit tubuh molekku, dengus nafas tukang becak itu terasa hangat menerpa kedua bukit payudaraku. Air liurnya membasahi bulatan susuku, lidahnya semakin liar terjulur-julur menjilati pentilku yang meruncing dan kemudian batang lidahnya yang basah dan hangat membasuhi kedua bulatan dadaku.
    “Ohhhh… manggggg… Sudinnnn…..” aku menggeliat resah ketika kecupan-kecupan liarnya bergerak turun ke perut, pinggul dan kemudian terdengar perintah mang Sudin.
    “Tekuk dan rentangkan kedua kakimu Anita…..”
    “Mangggg…. Kita…. Ohhhhhhhhh…..”tanpa meminta persetujuan lebih lanjut mang Sudin menekuk dan menekan kedua lututku ke samping
    Selangkanganku merekah dengan indah dihadapan wajah seorang tukang becak bernama MANG SUDIN…!! Aku hanya sanggup mendesah dan terus mendesah merasakan kecupan-kecupan liarnya mengecupi permukaan vaginaku. Aku merintih ketika batang lidahnya yang basah hangat membasuh rambut jembutku yang tipis. Dengan reflek aku mengangkat punggungku, kedua tanganku menopang ke belakang, ketika merasakan batang lidah Mang Sudin menggeliut memasuki cepitan bibir vaginaku, aku menekuk wajahku, kepala mang Sudin terbenam di selangkanganku, kedua kaki mulusku tertekuk mengangkang ke samping. Batang lidah itu menggeliat semakin liar dan terjulur semakin dalam.

    “Unnnnrrrhhhh…. Ahhhhhhhh…. Akkkkkkhhhhhhhh….Mangg”
    Sesekali aku menarik pinggulku untuk menghindari rasa geli dan nikmat yang menyerang belahan vaginaku.
    “Aoohhh ampunnnn aaaaaaaa…., Blukkkkk Crrr Crrrrrr….. “ punggungku terjatuh ke belakang, cairan vaginaku berdenyutan dengan nikmat, serrrr.. serrrrrrrrrrr….
    Desiran kenikmatan itu mengiris – ngiris sekujur tubuhku yang mengejang sebelum akhirnya aku terkulai lemas dengan desah nafas yang tersendat-sendat, butiran keringat nakal mengucur melelehi tubuh mulusku. Aku menggelinjang kegelian ketika Mang Sudin menggesekkan kepala penisnya pada belahan vaginaku, digesek dan terus digesekkan kemudian mang Sudin mulai menjejal-jejalkan kepala penisnya yang perlahan mulai tenggelam dalam cepitan vaginaku.
    “Mang akuuu.. akuuu…, sebentar, ooohhhh hentikan akkkhhhhh…..!!”tiba-tiba aku tersentak tersadar, apa yang tengah aku lakukan bersama SEORANG TUKANG BECAK diatas ranjangku, aku tersadar dan berusaha keras menghentikan gerakan penis mang Sudin yang sudah tertelan oleh vaginaku sampai sebatas leher penis. Ia mencengkram buah pinggulku sambil menusukkan batang penisnya menusuk belahan vaginaku kuat-kuat.
    “JEBOLLL… SIAHHH…! JEBOL… !! HEUU.. JEBOLLLLL…!!“
    “AWWWWWWW…….!! “ aku menjerit keras ketika merasakan tusukan-tusukan kuat yang membuat vaginaku terasa melar dan merekah
    Rasa sakit menggigit selangkanganku., aku menatap mang Sudin yang tengah asik menjejal-jejalkan batang penisnya menusuk belahan vaginaku. Tidak ada lagi raut wajahnya yang sopan, TIDAK ADA…!! Yang ada hanya seraut wajah keji yang tengah tersenyum mesum menatapku yang terisak menahan rasa sakit di selangkanganku. Kegadisanku direngut dan vaginaku digenjot oleh seorang tukang becak bertubuh hitam kekar, batang penisnya tenggelam sedalam 14 cm kedalam jepitan vaginaku.
    “Sakiittt… manggggg… ouhhh sakitttt… khhh hhkk hakkk..”
    “Tenanggg Nonnnn, ntar kalau udah biasa ngentot nggak akan kerasa sakit lagi…, malah kalau udah ngerasa enaknya ngentot, non Anita bakal ketagihan batang kontol Mamang…..” Mang Sudin menusukkan batang penisnya semakin dalam hingga selangkangannya mendesak selangkanganku. Batang penisnya tenggelam dan tertancap dengan sempurna dicepitan vaginaku.  Tubuhnya yang hitam kekar mulai meneduhi tubuhku, aku mendesah menahan beban tubuh seorang tukang becak yang tersenyum mesum sambil menikmati kecantikanku.
    “Aaaaaaaaaaaaa…., Aaaaahhhhhhhhh Mangggggg…..!”
    Tanganku terangkat berusaha mencari pegangan ketika Mang Sudin mulai menghempas-hempaskan batang penisnya menumbuki belahan vaginaku, kubenamkan kesepuluh kuku jariku ke punggungnya, kedua tanganku memeluk tubuh hitam si tukang becak yang tengah asik menggenjoti belahan vaginaku. Batang penisnya bergerak keluar masuk dengan teratur, menusuk dan terus menusuki liang memekku. Clepppp… Cleppppp… Clllppppp… Bleppp.. cleppppppp…, terdengar suara decakan becek ketika liang vaginaku digenjot oleh batang penis Mang Sudin.

    “Enak ya nonn ?? he he he cupphh cupphhh.. mmmmhhh….”
    Mang Sudin menatapku kemudian wajahnya menunduk, bibirnya melekat dibibir mungil-ku. Bibirnya menjepit bibirku sebelah bawah, Mang Sudin mengemut bibirku bergantian sebelah atas dan sebelah bawah. Sesekali ia menggigit kecil bibirku, lidahnya menjilati sela-sela bibirku, kubuka rongga mulutku, batang lidahku terjulur keluar bergelut dan saling mengait dengan batang lidah mang Sudin.
    “Srrrphhhh… Srrrpppppphhh…. Ckk Mmmmmmmpphhh… Ckkk“
    Aku membalas lumatan – lumatan bibir Mang Sudin, lidahku kembali terjulur keluar, dengan bernafsu mang Sudin menghisapi batang lidahku. Air liur Mang Sudin belepotan di dagu, dan bibirku, sementara tubuhku terus tersentak-sentak dengan lembut di bawah tindihan seorang TUKANG BECAK yang tengah menggenjotkan batang penisnya, menyodoki liang vaginaku.
    “Aaaaaaaaaaaaa… Hhhhh Hhhhoosssshhh.. Hhhhhhhhhssshhhh.. Cruttt… Crutttttt………” kedua kakiku membelit tubuh Mang Sudin, tubuhku kembali menggigil dengan nikmat ketika vaginaku berdenyut-denyut memuntahkan cairan klimaksku.
    Kepalaku terkulai lemah kearah samping kiri, tubuhku bergidik dengan nikmat di bawah tindihan bang Sudin, tangan seorang tukang becak mengelusi rambutku yang acak-acakan, kedua kaki mulusku terkangkang pasrah.
    “Mmmpphhh… Jrebbbb.. Memek Non makin licin peret,  makin enakk Jrebbb… Blessshhh… Crrrrbbbbbb… Bleeeppppp……buat dientot…” nafasku kembali tersendat-sendat merasakan tusukan-tusukan penis Mang Sudin kembali menggenjot vaginaku, aku semakin sengsara ketika mang Sudin mempercepat tusukan-tusukan batang penisnya.
    “Ennggg Mampus Aaaaaaa,  Affffhhhh, Mangg…,!! owwwww…….!! “Aku mengeluh merasakan tusukan-tusukannya yang semakin liar dan kasar, semakin kasar dan lebih KASAR lagi….
    “Ya nggak akan lahhhh….nonn, masa mampus, yang ada juga enak dan nikmat, bukannya mampussss he he he he….”
    Aku memalingkan wajahku ke kiri dan kanan, vaginaku disodok dan tubuhku tersentak-sentak, terguncang dengan hebat di atas ranjangku sendiri. Keringat mang Sudin meleleh menetesi tubuh mulusku, terdengar suara tawa bejatnya ketika ia mendengar lolongan dan pekikan kecilku. Semakin keras aku aku melolong semakin keras pula ia menghentak-hentakkan batang penisnya, dipercepatnya irama genjotan-genjotan batang penisnya menggenjoti liang vaginaku.
    “aaaa….., aaaaaaa… aaaahhhhhhh….. “ aku mendesah dan terus mendesah ketika merasakan sodokan-sodokan penis Mang Sudin yang merojok vaginaku dengan kuat dan kencang, agak lama juga ia mengerahkan seluruh tenaganya menyodoki vaginaku kuat-kuat.

    Aku menarik nafas lega ketika tubuhku berhenti terguncang. Untuk sesaat mang Sudin beristirahat di atas tubuhku. Wajahnya tepat berada di atas wajahku, sementara batang penisnya tertancap dijepitan liang vaginaku, ia memandangiku dengan tatapan matanya yang penuh dengan kobaran nafsu binatang. Aku terdiam dan menatapnya, tangan mang Sudin membelai wajahku yang cantik jelita.
    “Duhhh, Non Amoy koq murung sich ?? kurang ya dientotnya, sini biar mamang tambahinnnn….”
    Desahan nafasku kembali membakar nafsu binatang Mang Sudin, ia kembali menghempas-hempaskan batang penisnya. Dengan bernafsu ia merojok-rojokkan batang penisnya menyodoki vaginaku, tanpa melepaskan batangnya dari cepitan vaginaku Mang Sudin merubah posisi. Kini aku duduk saling berhadapan, aku menduduki batang penis mang Sudin, kedua kakiku mengangkang menjepit tubuh Mang Sudin, sementara kedua tanganku berpegangan pada pundak mang Sudin.
    “Ayoo Non…, Mamang pengen nyobain goyangan Amoy….”

    Baca Juga Cerita Seks Berawal Dari Sebuah Ancaman

    Aku terdiam untuk sesaat, dengan menahan rasa malu, aku mulai memberanikan diri mengangkat pinggulku kemudian perlahan-lahan aku mendesakkan kembali vaginaku ke bawah. Rasa nikmat itu membuat wajahku terangkat ke atas, mataku menatap langit-langit kamarku. Sesekali aku mengatur posisiku agar lebih leluasa menaik turunkan vaginaku. Dengan sabar mang Sudin membantuku menaik turunkan pinggulku, kedua tangannya yang kekar mencapit pinggang rampingku dan membantuku agar lebih lancar menghempas-hempaskan vaginaku mendesak batang penisnya yang dengan otomatis bergerak keluar masuk menusuk-nusuk belahan vaginaku..
    “Ahhh… Hssshhh Ahhhhh… Mangggg…. “ tangan kiriku menekan belakang kepala Mang Sudin hingga terbenam di belahan payudaraku
    Aku semakin cepat menaik turunkan pinggulku, mang Sudin semakin bersemangat menggeluti buah dadaku ketika aku merintih dengan liar.
    “Aaaaaa… aaaaaa…….wwwwww…oohhhh mannnnggggggg”Aku menjerit liar merasakan kenyotan-kenyotan mulut Mang Sudin yang mengenyoti buah dadaku
    Kupercepat hempasan vaginaku dan mang Sudin menyambut hempasan liarku dengan menyodokkan batang penisnya kuat-kuat ke atas.
    “Hmmmmaanggggg, akh.. akuu.. aku mau keluarrrrr……”
    “Sebentar… kita barengan….Nonnn Tahannnnn…., Tahan sebentar” Mang Sudin semakin menyentak-nyentakkan penisnya ke atas.
    “Nggakkk khuatt manggggg akhhhh…, nggakk kuatttt… aduhhhh” aku mengeluh
    Aku semakin dekat dengan puncak klimaks-ku, tubuhku tersentak-sentak tanpa daya.

    “Sebentar lagi Nonnn TAHANNNNNNN……..!!!”
    “Owwwhhhhh…. Crrrutttt…. Cruutttt………Maaaaangggg.”
    “KECROTTTTTTTT…….”
    Tubuh Mang Sudin rubuh ke belakang sambil memeluk tubuhku yang terengah keenakan di dalam pelukannya. Aku terdiam, mataku terasa berat, dan tubuhku terasa pegal karena kecapaian. Aku mendesah ketika tangan kanannya merayap dan meremas-remas buah pantatku, sedangkan tangan kirinya mengusapi punggungku yang basah. Aku menggeliatkan tubuhku dan meronta berusaha melepaskan diri dari pelukan Mang Sudin, namun kedua kakinya malah membelit tubuhku, tangannya yang kekar memeluk-ku, batang penisnya mengecil di dalam jepitan vaginaku.
    “Mau kemana Nonnn, temenin Mamang tidur ya, Mamang belon puas koq, masih kepengen ngentotin Non Amoy yang mulusss he he he, dohhh Non Anita Bohay amat sich he he.. napsuin….” Mang Sudin memujiku, kedua tangannya berkeliaran dengan bebas, menggerayangi lekuk liku tubuhku yang putih mulus, aku merasakan batang penis mang Sudin berdenyut-denyut dan kembali menyesaki jepitan vaginaku.
    “Uhhhhh…., sudahh mangggg, sudahhhh……cukup, kan tadi udah….” aku yang sudah kelelahan berusaha menolak keinginannya.
    “Waduhhhh… itu mah baru pemanasan aja Nonnn… yukkk ikut mamang…kita ngentot lagi….” Mang Sudin menarikku keluar dari dalam kamar
    Aku pasrah ketika mang Sudin menyuruhku untuk duduk di bangku sofa, di ruangan tamu. Kedua tungkai kakiku dikaitkan mengangkang pada lengan kursi sofa itu.
    “Utssshh….. “ aku menarik pinggulku ketika jari telunjuk kanan Mang Sudin mencoblos belahan vaginaku, mataku beradu pandang dengan tatapan mata mesum mang Sudin yang menatapku sambil menusuk-nusukkan jari telunjuknya dalam-dalam,
    Wajah mesumnya kembali memacu gairah binalku, ia tersenyum lebar ketika aku mulai merintih dan mendesah.
    “Enak ga Non…..? “ tanya mang Sudin
    “Jrossshhh….!! “ tiba-tiba Mang Sudin menusukkan jari telunjuknya kuat-kuat, ia menuntut jawaban-ku
    “Enn Enakkk… enakkkk nnnnnhhhhh.. hsssshhh ahhhhhh” tangan kiriku mencekal pergelangan tangan kanannya, sementara tangan kananku bertumpu ke belakang. Aku menggeser posisi-ku agar dapat menyandarkan punggungku bersandar ke belakang. Telapak tangan kiri Mang Sudin mengelus-ngelus pangkal pahaku.
    “Hsssshhhh… Hssshhhhhhhh Shhhhhaaaaaaaaaaaa….” aku mendesis-desis nikmat ketika jari telunjuk mang Sudin merojok-rojok belahan vaginaku
    Kutekuk wajahku , nafsu semakin terbakar menyaksikan dua buah jari Mang Sudin yang basah oleh cairan vaginaku yang sudah tercampur dengan darah keperawananku.

    “Ahhhhhhhhh” aku tersentak
    Kesadaran dan akal sehatku datang terlambat.  Seorang tukang becak tengah menindih tubuh mulusku, semuanya jauh dari khayalanku selama ini. Sangat jauh sekali…., hancur sudah khayalan indahku selama ini. Aku?? seorang gadis keturunan Tionghoa cantik jelita, berkulit putih mulus, bercinta dengan seorang tukang becak?? Aku menyerahkan tubuh dan kesucianku kepada Mang Sudin?? berbagai macam pertanyaan mencambuk hatiku, gairah binalku kembali berkobar, aku memohon pada Mang Sudin.
    “Colokkkk Manggg…, colokkk terussss… ahhhhh……”
    “Mau pake jari atau pake kontol Non ?? “ Mang Sudin memberikan-ku dua buah pilihan sambil terus menusuk-nusukkan kedua jarinya.
    “Pake kontolll… unnggghh… kontollll… mangggggg….” aku menjawab dengan terbata-bata.
    “Ha ha ha, boleh…, bolehhhh.., tapi nanti kalau mamang udah puas bikin memek non bucat pake jari….”
    Aku terengah, percuma saja aku memintanya untuk menyetubuhiku,  mang Sudin sedang asik menusuk-nusukkan jarinya merojoki vaginaku.
    “Aaaaaaaaaaaaaaaaa…..! Mannnngggg Ouuhhhhhh….!! “ aku tambah kelabakan ketika jempol mang Sudin ikut memijiti clitorisku, matanya berbinar-binar menyaksikan tubuh mulusku yang mengangkang menggeliat-geliat dengan erotis, aku mati-matian menahan sesuatu yang hampir meledak di selangkanganku, rintihan-rintihanku semakin sering terdengar.
    “Udah Nonnnn, nggak usah ditahan-tahan gitu dehhhh, nyerah aja…” Mang Sudin menatapku dengan tatapan mata mengejek
    Jarinya semakin aktif menusuki vaginaku, jari jempolnya mengucek-ngucek clitorisku aku tidak mau..! tidakk, aku tidak mau, TIDAKKKKKKK……!! Aku menggeleng-gelengkan kepalaku untuk mengusir rasa nikmat yang menghampiri-ku, Akkhhhh Crrrrttttttttt… crrrttttt…., aku roboh di bawah tatapan mata mesum Mang Sudin yang mengejekku. Mang Sudin menundukkan wajah mesumnya ke arah selangkanganku, terdengar bunyi menyeruput ketika mulutnya mengenyot-ngenyot vaginaku. Kedua kakiku menumpang di punggung mang Sudin sementara mulutnya masih asik mengenyoti selangkanganku. Tangan kiriku mengelus-ngelus rambut mang Sudin, sesekali tangan kiriku menekan belakang kepala mang Sudin sambil sedikit mengangkat vaginaku dan aku kembali menarik pinggulku ketika merasakan mang Sudin semakin lahap  menyantap selangkanganku.
    “he he he.. geli mangggg oohhhhhh…, nikmatttssshhhh….ampunnn manggg Ampunnnnnn he he he he” aku terkekeh merasakan emut-emutan nakal mengemut bibir vaginaku.
    Aku memekik sambil berusaha menarik vaginaku

    Mang Sudin mengangkat kepalanya, ia menatapku sesaat, jemarinya mencapit dan membuka bibir vaginaku kemudian ia kembali membenamkan wajahnya di selangkanganku. Aku membelai-belai rambut Mang Sudin yang ikal, berkali-kali aku harus rela mendesah dan merintih ketika batang lidahnya menggaruk-garuk isi vaginaku, ohhhh…. Hhssshhh manggggg… hsssshhhhh, seperti itulah aku mendesah dan mendesis. Entah apa yang sedang dicari oleh batang lidah mang Sudin yang terjulur keluar dan berkali-kali menyelinap masuk kedalam belahan vaginaku, yang jelas aku menikmati gerakan batang lidahnya yang basah dan hangat.
    “Owww… ihhhh.. mang Sudinnnnnnn…. “ aku memekik sambil menarik pinggulku
    Ujung lidah mang Sudin mencokel clitorisku hingga aku tersentak nikmat. Aku mengangkangkan selangkanganku selebar-lebarnya ketika ujung lidah mang Sudin kembali mengejar daging clitorisku.
    “Ahhhhhh…, owww….! .Owww maaaanggggg…Sudinnn, akhhhh…!!.”
    Tubuh mulusku berkali-kali tersengat nikmat ketika ujung lidah Mang Sudin mencolek-colek kelentit-ku. Aku bertahan agar kedua kaki mulusku tetap mengangkang lebar walaupun rasa nikmat dan geli itu begitu kejam menyiksa kemaluanku..
    “Emmmmmaaahhhh… Ahhhhhhh….. Offffhhhhh…….Oooooo “mulut-ku ternganga-nganga lebar,
    Mataku yang sipit berkali-kali membeliak ketika mang Sudin melumat dan mengemut-ngemut daging clitorisku yang semakin menonjol, terkadang tangannya menepuk-nepuk permukaan vaginaku. Aku mengeluh ketika ia meremas gemas selangkanganku yang sengaja kukangkangkan selebar mungkin.
    “Sini Nonnn…., mamang pengen disepong he heh e…”
    Kini mang Sudin yang duduk mengangkang disebuah kursi sofa panjang, aku merangkak dan berlutut dihadapan kedua kakinya yang mengangkang lebar, kedua tanganku menangkap batang penis Mang Sudin, aku agak gugup ketika menggenggam batang penis mang Sudin..
    “Ha ha ha, santai aja nonnn, nggak usah tegang gituuu…, mamang jadi ikut gugup nehhhh….” Mang Sudin menyandarkan punggungnya ke belakang.
    “Iyy.. Iya Mang.., Iyaaa….” aku berusaha mengendalikan diriku
    Ternyata begini rasanya menyentuh batang penis seorang pria, ada rasa gugup, horny, ihhhhh…, penis mang Sudin sesekali berkedut dalam genggaman telapak tanganku.

    “Koqq diemmmm…?? langsung diservice atuh Nonnnn, sampe jamuran nih mamang nunggunya…..”
    Aku menuruti keinginan Mang Sudin, entah kenapa aku tunduk mengikuti keinginan seorang tukang becak yang seenaknya memerintahku. Aneh…, benar benar aneh, aku mulai mengocok-ngocok batang penisnya, hmmm, aku mengangkat wajahku, sambil mengocoki batang penisnya aku menatap wajah Mang Sudin yang tersenyum lebar, dengan nakal aku membalas senyumannya.
    “Enak ya manggg ?? he he he….” sesekali tangan kiriku mengelus dan meremas kepala penisnya, sedangkan tangan kananku mengocoki batang kemaluan mang Sudin. Aku terkekeh-kekeh ketika mata mang Sudin mendelik menatapku., mulutku meruncing dan meniupi batok penis mang Sudin. Fuuhhhhhh…., Fuuuuuuhhhh… Haaaaaahhhhhh… Fuuuuuuhhhh.
    “Mangggg.. aku pengen dientot lagiiii….”
    “Ntarrrr…., kalau Non Anita bisa bikin kontol mamang bucat, baru Mamang kasihhh…..he he he”
    “Idihhhhh…. Mang Sudinnnnn………” aku semakin giat mengocok dan meremas-remas batang penis Mang Sudin. Kepalaku meneduhi kepala penisnya dan Hummm….nyummmm…, kuemut dan kuhisap kepala penisnya sekuat yang aku mampu.
    “WADOOOHHHHH…. GELO SIAHH…., ARRHHHHH… ANJINGGGG”
    Kata-kata kasar mang Sudin  membuatku semakin bergairah, kepalaku bergerak turun naik sambil menghisapi batang penis Mang Sudin. Kuletakkan rongga mulutku 1 cm di atas kepala penisnya. Haaaaahh.. Haaaaa….hh,  Haaahhhhhhh….,kuhangatkan kepala penis mang Sudin dengan udara yang terhembus dari rongga  mulutku. Sesekali ujung lidahku terjulur meruncing dan mengorek-ngorek lubang penisnya, kurang lebih sudah 10 meni-an aku berusaha memuaskan mang Sudin namun tampaknya ia tenang-tenang saja melayaniku yang sudah berusaha dengan keras.

    “Mangg Sudinnnn… Aku pengennnnn…..maaanggggg , Ayooo Manggggg… entot aku lagi yaaaa….” aku merengek-rengek, bahkan hampir menangis, memohon pada seorang tukang becak yang tertawa senang menyaksikanku yang tengah tersiksa oleh gairah liarku.
    “Yaa ha ha ha ha, tapi mamang pengen Non Anita yang di batas ya…, yukk sini naikkkkk…..mainnya harus yang liar ya kaya bondon, nggak usah malu-malu, ha ha ha ha  ”Mang Sudin tidur terlentang mengangkang di atas kursi sofa panjang.
    “Iyaa Mangggg…, Aku mauuuu, divatasssss…, liar kayak bondon “
    Dengan liar kunaiki dan kukangkangi tubuh Mang Sudin yang hitam akibat terlalu sering tersengat oleh sinar matahati, tubuhku yang putih mulus mengangkangi tubuh seorang tukang becak berambut ikat bernama Sudin yang berusia seumuran ayahku yang tangannya tengah mengacungkan batang penisnya ke arah belahan vaginaku yang mungil. Kuarahkan vaginaku dan kuturunkan pinggulku, kepalaku terangkat ke atas, bibirku mendesis keras merasakan batang penis Mang Sudin kembali membelah belahan vaginaku,
    “HSSSSSSSSSSSSSHHHH… HSSSSSHHHH”, aku mendesis dan mendesis dengan liar sambil mendesakkan vaginaku hingga penis mang Sudin tertancap dan selangkangannya bersatu dengan selangkanganku, perlahan-lahan aku menggerakkan pinggulku, wajahku terasa panas karena jengah, tengah asik-asiknya aku menaik turunkan pinggulku.
    “PLOFFHHH… Aaaaa.hhh… ke  ken kenapa dicabut mangggg….”
    “TADIKAN Non Janji, maennya bakal liar kayak bondon…!!, mana nih janjinyaaaaa…., jangan kaya partai-partai politik dongggg…cuma bisa mengumbar janji doanggg….ehh begitu udah dipilih malah menyengsarakan rakyat….,nggak inget sama wong cilik…, malah sibuk menaikkan gaji pegawai negri, tapi lupa sama kami-kami ini yang selalu menderita…..”
    “Aduhh…Mang koq jadi masalah partai sichhh…, masukin lagi dooonggg….,  Mang Sudinnnn…., ayo dong mangggggg” aku merengek-rengek dengan manja.
    “YAWDAHH…, tapi yang liar dan binal ya Nonn…!!”

    Mang Sudin kembali menempelkan ujung penisnya di belahan vaginaku. Kutekankan vaginaku ke bawah hingga penis mang Sudin kembali menyelusup kedalam cepitan vaginaku. Kali ini aku mengusir jauh-jauh rasa malu dan rasa risihku, kutegakkan tubuhku, kutatap mang Sudin yang melotot menatap susuku yang membuntal padat.
    “HIAAAHHH…AHHHHH…AHHH … HIATSSSHHHH.”
    Dengan liar dan binal aku menaik turunkan pinggulku, kebinalanku dan jeritan-jeritan liarku disambut oleh mang Sudin dengan menyodokkan batang penisnya kuat-kuat ke atas. Kedua tangannya mengangkat dan menarik membenamkan pinggangku ke bawah hingga hempasan – hempasan vaginaku lebih kuat dan bertenaga karena dibantu oleh mang Sudin.
    “Hiaaaahhhmpppphhhh crrrruttt crrutttt…..” aku kembali  mengalami puncak klimaks.
    “TERUS… TERUSSS Non AMOYY, Non nggak boleh berhenti biarpun memek Non  udah bucatttt…TERUSSSSS…..!! “ Mang Sudin memaksaku untuk bekerja dengan lebih giat
    Aku melolong keras untuk melepaskan nafsu dan gairah liarku yang terasa menyesakki dadaku. Pinggulku terus melompat-lompat turun naik di atas sodokan-sodokan kuat penis seorang tukang becak yang menggeram-geram dengan gemas sambil mendelikkan katanya menatap gerakan-gerakan buah dadaku yang semakin membuntal indah. Crut sekali lagi, cruttt lagi dan cruuttt lagii….akhirnya aku benar-benar terkulai lemas tanpa tenaga ketika kenikmatan puncak klimaks kembali berdenyutan menyedot tenagaku terakhirku hingga benar-benar habis. Tubuhku basah kuyup oleh cairan keringatku yang menetes dan meleleh dengan deras. Blukkkk… Mang Sudin membalikkan posisi kami. Kini posisiku di bawah tindihan tubuhnya yang sudah sama-sama basah banjir keringat seperti tubuhku. Pompaannya semakin cepat dan liar hingga aku terengah-engah kewalahan, cumbuan liarnya menghujani leher, bibir dan daguku. Lama sekali mang Sudin menggeluti tubuhku. Cerita Maya
    “NGAHAKKK…ANJIINGG..!! CRRROTTT…CROOOTTT“
    Aku yang setengah tertidur terbangun mendengar suara seruan keras mang Sudin. Aku merintih lirih merasakan semburan spermanya yang panas di dalam cepitan vaginaku. Tubuhnya yang basah ambruk menindih tubuh mungilku. Aku berusaha membuka mataku, aku menengokkan wajahku dan menatap ke arah jendela. Masih terdengar suara rintik-rintik air hujan, gelap, segelap langkah pilihanku yang dibutakan oleh nafsu birahi yang liar dan binal. Aku memejamkan kedua mata sipitku, lalu tertidur kelelahan di bawah tindihan Mang Sudin. Tubuhku yang putih mulus tertindih oleh tubuh seorang tukang becak bertubuh hitam kekar berambut ikal.

    To be… next time
    he eh he he he ^_^
    See’ u next episode
    Thank’s for reading
    Meowww
    ….